My D you are the first for me

My D you are the first for me
sinyal Midea yang hilang



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...


Justin yang tadinya larut dalam obrolannya dengan para kliennya, kini pikirannya mulai teralihkan dari obrolannya para bos bos yang memiliki perusahaan saat ia tak melihat Midea di antara para anak anak dan juga keluarganya yang lain. bahkan ia melihat seluruh anggota keluarganya tengah asyik bercanda dan mengobrol dalam perkumpulan yang jarang jarang terjadi ini kecuali saat ada event tertentu.


Justin melirik ke layar kecil dari jam tangan nya. di mana ia melihat dua sinyal di taman yang mewakili dari dua anaknya dan tiga sinyal berada di dalam gedung hotel.


Justin meminta ijin sejenak pada tamunya untuk mencari tau keberadaannya Midea. ia menanyakan perihal Midea pada Alma.


"Bu. di mana Midea?". tanya Justin.


"ohh..De Jasmine sudah balik ke kamar nyo. tadi merasa sedikit pusing katanyo"sahut Alma.


"oh baiklah terima kasih Bu". sahut Justin seraya melihat layar kecil di jam tangan nya yang menunjukkan jika Midea ada di lantai ruang family suitenya saat ini.


"nak Justin. sebaiknya Jasmine indak usah di ganggu dulu. biarkan dia beristirahat dulu sebentar". saran Alma mencegah pria itu agar jangan mengganggu istirahat putri angkatnya itu.


"saya cuma mengecheck kondisinya aja Bu. saya janji ga akan mengganggu nya. saya pasti kan itu Bu".


"baiklah". sahut Alma mencoba menaruh kepercayaan pada Justin.


"terima kasih bu. saya minta tolong titip anak anak dulu sebentar ya bu". pinta Justin.


"iya. awak indak usah khawatir. lagi pula ambo akan membawa mereka masuk sebentar lagi saat tamu nyo anak anak sudah mulai pulang". sahut Alma seraya sesekali melirik ke arah Keyra dan Dean.


Justin menanggapi nya dengan senyuman lalu pamit pada Alma dan segera membalik kan tubuhnya berjalan ke arah lift seraya mengecek layar mini di jam tangannya untuk melihat sinyal dari tiga orang terpenting di hidupnya itu.


Justin mengernyitkan dahinya saat tiga sinyal menghilang dari layar jam tangannya.


"kenapa harus di copotin semua sih De perhiasannya". gumam Justin seraya menekan tombol lift menuju lantai di terakhir kalinya ia melihat sinyal yang berasal dari perhiasannya Midea.


Justin segera keluar dari lift di mana kamar nya Midea berada. ia berniat mengetuk pintu kamar tersebut tetapi ia teringat akan pesan Alma agar jangan mengganggu waktu istirahatnya wanita itu.


"baiklah De. selamat beristirahat semoga nantinya kamu bisa fresh kembali" ucap Justin di depan pintu kamarnya Midea yang sebenarnya tak ada siapa pun di dalam kamar itu.


seraya tersenyum Justin kembali masuk ke dalam lift dan berniat ke kamar pribadi nya.


"eh bang. ayok masuk". sapa Satria dari dalam lift bersama istrinya.


"kalian udahan pestanya?". tanya Justin saat melihat pasutri mesra itu bergandengan tangan seperti pengantin baru.


"ya bang. Retha udah capek kali katanya. lagian udah mau deket maghrib bang". sahut Satria.


"anak anak masih di bawah?". tanya Justin saat sudah berada di lift.


"mm..tadi waktu ku tengok udah sama bu' de dan Tante Alma sih. itu sih kalau ga salah setengah jam yang lalu.. hehehe". sahut Satria dengan kekehan yang sedikit ragu akan jawabannya.


"iss..Abang ni. jawabnya ga meyakinkan gitu. iya bang. aku liat udah sama bu' de dan Tante Alma waktu akunya mau masuk gedung". jawab Retha yakin.


karena dia sempat berpamitan pada dua orang tua itu dan melihat Keyra dan Dean sedang bersama mereka untuk mengawasi kedua bocah tersebut yang masih belum mau di ajak break dalam permainan nya bersama sang MC dan anak anak yang lain.


Justin manggut manggut mengerti dan hanya terdiam saat dirinya harus menjadi obat nyamuk bagi dua sejoli itu. Justin hanya bisa ber basi basi sejenak di dalam lift sampai akhirnya lift berhenti di lantai yang mereka tuju.


karenakan waktu semakin bergulir memasuki senja. akhirnya mereka berpisah menuju ke kamarnya masing. saat mereka membuka kunci kamarnya. tiba tiba terdengar bunyi dentuman pada salah satu pintu kamar hotel mewah ini.


Satria dan Justin sama sama menghentikan aktivitasnya mereka dalam membuka kunci kamar dan saling menatap satu sama lain.


dentuman keras terjadi lagi dari salah satu pintu kamar hotel dan terdengar dari ujung koridor.


"bang". panggil Satria pada Justin.


Justin mengangkat satu jarinya agar mereka berdua tidak berisik. lalu Justin menggerak kan satu jemari nya agar mengikuti langkah nya untuk memeriksa keadaan di sekitar koridor hotelnya.


"bang". panggil Retha seraya menggenggam erat lengan suaminya itu di karenakan takut.


seraya menggigit bibir bawahnya. akhirnya Retha melepaskan genggaman tangan nya pada pria yang di cintai nya itu menyusul Abang sepupunya ke ujung koridor hotel.


sementara dua pria bersaudara itu berjalan perlahan mendekati pintu yang sesekali terdengar dentuman kuat itu hingga akhirnya mereka terpaksa harus menunggu beberapa detik bahkan menit untuk menunggu lagi suara dentuman tersebut.


"sepertinya udah ga ada lagi bang". ujar Satria secara berbisik di telinga nya Justin.


"kita tunggu sebentar lagi aja". sahut Justin mencegah adiknya agar tetap bertahan di sini dulu untuk menemani nya.


"ya udah". sahut Satria singkat.


lalu Satria teringat pada sebuah bahan yang sengaja di lapisi pada dinding dinding ruang kamar tidur dari president suite hotel ini. di karenakan mencegah kebisingan dari luar dan juga kebisingan yang dari dalam saat melakukan sesuatu yang bersifat pribadi atau pun rahasia.


biasanya kamar hotel mewah seperti ini lah, lapisan kedap suara itu di pasang pada setiap dinding kamar kecuali pada pintu di karena kan jarak lorong menuju ruang kamar agak berjauhan beberapa meter ke dalam sehingga memberi keleluasaan pada tamu hotel apa bila ada service room hotel mengetuk pintu untuk memberikan pelayanan pada kamar yang di tuju.


sehingga seseorang yang lain pun saat berada di kamar tersebut bisa bersiap siap untuk menyambut atau bersiap diri pindah ke kamar yang lainnya.


"bang"panggil Satria.


"mmm".sahut Justin saat melirik layar kecil pada jam tangan nya.


Justin berharap wanita itu terjaga saat adzan tiba sehingga ia berharap ada sinyal yang terdeteksi dari Midea.


"bukannya setiap kamar dari ruangan ini di lapisi kedap suara bang?". tanya Satria memastikan.


"aishhh.. suit lah". umpat Justin kesal saat mengetahui kebodohan nya yang melupakan fungsi dari lapisan kedap suara yang ter - pasang dari setiap dinding kamar hotel di lantai teratas ini.


Justin mengangkat kedua bahunya seraya tersenyum tipis yang juga terlambat menyadari kebodohannya juga.


"biar Abang hubungi papa agar menyuruh bagian keamanan untuk mengecek cctv hotel". sahutnya saat memiliki ide alternatif.


"ayoklah bang kita balik aja".ajak Satria pada Abang sepupunya itu.


"ya". sahut Justin singkat seraya merogoh ponselnya di kantong tuxedonya.


sembari berjalan meninggalkan tempat yang mereka curigai sebelumnya, Justin menelpon papanya agar sang papa mentitahkan pada bagian keamanan untuk mengecheck cctv hotel hari ini.


Justin memberitahu kan bahwa ada sesuatu yang mencurigakan yang terjadi pada sebuah kamar hotel di lantai teratas. tetapi ia tak bisa mengambil tindakan sembarangan pada beberapa kamar yang menjadi kecurigaan nya lantaran belum memiliki bukti apapun selain pendengaran nya dan juga pendengaran nya Satria dan Retha.


"oke. sekarang juga papa suruh anak buah papa mengurus nya segera". sahut Arfan dari seberang ponselnya.


akhirnya Justin dan Satria memutuskan kembali ke kamar mereka masing masing. akan tetapi baru beberapa langkah mereka berjalan menjauhi lokasi yang di curigai


tiba tiba terdengar dari arah belakang mereka suara bantingan pintu yang terbuka dari di salah satu kamar hotel tersebut.


baik Justin dan Satria segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. kedua nya sama sama terhenyak kaget saat melihat siapa yang keluar dari sana dengan langkah terseok-seok menuju arah berlawanan dari mereka.


nb:


ayok siapakah dia??


...****************...


Yok kita ke next chapter ya reader..


Tetap stay terus ya readers..


Yok kita ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.