
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
Dean mengucek ucek sendiri kedua netra biru nya untuk memastikan kembali penglihatan nya. Bahwa apa yang di lihatnya kini memang benar adanya sesuai dengan apa yang di fikirannya saat ini.
"nenek. atok ". Panggilnya kepada Alma dan Danang untuk memastikan kembali.
Danang dan Alma tersenyum sumringah menanggapi panggilan dari bocah lucu yang amat mereka rindukan selama ini.
"iyo Dee... Ini nenek sayang".sahut Alma seraya tersenyum.
"iyo anak muda. Hero kecik. Ini atok". Danang pun tak mau kalah dalam penyambutannya dari kepulangan sang cucu ke rumah ini.
"ayo masuk rumah". Ajak Danang yang sadar jika mereka sudah cukup lama berada di luar dari selepas subuh tadi hingga langit yang tadinya masih temaram kini sudah mulai terlihat kecerahan aslinya di tambah biasan sang sinar mentari yang mulai menunjukkan dirinya di hari ini.
maka ke empat orang itu pun melangkah masuk ke rumahnya Danang dan Alma. Dea dan Dean duduk di sebuah kursi sofa yang berada di ruang keluarga yang dulunya sering Dean habiskan waktunya di sini ketika nenek dan bundanya lagi sibuk di restoran.
Di rumah ini jika Danang tidak sedang bekerja Danang selalu mengajak Dean bermain di ruangan keluarga ini. Selain Danang dapat menghabiskan waktu dengan hobinya pada tanaman hidroponik dan ia pun bisa sekaligus mengawasi Dean yang asyik bermain atau pun menonton pada program kesukaannya di stasiun tv.
Alma meminta Dea untuk beristirahat di kamar tamu miliknya seraya menunggu ia memasak untuk sarapan dan juga menunggu Danang membersihkan rumahnya Jasmine yang sedikit berdebu agar bisa di tempati oleh Midea dan anaknya dengan nyaman.
Sedangkan Midea lebih memilih memandikan Dean agar anaknya itu terlihat lebih segar dan wangi meskipun ada kemungkinan bocah itu akan tertidur lagi karena setelah di mandikan pun bocah itu masih saja terus menguap.
"masih ngantuk ya Dee?". tanya Dea basa basi pada anaknya itu agar Dea bisa teralihkan dari rasa ngantuknya.
"mmm...ya unda...boleh bobo lagi ga?". tanya Dean.
"mmm..no..no..no..jangan sekarang dong. Kan Dee belum makan. Nanti masuk angin trus sakit. Yang rasa siapa?". ucap Dea memberi kan sebuah pertanyaan yang membutuhkan nalar bocah tersebut.
"Dee..unda..". Sahut Dean yang berdasarkan pengalamannya ketika ia jatuh sakit untuk pertama kalinya karena merindukan bunda nya.
saat itu ia merasakan rindu yang luar biasa karena sudah berbulan bulan tak melihat bundanya. Dean yang merasa kangen apa lagi pada masakan bundanya sehingga membuat ia tak berselera makan dan tak mau makan yang pada akhirnya Dean harus merasakan sakit di perut dan ulu hatinya akibat kurang nya asupan gizi di tubuhnya.
(baca cerita selengkapnya di novel keduaku ya yang berjudul She is My Dea (mengejar istri gila ). Episode Dean yang kangen Dea ).
"nah..tuh kan. Makanya sekarang tahan dulu bobonya kita sarapan dulu okey?" ujar Dea.
"oke unda". Sahut Dean.
Beberapa puluh menit terlewati hingga Alma selesai dalam memasaknya meskipun di bagian terakhir Midea ikut turut turun tangan membantu wanita yang sudah di anggap ibu baginya.
tak lama berselang Danang kembali dari rumah Jasmine dengan sedikit peluh dan kain pel serta sapu di tangannya.
"maaf ya pa ma jadi ngerepotin". Ucap Dea pelan dan terdengar ragu di telinga kedua orang tua itu.
Akan tetapi memberi kesenangan bathin di hati kedua orang tua itu atas ucapan Dea pagi ini. Mereka berdua tersenyum menatap Dea yang berdiri mematung seraya menundukkan wajahnya. Sebab ia takut jika ke dua orang tua itu tidak menyukai apa yang Midea panggil barusan terhadap mereka.
"tak apo nak. Kito orang malah senang awak pulang. Iyo kan uda?". Sahut Alma yang ter -senyum senang sembari menanyakan pen -dapat suaminya yang juga ikut tersenyum senang.
Danang pun menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan istrinya lalu ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Midea dan Alma melanjutkan menata piring dan mangkok makanan hasil olahan Alma pagi ini.
Lalu Alma mengajak Dea dan Dean untuk sarapan setelah sang suami kembali dari kamar mandi.
"ayok kita sarapan bersamo. Sudah lamo ambo kita tidak sarapan bersamo kan?". Celetuk Alma seraya menyodorkan kuah bening sayur labu yang di padu kan dengan cocolan sambal terasi di pagi yang cerah ini.
"ini ada ayam goreng. Kentang sama tempe goreng tepung. Juga ada Telur sama kentang di semur. Dee mau yang mano?". Tanya Alma lagi.
"Ayam goleng aja. Sama kentang aja nek". Sahut Dean seraya menunjukkan ayam goreng yang di bumbui beserta kentang yang di semur.
"nah ini dia. Ayok di makan yang lahap biar tambah pintar cucu ambo". Ujar Alma setelah selesai meletakkan lauk dan pauk di piring bocah tampan tersebut.
"iya nek". Sahut Dean yang langsung saja menyantap Makanan buatan neneknya yang sudah lama tak ia rasakan kelezatan dari masakan rumahan sang nenek.
"mmmm....enaknye...nenek ambo macak.mantap jiwo". Celetuk Dean yang tiba tiba berkomentar menggunakan bahasa sang nenek.
"Dee...???!". Pekik Midea terhenyak kaget plus senang mendengar celetukan sang putra yang menggunakan bahasa si nenek dan atoknya.
"haahah....pintar banna cucu atok ni...baru juga satu hari menginjakkan kaki awak di kampung halaman kau ni. Dah pandai bahasa kito orang cakap minang". Ucap Danang yang juga turut berkomentar senang Mendengar si bocah.
"ehh..uda..mana pulak lah dia sehari di sini. Cucu kito ini kan memang putra di sini. Lahir di sini yah memang sudah harus pandai lah dia bercakap macam kito". Protes Alma.
"hehe..iyo pulak ya. Tapi cucu kito ini kritis banna". Ujar Danang.
"eh Dee.. berapa nilainya untuk masakan nenek awak ni?". Tanya Danang meminta pendapat pada Dean.
"nih..". Sahut Dean seraya menunjukkan sepuluh jarinya lalu di rubah menjadi dua jempol sebagai penilaiannya hari ini.
"makasih Dee...". Ucap Alma senang.
"nah sekarang makanlah sekenyang krnyang nyo Dee. Jangan bercakap lagi". ujar Alma seraya memberikan sepotong ayam goreng ke piring Dean lagi.
"Uda makan sajo. Indak usah awak bercakap cakap lagi. Biar kan mereka makan dulu. Ayok Midea Jasmine". Titah Alma mengingatkan suaminya itu seraya mengajak Dea makan.
Midea pun menganggukkan kepalanya seraya membalas senyum Alma. akhirnya ketiga para orang dewasa itu menikmati hidangan pagi itu dan di saat melihat bocah tampan itu makan dengan lahap semakin menambah kenikmatan makan mereka saja.
Pagi itu adalah awal hari yang menyenangkan untuk mereka yang sedang makan dengan lahapnya. Jika Alma dan Danang bahagia karena kehadiran putri angkat mereka kembali. Begitu pun bagi Midea dan Dean yang juga bahagia karena telah merasakan kembali suasana di saat mereka tinggal di kota ini. Kota yang telah memberikannya ketenangan bathin untuk pertama kalinya.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.