
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
beberapa saat sebelum nya...
Saat pria ketiga itu mencoba menyentuh lingerie dengan niat untuk mempoloskan tubuh milik wanita cantik nan manis itu. tiba tiba netra mutiara hitam milik Midea membuka secara perlahan dan menelisik dari setiap ruang dan orang orang yang ada di sekitarnya saat ini.
"Ka..ka..Lian... siapa?!" desisnya pelan Seraya menatap takut pada ketiga pria yang ada di hadapannya kini.
Midea langsung menyadari jika dirinya sedang dalam situasi pelik saat ketiganya menyebutkan kata "mangsa"pada dirinya.
tanpa mau melepaskan tatapannya dari netra ketiga pria yang salah satunya pernah men - coba menyentuh nya di hotel ini juga saat beberapa hari yang lalu. Midea secara per - lahan meraih selimut di bawah kakinya untuk menutupi tubuhnya yang hanya berbalut Lingerie tipis lalu perlahan bangun dari pembaringan nya saat ketiga pria itu mulai mendekati nya.
desiran darahnya yang mulai bergejolak muncul secara tiba tiba dan sesuatu yang lain mulai menjalari tubuhnya. Midea merasakan hal lain yang terjadi di dalam tubuhnya. tak ingin terjebak di situasi yang sama ia berusaha keluar dari kamar itu sesegera mungkin dengan berjalan ke arah pintu keluar.
ketiga pria itu tersenyum menyeringai seraya terus menatap Midea dan membiarkan Dea berjalan sempoyongan untuk mencari cari pintu keluar.
pria kedua segera menarik tubuh Midea yang memberontak saat wanita itu telah mencapai gagang pintu keluar dan berusaha untuk membukanya. Midea yang mulai merasakan getaran di sekujur tubuhnya berusaha menampikkan dari apa yang di inginkan tubuh nya.
rasa panas dan hasratnya mulai menjalari sebagian tubuh nya. Midea meronta sekuat tenaga untuk melawan hasratnya. antara setengah sadar dan tidak ia melawan yang bukan dari keinginan hatinya.
Midea meraih benda apapun yang bisa ia raih saat kedua pria lainnya mencoba mendekati nya. ia melempar apa pun yang bisa lempar ke arah tiga pria yang telah menjebak dirinya.
terkadang benda benda tersebut melayang mengenai dinding dan pintu saat ketiga nya mengelak. Midea tak menyerah begitu saja sebab pikiran nya masih memiliki kesadaran meskipun terkadang sulit melawan antara hasrat tubuhnya dengan akal sehatnya.
"akh..".. pekiknya menahan hawa panas dan juga rasa gelisah.
kini tubuh nya mulai menginginkan lebih sementara ketiga pria itu semakin menyeringai puas atas apa yang terjadi pada mangsa nya. mereka senang atas apa yang di lihat nya saat ini. mereka cukup menunggu mangsanya ini meminta dan memohon dengan sendirinya.
tetapi tidak untuk Midea saat ini. ia akan melawan apa pun yang terjadi saat ini. meski pun hasrat nya semakin membuncah. Midea mulai mengamuk dan mengambil barang apa pun secara acak dan apa saja untuk ia lempar kan ke hadapan tiga pria bajingan itu.
hingga akhirnya ia meraih sebuah lampu hias yang berada di atas nakas dan melempar kan nya ke arah pria yang paling antusias untuk mendekatinya dan mengenai tepat di kepala pria itu yang menyebabkan pria tersebut pingsan seketika setelah beberapa detik terhuyung hitung di depan Midea.
kini netra Midea kembali mengambil lampu hias satunya untuk kembali menjadikan nya senjata agar bisa keluar dari sini. antara ber pacunya hormon estrogen yang mendominasi tubuhnya. Midea juga harus berjuang untuk menghasilkan adrenalin nya agar bisa memiliki kesadaran dan kekuatan untuk melawan bahaya yang ada di hadapannya kini.
Midea kembali mengayunkan lampu hias tersebut ke arah kepala pria yang kedua yang pernah membuat masalah padanya. pria tersebut terhuyung dan terjatuh dalam sekali pukulannya. Midea segera melangkah menuju pintu dan membukanya meskipun kembali ia di halangi oleh pria yang satunya lagi.
rasa panas seiring hormon estrogennya yang meningkat membuat Dea berusaha mencari udara dan air agar bisa meredakan hawa panas di tubuhnya.
langkahnya terseok-seok menahan hasrat. ingin rasanya ia melampiaskan pada pria manapun yang akan ia temui nanti nya. tapi ia teringat satu hal. air dan kesakitan adalah satu satunya jalan untuk meredakan libido nya saat ini.
langkahnya semakin di percepat saat pria terakhir menyusul dirinya sembari memaki lantang untuk dirinya. Midea tak perduli ia terus berjalan tertatih mencari pintu lift membawanya pergi dari lantai laknat ini.
akan tetapi naasnya ia harus kembali di hadapkan pada situasi pelik. Midea terjebak di antara ujung koridor di mana pintu keluar satu satunya adalah kembali ke belakang di mana pria itu semakin menyeringai dan berteriak lantang padanya.
Hahaha...mampus kau ******. mau kemana lagi Hah?" umpat pria itu yang semakin membuat Dea ketakutan.
netra Midea menelisik setiap ruangan sempit tersebut hingga akhirnya ia melihat dua pot keramik yang terletak di sudut koridor ini lalu mengambil nya dan segera memecahkan kaca jendela yang berada di belakangnya.
setelah kaca jendela tersebut pecah Midea melempar kuat ke arah pria itu yang semakin blingsatan melihat tingkah nya Midea dan mencoba mendekati nya.
Midea melempar kan satu pot terakhir pada pria itu untuk memberinya kelonggaran di ruang sempit itu agar ia bisa meloncat keluar jendela untuk terjun bebas dan memasrahkan hidup nya pada takdir.
rasa panas menjalar di seluruh tubuhnya bercampur hasrat yang membuncah. tak ingin melampiaskan pada siapapun Dea berontak dan sesegera mungkin mengambil ancang ancang untuk terjun bebas dari gedung ini. sama seperti yang pernah ia lakukan di lima tahun yang lalu.
saat tubuhnya hampir mencapai jendela bersamaan ia mendengar suara seseorang yang ia kenal memanggil dirinya.
"Midea....!!.
...----------------...
Yok kita ke next chapter ya reader..
Tetap stay di si sini terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.