My D you are the first for me

My D you are the first for me
cerita baru dari aktifitas yang baru



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Pagi ini adalah awal baru untuk Midea. setelah ia berhasil mendapatkan pekerjaan baru di sebuah kantin perusahaan milik suaminya Cindy.


ia membangunkan sang putra untuk berangkat bersama pagi ini. setelah ia meminta tolong pada Cindy untuk di daftar kan sekolah yang letaknya tak berada jauh dari perusahaan tempat ia bekerja, agar lebih memudahkan untuk ia menjemput sang putra saat jadwal senggang tiba.


"kita mau kemana lagi sih bunda... Dee masih ngantuk ni".tanya Dean malas sambil mengucek ngucek kedua matanya karena masih mengantuk.


"kemarinkan tante Cindy udah daftarin Dee ke sekolah kan? ". jadi hari ini Dee ke sekolah ya? "bujuk Dea.


"unda mau kelja ya? "tanya Dean.


"iya sayang. bunda hari ini udah Mulai kerja. jadi Dee pergi sekolah ya selama bunda kerja"


bujuk Midea.


"iya deh".sahut Dean.


lalu bocah itu pun turun dari ranjangnya dan melangkah ke kamar mandi.Dea memandikan Dean segera dan memakaikannya baju seragam sekolah usia dininya.


beberapa menit kemudian..


ibu dan anak itu bersiap siap untuk berangkat. awalnya Dea berniat menggunakan angkutan umum agar tak merepotkan Cindy lagi.


"kita naik taxi ya unda?". tanya Dean saat mereka keluar dari lift menuju halaman luar parkiran apartemen.


"mmm... sesekali kita coba naik angkot aja ya. biar lebih seru". bujuk Dea seraya menggenggam tangan Dean


bukannya ia tak mau menggunakan taxi. hanya saja sisa uang dari pemberian Andra dan Cindy harus bisa ia irit iritkan sebulan ke depan hingga ia menerima gaji untuk pertama kali bekerja di kota ini.


"ya deh unda". sahut Dean seraya terus menggenggam tangan bundanya.


Midea tersenyum seraya terus berjalan sembari menatap sang putra.


"kamu milik bunda sayang. karena bundalah yang memperjuangkan kamu selama ini. bunda akan bekerja keras agar bisa mendapat kan kamu kembali secara hukum jika bunda nanti mengajukan gugatan cerai pada Daddy mu". gumam Dea di hatinya.


tiiin...


suara klakson berbunyi tepat di samping kanan mereka berdua. Cindy memunculkan kepalanya dari jendela kemudinya.


"hai Mi. Dee. ayok masuk. ntar keburu telat".


titah Cindy seraya menekan tombol buka di pintu samping kirinya.


"tante Cindy nda". ujar Dean.


lalu Midea pun masuk ke mobil yang di kendarai Cindy.


"tumben nyetir sendiri Cin. biasanya di supirin? ". tanya Dea heran.


"buat nganterin kalian khusus hari ini yang udah punya aktifitas baru. khususnya si bocah tampan Dee". ujar cindy.


"hehe... kamu bisa aja Cin. jadinya kan ngerepotin kamu lagi". ujar Dea terkekeh kecil.


"ga kok. aku ga ngerasa di repotin. justru aku malah senang bisa punya aktifitas pagi kayak gini. Soalnya suntuk juga kalau lagi di rumah sendirian". ujar Cindy.


"pak Andra belum pulang ya? ". tanya Dea basa basi.


sebenarnya ia tau jika suaminya Cindy itu memiliki dua tanggung jawab utama di dua perusahaan. yang mana satu perusahaan di bangun bersama teman temannya termasuk suami paksanya.


sedangkan satunya lagi adalah perusahaan atas nama keluarga dari suami nya Cindy. yang menurut ceritanya Retha dulu jika pak Andra terpaksa menerima jabatan sebagai CEO lantaran karena orang tuanya pak Andra yang memaksanya untuk memimpin cabang perusahaan perkebunan keluarganya yang baru untuk menunjang bahan baku atas perusahaan utama yang bergerak di bidang obat obatan Herbal yang di kemas secara modern yang di sebut jamu modern.


"hmm... si boss sekaligus anak buah yah gitulah Mi. senin sampe jumat dianya sibuk kali. buat di telpon aja susah apa lagi video call Mi. kapan bisanya. hmmm.... tengah malam ntar di saat kitanya udah ngantuk ngantuk coba. kesel kan? ". gerutu Cindy saat mengingat cara mereka berkomunikasi.


tetapi ia bahagia dalam hatinya. karena bagaimana pun seorang Andra tetap memperhatikan dirinya dan selalu di usaha kan cepat pulang saat pekerjaan di KBC selesai.


Midea hanya bisa tersenyum saat mendengar kan kisah rumah tangga Cindy yang masih bahagia bahagianya di awal tahun pernikahan mereka. hal ini sungguh sangat jauh berbeda dengan dirinya yang tak pernah mendapatkan perhatian dari Justin saat awal mereka menikah.


Midea memang tak pernah memiliki kenangan indah apapun dengan Justin kecuali saat satu malam di mana ia terjebak dalam situasi di mana setelah satu malam itu Dean tumbuh di rahimnya tanpa ia tau setelah ia berusaha melarikan diri dari rumah sakit jiwa.


(baca kisah selengkapnya di novel Jasminka/orchidea episode pesona dan She is My Dea ( mengejar istri gila) episode run away).


tak lama kemudian Cindy membelokkan mobilnya memasuki halaman sekolah usia dini dan taman kanak kanak. memang ini bukanlah pertama kalinya bocah tampan itu bersekolah. malah gara gara permasalahan kedua orang tuanya bocah tampan itu sudah dua kali berpindah sekolah.


Dean menatap dingin di sekitarnya. memang hal ini bukanlah hal baru baginya, akan tetapi tetap saja ia tidak menyukai suasana baru di mana orang orangnya baru dan tanpa ia kenal seorangpun.


Midea yang mengerti arti tatapan tersebut. ia pun berdiri dengan kedua lututnya untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh gembul itu.


"Dee.. ".panggil Dea pelan seraya memegang kedua bahu putranya dan menatap wajahnya.


"hari ini Dee belajar di sini dulu ya?". sampai nanti sore bunda jemput. Dee belajar sama guru dan teman teman Dee yang baru". ucap Dea mencoba membujuk sang putra.


meskipun ia tau jika putranya itu akan mau tinggal dan ikut belajar bersama teman teman lain nya tanpa ada drama airmata seperti bocah bocah lain yang seusianya. Dan Dea tau jika seorang balita dari MyKehl Deansyah adalah putra yang mau mengerti dirinya.


mungkin karena sedari masih di dalam kandungan anak itu sudah memahami akan kesulitan bundanya yang memperjuangkan dirinya agar terus tumbuh dan terlahir di dunia. sementara Cindy membiarkan drama ibu dan anak itu berlangsung hingga akhirnya suara imut nan lucu keluar dari mulut bocah tampan itu.


"iya unda.. Dee mau belajal di sini dulu sama gulu". ucap Dean yang akhirnya mengalah demi sang bunda yang akan bekerja.


"makasih sayang". ucap Midea seraya tersenyum dan membelai rambut lembut Dean.


"bunda tinggal ya sekarang".ucap Midea saat ada seorang guru menghampiri mereka dan menyapa mereka.


Midea pun menyerahkan sang putra semata wayangnya untuk di bawa ke kelas oleh sang guru. ia tersenyum seraya melambaikan tangan untuk Dean yang terus menoleh ke arahnya.


"Dee.. belajar yang rajin ya. fighting". ucap Cindy tiba tiba menyemangati bocah tampan tersebut.


segera setelah Dean menghilang di dalam kelas. Cindy dan Midea kembali ke parkiran masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju ke tempat kerjanya yang baru.


"nanti aku yang jemput Dee". ujar Cindy tiba tiba.


"hah. ga usah lah Cin. nanti aku bisa jemput Dee sekalian istirahat kok". tolak Midea halus.


sebab ia tak ingin merepotkan wanita itu lagi. baginya pertolongan Cindy dalam mencarinya sebuah pekerjaan itu sudah lebih dari cukup baginya saat ini.


"mmmm... no.. no refused". sahut Cindy seraya menggeleng kepalanya kuat.


"kan udah aku bilang sebelumnya. jika selama mas Andra belum pulang. aku bakalan cari kegiatan baru tiap harinya. yaitu jadi ojolnya si bocah tampan nan menggemaskan punya kamu Mi". sahut Cindy di sertai tertawa kecil jika mengingat Dean.


"kamu Cin.. bisa aja ngelessnya". ujar Midea.


yang bersamaan mobil Cindy memasuki halaman kantor milik keluarga suaminya itu untuk membuat cerita baru dari aktifitasnya barunya pagi itu.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.