My D you are the first for me

My D you are the first for me
secret meeting



Hai my readers Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


Dean bergeming di antara para perawat yang berhamburan ke dalam untuk menolong sang bunda. ia terpaku di tempat seraya netranya yang tak bisa lepas dari sang bunda yang kini terdiam di atas brankarnya dengan darah yang mengucur kembali di keningnya.


Dean di bawa pergi oleh seorang perawat yang lain ke suatu ruangan dan berhasil di alihkan pikirannya dari kejadian yang mengeri kan itu ke suatu hal yang lebih menyenang kan untuk anak seusia dirinya.


"Dee". panggilan Justin menyentakkan lamunan bocah yang beberapa minggu lagi akan memasuki usia empat tahun itu.


"kok melamun?". menghayal ya?". menghayal apa hayo??? ".goda Justin pada bocah gemes miliknya.


Dean tersenyum kecil menanggapi candaan sang Daddy.


"yok. kita kemon dari sini". ajak Justin seraya menggenggam tangannya Dean dan membawanya pergi dari sekolahnya hingga waktu yang telah di tentukan.


Justin membawa Dean memasuki mobilnya lalu segera berlalu dari situ untuk segera ia habiskan waktunya bersama dengan sang putra yang sangat di cintainya.


Justin melaju kan mobilnya ke sebuah daerah yang agak jauh dari keramaian. ia ingin meng habiskan waktunya hari ini hanya berdua saja. tanpa ada yang mengganggu. hingga akhir nya mobilnya memasuki kawasan pantai yang cukup indah di pandang mata.


Justin membuka sepatunya dan juga sepatu anaknya. ia mengajak Dean berjalan di sepanjang pantai seberapa mereka bisa sanggup menjelajahinya. ayah dan anak itu tampak begitu riang di pagi menjelang siang itu.


hingga tanpa terasa satu jam telah berlalu dari waktu yang telah di tentukan antara Justin dan pihak sekolah itu artinya Justin hanya bisa menikmati waktu dua jam lagi bersama dengan putranya hari ini.


"Dee.. lapar?". kita makan yuk?". ajak Justin menunjukkan ke sebuah restoran yang ada di pinggiran pantai itu.


Justin memesan minuman segar tanpa ada embel embel menggunakan es. ini di karena kan karena putranya yang baru saja keluar dari rumah sakit kemarin.


beberapa saat kemudian menu makanan yang mereka pesan telah berada penuh di meja mereka.


"ayok di makan. hari ini free buat Dee yang baru keluar dari rumah sakit. anak Daddy harus makan banyak supaya kuat kembali". celetuk Justin.


"oke Daddy". sahut Dean senang dengan menu makanan kesukaannya.


Justin tersenyum puas mendapati Dean yang sedang melahap makanannya saat ini. dan memang benar kata orang jika setelah sakit maka bawaannya berasa lapar terus.


bukan hanya kata orang saja sih. Justin juga pernah membaca suatu buku jika para ahli peneliti juga menyebutkan Saat sakit dan proses pemulihan sakit, sistem imun tubuh bakal bekerja lebih ekstra untuk melawan penyakit sehingga hal ini dapat menyebabkan nafsu makan meningkat setelah sakit.


Hal ini sama seperti yang ia lihat pada diri Dee yang tak henti hentinya mengunyah sedari pertama mereka memulai makan hingga sekarang.


"Daddy udah makannya?". tanya Dean heran saat melihat Daddynya hanya duduk santai sembari menatap dirinya yang masih makan dengan lahap.


"iya. kamu habiskan ya. Daddy udah kenyang soalnya". jawab Justin tersenyum.


"oke Daddy".sahut Dean yang kini mengunyah sate kambingnya.


satu jam kemudian...


sesuai janjinya pada pihak sekolah, Justin mengembalikan Dean ke sekolah sebelum jam belajar usai. Justin merapikan kembali perlengkapan sekolah anaknya agar tak kentara pada yang menjemputnya jika Dean pergi keluar selama jam belajar.


sementara Dean hanya bergeming menatap sang Daddy yang tengah memakaikan kaos kaki padanya dan juga sepatu setelah pria yang mirip dengannya ini membersihkan kaki nya dari sisa sisa pasir yang melekat.


sebenarnya hari ini ia ingin menyampaikan sesuatu pada Daddynya itu mengenai secret meeting mereka selanjutnya. tapi ia bingung harus memulai dari mana.


"hmm.. ya.. ada apa sayang?".sahut Justin seraya memperhatikan sepatunya Dean apakah masih terlihat kotor atau tidak.


"mengenai becok". ujar Dean ragu untuk melanjutkan kata katanya.


"yah. besok Daddy akan datang ke sekolah seperti biasa. tapi kalau kamu keberatan kita keluar lagi ga apa apa. kita ketemunya di kantin pak Amat aja seperti biasa. okey". ujar Justin menawarkan idenya.


"memangnya Daddy ga kelja?". tanya Dean heran karena setau dirinya kantor Daddynya itu tak berada di sini.


Justin menghentikan aktifitasnya sejenak dari melap sepatu Dean yang terkena pasir pantai dengan tisu basahnya, lalu menatap wajah polos yang ada dihadapannya kini.


"Daddy kan bossnya. jadi Daddy bisa kerja dari mana aja kok". jawab Justin santai.


"kenapa?. kamu tenang aja ya?. insya Allah semua akan lancar lancar aja dan baik baik saja mengenai secret meeting kita". ujar Justin melanjutkan kalimatnya demi untuk menenangkan sang putra yang terlihat resah di matanya.


"kak Keyla gimana?. apa Daddy ga kangen sama kakak?. Daddy kan udah tiga hali di cini telus sama Dee". tanya Dean bernada hati hati


"kamu kangen ya sama kak Keyra?".sama ummi dan juga pasti sama oma dan opa kan? "terka Justin sembari menatap kedua netra yang sama dengan netranya.


"nanti kapan kapan kita pergi lebih lama lagi dari waktu yang di tentukan oleh pihak sekolah ya?. Daddy akan bawa kamu terbang ke Mdn buat ketemuan sama mereka semua. atau kapan kapan secara rahasia Daddy yang akan bawa mereka semua ke sini untuk melengkapi secret meeting kita. Dee mau kan begitu?". tukas Justin menjelaskan rencana mereka yang akan datang.


Dean hanya menanggapinya dengan senyum nya yang manis tanpa tau harus menjawab ya atau tidak pada rencana Daddynya itu. satu sisi ya mungkin dia mau mau saja berkumpul bersama dengan keluarganya yang lain tetapi satu sisi lagi ia memikirkan sang bunda.


bagaimana pun ia masih menyimpan rasa takut jika bundanya itu akan sakit lagi jika ia terus terusan bertemu dengan Daddynya. karena wangi yang berasal dari Daddynya itu telah membuat bundanya sakit selama ini.


"kok diem Dee?". tanya Justin heran pada Dean yang tiba tiba menjadi pendiam.


"Dee mau kan?. ikuti rencana Daddy". ucap Justin yakin.


"Dee mau sih. tapi tunggu unda cembuh dulu". jawab Dean singkat.


"ya pasti dong". sambut Justin antusias saat mendengar jawaban Dean yang ia harap kan.


"Daddy. Dee mau biyang cecuatu cekalang cama Daddy". ujar Dean yang tiba tiba ingin mengungkapkan uneg uneg di hatinya yang sedari tadi di simpannya.


"apa sayang?". tanya Justin sumringah.


"mengenai seklit mitingnya kita.. kita... bleak aja dulu ya Daddy".


..."Deg"...


*


Yok ke next chapter ya reader..


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.