My D you are the first for me

My D you are the first for me
Flashback of them



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


sepeninggalnya Justin, Midea mentitahkan pada Dean untuk masuk ke kamar untuk tidur setelah ia menghabiskan susunya. Midea memilih tidur dan tak mau lagi memikirkan pria yang merusak suasana hatinya berulang kali.


sementara Justin sendiri pulang kembali ke Mdn dalam keadaan hati yang kacau dengan rasa kesal yang mendominasi hatinya kini karena pertengkarannya dengan mantan istri nya itu. ia pikir hari ini akan berakhir dengan bahagia di cerita weekendnya. nyatanya tambah membuat dirinya ketularan sakit kepala dari sakitnya Midea.


"benar benar keras kepala. seandainya kamu bisa sedikit aja menurunkan rasa amarah kamu pada papamu De. dan juga sedikit aja memberi maaf untukku dan juga memberikan aku sedikit kesempatan untuk bisa membayar semua waktu yang pernah aku abaikan pada mu selama ini. mungkin akan ada banyak kesempatan buat kita sering bersama tanpa ada perdebatan dan mungkin kita bisa sama sama bahagia meskipun hanya sebatas persahabatan semata". Justin bergumam di hatinya.


dua jam telah berlalu dalam perjalanannya kembali ke rumah barunya yang ada di Mdn membuat Keyra terlelap tidur di samping jok kemudinya. mungkin faktor kelelahan yang membuat putri kecilnya itu tidak terbangun barang sedikit pun meskipun kini posisinya telah berpindah dari mobil ke kamar tidurnya.


Dan sudah hampir dua jam lebih sudah Midea membolak balik kan tubuhnya di atas ranjang. ia terjaga di tengah malam buta dan tersentak bangun saat mengalami lagi mimpi yang sama di enam tahun yang lalu.


saat itu ia baru saja terjaga dari siumannya setelah mengalami koma beberapa hari di rumah sakit pasca kecelakaannya yang menyebabkan dirinya kehilangan memori masa lalunya. setelahnya hampir di setiap malam mimpi itu hadir dan membuat ia tak bisa tidur setelahnya.


jika saat itu ada tante Sonya yang selalu memberikannya sebuah pil tidur maka ia pun bisa terlelap kembali berkat pil tersebut. bahkan mimpi tersebut pun tak pernah lagi hadir hingga malam ini entah kenapa mimpi itu pun muncul lagi.


(cerita selengkapnya ada di novel Jasminka/orchidea episode bonchap Flashback of Midea).


"ini aneh rasanya. setelah sekian lama. mengapa mimpi itu muncul lagi malam ini. apa karena pertengkaranku dengan Justin semalam makanya wanita berbaju putih itu hadir kembal. apa kah dia mamaku? sehingga aku memanggilnya dengan sebutan mama saat tersentak bangun". Midea membathin.


"tapi.. mengapa wajahnya tak pernah jelas terlihat. mengapa selalu samar saat ia hadir di mimpiku". ia membathin.


Midea mencoba mengingat ingat kenangan lamanya sebelum kecelakaan terjadi. tetapi tetap saja tak satu pun memori tersebut muncul di benaknya.


"hemm. . rasanya percuma saja memaksakan otak ini untuk mengingat masa lalu. yang ada aku nya sakit kepala seperti waktu itu". gumamnya menyerah.


setelah pasca keputusan banding hukumnya. dan ia dinyatakan secara hukum tak bersalah oleh pengadilan negeri Mdn. Midea sudah tak memperdulikan lagi tentang kenangan masa lalunya, meskipun terkadang sesekali timbul keinginan di hatinya untuk bisa kembali mengingat setiap detail masa lalunya. apa lagi masa kecilnya yang entah seperti apa saat itu.


akan tetapi saat ini ada hal yang lebih penting dari sekedar mengingat masa lalunya. ia lebih fokus pada masa depannya bersama Dean, sang putra tanpa harus memikirkan kembali masa lalunya. terlebih pada Justin.


...----------------...


Jason menatap sendu pada sebuah nisan yang bertuliskan nama dari perempuan yang pernah ia cintai sedari dulu hingga kini. ada banyak hal yang ingin ia ungkapkan di makam ini. hanya saja ia tidak tau harus memulai dari mana.


"Inka. maafkan aku". ucapnya dengan penuh penyesalan seraya memegang batu nisan yang bertuliskan Naminka.


"mas tidak tau jika kepergianmu membawa si buah hati kita. dan maafkan mas juga sayang karena mas baru tau jika Jasmine adalah anak yang kita dambakan selama ini. mas benar benar tidak mengetahui semua ini". ungkap Jason dengan tenggorokannya yang tercekat.


Jason masih menatap sebuah nama di nisan itu dengan sendu.


"mas..mas..minta maaf karena belum mampu menjaga anak kita dengan baik. bahkan sampai sekarang pun mas belum bisa mengambil hatinya Jasmine". ucapnya dengan hati yang bergemuruh pilu kala teringat sikap putrinya semalam yang sama sekali tidak mau menerima telpon darinya melalui Justin.


"yah mungkin wajar Inka. mas bisa mengerti jika Jasmine masih shock karena kehadiran mas yang secara tiba tiba datang dan masuk di kehidupannya yang selama ini mungkin sudah terbiasa hidup tanpa ayah". ungkapnya yang mencoba mengerti pada perasaan hati putrinya itu.


"tapi seharusnya... seharusnya kamu cerita padanya atau paling tidak kamu menitipkan pesan padanya sebelum kamu pergi jika dia masih punya aku Inka, papa kandungnya". ucapnya memvonis dan menyesali sikap Inka yang egois karena tak mau menceritakan dirinya pada buah hati mereka.


Jason berfikir Inka sangat mendendam pada nya sehingga almarhumah tak mau mencerita kan tentang siapa papa kandungnya kepada buah hati mereka sehingga putrinya itu tak mengenal dirinya sebagai papanya selama putrinya itu masih dalam kondisi sehat.


karena Jason yakin jika saja Inka mau memperkenalkan Jasmine padanya meski pun hanya melalui foto pernikahan pastilah tidak ada rasa asing pada insting putrinya itu.


"tapi mas janji. mas akan berusaha lebih giat lagi agar anak itu bisa menerima mas sebagai ayah kandungnya dan mas masih punya kesempatan untuk membahagiakan anak kita, buah cinta kita.". ucapnya pelan pada nisan yang membisu itu.


"semoga kamu tenang di alam barzah dan mendapatkan tempat yang layak di sisiNYA ya sayang. Insya Allah mas akan mendoakan mu di setiap selesai waktu fardhu mas". ucap Jason di makam mantan istrinya itu.


sementara Astrid hanya memandangi dari jauh kegiatan dari suaminya itu. kali ini ia membiarkan Jason untuk berdoa sendiri di makam mantan istrinya itu. mungkin ada kata kata yang ingin di sampaikan secara pribadi dari hati suaminya selama ini.


beberapa menit telah terlewati hingga Jason menoleh ke padanya dan memanggil dirinya untuk berdoa bersama di makamnya mama nya Jasmine. Astrid pun meminta maaf pada nama di batu nisan yang ia sentuh sekarang ini.


"mba..Inka maafkan saya ya mbak". ucapnya pelan seraya mengelus batu nisan tersebut


"gara gara kehadiran saya membuat mbak menderita meskipun mbak telah memaafkan dan menerima saya di rumah tangganya mbak. tetapi kepergian mbak saat itu membuat saya merasa bersalah. seharusnya saya yang mengalah bukannya mbak". ucap Astrid di hatinya dengan penyesalan yang dalam.


"mbak maafkan kami yang baru bisa datang ke makam mbak karena selama ini mas Jason sedang berusaha untuk mengambil hatinya Jasmine, putri mbak yang manis dan juga cantik". ucapnya tulus.


"meskipun terlambat saya mengucapkan selamat ya mbak akhirnya mbak menjadi wanita seutuhnya dengan melahirkan seorang putri yang cantik seperti Jasmine". lanjutnya.


"kita sama sama memiliki putri dari lelaki yang sama". ucapnya seraya menoleh ke arah Jason yang juga tengah memandang Astrid.


" hanya saja kedua putri saya tidak panjang umurnya mbak. sekarang mereka berdua dan juga seorang cucu kami ada di alam yang sama dengan mbak. Insya Allah saya selalu mendoakan kalian berempat agar kita bisa berkumpul lagi di jannahnya Allah mbak". doa nya yang turut di aminkan oleh Jason.


"jika dulu mbak pernah membantu saya dalam merawat Nadira maka ijinkan saya sekarang yang merawat Jasmine dan anak nya yang gagah dan tampan itu. mbak pasti senang liat tampang dan tingkah lucu cucu mbak itu. namanya Mykehl Deansyah mbak. kami memangggilnya Dee".". jelas Astrid sembari tersenyum begitu pun Jason saat membayangkan polah tingkah Dean.


"insya Allah kalau kami sudah bisa meluluh kan hati Jasmine. kami akan bawa mereka kesini". ujar Astrid yang memiliki niat untuk ke depannya.


setelah Astrid selesai menceritakan segala hal tentang Jasmine. maka Astrid dan Jason mengakhiri ziarah kubur tersebut dengan membacakan doa bersama untuk Naminka dan di tutup dengan Al fatihah.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.