
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Justin tiba di sebuah hotel di mana dulunya ia pernah menginap di sini saat bersama Keyra dan juga mertuanya. bahkan selama di sini ia hampir sering di kasih makanan gratis oleh pemilik restoran yang ada di hotel tersebut.
hari ini ia kembali setelah tiga tahun lebih berlalu. Justin menempati ruang kamar pribadinya berupa president suite room untuk menghadiri sebuah acara peresmian rumah sakit yang baru khusus untuk pasien yang mengalami luka bakar serta luka serius di kulit lainnya.
adapun hampir keseluruhan produk yang di gunakan oleh rumah sakit itu adalah produk dari perusahaannya. Justin melihat ponsel nya sekilas untuk memeriksa email yang masuk. waktu masih terlalu awal untuk ia tidur di malam ini. ia memutuskan untuk menemui pemilik Restoran yang dulunya pernah sering mengobrol dengannya.
setibanya di sana Justin melihat suasana restoran yang tampak sepi dari pengunjung padahal masih di jam segini. ia bertanya kepada salah satu karyawan di sana tentang keberadaan sang pemilik Restoran.
"ibu Alma udah pulang pak". sahut karyawan tersebut.
"sudah lama?. tanya Justin kembali.
"sedari sore tadi pak. karena beliau ada acara keluarga". sahut karyawan tersebut.
"berarti besok pagi beliau ada kan? ". tajya Justin memastikan.
"belum pasti pak". sahut karyawan tersebut.
"baik. terima kasih". ucap Justin yang akhir nya ia kembali ke kamarnya kembali dengan rasa kecewa.
sebenarnya banyak hal yang ingin ia pertanya kan kepada pemilik restoran tersebut. mengingat tentang putranya yang lahir di sini.
dan menurut informasi dari Alan jika Midea pernah bekerja di sini sebagai koki dari restoran ini.
Justin kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang seraya menatap tiga orang yang kini bersemayam di hatinya. jika satu anak bisa kapanpun ia tanyai kabarnya dan juga kegiatannya ketika mereka sedang berjauhan seperti ini. tetapi tidak dengan anak yang satunya yang di panggil Dee itu.
"D... kalian ada di mana dan tinggal di mana jika kalian memang sudah ada di sini sebelum Daddy". gumam Justin.
"D.. Daddy kangen sama kamu sayang". gumamnya kembali.
"kalian sedang apa sekarang ini?".ucapnya.
kali ini ia bertanya tanya di hatinya seraya terus saja menatap foto fotonya Dean dan Dea yang ada di galeri ponselnya hingga akhirnya pria tampan itu pun tertidur.
Di viila kediamannya Cindi..
sepasang suami istri itu memperdebatkan soal hadiah lain yang akan di berikan untuk Dea yaitu berupa handphone. Andra meminta pendapat istrinya mengenai ponsel yang akan di berikan untuk temannya Cindy itu.
karena Andra ingat jika ibu dari satu anak itu tak memiliki apa pun. jika baju ganti saja ia tak punya apa lagi sebuah handphone.
"untuk apa sih mas kita pesan ponsel lagi. kan kitanya udah ngasih baju dan juga makanan". ujar Cindy yang merasa tak perlu memberikan sesuatu yang berlebihan pada wanita yang pernah ada di hati suaminya itu.
"kan kasian aja dia ga punya hape.jaman sekarang kan susah jika mau menghubungi seseorang dan ia tidak ada di tempat. coba kalau ada hape kan enak kamunya bisa di hubungi dia kalau ada apa apa". sahut Andra menjelaskan.
"iya sih tapi.... ". Cindy masih berfikir untuk melanjutkan kata katanya.
sebab ia masih ragu untuk mengungkapkan perasaan di hatinya. ia takut jika suaminya itu menuduhnya kebaperan.
"kamu ga merasa jika dia ada masalah dengan keluarganya ga?! ". Andra menyelidiki sesuatu dari netra Cindy yang terlihat cemburu pada bundanya Dean itu.
"hah... maksud mas? ". tanya Cindy yang pura pura tak mengerti.
"seseorang yang bepergian jauh tetapi tidak membawa apapun dalam perjalanannya. jangankan baju ganti apa lagi ponsel atau
uang sepeserpun. berarti itu kan ada masalah yang terjadi padanya sekarang ini". ujar Andra yang memang mencurigai ibu dan anak itu sedari awal mereka ia temukan di pinggir jalan.
Cindy bergeming dan mencerna kembali kata katanya Andra. yang di katakan oleh suami nya persis sama yang di katakan oleh Didit. mungkin memang benar adanya jika Jasmine sedang ada masalah dalam keluarganya.
"apakah aku harus menjadi seorang yang kepo mengenai hidup pribadi orang lain? ". gumam Cindy di hatinya.
"Cin". panggil Andra yang melihat istrinya melamun.
"gimana? ". tanya Andra meminta pendapat istrinya itu.
"ya udah deh terserah baiknya mas aja lah". sahut Cindy.
"oke. besok kamu yang antar ya?". ujar Andra.
"iya...". sahut Cindy yang memang pasti kebagian tugas buat mengantarnya ke sana di karenakan suaminya harus absen ke kantor cabang KBC yang di Mdn.
...----------------...
keesokan paginya..
cup.
satu kecupan mendarat lembut di kening Cindy yang di tinggal pergi selepas mereka menunaikan fardhu subuhnya.
"hati hati ya mas". pesan Cindy kepada suaminya itu.
Cindy mengangguk kan kepalanya seraya tersenyum.
...----------------...
di apartemennya Andra....
saat Dean mencoba baju barunya tiba tiba suara bel berbunyi. Dea membuka apartemen nya dan seorang Cindy datang sedang tersenyum kepadanya.
"Cindy?! ". desisnya pelan seraya menatap heran pada wanita itu.
"hai. aku masuk ya? ". ujar Cindy seraya melangkahkan kakinya ke dalam apartemen milik suaminya itu.
"nih". ucap Cindy menyerahkan satu bag paper kecil kepada Dea.
"ini apa Cindy". tanya Dea penasaran bercampur heran.
"buka aja". pinta Cindy.
Dea membuka dan mengambil sebuah kotak yang ternyata adalah sebuah kotak ponsel. ia menatap Cindy yang tersenyum ke padanya.
"buat kamu. maaf kalau harganya ga semahal dengan ponsel kamu yang sebelumnya sih". ujar Cindy.
"ini berlebihan Cin. aku ga bisa terima ini".tolak Dea seraya menyerahkan kembali bag paper tersebut.
"ya enggak lah. ini cuma ponsel biasa kok. mana ada yang berlebihan". sahut Cindy.
"tapi Cin... tetap aku ga bisa terima ini". tolak Dea kembali.
"udah ga pa pa Mi. memang ini hadiah untuk kamu kok". sahut Cindy.
"unda.... ". panggilan Dean membuat kedua wanita itu teralihkan pandangannya ke arah bocah tampan itu.
"hey.. boy.. ". sapa Cindy pada Dean.
"ganteng banget kamu hari ini sih".ucap Cindy seraya mendekati bocah itu.
"tante.. datang ke sini mau ajak belkebun lagi ya? tanya Dean.
"hahaha...hari ini engga sayang. tante cuma mampir aja kok. apa Dee mau berkebun lagi ya?". tanya Cindy seraya memicingkan kedua matanya menatap sang bocah.
"iya.. mau... Dee mau petik cayulan dan buah buahan lagi". sahut Dean seraya mengangguk anggukkan kepalanya.
"Dee...masak mau tiap hari ke kebunnya om Didit sih? ". kan mengganggu orang kerja Dee"
tegur Dea pada putranya itu.
"jadi hali ini Dee mau ngapain unda?". mau main Dee ga punya mainan". keluh Dean.
"kita masak aja yuk? ". kan hari ini ada tante Cindy yang temani kita memasak hari ini". ajak Dea pada putranya itu.
"macak???! ".tanya Dean memastikan.
"hmm.. iya sayang. mau kan? ". ajak Dea berharap putranya mau mengikuti kegiatan yang ia sarankan kali ini.
"kan kita mau makan siang". lanjut Dea dengan nada membujuk.
"oke lah unda. Dee mau ". sahut Dean menyetujui saran sang bunda.
akhirnya dua wanita dan satu bocah tampan menghabiskan waktu mereka siang itu dengan memasak di sertai makan bersama.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.