
"Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..
Di sebuah ruang family suit roomnya Alma..
"unda.....". Pekik Dean senang saat melihat Dea masuk ke kamar di mana bocah itu mau menikmati susu botolannya.
"Dee...sayaaang...mmmuach...bunda kangen".
ucap Midea seraya memeluk sang bocah dengan tangan yang masih memegang botol susu.
"Dee..uga..unda..". Sahut Dean yang ikut memeluk sang bunda yang baru saja tiba.
"becok kita jalan jalan ya unda". Ajak Dean berharap keinginannya terpenuhi oleh sang bunda.
"emm..boleh. Tapi setelah acara nenek cantik nya selesai ya". Jawab Midea.
"lama kayi unda..nanti acalanya balu ciap cole lagi kayak tadi. Dee kan bocen". Protes Dean.
"bunda usahain cepat ya. Okey?. Janji Midea pada Dean.
"iya deh". Sahut Dean.
sementara di kediaman kehl Ardiansyah pasutri paru baya beserta besannya dan juga Justin sedang menyusun rencana dalam rangka membuat acara kumpul kumpul bersama dengan anggota keluarga yang lain untuk merayakan ulang tahun cucu laki laki mereka yang ke empat tahun di sebuah rumah yang Justin sewa beberapa bulan yang lalu untuk mengintai dua D nya.
"jadi ini udah deal mbak ngerayain ultahnya Dee seperti Keyra juga?".tanya Astrid untuk memastikan seraya mencatat hal hal yang akan mereka beli sebagai perlengkapan dekorasi.
"ya deal kan aja bun. Ya kan pa? Justin?. Ujar Mona.
"ya. Papa sama ayah ngikut aja gimana baik nya ajalah". Sahut Arfan.
"ya udah".sahut Mona.
"ngomong ngomong soal si Satria sama si Rendy gimana?. Udah di tanyain ga?.tanya Arfan.
"Justin".
"ya pa. Iya ini aku lagi hubungi dia". Jawab Justin seraya mendial nomor milik Satria.
"sini ponselnya biar mama yang ngomong".ujar Mona saat ponselnya Justin tersambung.
Justin memberikan ponselnya pada Mona.
"ya bang". Sapa Satria dari seberang.
"ini bu'de Satria". Jawab Mona.
Wanita paruh baya itu meletakkan ponsel tersebut di atas meja seraya menekan tombol loudspeaker pada ponsel itu agar semua yang ada di sini bisa mendengar suaranya Satria.
"oh iya bu'de". Sahut satria.
"Satria gimana?". Udah klop kan kalau lusa kita buat acara ulang tahunnya Dee sama seperti waktu ulang tahunnya Keyra. Si Rendy udah mau kan bekerja sama dengan kita lagi ?". tanya Mona memastikan rencana mereka.
"bu'de sebelumnya Satria minta maaf ya bu'de
karena sebenarnya Satria baru membicarakan ini sama Rendy tadi pagi". jawab Satria.
"terus terus..gimana hasilnya?".tanya Mona antusias dengan rasa yang penasaran.
" Rendy bilang dia ga bisa janji bakalan bisa bantuin kita menjalankan rencana ultahnya Dee di hari lusa bu'de". Jawab Satria.
"loh kenapa Satria?. tapi katanya dia mau bantuin kita lagi". ujar Mona dengan perasaan kecewa.
"apa karena Justin ya?". terka Mona seraya mendelik tajam ke arah Justin.
Justin yang sedang menyimak obrolan mama nya dengan Satria pun terhenyak saat sang mama menuduh dirinya yang menjadi penyebab rusaknya rencana yang mereka buat.
"kok aku sih ma??". Protes Justin setengah berbisik.
"bukan itu bu'de. Bukan karena bang Justin". Bantah Satria.
"jadi apa Satria?". tanya Mona yang di liputi penasaran.
"Karena bocah itu sepertinya telah memilih sendiri cara merayakan ulang tahun nya bersama papa dan nenek neneknya. Dan kemungkinan atok atoknya yang ada di sini juga nyusul ke Jkt".tukas Satria.
"apaaa??!". Dee ada di Jkt??".teriak Mona di karenakan kaget.
"Dee ada di Jkt?". Desis Justin dan juga yang lainnya saat Mona menyerukan kalimatnya yang barusan.
"sejak kapan Satria?".tanya Mona.
"kata Rendy sejak kemaren bu'de". Jawab Satria.
"hah kemaren??!". desis Justin mengulangi teriakan sang mama.
"iya". Sahut Satria.
"terus dia menginap di mana?".tanya Mona yang masih terus penasaran.
"di hotelnya pa'de yang ada di Selatan Jkt bu'de. Itu menurut informasi yang Rendy dengar jika neneknya Dee nginap di hotel SYAH". Jelas Satria.
"kalau begitu kita rubah rencananya. Kita bujuk nenek dan atoknya Dee untuk ikut gabung sama kita buat acara ulang tahunnya bareng sama kita di rumah ini. Gimana? setuju ga kalian?".tanya Arfan meminta pendapat ke semuanya yang hadir di sini.
"setuju banget pa idenya".ucap Mona senang.
"aku juga". Sahut Justin antusias.
"yang lainnya?. Bunda?.ayah?. dan Satria gimana?". tanya Arfan.
"iya pak De. Boleh. Aku setuju". Sahut Satria.
"kita berdua ngikut aja ya kan bun?".timpal Jason.
"iya". Sahut Astrid.
"oke. Jadi besok kita mulai misi kita". Titah Arfan pada semuanya.
"ya..". Sahut semuanya.
Jika semuanya sangat setuju dengan idenya Arfan dan menunggu hingga besok untuk menemui orang orang terdekatnyq Dee besok.
Akan tetapi berbeda dengan yang Justin fikir kan saat ini. ia segera mengambil ponselnya setelah mereka selesai berdiskusi dengan adik sepupunya itu. Lalu ia pamit pada orang tua dan mertuanya dengan dalih alasan pulang kembali ke apartemennya.
"kok buru buru amat Tin?".tanya bunda Astrid.
"iya besok udah harus bangun pagi bun. Jadi harus istirahat cepet". Jawab Justin.
"beneran tuh istirahat. bukannya diem diem kamu mau menemui Dee seperti tempo lalu?"
tanya Mona seraya memicingkan kedua netra nya menatap putranya itu.
"sabar tin. tunggu dulu. jangan gegabah. Kita harus bujuk neneknya dulu untuk bisa bertemu dan membawa Dee ke rumahnya kita". Cegah Arfan.
Justin memutar malas kedua bola mtanya mendengar larangan dari kedua orang tuanya sebenarnya apa yang ada dalam pemikiran mereka saat ini adalah benar adanya.
Pria duda ini memang berniat menemui Dean sekarang ini. ia ingin melihat dan memeluk putranya itu dengan erat setelah sekian lama mereka terpisahkan di karenakan mantan istrinya yang alergi jika bertemu dengan dirinya.
"iya pa. Justin nungguin kok sampai acara nya selesai". Bantah Justin meskipun ia tak yakin akan menuruti permintaan dari para orang tua itu.
"ya baguslah kalau begitu". Sahut Arfan.
"ya udah aku pamit ya ma..pa.. ayah..bunda"
ujar Justin seraya berlalu dari sana.
Justin keluar dari rumah mewah itu lalu masuk ke dalam mobilnya. ia pun dengan segera mengendarai mobilnya ke jalanan untuk kembali ke apartemen yang sunyi sepi.
Meskipun sebenarnya yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah ingin menemui putranya itu secara langsung. Ia Ingin sekali memeluk tubuh gembul itu untuk melepaskan rasa rindu yang berat terhadap sang putra yang telah lama tak berjumpa.
Akhirnya duda galau itu melanggar apa yang di amanahkan oleh kedua orang tuanya. Ia tidak melajukan mobilnya ke salah satu apartemen yang biasa ia tiduri, melainkan ia melajukan mobilnya ke arah selatan Jkt di mana terdapat hotel mewah milik papanya yang sedang di singgahi oleh putranya itu.
Yah ke sana lah Justin membawa mobilnya dan berniat menginap di sana malam ini dengan pengharapan bisa mengulang the secret meetingnya bersama dengan putranya kembali.
"my D. Daddy rindu berat sama kamu nak". gumam Justin dengan wajah serta hatinya di penuhi senyum.
The next chapter
Abang Justin yang tanpa sengaja bertemu dengan Midea kembali. Apakah ia akan menghindari Midea?. Demi janjinya pada wanita itu dan juga putranya. Atau ia nekat menyapa Midea seolah tak pernah terjadi apa apa pada hubungan mereka?
The next chapter ...
Midea yang tiba tiba di serang oleh sesuatu.
apakah itu,?
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.