
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
di taman atas dari sudut rooftop. suasana angin semilir menerpa wajah keduanya yang tengah menikmati cerahnya kota Jkt dari lantai rooftop gedung hotel yang bertingkat puluhan itu.
midea memperhatikan setiap sisi dari rooftop tersebut bahkan taman teratas dari setiap taman yang sengaja di buat pada hotel ini.
"udah lima menit lewat De. kamu ngeliatin apa sih? "tanya Justin penasaran saat mengikuti arah netra hitam pekatnya Midea.
"ga ada". sahut Dea datar.
"jadi gimana? ". tanya Justin pada Midea.
"apanya? "..tanya Dea
"persyaratan yang kamu ajuin sayang?". tanya Justin penasaran.
"oh itu". jawab Midea datar.
"aku ga mau masuk ke rumah itu. jadi kalau kamu dan keluarga kamu mau buat acara ulang tahunnya Dean jangan di buat di rumah itu. terserah di mana aja. tapi ga di rumah itu". lanjutnya.
"tapi mama udah siapin segalanya buat anak kita De dan itu pun memang cocoknya di rumah". jawab Justin yang bernada protes.
"ya terserah lah gimana. yang jelas aku ga akan mau datang dan aku pastikan Dean dan aku pulang sekarang ke padang kalau kamu ga bisa memenuhi persyaratan dari aku". ancam Midea.
"oke oke.. aku ikuti dan aku penuhi yang kamu minta". Justin menjawab dengan spontan.
sebab ia takut jika Midea akan berbuat nekat lagi jika sudah mengeluarkan ancaman.
"bagus". jawab Midea puas.
"aku turuti keinginan kamu tapi aku juga punya permintaan sama kamu". ucap Justin.
"cih.. ikut ikutan. najis isss. ga ada syarat syarat dari kamu. semua harus berjalan apa adanya". cibir Midea.
"aku dan persyaratan dari aku yang tetap kamu penuhi, kalau ga aku pulang sekarang. dan kamu tetap dengan kamu sendiri dan selamat pusing". bantah Dea keras seraya beranjak dari duduknya menuju pintu masuk yang mengarah ke lift.
kali ini Justin melepaskan wanita itu pergi dan membiarkan ia di sini sendiri untuk sementara waktu. ia pun butuh waktu untuk memikirkan tempat yang pas untuk membuat perayaan ulang tahun putranya dan juga alasan yang tepat pada mamanya agar acara nya Dean yang awalnya di rencanakan di taman belakang rumah keluarga Kehl Ardiansyah bisa berpindah ke tempat yang lain.
sementara Midea tersenyum menyeringai setelah membuat laki laki itu pusing dalam mencari ide untuk ulang tahunnya Dean besok.
"semoga aja buntu kamu Tin. jadi aku bisa punya alasan kuat untuk membawa anaknya itu pulang ".gumam Dea di hati sembari ter -senyum geli.
di kediaman Kehl Ardiansyah...
setelah ia menemukan tempat yang cocok untuk acara ulang tahunnya Dean. Justin menemui mama dan papanya dan berniat menceritakan apa yang di minta Dea pada nya. kali ini ia akan menceritakan tempat yang akan di jadikan ulang tahun putranya besok.
"ma, pa. mengenai acara ulang tahunnya Dee. bisa ga di buat acaranya ga di rumah ini lagi?. di tempat lain gitu?". tanya Justin.
"loh ya ga bisa gitu lah Tin". protes Mona.
"mama kan udah mesan semuanya. dekornya yang cocok untuk taman belakang kita. tu semuanya lagi di proses di sini". tunjuk Mona ke taman belakang di mana beberapa orang pekerja datang untuk mendekorasi dari taman tersebut.
"ma. bisa di pending dulu ga?". bawa alat alat perlengkapannya ke tempat lain". pinta Justin pada mamanya itu.
"memangnya mau kemana lagi sih Tin?. udah bagus bagus juga di sini". tanya mamanya rada kesal karena acaranya di rubah begitu saja oleh sang putra.
"di hotelnya papa. di mana keluarganya Midea masih menginap di sana". sahut Justin.
"tunggu.. tunggu.. kenapa bisa begitu Tin?. ada apa?". tanya Arfan penasaran.
"ya karena kan sebelumnya. acaranya Dean udah pernah kita buat di rumah ini. jadi kan ga ada salahnya kita buat di tempat lain gitu".jawab Justin lega karena telah berhasil menemukan alasan untuk pernyataannya. .
"lalu maunya kamu mau di buat di hotelnya. kita gitu? "tanya Arfan.
"iya sih pa. boleh kan? ". jawab Justin lalu di akhiri dengan pertanyaan.
"tanya mamamu lah kalau gitu. nanti kalau papa iya kan ngomel ngomel lagi". jawab Arfan.
"dasar suami takut istri". cibir Justin dengan bergumam pelan akan tetapi cukup di dengar Arfan.
tetapi yang di delik malah hanya menyengir kuda dan ngeloyor pergi menyusul si mami yang baru saja pergi lantaran ada seorang perwakilan dari event organizer datang untuk meminta pendapat Mona mengenai tata letak kursi dan bangku.
"mama". panggil Justin seraya menoleh ke arah mamanya yang sedang mengatur para pekerja yang baru saja tiba membawakan alat alat dekor lainnya.
"ma.. gimana?". tanya Justin.
tetapi Mona tak menggubris akan pertanyaan dari Justin.
"ma. mama". panggil Justin lebih keras.
"aduuuh. berisik banget sih kamu Tin". dumel Mona.
"ya habisnya mama ga jawab sih. gimana ma? ". desak Justin.
"maunya kamu gimana?". tanya Mona rada kesal.
"yah seperti yang aku saranin. buatnya di tempat lain". jawab Justin.
"entar yang di sini aku yang beresin deh. mama ga usah sibuk sibuk lagi mengenai hal ini. biar aku yang handle semua mengenai acara besok ya ma?". bujuk Justin saat sang mama tak menghiraukan ucapan putri.
"mana perwakilan E.O nya. yang itu kan?.tunjuk Justin lalu ia melambaikan tangannya kepada salah satu pekerja yang lebih rapi dari yang lainnya.
"mas.. mas... ".panggil Justin yang terus melambaikan tangannya.
"iiiih apaan sih kamu Justin. orangnya lagi kerja juga malah di panggil panggil". omel Mona seraya menurunkan tangannya Justin agar berhenti melambaikan tangan pada para pekerja.
"ya makanya di jawab dong ma jangan di cuekin gitu". ujar Justin dengan nada merengek.
"kamu itu gimana sih. apa apa selalu saja mendadak. mbok kamu itu ngomong kek dari beberapa hari yang lalu. atau paling enggak saat kita bahas ini dengan neneknya Dee". ujar Mona yang mulai mendongkol di hati.
"kamu tuh ga kasian apa sama orang orang yang udah capek capek ngerjain ini itu. apa lagi itu tu. ga kamu lihat tu. sebagiannya itu udah mulai terpasang Justin". lanjutnya seraya menunjukkan tenda tenda yang sudah di berdirikan kerangka kerangkanya.
"ya tinggal bilang stop d n di bongkar lagi. trus pindahin ke tempat yang baru". jawab Justin enteng.
"enak aja kalau ngomong. emang mau di pindahin kemana?". tanya Mona dengan kesal tetapi juga penasaran.
"di hotelnya papa". sahut Justin.
"gimana?. boleh ya ma?. biar beda dikit dari yang sebelumnya. boleh ya ma.. boleh lah. please... deh mama cantik dan juga baik". bujuk Justin sembari merengek bak anak kecil yang meminta permen pada mamanya.
Mona menarik dalam nafasnya untuk menetralisir hatinya yang mulai di penuhi rasa antara kesal dan jengkel serta bawaannya yang mau marah saja kepada Putranya itu. akan tetapi perasan kasihan dan juga sayang lebih mendominasi hatinya saat ini.
Jika Justin saja ingin memberikan yang terbaik pada putranya itu. maka Mona pun akan melakukan hal yang sama demi si buah hati yang satu satunya mereka miliki saat ini.
akhirnya ma tak mau Mona pun harus mengalah demi kebahagiaan sang putra semata wayangnya.
"ya udahlah mama mengalah demi kamu dan cucu cucu mama. tapi ingat ya. kali ini kamu yang atur sendirian ya dan mama ga mau campur tangan. ngerti kamu?". ucap Mona yang memberikan ultimatumnya.
"siaaap bu boss nyonya Ramona Kehl Ardiansyah". jawab Justin mantap seraya memberikan hormat bak tentara pada mama nya.
Mona pun tersenyum simpul menanggapi kelakuan dan tingkah dari putranya itu yang telah lama ia tak melihat lagi tingkah konyol putranya itu semenjak Namira meninggal.
kali ini ia membiarkan Justin mengejar cinta dan kebahagiaannya sendiri meskipun rasa cinta itu untuk anak anaknya sekarang ini. walaupun terkadang ia ingin melihat Justin memiliki istri lagi, jadi setidaknya putranya itu tak merasa sendirian lagi.
Justin berjalan ke taman di susul Mona di belakangnya dan mentitahkan pada para pekerja agar menyetop pekerjaan mereka sementara. dan memberitahukan ke mereka jika pekerkaan mereka telah berpindah tempat.
di next chapter..
Midea berusaha untuk keluar dari orang yang menjebaknya untuk kembali ke lembah nista.. Siapakah yang menjadi dewa penolongnya?. Dirinya sendiri atau orang lainkah?
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉."