
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉
Justin dan Dean kini saling terdiam sembari sama sama menatap ke arah Satria.
"ya ga papa". sahut keduanya serentak.
"cieeeeee.... udah kompak ni yeee". celetuk Satria kembali pada ayah dan anak itu.
Dean menatap Justin yang tersenyum pada nya dengan wajah bingung.
"memang kita harus kompak kan sayang. namanya juga Dee anak Daddy". ucap Justin pada putranya itu.
Dean hanya mengangguk sebagai tanggapan atas pernyataan sang Daddy.
"Daddy. mana ice creamnya?". tagih Dean yang seketika teringat pada es krim yang di tawarkan Justin.
"ooiya. sebentar ya? ".Dee mau rasa apa? "..tanya Justin.
"clon sama coklat". sahut Dean antusias.
"clon?". gumam Justin seraya mengernyitkan dahinya.
"corn bang alias jagung". timpal Satria saat tau abangnya gagal paham dalam bahasa planet milik bocah yang akan tak lama lagi akan memasuki usia empat tahun itu.
"oooo... iya. ayok Dee?". ujar Justin seraya mengajak bocah itu pergi dengannya ke sebuah gerobak es krem yang lagi mangkal di depan kantin.
"aku duren ya bang yang pake cup".ujar Satria yang tiba tiba menyebutkan rasa kesukaan nya.
"sini. kau ambillah sendiri".ucap Justin mem berikan titah pada adik sepupunya itu.
Justin membiarkan Dee memilih rasa es krim nya sendiri yang ada di gerobak tersebut. setelah bocah itu selesai memilih es kremnya Justin menemaninya menyantap es krimnya sembari ia dan Satria yang juga mencicipi rasa es krim mereka di tengah cuaca cerah hari itu.
"enak Dee? ". tanya kedua pria dewasa itu pada Dean.
"enak. tapi masih enak punya buatan bunda sama papa". sahut Dean.
Justin terdiam sesaat. raut wajahnya berubah tersirat rasa cemburu pada pria yang di papa oleh anaknya. Arjun. pastilah pria yang di maksudkan oleh Dean. yang saat ini sedang bersama dengan adik sepupunya itu.
sementara Satria mencoba menetralisir keadaan saat melihat ada aura aura tak enak di sekitarnya karena celetukan Dean tentang Arjun yang membuat sikap Justin berubah seketika. ia sudah tau jika abang sepupunya itu pantang di banding banding kan dengan pria mana pun apa lagi mahasiswanya yang bernama Arjun yang selalu saja di sebutkan Dean jika menyangkut soal makanan.
"kita bisa belikan untuknya nanti kalau kita ke sini lagi. pasti Dee lebih senang tanpa harus merengek rengek dulu sama bundanya kalau dia minta es krim buatan bundanya". tukas Satria mencoba menenangkan hati abangnya itu.
"gimana caranya. bukannya bakalan mencair jika di bawa jauh?.lagian kan mana bisa lewat saat di periksa di bandara". sahut Justin pesimis.
"hehe.. ada deh. udah tenang aja. Pokoknya abang bilang aja sama Dee kalau kita bakalan belikan es krim bunda atau papanya". ucap Satria.
"Dee.. mau es krim buatan bunda sama papa ya? ". tanya Justin.
"mau... ". sahut Dean antusias.
"nanti ya. kalau Daddy datang lagi ke sini. kita nikmati ice creamnya bunda. okey? ". ujar Justin.
"oke Daddy".sahut Dean.
"tapi tau kan syaratnya apa. seperti janji kita tadi ". tanya Justin
"iya tau Daddy. ga boleh bilang bilang sama bunda kalau kita ketemu di sini". ucap Dean.
"ini rahasia kita".ucap Justin mengingatkan kembali.
"ya. rahasia. ga boleh bilang siapa siapa". sahut Dean menimpali.
beberapa menit kemudian..
bell berbunyi nyaring pertanda kelas di mulai kembali. Justin pun harus merelakan Dean kembali ke kelasnya untuk mengikuti belajar nya kembali. ia hanya bisa menatap sendu punggung Dean yang berjalan menuju ke kelas nya.
sementara Satria hanya bisa menepuk pelan pundak Justin untuk segera move on dari suasana yang nantinya bisa membuat abang nya itu menjadi galau kembali di karenakan efek dari berpisah dengan Dean yang pada hal hanya untuk sementara waktu hingga minggu berikutnya di mana jadwal Justin bertemu kembali dengan Dean sesuai janji yang di buat oleh ayah dan anak itu.
"udah yuk bang. Dee nya juga udah masuk ke kelas tuh". ajak Satria pada abangnya itu.
Justin melirik Satria sekilas lalu menatap ke kelasnya Dean dari kejauhan. akhirnya ia kembali ke mobil rental mereka setelah
mem bayar makanan mereka. Justin kembali mengemudikan mobil tersebut ke arah hotel di mana Restoran Dea bekerja sekarang ini.
"kau ini lama lama banyak kali ceritanya". ucap Justin dengan logat bataknya dan juga mengikuti apa yang di lakukan Satria.
setelah di rasa pas dengan penyamarannyaa maka dua saudara sepupuan itu pun keluar dari mobilnya, lalu melangkah masuk ke dalam restoran dan seperti biasa mengambil posisi tempat duduk yang agak sepi di mana mereka mengambil tempat duduk yang sama sebelum nya.
setelah memesan menu yang mereka comot dari setiap daerah karena ingin merasakan sensasi makanan khas andalan dari setiap daerah pulau ini. tak lama pesanan mereka pun berdatangan dan tertata di atas meja.
kini dua saudara sepupuan itu saling terdiam dalam menikmati sensasi gurih dan kelezatan dari makanan yang di olah dengan sempurna.
beberapa menit terlewati seiring mereka menyudahi santap siang mereka. setelah meja makan mereka di benahi. Justin pun memesan desert tambahan berupa ice cream yang di packing rapi dengan dalih untuk di bawa pulang.
"untuk siapa bang?. keyra? ". kan melumer bang? ". Satria mengomentari apa yang di pesannya.
Justin hanya tersenyum seraya melirik jam tangan mewahnya. sedangkan Satria hanya mendengkus kesal karena abangnya itu kembali memasang mode sok coolnya. akhir nya ia pun tak ambil pusing lalu memilih memainkan ponselnya.
Justin melirik ke arah dinding yang mana di balik dinding tersebut ada Dea dan mungkin pun ada Dean yang telah kembali dari Sekolah nya.
"ga lama lagi berarti". gumamnya di hati sembari melirik jam tangannya lagi.
tak lama kemudian...
"Dee...sebentar. tungguin bunda nak". pekik seseorang yang Justin kenali suara nya.
Justin tersenyum kecil. lalu ia dan di ikuti Satria melirik ke arah ke arah sumber suara seorang wanita yang kini berjalan setengah berlari mengejar bocah tampan yang sedang berlarian ke arah mereka.
"Midea bang". pekik Satria pelan dan segera menyembunyikan wajahnya.
"ya". sahut Justin tenang seraya juga ikut mengikuti apa yang di lakukan Satria.
mereka berdua berpura pura memainkan ponsel mereka masing masing hanya untuk menutupi penyamaran mereka berdua agar tidak di ketahui oleh wanita yang suka kabur itu.
setelah dua D itu melewati mereka barulah mereka bernafas lega.
"kamu tunggu di sini ya sebentar. nanti kalau pelayannya datang ngantarin es krim kamu kasih tip untuk dia. ntar abang ganti". titah Justin seraya bangun dari duduknya untuk mengikuti dua D yang masih ada dalam jangkauan pandanganya.
"eh bang. tunggu. mau kemana sih? " tanya Satria penasaran setengah berteriak.
"huss. berisik lu!". hardik Justin setengah teriak seraya mendelikkan kedua matanya.
"ups.. sorry sorry... maaf bang.. hehehe... ". ucap Satria seraya terkekeh saat mengetahui apa yang akan di maksudkan oleh Justin.
"di situ aja dulu. ice creamnya. jangan lupa! ". titah Justin dalam pesannya.
"iya.. iya.. ". sahut Satria seraya seraya mengacungkan jempolnya sebagai tanda jika misi akan di laksanakan dengan baik.
Justin pun kembali melangkah menyusul dua D nya yang mulai menjauh dan menghilang di balik pintu belakang hotel. Justin pun ber gegas melangkah agar bisa cepat melihat mereka kembali.
#
"bang Justin mau kemana ya?"
Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
Ig Hazhilka
youtubenya Hazhilka279
Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/
Terima kasih.