My D you are the first for me

My D you are the first for me
Hari H



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉


suasana pesta ulang tahun perusahaan mulai terlihat riuh dan meriah. jika di pagi hari di khususkan untuk anak anak mulai dari perlombaan hingga uji kecerdasan di mana Seluruh anak anak karyawan hadir dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga di sore hari.


adapun acara tersebut di pimpin oleh pak Ruslan dan para staff lainnya yang memimpin di bidangnya masing masing. sementara Andra dan Dean juga turut mengikuti lomba perwakilan ayah dan anak itu.


Andra dan Dean memilih lomba memasak. ia begitu yakin dengan masakannya lantaran saat hidup melajang dia lebih suka mencoba beberapa menu masakan yang kebetulan lewat di laman sosialnya. sedangkan Dean bertugas sebagai pencicip rasa khusus masakan Andra. dari bocah kritis itulah Andra bisa tau apa apa saja yang kurang dalam masakannya.


lomba berakhir seru dengan masing masing mendapatkan juara di setiap lomba pada keahliannya masing masing. begitupun Andra dan Dean yang keluar sebagai juara favorit untuk masakan mereka. Andra dan Dean begitu bahagia hari itu.


"hey boy.. we are champions. toss dulu".ucap Andra bangga seraya mengangkat telapak tangannya untuk di satukan pada telapak tangan mungil nan gembul itu.


Dean pun mengikuti gerakan Andra seraya tersenyum senang.


"itu anak pak Andra ya? ". mirip mamanya ya? ". celetukan demi celetukan dari beberapa karyawan di lapangan yang tidak mengetahui kehidupan pribadi Andra sama sekali.


Andra tersenyum geli mendengarkan perkataan ibu ibu petani yang ia rekrut di perusahaannya.


"anaknya ya pak. mirip kali mamanya. Soalnya ibu Cindy cantiknya kan kayak artis artis luar negri". tanya salah seorang ibu ibu yang beranak tiga.


"hehe... iya nih". sahut Andra yang mengiya kan saja celetukan karyawannya itu seraya menatap Dean yang tangannya berada dalam genggamannya.


"hmm... kalau aku punya anak pastilah kayak orang bulek juga lah ya. kan binik aku orang bulek hehehe... pasti cantik dan ganteng ". kekeh Andra di hati membayangkan anak anak nya yang akan ia dapatkan nantinya hasil dari pernikahannya dengan Cindy selama ini.


waktu terus bergulir hingga sore pun perlahan berlalu. anak anak di pulangkan oleh orang tuanya masing masing karena sudah merasa lelah dan terpuaskan akan kegiatan dan juga hadiah hadiah yang di berikan.


begitupun Andra yang akan memulangkan Dean yang mulai mengantuk karena kelelahan ke villa Cindy untuk di jaga oleh seorang kepercayaan Andra dan Cindy atas ijin Midea untuk malam ini saja.


"Dee..ngantuk ya?. bobo di rumah om Andra dulu ya?. nanti kalau bunda udah siap kerja nya baru Dee di jemput bunda pulang ke rumah lagi".bujuk Andra saat bocah itu dalam gendongannya.


"hmmm... ". gumam Dean malas sembari merebahkan kepalanya ke bahu Andra.


Andra tersenyum. lalu masuk ke villa dan di sambut dua orang pembantu kepercayaan.


"udah siapin kamarnya kan bi?". tanya Andra.


"udah pak". sahut si bibi.


Andra pun masuk ke sebuah kamar yang berada di samping kamar miliknya dan Cindy. ia merebahkan tubuh gembul itu ke atas ranjang.


"tolong di ganti bajunya ya bi. kalau dia ngantuk berat seka aja badannya". titah Andra yang melihat Dean masih menggunakan bau yang sedari siang.


lalu Andra meninggalkan kamar tersebut masuk ke kamar pribadinya untuk mengganti pakaiannya dengan setelan pesta malam ini dengan yang lebih formal. malam ini ia sendiri yang akan menyetir ke tempat pesta sekaligus untuk menjemput sang istri di salon langganannya


sementara Cindy yang baru saja selesai dengan dandanannya memilih menunggu suaminya untuk di jemput. sedangkan Dea sendiri bersikeras untuk berangkat sendiri dengan membawa mobilnya Cindy.


Cindy tersenyum tatkala melihat mobil Andra berdiri tepat di depan pintu masuk salon. Cindy bergegas keluar dan memasuki mobil tersebut.


"Jasmine mana? ". tanya Andra saat tak melihat wanita itu.


"udah duluan mas pake mobilku". sahut Cindy.


"pengertian banget. tau aja kalau aku mau... making love di mobil". ucap Andra yang semakin memelankan suaranya di dua kata tertentu.


"mas.... ". tegur Cindy yang tau apa maksud dari suaminya itu.


"hehe... ga jadi yang". kekeh Andra.


...----------------...


"bu Jasmine sini". panggil pak Ruslan saat melihat Dea masuk ke gedung.


"ibu berdiri di bagian sana ya". titah pak Ruslan.


"iya pak". sahut Dea.


Cindy yang baru saja tiba di tempat pesta seketika melihat Dea yang sedang melakukan tugasnya.


"mas. itu temanku kok mas jadiin sales sih". protes Cindy.


"trus jadi apa?".jadi pagar ayu gitu?". canda Andra.


"mas". tegur Cindy.


"kamu kan janjinya bakal menempatkan dia di bagian staff". protes Cindy lagi.


"itu juga bagian dari staff. udah kamu tenang aja yang. ayok kita duduk acara bakalan di mulai tuh". ajak Andra seraya menarik pelan pinggang sang istri untuk lebih dekat padanya


Dea mengawasi setiap tamu yang datang dan membuang wajahnya menatap ke arah lain saat ia fikir ada tamu tamu yang berhubungan dengan Justin.


hingga di rasa para undangan telah hadir semua di tambah suasana di pintu masuk cukup lengang akhirnya acara pembukaan malam milad dari perusahaan perkebunan Airlangga itu pun di mulai oleh seorang Mc.


Midea bernafas lega saat tak seorang pun dari tamu KBC yang mengenal dirinya saat ini. bahkan Dea sendiri tak melihat teman Justin satunya lagi atau pun Satria yang hadir di acara ini.


"akh". pekik Midea pelan saat merasakan kelelahan yang amat sangat pada kakinya lantaran higheels nya yang ia pakai melebihi batas tinggi dari yang biasanya ia pakai selama tiga tahun ini.


mungkin saat ia menjadi model. higheels yang overhigh seperti ini tidaklah jadi soal baginya. tetapi sekarang ini sangatlah menyiksa bagi dirinya.


mungkin karena Dea sudah lebih dari tiga tahun tak menggunakan higheels seperti ini. sehingga berefek sekarang yang menyebab kan rasa pegal di betisnya.


"mbak saya permisi keluar sebentar ya". pamit Dea pada seorang wanita yang menjabat sebagai manajer produk.


"iya. cepat kembali ya". sahut manajer tersebut.


"iya mbak". jawab Dea.


Midea berjalan perlahan dengan tertatih tatih menahan ngilu di betisnya. ia menghampiri sebuah bangku yang menghadap di taman dan memposisikan dirinya untuk duduk senyaman mungkin.


suasana di luar gedung tampak lengang. itu karena seluruh undangan dan peserta pesta memilih bergabung untuk meramaikan kembali puncak pesta malam ini khusus bagi orang orang dewasa saja.


Midea melepaskan higheelsnya dan mencoba memijit mijit pelan kakinya untuk meredakan rasa sakit yang di dera meskipun hanya sementara saja.


saat ia memijit mijit pelan kakinya tiba tiba dalam penglihatannya sebuah tangan kekar meletakkan sebuah sandal datar yang tak kalah mewah dari sepatu yang ia gunakan tadinya.


Midea bergeming menatap diam pada sepasang sandal datar yang bertatakan batu Swarovski di sandal tersebut. jantungnya berdegup kencang saat seorang pria dengan sosok yang ia kenal berjongkok di hadapan nya.


Midea masih terpaku pada sandal tersebut. sementara ia merasakan nafas hangat seseorang itu berhembus hangat di sela sela kain hijabnya menembus hangat hingga di telinganya. jantungnya berdegup kencang seiring darahnya yang berdesir hebat.


"pakai sandal ini aja My D". ucap pria itu di telinganya Midea.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.