My D you are the first for me

My D you are the first for me
menanti kejujuran 2



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


"ada yang mau mas ceritain". ujar Andra.


"tentang apa mas?". Cindy menunggu


"tapi kamu harus janji dulu. ga bakalan marah atau pun cemburu". Andra memberi ultimatum pada istrinya itu.


sebab ia tau perasaan istrinya itu yang hingga kini masih menganggap jika Jasmine adalah saingan terberat dalam merebut hatinya. semua itu terlihat dari sorot matanya yang menemukan nama bertuliskan tangan dari seorang Jasminka di secarik kertas yang dulunya ia simpan di dalam dompetnya.


(baca cerita selengkapnya di novel sebelum nya yang berjudul She Is My Dea ( mengejar istri gila) episode sebuah nama).


tetapi istrinya ini tidak pernah tau jika yang menjadi prioritas utama dalam hidup dan hatinya sekarang ini adalah Cindy. gadis manja yang nekat kabur tanpa memikirkan keselamatan dirinya. gadis ceroboh yang telah ia pilih untuk menjadi pasangan hidup nya.


( baca cerita selengkapnya di novelnya Jasminka/orchidea episode bonchap kabuur)


"iya mas". sahut Cindy mantap. ia hanya ingin suaminya jujur padanya apapun masalahnya.


karena ia ingin di anggap sebagai tempat curhat terbaik untuk sang suami yang ia cintai itu.


"bener?? ". tanya Andra memastikan ucapan istrinya itu.


"iya mas. aku janji". sahut Cindy mantap seraya mengacungkan jari kelingkingnya.


Andra tersenyum lalu menghela nafasnya sesaat lalu berkata.


..."mas tadi sore ketemu Jasmine"...


...----------------...


Justin terus menggulirkan mouse yang berada di tangannya untuk berpindah pada satu halaman ke halaman lainnya seraya terus menatap layar monitornya. tetapi fikirannya menerawang ke dua D yang kini entah di mana.


ia terus bertanya tanya dalam hatinya. apakah dua D itu telah sampai ke tujuannya atau mereka sekarang sedang terlelap dalam mimpi indahnya karena kelelahan dalam perjalanannya dari kemarin malam yang tanpa henti.


Alan masuk ke ruangan Justin untuk memberitahukan jika ia siap kembali ke Jkt malam ini sesuai titah Justin tadi sore dan juga sekaligus memberikan sebuah surat yang berisikan kontrak kerjasama dari salah satu rumah sakit Daerah kota pdg.


"pak". panggil Alan yang melihat bossnya itu terbengong dengan wajah yang di tekuk seraya hanya menatap layar monitor tanpa ada pergerakan sedikit pun melalui tangan atau pun bola matanya.


Alan memberikan sebuah map yang berisikan sebuah file yang berlogokan rumah sakit umum Daerah kota Pdg.


"dari direktur rumah sakit kota Pdg pak". ucapnya seraya meletakkannya di atas meja kerja bossnya itu.


Justin melirik sekilas saat Alan memanggil nya lalu ia mengambil sebuah map yang terletak di atas meja kerjanya dan membaca serta isinya. raut wajahnya berubah dengan matanya yang berbinar senang saat melihat isi dalam surat tersebut seraya menarik kedua sudut bibirnya.


"jadi lusa acara peresmiannya? ". tanya Justin memastikan pada asistennya itu


"iya pak". sahut Alan.


"baiklah siapkan tiketnya. kasih tau sekretaris nya Andra jika senin nanti Andra tiba di sini suruh dia menyelesaikan sisa tugas saya hari ini ya. dan kamu boleh berangkat malam ini serta lakukan pekerjaan kamu seperti biasa". titah Justin.


"baik pak. saya permisi". pamit Alan seraya mengundurkan diri dari hadapan bossnya.


sepeninggalnya Alan, Justin tersenyum senang mengingat lusa ia akan berada di kota kelahiran sang putra. itu berarti tak lama lagi ia akan bertemu mereka berdua. Justin membuka notifikasi email di ponselnya yang memberitahukan jika pemesanan via onlime tiket pesawatnya serta pemberitahuan jadwal keberangkatannya ke kota pdg pada minggu sore telah berhasil di lakukan oleh asisten pribadinya itu.


"My D". gumam Justin seraya tersenyum menatap foto Dean dan Keyra yang di peluk Midea dalam tidurnya.


ia membayangkan reaksi wajah terkejutnya Midea karena berhasil menemukan mereka.


"Midea...Midea...sejauh apapun kamu pergi dan membawa lari putraku. aku pasti bisa menemukanmu sayang.. ha.. ha.. ha... ". kekeh Justin lucu membayangkan imajinasinya terhadap istrinya yang hobi kabur itu.


kini seribu rencana mulai ia susun kembali untuk membujuk istrinya itu agar mau betah saat berada di sisinya. Ia memikirkan bagaimana caranya agar Midea mau menetap dan hidup kembali bersamanya.


...----------------...


jika saja ia masih punya uang saat ini mungkin ia sudah berada di rumah yang dulunya ia tempati. rumah yang memberinya sedikit ketenangan dan kebahagiaan meski pun hanya sesaat ia rasakan sebelum dirinya melanjutkan kuliahnya Jasmine yang tertunda karena permintaan Alma demi almh mamanya Jasmine. nama yang ia gunakan untuk menyelamatkan hidupnya sementara.


ia teringat kata katanya Alma tentang akan menerimanya kembali meskipun dia bukan Jasmine.


tetapi Midea juga ragu apakah Alma akan benar benar menerima kisah hidupnya yang kelam jika kedatanganya ke sana hanya untuk menantikan kejujuran dari cerita hidupnya selama ini.


entahlah. yang jelas ia sendiri pun mulai ragu untuk melanjutkan perjalanan ini.


...----------------...


Cindy masih terus mendengar cerita dari suaminya itu mengenai wanita yang pernah ada di hati suaminya itu. Cindy tersenyum di hatinya saat mendengar cerita dari suaminya bahwa apa yang di ceritakan oleh Andra itu tak ada satu pun yang di tutup tutupi atau pun di tambah tambah oleh Andra. bahkan yang di ceritakan sesuai dengan apa yang di lihatnya.


hingga di akhir cerita.


"jadi gimana menurut kamu? ". tanya Andra menyudahi ceritanya malam ini.


"hmmm...terserah gimana baiknya mas aja lah". sahut Cindy.


"kok mas sih? ". itukan temannya kamu juga loh". ujar Andra heran.


"tapikan dianya ga mau aku tau soal dia datang ke sini kan". sahut Cindy serba salah.


"yah mungkin dia takut ngerepotin kamu. nah kamunya merasa di repotin ga? ".tanya Andra.


"ya engga sih. kan cuma ketemu sekalian liat anaknya". sahut Cindy kikuk.


Sebenarnya ia juga takut jika suaminya harus bertemu lagi dengan wanita masa lalu dari suami nya itu. meskipun belum sempat memiliki hubungan apa pun di antara mereka berdua. akan tetapi lantaran karena suaminya itu telah berkata jujur padanya hari ini. maka ia pun menyetujui akan rencana dari suami nya itu.


"ya udah besok ya kita kesana. mau kan? ". sekalian kita jemput mereka buat ketemu sama teman kamu itu tuh. si Arjun". ajak Andra seraya menarik pinggang sang istri tiba tiba untuk duduk di atas pangkuannya.


"ihh.. mass aww... ". pekik Cindy saat ia di kagetkan dengan perlakuan manis Andra yang tiba tiba itu.


"tetapi kamu suka kan hehe? ". goda Andrs seraya mengedipkan sebelah matanya.


"kita buat anak yok? ". ajak Andra seraya meremas pelan gundukan kembar milik istrinya itu.


"hmmmm.... mass.... nakal banget sih". desah Cindy yang mulai merasakan sesuatu yang hangat menjalar di tubuhnya.


"sengaja". bisik Andra seraya menggigit daun telinga Cindy.


"aww mass... sakit". rengek Cindy manja.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.