My D you are the first for me

My D you are the first for me
Draft 163



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"lagian siapa juga yang mau main sama anak anak yang nularin virus ke orang lain". Rendy melanjutkan ucapannya ke bocah tampan yang kritis itu.


Sementara Dean yang tadinya bergeming seraya mencerna kata katanya Rendy akhir nya menatap Rendy seraya mengernyitkan dahinya.


"vilus itu apa??! ". tanya Dean tiba tiba.


Dea memutar malas kedua bola matanya sedangkan Rendy hanya menyengir kuda menanggapi pertanyaan sang bocah yang di rasa terlalu bawel hari ini.


"apa unda..?? ". jawab dong?? ". tagih Dean saat ia merasa terlalu lama di jawab oleh kedua orang dewasa tersebut.


lalu Rendy mencoba menjawab pertanyaan dari bocah kritis itu.


"Virus adalah organisme terkecil yang bersifat parasit dan bisa menimbulkan penyakit dengan cara menginfeksi manusia, hewan, tumbuhan, jamur, bahkan bakteri. Virus tersusun atas bagian kepala yang berisi DNA atau RNA, kapsid, virion, dan ekor. Ukuran virus lebih kecil dari bakteri yaitu sekitar 20-300 nm". tukas Rendy menjelaskan pada bocah itu secara detail.


bukan hanya itu saja Rendy menambahkan hal yang lain yang berhubungan dengan virus


sementara Midea terperangah kaget saat Rendy menjelaskan panjang lebar tentang pertanyaan dari putranya bak seorang dosen.


Midea terus memperhatikan dua laki laki yang berbeda generasi itu secara bergantian. ada rasa haru terselip di hatinya mengenai hubungan Rendy dan Dean yang sangat akrab sedari bocah itu belum lahir.


midea teringat bagaimana baiknya Rendy dalam memperlakukan dirinya sebagai teman selama kehamilannya. pria muda itu selalu memperingati tentang jadwal minum vitamin dan susu. tugas yang seharusnya di lakukan oleh Justin sebagai suaminya malah Rendy yang menggantikan hingga Dean terlahir dengan selamat dan sehat ke dunia ini.


bukan hanya itu saja. bahkan saat Rendy mengetahui tentang kasusnya tempo lalu. pria itu juga berusaha memberi pengertian pada tante Alma dan yang lainnya agar tetap berlaku baik padanya meskipun diri nya bukan Jasmine yang mereka nanti.setidaknya


seperti itulah yang ia dengar dari ceritanya tante Alma tentang pria yang ada di hadapan nya kini.


"jadi vilus itu jahat ya yah? ". tanya Dean kembali saat Rendy menyudahi ceramahnya.


"iya sayang. jadi udah ngerti kan?". ucap Rendy.


"nah sekarang Dee ganti baju dulu ya?. tadi minta di temani ayah buat di temani ganti baju, kok malah ngajak bunda berdebat soal es krim". bujuk Rendy pada bocah itu kembali.


"habis bunda peyit sih. minta es klim aja ga boleh". sahut Dean.


"eitss.. mulai lagi. tadi kan udah ayah jelasin kan kenapa ga boleh. kok debat lagi sih". ujar Rendy.


"iya yah". sahut Dean patuh.


"nah sekarang ayok. kita ganti baju dulu". titah Rendy seraya menggenggam lengan bocah tersebut.


"misi selesai bu".ucap Rendy melaporkan hasil tugasnya.


"ya makasih. tapi ga perlu ngejelasin secara detail juga kali apa itu virus. emangnya dia ngerti apa bahasa bahasa medis yang kamu jelasin tadi. kenapa ga pake bahasa yang lebih sederhana aja sih Ren. yang ada kamu nanti malah di repotkan lagi kalau nanti si Dee ga ngerti dan bertanya tanya lagi". tukas Dea jelas.


"he he he ga apa lah. itung itung akunya juga belajar buat ngajar entar".ujar Rendy wajar.


"oh ya?". ngajar di mana Ren?". pekik Midea.


"di kampus sini juga. hehehe". kekeh Rendy yang merasa kurang pede.


"selamat ya. udah jadi bapak dosen". ucap Midea senang.


"terimakasih Mi. semoga kamu ngikut suatu hari nanti". balas Rendy.


Midea hanya bisa bergeming menanggapi perkataan Rendy. ia tau ke mana arah pem- bicaraan Rendy. sementara Rendy berharap jika Midea mengaminkan perkataannya barusan. akan tetapi ia hanya mendapati keheningan di antara keduanya.


ia berharap Seorang Jasminka orchidea bisa melanjutkan kembali kuliahnya. ia yakin kali ini wanita itu bisa menyelesaikan studinya yang tertunda kembali. karena tidak akan ada lagi yang berani mengusik identitas asli dari seorang Jasmine atau pun Midea. karena mereka adalah memang wanita yang sama. dan secara hukum pun identitas Jasmine mutlak milik Midea berdasarkan hasil darah dan DNAnya.


keheningan terjadi beberapa detik hingga akhirnya.


"ayah ayok". ajak Dean seraya menarik lengan Rendy.


"oh iya iya". sahut Rendy.


"aku temani bocah ini dulu ya Mi".pamit Rendy.


"iya. makasih ya untuk hari ini"..ucap Midea.


lalu Rendy dan Dean pun berlalu dari hadapan Dea menuju kamar hotel pribadi milik Dean hadiah dari nenek yang di sebut manis bagi nya. tanpa sadar Rendy dan Dean melewati Satria dan Justin yang memperhatikan tingkah mereka bertiga sedari tadi.


mereka berdua akui jika dua D itu tampak bahagia bersama Rendy. Satria sendiri belum memastikan sedekat apa hubungan Rendy dengan mantan kakak iparnya itu. apa lagi melihat mereka bertiga yang tampak riang di taman tadinya.


"mereka bertiga terlihat sebahagia itu. apakah Rendy dan Midea punya hubungan lain selain teman? ". tanya Satria di hatinya.


akan tetapi ia coba untuk berfikir ulang serta membandingkan bandingkan saat ia memperhatikan tatapan dua pasangan mahasiswanya terhadap perempuan yang kini selalu berada dekat dengannya.


"memang ada perbedaan sih". gumamnya di hati.


tatapan Rendy dalam menatap Jasmindea bukanlah seorang tatapan yang memiliki perasaan terdalam untuk seorang perempuan hal ini sangat berbeda saat ia melihat tatapan Arjun terhadap Sagita. sama seperti saat Retha menatap dirinya yang terdapat penuh cinta di netra indah istrinya itu.


Satria menghela nafasnya sejenak lalu melirik menatap Justin yang sedang mengikuti langkah Rendy dan Dean dengan netranya. ia bisa melihat rasa sedih yang terpancar dari sorot netra biru abang sepupunyanya dan juga raut wajah tampannya.


Justin tiba tiba bangun dari duduknya.


"mau kemana bang? ".tanya Satria seraya menahan lengan Justin dengan tangannya.


"aku ingin bertemu anakku". sahut Justin sembari melangkah tetapi langsung di cegah Satria.


"jangan bang. aku bilang jangan". titah Satria.


"Satria!!"..tegur Justin ketus.


"jangan bang. jangan rusak kebahagiaan mereka. aku mohon. jika kita ketauan oleh mereka. habislah kita. abang mau kehilangan mereka lagi. abang lupa jika sekali saja kita terlihat oleh Midea. besoknya kita ga akan melihat mereka lagi". tukas Satria jelas mem -peringatkan abang sepupunya itu.


mendengar perkataan Satria barusan sontak membuat Justin langsung terdiam dan terduduk lemah.


"lalu aku harus apa Satria?". tanya Justin lemah.


"relakan bang. ikhlas bang. ikhlaskan. setidak nya dua D abang berada pada orang yang tepat. orang yang benar benar sayang dan tulus pada mereka. dan mereka merasa nyaman di sini". ujar Satria.


"kita jangan ganggu lagi bang. jika abang kangen sama mereka berdua. abang sudah tau kan mencari mereka di mana". lanjutnya.


Justin melirik Satria sekilas lalu menatap ke arah taman hotel di mana tadinya dua D nya berdiri di sana dengan riang.


"haruskah aku merelakan semuanya? ". bathin nya.


"haruskah aku rela jika darah dagingku lebih dekat dengan pemuda itu dari pada dirinya ayah kandungnya sendiri? ". bathinnya kini mulai berseteru.


"terkadang mencintai seseorang bukan di ukur dari cara kita memiliki seseorang itu. akan tetapi membiarkan mereka bahagia dengan caranya itu adalah bentuk rasa cinta kita yang sebenarnya bang".ucap Satria.


kali ini ia berharap abangnya itu mengerti akan maksud dari kata katanya barusan. ia berharap abangnya itu bisa move on dan berbahagia kembali tanpa harus memikirkan rencana rencana untuk mengejar serta membawa pulang dua D nya kembali.


Satria mau abang sepupunya itu menjadi seseorang yang ikhlas.


Lanjut ke next chapter ya readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Terima kasih.