My D you are the first for me

My D you are the first for me
sisi yang lain dari Midea



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉


Justin bergegas melangkah dengan tergesa gesa saat ia memasuki bangunan hotel yang tadinya di masuki oleh dua D nya. sayangnya ia kalah cepat dari mereka, sehingga ia hanya mendapatkan ruangan kosong berupa lorong dengan beberapa pintu kamar hotel yang ber warna sama di mana mana.


"akh sialan. aku kehilangan mereka lagi". umpatnya kesal saat ia kehilangan jejak Dea dan Dean.


ia pun berjalan ke sana ke mari dengan niat ingin mencari kamar mana yang di tempati Dean saat putranya itu mengajak Rendy untuk menemaninya berganti seragam sekolah kemarin. Justin yakin jika ada kamar khusus di hotel ini untuk putranya itu melakukan kegiatan pribadinya selama Midea bekerja di sini.


Justin melangkah menyusuri koridor hotel berharap ada petunjuk mengenai keberadaan dua D nya. hingga akhirnya ia tersenyum menyeringai saat melihat sebuah pintu yang di tandai khusus dengan papan nama yang tergantung di pintu tersebut.


"Mykehl Deansyah". desisnya seraya menarik kedua sudut bibirnya.


Justin menghampiri kamar yang bertuliskan nama dari putranya itu. ia memperhatikan gagang kunci dari pintu kamar anaknya yang hanya bisa di buka dari dalam jika tanpa key cardnya.


Justin berinisiatif kembali ke restoran. ia ber niat menunggu Midea keluar dari kamar putra nya .


"dari mana sih bang?".tanya Satria kepo saat abangnya itu kembali.


"udah es krimnya?.jawab Justin dengan pertanyaan pada Satria saat ia tak melihat apa pun di atas meja.


"lagi di packing rapi. biar ntar bisa awet kalau dalam perjalanan buat piknik. begitu katanya." kan sesuai permintaannya abang kan tadi". jawab Satria.


"kata siapa? ". tanya Justin tak mengerti.


"ya kata pelayannya lah. masa kata satpam". jawab Satria kesal karena pertanyaannya di jawab kembali dengan pertanyaan dari abang Sepupunya itu.


tak lama kemudian seorang pelayan restoran datang membawa sepaket ice cream yang di pesan oleh Justin sebelumnya. Justin pun tak lupa memberi tip pada pelayan itu atas pelayanannya hari ini karena telah membantu nya mewakili dirinya dalam membayar tagihan pesanannya ke kasir.


awalnya Justin ingin membayar langsung ke kasirnya sekaligus ingin bertemu dengan sang pemilik restoran yang dulunya sering memberinya makanan serta cemilan gratis saat ia dan putri nya menginap di hotel ini.


akan tetapi saat ia mendengar cerita Satria tentang peran penting Midea di restoran ini Justin pun mengurungkan niatnya.


flashback...


saat keduanya telah menyelesaikan makan siangnya di restoran ini. Justin berniat mem -bayar sendiri tagihan pesanannya ke kasir sekaligus ia ingin sekali bertemu dengan seorang ibu pemilik restoran ini yang dulunya sering memberinya makanan dan cemilan secara gratis saat ia dan putrinya, Keyra menginap di hotel ini.


"biar abang bayar dulu tagihan kita ke kasir. sekaligus abang mau ketemu sama pemilik restorannya. kamu mau ikut?". ucap Justin seraya beranjak dari duduknya.


mendengar Justin akan membayar tagihan nya secara langsung. Satria pun secara reflek mencegah Justin agar tetap berada di tempat nya.


"kenapa Satria?". tanya Justin heran akan sikap Satria saat ini.


"abang jangan ke dalam. biar kita bayar di sini aja. kita bisa minta tolong sama pelayan yang tadi ". titah Satria seraya mengeluarkan kartu kreditnya.


"kenapa harus begitu?". tanya Justin semakin heran.


"di dalam pasti ada mantan istri abang juga. kita ga tau siapa yang menjadi kasir hari ini". ucap Satria serius.


karena ia takut jika penyamaran mereka akan di ketahui oleh Dea saat wanita itu tau jika Justin ada di sini mencari putranya.


"ya. memang kenapa?". kita kan udah bela belain nyamar seperti ini. trus ke kasir kan emang niat untuk membayar. lagian abang ke dalam pun mau mencari ibu ibu yang dulunya suka ngasih abang makanan dan cemilan". tukas Justin lugas.


"Midea juga memiliki peran penting di sini bang. dia juga salah satu perintis Restoran ini". jawab Satria jujur.


"oh ya?? "pekik Justin yang terhenyak kaget mendengar berita dari mantan istrinya itu.


"ya. mereka semua, entah ada berapa orang termasuk Arjun dan bundanya Dee adalah termasuk orang orang yang terpenting dalam usaha kuliner ini". tukas Satria.


"terkadang jika salah satu dari mereka tak ada atau pun berhalangan hadir. maka mereka saling mengisi dan menopang segala yang timpang. begitu pun Midea. terkadang bunda nya Dee itu memposisi kan dirinya sebagai kasir atau pelayan saat mereka kekurangan para pekerja". Satria Melanjutkan ceritanya.


"nah bagaimana jika yang berada di kasir hari ini ada lah mantan istrinya abang?". apa nanti ga ketahuan bang saat abang membayar secara langsung dan berhadapan dengan bundanya Dee? ". tanya Satria memberikan pendapatnya.


akhirnya ia pun mengalah serta menuruti kata katanya Satria.


Justin pun meminta tolong pada seorang pelayan terakhir yang melayani mereka dalam membersihkan meja makan bekas Justin dan Satria menyantap makan siangnya.


Justin meminta tolong pada pria muda itu agar membayar tagihannya di kasir seraya menyerahkan kartu kreditnya pada pelayan tersebut. setelah membayar secara lunas keseluruhan, maka Justin pun meminta untuk di paketkan ice cream all varian rasa dalam satu paket.


**


"bang Midea lagi bang". pekik satria saat melihat mantan istri abangnya itu keluar dari gedung hotel kembali berjalan menghampiri mereka yang sedang menundukkan wajah mereka masing masing seraya memainkan ponsel mereka.


"masih ada dianya? ". tanya Justin pada Satria yang kini sedang membuka salah satu aplikasi game onlinenya.


"sedikit lagi bang. matanya itu bang". ucap Satria yang mulai ketar ketir dalam hatinya saat melirik ke Midea yang sedang berjalan santai mendekati meja mereka.


"kenapa matanya? ". tanya Justin penasaran.


"menusuk pake kali bang. gilak ni perempuan pada hal dulunya dia mahasiswinya aku bang. kok sekarang aku pulak main kucing kucingan jadi takut sama dia". gerutu Satria yang terus menundukkan wajahnya.


"akh.. diam kau bawel. udah sekarang kau fokus aja ke gamenya kau tu. tu udah di mulai balapnya. buruan mainnya. kalah nanti! ". titah Justin dengan nada berbisik.


"aish.. ". desis Satria.


suara derap langkah Dea semakin mendekat dengan sorot netranya menatap kedua pria dewasa yang saat ini terlihat seperti sedang menyembunyikan wajah mereka.


Midea terus berjalan menuju dapur restoran seraya melirik dua pria aneh yang sama sama menggunakan masker dan kacamata hitam serta topi pet yang berwarna sama.


"mereka berdua begitu aneh". Dea membathin seraya terus berjalan melewati dua pria yang yang satunya tengah bermain game di ponsel nya.


"Jasmindea". pekik suara pria dari arah dapur memanggil Midea dengan sebutan kedua nama yang di miliki oleh wanita itu.


Dea dan Justin sama sama mencari sumber suara pria yang terdengar macho siapapun yang mendengarnya. Dea tersenyum seraya melambaikan tangannya menyambut pria yang menjadi teman dekatnya selama ini.


sementara Justin menatap cemburu pada pria yang di panggil ayah oleh putranya itu. sedangkan Satria sendiri tengah mengernyit kan dahi memikirkan para mahasiswanya yang kini membuat bingung dirinya.


"apakah ada hubungan spesialkah di antara mereka semua?". antara Arjun dan Sagita? Rendy dan Jasmindea? ". tanya Satria di hati nya kini.


Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Https://hazhilka279.blogspot.com/2023/02/


Terima kasih.