My D you are the first for me

My D you are the first for me
reuni yang bikin keki



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉


Di beberapa menit lalu..


Satria terpaksa meninggalkan dua sejoli yang belum memiliki status hubungan yang jelas itu di karenakan Justin menelponnya yang mengabarkan jika duda tampan itu kini sedang berada di parkiran kafe.


"bang". Panggil Satria seraya melambaikan tangan pada Justin saat melihat pria itu sedang bersender pada bumper mobilnya seraya memainkan ponsel nya.


"ayok masuk". Ajak Satria pada abang sepupu nya itu.


Kedua pria tampan itu pun berjalan melewati dari samping kafe yang langsung terhubung ke dapur serta taman belakang kafe.


"abang mau jumpai Keyra dulu atau langsung ke lantai dua?". Tanya Satria pada Justin.


"Ke keyra aja. Abang mau liat dia dulu. Dia lagi ngapain?". jawab Justin yang di akhiri dengan pertanyaan.


"lagi gabung sama anak seusianya. Ada Retha juga di sana". Tukas Satria.


"kenapa istri kamu ga gabung sama yang lain?". Tanya Justin heran.


"udah sih. Tapi cuma sebentar. Lebih nyaman gabung sama emak emak tu di sana". Tunjuk Satria saat mendekati taman bermain kecil yang di sulap dengan dekorasi yang berkaitan dengan tema anak anak.


"Keyra". Panggil Satria.


"kak". Panggil Justin saat putrinya itu tidak merespon panggilan dari Satria.


Seketika itu juga Keyra menoleh saat Meyra, anaknya Indra menyenggol lengan Keyra dan menunjuk ke Justin. Sontak Keyra tersenyum senang.


"Daddy". Panggilnya seraya melambaikan tangannya.


Lalu bocah kecil itu menghampiri Daddynya setelah meminta izin pada MC acara khusus anak anak malam ini. Retha yang saat ini sedang mengobrol dengan teman teman se angkatannya yang telah sama sama berumah tangga seraya mengawasi Keyra. Akhirnya perhatiannya pun harus teralihkan karena mengikuti pergerakan bocah cantik itu yang meninggalkan perkumpulan anak anak.


ia melihat abang iparnya itu sedang berdiri tak jauh dari hadapannya. Retha menghampiri suaminya sebentar setelah berpamitan pada teman temannya.


"apa mau jemput Keyra sekarang ya bang. Kan masih jam delapanan. Katanya jam sembilanan gitu jemputnya?". Tanya Retha setengah berbisik ke telinga sang suami.


"bukan. tadi bang Justin di telpon sama bang Indra buat gabung sama mereka di lantai dua tuh". jawab Satria seraya menunjukkan ke arah balkon dari lantai dua kafe tersebut.


"ohh.." sahut Retha. Seraya menatap ke arah anak anak yang berkumpul.


"Daddy apa mau jemput kakak sekarang?". Tanya Keyra khawatir.


"..iya".dusta Justin dengan maksud bercanda pada putrinya itu.


"iss..kok cepet amat sih. Belum juga selesai permainannya". Keluh Keyra seraya memaju kan bibirnya.


"hahaha....bercanda kakak. takut amat sih kamu di culik Daddy sekarang". Kekeh Justin seraya menoel hidung mancung putrinya.


"jadi tadi cuma main main?". Tanya Keyra memastikan.


"iya sayang. Tenang aja. pokoknya Daddy bakalan nungguin kakak sampai kakak puas main mainnya, Tapi cuma sampai jam yang Daddy tentukan tadinya sebelum kalin ke sini"


ujar Justin mengingatkan sang putri akan waktu.


"mmm...iya deh Daddy". Sahut Keyra patuh.


" Ya udahlah Keyra main lagi ya". pamit Keyra dan langsung meninggalkan Justin dan bergabung kembali dengan anak anak yang lain yang rata rata seusia dengannya.


"iya sayang". Sahut Justin yang sedikit terlambat menjawab ijin keyra yang telah ngeloyor pergi mrninggalkan Justin dan juga dua orang dewasa yang memperhatikan mereka berdua tadinya.


beberapa menit memantau Keyra yang masih asyik bermain dengan teman teman barunya.


Akhirnya Justin pamit pada Retha dan juga meminta tolong pada istri adik sepupunya itu untuk mengawasi Keyra selama ia berkumpul dengan Satria dan teman temannya di lantai dua.


Dua pria tampan itu berjalan kembali ke arah dapur di mana tanpa sengaja mereka melihat sepasang insan yang di mana satunya adalah adik sepupu mereka yang bernama Sagita sedang berbincang akrab dengan Arjun, sang pemilik kafe.


Justin terpekur sesaat menatap keduanya.


"mereka berdua akrab banget". gumam Justin tetapi cukup di dengar oleh Satria yang kini berada di sampingnya sembari ikut mem-perhatikan apa yang di lihat oleh Justin.


"ya gitu lah. Ayok bang". Ajak Satria pada Justin untuk segera naik ke lantai dua di mana Andra dan Indra berada.


Justin Mengepal kuat tangannya menahan amarah karena mendengarkan percakapan dan juga rencana rencana yang mereka buat barusan.


"brengsek mereka. Ternyata merekalah yang menyembunyikan dua D ku selama ini". desisnya geram seraya menatap tajam ke arah dua insan yang sedang tersenyum dalam diam itu.


Ia segera melangkah berniat menghampiri mereka dan menanyakan keberadaan dua D nya. Akan tetapi baru juga ia akan menggerak kan tubuhnya satu tangan kekar menahan tubuhnya.


"jangan bang. Jangan!". Ucap Satria yang melarang abangnya itu.


Ia menatap ke wajah adik sepupunya itu dengan nafas yang tak teratur akibat hatinya yang mulai memanas dan sedang berusaha menahan amarah yang semakin memuncak.


Sungguh, ia seperti di permain kan oleh pria muda ini, Pria yang menjadi panutan di dalam hidup kedua anaknya saat ini. di tambah lagi adik sepupu perempuannya yang juga turut berkomplot pada pria muda yang selalu membuat ia cemburu.


"ayok bang. Kita gabung sama bang Indra di lantai dua". Ajak Satria agar Justin tidak terlalu larut dalam suasana hatinya yang mungkin akan runyam jadinya jika abangnya itu memperturutkannya.


Justin masih bergeming menatap dua sejoli yang kini sedang bercanda dan saling ter -senyum ria di tengah suasana pesta yang masih meriah di luar sana yang masih di pandu oleh beberapa MC yang juga merupakan alumni yang sama di kampus itu.


"ayok bang. percuma abang terus berdiri di sini. Lebih baik kita cari solusi dengan cara kita sendiri."I have an idea. so I ask my brother to come with me now". ( aku punya ide. Jadi aku minta abang ikut aku sekarang)".


bujuk Satria kembali.


"What do you mean?"( apa maksudmu?)".tanya Justin tak mengerti tentang rencananya Satria.


"ya makanya itu. Ayok kita ke atas dulu. Nanti aku kasih tau bang". Ajak Satria seraya menggamit lengan abangnya untuk menapaki anak tangga yang tak jauh dari hadapan mereka.


Justin pun mengikuti langkah Satria dengan hati yang berat. seraya menapaki anak tangga justin selalu melihat ke arah belakang.


"udah bang. Biarin aja mereka. Ga usah di ganggu". pesan Satria pada abangnya yang selalu saja menoleh ke belakang.


" Satria. JusTin". Panggil Indra saat melihat Justin dan Satria.


Indra meminta minuman dan makanan tambahan pada seorang karyawan kafe yang kebetulan naik ke lantai dua untuk memeriksa kan kondisi di ruangan dan juga kebutuhan para tamu seperti mereka.


"masih molor tu anak?". Tanya Justin saat ia merebahkan tubuhnya di atas sofa tunggal dan melihat Andra yang tertidur di sofa panjang sebelahnya.


"An"panggil Indra pada temannya yang masih tertidur pulas di sofa.


"hmmm". Sahut Andra yang telah terjaga saat Indra memanggil dua saudara sepupuan itu.


"bangunlah. Kita udah ngumpul semua ni". titah Indra.


"iya. In. Aaaaaahhhh..". Sahut Andra malas lalu menguap dan menggeliatkan tubuhnya.


"aku malas kalilah ngumpul ngumpul kek gini. bikin keki tau ga kalian". Keluh Andra seraya merenggangkan otot ototnya yang sedikit kaku.


"udah aku capek. Terus si Binik asik sendiri sama biniknya si mr. Alex. Sementara si mr. Alexnya entah kemana sehabis ngantar bini nya kesini". dumelnya.


"sesekali bro. Reunian sama temannya bini kan ga apa ya kan Tin ". Sahut Indra sekaligus meminta pendapatnya pada duda beranak dua itu.


"mmm..". Sahut Justin malas lantaran mood nya telah di rusak oleh dua insan yang berada di lantai dasar kafe ini.


Sehingga Justin pun merasa malas melanjut kan perkumpulan di acara reuni yang bikin keki ini.


.Lanjut ke next chapter ya readers


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.