
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
"tunggu! ". ucap Justin yang langsung menangkap pergelangan tangannya Dea untuk di hadapkan padanya dan berkata
"kalau gitu kita nikah aja lagi?".ucap Justin menantang Midea.
Midea terperangah menatap tak percaya pada apa yang di dengarnya barusan. hatinya ter gelitik geli hingga akhirnya gantian ia yang tertawa terbahak bahak menertawakan ke -konyolan Justin barusan.
sementara Justin terdiam di tempat menatap kesal pada wanita ini. ia merasa di sepelekan atas niat baiknya.
"Midea". tegurnya.
"Midea. cukup?!! ". hardiknya sedikit lebih keras dari yang sebelumnya.
tetapi wanita itu tak menggubrisnya. ia masih tertawa geli sembari menutup mulutnya dengan punggung telapak tangannya seraya menatap Justin yang terlihat seperti orang bodoh di matanya meskipun tatapan netra Justin terlihat marah dan jengkel padanya.
akan tetapi hal ini tidak membuat Midea takut sama sekali terhadap pria yang ada di depan nya ini. justru sikap Justin sekaranglah yang membuat Midea semakin yakin tak akan mau menerima pria ini lagi sampai kapanpun.
hal ini di karenakan sikap Justin yang serba "terlalu" jika pria itu memiliki obsesi pada sesuatu. seperti saat ia membenci dan mencintai seseorang. pria ini pasti akan me -nunjukkan total rasa bencinya pada orang tersebut atau apapun yang tak ia sukai seperti saat pertama kali mereka bertemu di perayaan ulang Xander Agency beberapa tahun lalu saat ia masih menjadi seorang model di sana.
(baca cerita selengkapnya di kisah Jasminka/Orchidea episode "Kemilau" dan episode selanjutnya. jangan lupa tinggalkan jejakmu di sana ya?).
lalu sikapnya Justin yang sekarang ini juga lah yang membuat Dea bertambah yakin jika pria ini terobsesi harus memiliki saat ia mulai mencintai akan sesuatu seperti ia mencintai putra kandungnya. makanya pria ini selalu berusaha mencari perhatian dirinya dan juga terkadang sikapnya yang terlalu posesif terhadap dirinya agar bisa selalu berdekatan dengan putra kandungnya sendiri seperti hari hari belakangan ini.
tentu saja hal ini membuat Midea merasa tak nyaman dan juga tak bebas jika berada dekat dengan pria ini. perhatian yang Justin berikan padanya bukanlah perasaan cinta yang tulus. akan tetapi obsesi untuk memiliki sesuatu yang Justin perlu dan bukan karena ia mau apa lagi yang ia inginkan karena ketulusan hatinya.
"cukup ya De. aku serius!". hardik Justin keras
Midea bergeming saat mendengar bentakan dari Justin. lalu ia menatap garang ke Justin seraya mendekatkan wajahnya ke wajah pria yang menyebalkan itu lalu berkata.
"MIMPI".ucapnya Lantang dan nyalang.
Midea segera beranjak dari sana tetapi kembali lagi di cegah oleh tangan kekar itu dengan menarik lengannya.
"aku bisa membuat itu jadi kenyataan saat ini juga De! sama seperti apa yang kamu lakukan dulu saat kamu memaksa aku untuk menikah denganmu!!". jawab Justin lantang.
"want me to prove it?!"( mau aku buktikan?!)" tantang Justin.
"hah!. kalau pun kamu bisa membuktikan. aku pastikan pernikahan yang kamu jalani cuma di atas kertas doang. kamu tetap ga akan pernah merasakan yang namanya indahnya berumah tangga apa lagi untuk sebuah kenyamanan di dalamnya. karena aku sendiri lah yang akan membuat kegaduhan di dalam nya. Ngerti kan apa maksud nya aku?!! ". cetus Midea dengan lantang.
"itu ga masalah buat aku. karena aku sudah terbiasa dengan resiko menghadapi watak kamu dan bagaimana menghadapi kamu pun aku sudah tau triknya sayang?? ". jawab Justin enteng sembari mengedipkan satu matanya.
Justin tersenyum menyeringai puas saat melihat raut wajah kaget dari pemilik netra mutiara hitam itu.
"gimana?". mau aku buktikan Midea Jasmine sayang??! ". ucap Justin yang semakin yakin menantang wanita keras kepala itu.
"hah. silahkan aja. aku mau lihat seberapa keras usahanya Justin Kehl Ardiansyah dalam memenuhi obsesinya dalam mengejar mantan istrinya yang dulunya ia campakkan!"
ucap Midea lebih lantang.
"tapi ada satu hal yang aku pastikan Justin. jika pun kamu berhasil menikahi aku meski pun secara keterpaksaan sekalipun. aku pasti kan ya Justin. kita ga akan bisa bersama. kamu tau kenapa? tanya Midea seraya menatap Justin.
"karena segala sesuatu yang sudah retak sebelumnya dan di rekatkan kembali akan tetap meninggalkan bekas bukan?". lanjutnya
kembali dengan tenggorokannya yang
tercekat
"Dan bisa jadi retakan itu akan keropos atau pecah dengan sendirinya. kamu tau maksud nya apa kan Justin?". ucap Midea sarkas untuk mengingatkan akan rasa sakit yang pernah di timbulkan olah pria ini.
Justin bergeming menatap ke bawah seraya mencerna kembali kata katanya Midea. sementara Midea memilih pergi dari hadapan Justin dan langsung mengunci dirinya di dalam kamar di mana Dean masih terlelap tidur di sana.
Midea berdiri mematung menyenderkan punggungnya di pintu sesaat sebelum ia masuk ke kamar mandi membasuh wajahnya.
sungguh bertemu dengan Justin memang selalu melelahkan hati dan pikirannya. mungkin jika dulu pria itu hanya mengabaikan saja dirinya tanpa harus berkali kali mengejar dirinya hanya untuk menjatuhkannya. bisa saja perasaan hatinya tak akan sesakit ini jika
suatu saat mereka di pertemukan kembali.
sementara saat ini Justin masih terpaku di ruangan itu seraya menatap pintu kamar yang baru saja di masuki oleh Midea.
"aku tau rasa sakit yang aku ciptakan sebelumnya membuat kamu sulit melupakan nya De. tapi tolong beri aku kesempatan Midea agar aku juga bisa membuat kamu bahagia dan pantas jadi pendamping mu selamanya". ucap Justin di hatinya.
saat mereka berdua sedang berdebat sengit tanpa mereka jika ada seorang wanita paru baya mendengar trenyuh perdebatan dua mantan suami istri ini. Alma segera keluar kembali dari ruang family suit tersebut saat mendengar langkah putri angkatnya itu memasuki kamar.
Ia berjalan lunglai menghindari pintu kamar nya yang kemungkinan bisa saja Justin keluar dari sana secara tiba tiba. Alma tak ingin menemui Justin dalam keadaan seperti ini untuk saat ini biarlah perdebatan mereka berdua cukup hanya Alma yang tau saja.
mendengar apa yang di ungkapkan oleh putri angkatnya itu rasanya membuat ia lemas seketika. sungguh ia tak percaya jika Jasmine nya yang dulu yang begitu di kenal ceria di tengah keterbatasan nya dulu, bisa mendapat kan hidup yang lebih tidak adil pada nya melebihi dari pada ia hidup tanpa sesosok ayah selama ini.
"sungguh malang nasibmu nak". gumamnya sendu di dalam hatinya.
*untuk next chapter
*Midea yang mencoba keluar dari jebakan seseorang. mampukah dia bertahan atau akan ada seseorang yang akan menolong dirinya. siapakah dia?. atau Midea sendiri lah yang menolong dirinya sendiri.
*akan ada badai yang mengubah kehidupan Midea dan Justin. apakah itu?
Yok kita ke next chapter ya reader..
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.