
Hai readers. I am coming back. selamat menikmati episode episode terakhir ini ya??. semoga enjoy...
Waktu menunjukkan pukul delapan pagi saat ia melewati ruang kamar hotel mewah tadi. itu berarti mereka sudah berada di restoran hotel saat ini. ia bergegas keluar dari lift menuju restoran dan mencari keberadaan timnya untuk ia mintai pertolongannya.
ia segera menemui salah satu dari timnya yang kini sedang asyik mengobrol. ia mencolek bahu salah satu dari mereka.
"Retha. pak Satria". panggil nya di dalam hati dengan netranya yang mulai mengkristal.
sementara yang di panggil tampak heran akan apa yang mereka alami. mereka berdua hanya menatap diam pada wanita yang ada di hadapannya ini.
"Retha. pak Satria. aku kehilangan segalanya. bisa tolong aku belikan tiket pesawat lagi untuk jadwal sekarang. aku harus buru buru". ucapnya melalui jemari tangan nya.
"tolonglah. dompet dan ponsel ku hilang. ga tau di mana dan ga tau siapa yang ambil". ucapnya melalui bahasa isyarat nya.
"pak Satria. Retha. tolonglah". ucapnya dengan permohonan seraya mengatup kedua telapak tangan nya.
sementara keduanya saling menatap heran dan kembali menatap wanita ini dengan seribu pertanyaan.
"Retha. mamaku Retha. mama". ucapnya melalui jemarinya dengan bulir air bening yang kini jatuh di pipi.
sementara Retha yang baru tersadar dengan kepribadian siapa yang mengajaknya berbicara saat ini seketika itu juga semakin melebarkan kedua kelopak matanya saat ia tahu jika wanita yang hidup sebagai Midea Hasxander yang kini tanpa di sadari oleh dirinya sendiri dan juga semua orang bahwa ia telah kembali pada ingatan nya yang dulu.
"Jasmine". pekiknya pelan dengan netranya yang juga mulai terisi bulir bening.
"Jasmine??!"gumam Satria heran saat sang istri memekik pelan menyebutkan nama mahasiswinya dan juga sahabat dari istrinya itu.
"Jasmine". pekik Retha kembali dengan tangis haru seraya bangun dari duduknya.
lalu Retha duduk di samping wanita cantik ini dan memeluk sahabatnya yang hilang selama ini.
"makasih ya Allah akhirnya Jasmine kembali".
gumamnya dalam tangis harunya.
lalu ia melepaskan pelukannya saat wanita cantik itu mulai merasa tak nyaman.
"Retha. pak Satria tolonglah. aku ingin pulang sekarang. untuk saat ini aku ga bisa jelasin apa pun. tapi aku mohon please..". ucapnya kembali.
"iya ..iya..kita berdua bakal tolongin kamu. kamu. kamu tenang aja ya?".ucap Retha.
lalu keduanya mencoba menghubungi Tante Alma dan Justin. sementara Midea yang kini tanpa di sadari telah menjadi dirinya sendiri sebelum kecelakaan di enam tahun yang lalu terjadi berusaha membujuk Retha dan Satria agar memesan kan tiket untuknya sekarang. ia sudah tak sabar ingin segera pulang.
Satria yang terus di desak oleh mahasiswi nya ini pun akhirnya mengikuti apa yang di minta Jasmine.
"baiklah. saya akan memesan tiketnya kembali". sahut Satria yang terpaksa mengikuti jalan pikirannya mahasiswinya itu.
"bang". tegur Retha saat melihat Satria membuka aplikasi pemesanan tiket online di ponsel nya.
Satria hanya tersenyum kecil seraya mengangguk kan kepalanya pelan. lalu tak lama kemudian datanglah Alma dan Justin ke restoran hotel tersebut.
"Midea". panggil Justin terhadap istrinya itu.
"De Jasmine". pekik Alma seraya mendekati putri angkatnya itu.
sedangkan wanita yang di panggil oleh kedua nya menatap bingung pada kedua nya. satu sisi ia heran mengapa Tante Almanya bisa ada di sini. bukan kah semalam Tante Alma sendiri yang memberi tahukan jika mamanya kritis saat ini.
ia mendekati Alma dan menyentuh pipinya Alma lalu membelai pelan pipi yang mulai sedikit menurun itu dalam kebingungannya.
"Tante kenapa bisa ada disini??". tanyanya heran melalui jemarinya.
"ya Allah. ingatan awak kembali nak?". ucap nya pelan sembari meraih dan menggenggam jemari yang dulunya sering di gunakan oleh Jasmiine saat putrinya ini berkomunikasi dengan orang lain.
"bukannya mama lagi kritis?". tanyanya kembali saat Alma tak menjawab pertanyaan nya tadi.
Alma menunduk diam karena merasa bingung harus menjawab apa akan pertanyaan dari putri angkatnya ini.
"Midea". panggil Justin yang mencoba menenangkan istrinya itu.
akan tetapi Dea tak menanggapi karena ia merasa memang tak mengenali pria ini.
"Tante". panggil Dea seraya mengguncang kan bahu Alma.
"Midea". tegur Justin seraya mengambil tangan istrinya agar menghentikan tindakan nya pada wanita paruh baya itu.
tetapi Jasmine segera menepisnya. ia tak perduli akan tindakan nya. yang penting ia harus mendapatkan jawabannya dari setiap pertanyaan yang di lontarkan untuk tantenya.
"Midea. cukup sayang. kasihan Tante Alma'. tegur Justin saat ia tak tahan lagi akan tindakan istrinya itu.
"apaan sih!!. dan kamu siapa??!". ucapnya seraya menepis kasar pada Justin.
seketika itu juga ia menyadari sesuatu yang berubah pada dirinya.
"suaraku". gumamnya di hati sembari meraba lehernya.
"suaraku kembali???". gumamnya yang mulai di Liputi rasa senang.
sementara Justin mulai merasa gelisah saat melihat perubahan sikapnya Midea yang seolah olah tak mengenali dirinya.
"Tante. Retha. pak Satria. suaraku kembali". ucapnya senang seraya tersenyum lebar.
"aku bisa bicara lagi". ucapnya senang.
"mama..mama...". ucapnya.
"aku harus kasih tau mama sekarang juga. mama pasti senang kalau anak gadisnya udah bisa bicara". gumamnya senang.
" Tante. Tante ayo kita pulang. Tante ke sini pasti mau jemput aku kan??. ayo kita pulang sekarang". ajaknya sembari menarik lengan Alma.
sementara Alma semakin menundukkan kepalanya diam dengan netranya yang mulai mengkristal. satu sisi ia merasa senang jika putri angkatnya sudah mendapat kan ingatan nya kembali. akan tetapi satu sisi lagi ia takut jika Jasmine tidak melupakan putranya. begitu pun Retha dan Satria mengalami perasaan yang sama dengan Alma. termasuk Justin.
"Tante ayok?!". ajaknya kembali dengan setengah memaksa.
"Jasmine". panggil Alma yang tak sanggup menahan tangisnya.
berat rasanya memberi tahukan ini pada anak yang masih menganggap mamanya masih ada. akan tetapi harus bagaimana lagi jika Jasmine terus berfikir mamanya masih hidup akan lebih berat lagi anak itu menjalani hidup nya. jika ia menceritakan kisah hidupnya sekarang. paling tidak Jasmine memiliki Dean, putra kandung nya sendiri.
"sebenarnyo mamamu..."
"Tante". tegur Retha seraya menggeleng pelan.
Alma menatap Retha heran begitu pun Satria yang tersenyum kecil dan juga menggeleng kan pelan kepalanya.
"mengapa?". tanyanya tanpa menimbulkan suara sedikitpun agar tak terdengar oleh putri angkatnya ini.
sementara Justin juga sama herannya dengan Alma.
Yok ke next chapter ya readers
Hai readers singgah ke novel baruku dong

jangan lupa tetap memberikan like, vote, komen dan juga favoritnya. terimakasih.