
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..
beberapa menit lalu...
acara di hari pertama telah selesai dengan lancarnya. Hal ini membuat Qanita begitu bahagia. Mereka semua berkumpul di ruang family room suitnya Qanita. para model yang tak lain adalah ponakan dari Qanita sendiri.
"nih liat ni kau nya yang tadi udah oke kali lah penampilanmu. Jalannya kau pun udah keren kali. cem model luar negri kau.ku tengok tadi. Tapi besok kau senyumlah sikit. Pake baju manten kau soalnya dek". puji Arjun yang sekaligus mengkritik penampilan adik sepupu nya yang bernama Neesha.
"oke deh bang. Kumao". Sahut Nesha riang.
"emm..dasar korban drakor".celetuk Arjun.
"hehehe..". Kekeh Nesha
"nih kau pun tak kalah juga sama kakak kau ni tetap semangat ya". Ucap Arjun memberi semangat pada gadis yang berusia 22 tahun itu.
"oke bang. Thankiyu. arigato". Sahut Lala.
"alah lah korban jepun pulak lagi". Celetuk Arjun.
"hehe..suka sukanya aku lah bang". Kekeh Lala.
"kalau kau korban apa lagi dracin?". Tanya Arjun pada adik sepupunya yang paling muda di antara yang lainnya.
"hehe..aku, cina, jepang, korea dan india aku suka bang. Kek abang yang suka jalan sama kawan kawan abang. Ada yang asli indo, ada yang cem keturunan kita, ada yang bule nah yang terakhir sering ku tengok abang jalan sama artis korea he..he..he..". KeKeh Neeha
Gadis muda itu sengaja berkata demikian untuk membela dirinya dan juga sekaligus sengaja memojokkan si abang sepupunya yang suka mengganggu dirinya dengan mengatai dirinya anak kecil dan kadang anak bakwan yang plesetan kata bawang.
"ehmm..ya ajalah anak bakwan". Celetuk Arjun yang tak mau berdebat dengan adik sepupu nya yang satu ini.
Lalu mereka kembali fokus pada hasil rekaman dan jepretannya Arjun hari ini.
"nih kamu ni. Besok harus bisa lebih natural lagi jalannya. Harus lebih anggun. kan besok baju nikahannya dari rok dan sari semuanya. masak pengantin cewek centil kayak gini". Protes Arjun pada adik sepupunya yang baru saja tamat SMA itu.
"ya elahh bang Arjun. Namanya juga baru belajar. Lagian kan wajarlah rada rada centil dikit. kan bajunya aunty untuk Pra wed aja. bukan untuk yang sakral saat di Altar atau pun seperti pengantin yang tengah mengitari api suci apa lagi yang sedang ijab kabulnya di mesjid raya Mdan.". Protes adik sepupunya yang bernama Neeha.
"alah mak sok tau kau dek. Orang islam itu ga semua nikahannya di mesjid mulu. Buktinya ni aunty nikahnya aja di rumah bukan nikah di mesjid ya kan aunty". Protes si kakak yang bernama Neesha.
"aku tau lah kak. Kan kawan kawannya aku banyak orang islamnya juga selain hindu dan kristen. Iss kakak ni cem aku ini bodoh kali lah". Protes Neeha.
"eeh sudah jangan berdebat lagi ya?. Neeha, Neesha". Tegur Qanita.
"ayok kalian semuanya kembali ke kamarnya sana untuk beristirahat sekarang. supaya besok kalian bisa fresh kembali. oiya besok kita latihan catwalk sebentar ya sebelum pertunjukan di mulai?". titah Qanita pada semua ponakannya
"iya tante". Sahut semuanya.
Lalu mereka semua beranjak ke luar kamar menuju family suit room yang lain. yang masih berada pada tingkat yang sama di hotel mewah itu. Di susul Neeha dan Nesha.
Di Saat mereka berdua tengah berjalan keluar menuju ke family room suit yang lainnya, tiba tiba kakinya Nesha tertendang pada sebuah lemari rak yang terbuat dari kayu dengan kaki yang masih menggunakan highheels sebelas senti meter, yang akhirnya membuat tubuh Nesha menjadi tidak seimbang sehingga me -nyebabkan dia oleng dan terjatuh menimpa Neeha yang sedang berdiri memegang tuas pintu.
Alhasil bukan hanya Neeha saja yang ikut ter -jerembab jatuh bahkan kini Neesha yang sedari awal akan di perkirakan jatuh pun harus merasakan perih di keningnya di karena kan terbentur keras pada tuas daun pintu yang terbuat dari besi itu.
"awww...". Pekik keduanya menahan sakit pada pinggangnya.
"ya ampun kalian kenapa bisa jatoh sih?". Pekik Lala kaget saat mendengar teriakan keduanya di belakang dirinya.
"aduuuh...". Pekik keduanya kembali yang merasakan sakit pada pinggangnya bahkan Nesha sendiri juga merasakan nyeri di kepala nya juga.
Sebenarnya tanpa mereka berdua tau jika Neesha mulai mengeluarkan darah pada keningnya itu. Mereka baru menyadari saat Arjun dan Qanita menyusul mereka dan...
"astafirullah ...". Pekik Qanita terhenyak yang melihat keduanya terduduk dengan mengelus elus masing masing pinggangnya.
"astaga Neeha...Neesha. Kenapa kalian bisa jatuh begitu. Dan kamu..Neesha". Pekik Arjun seraya mendekati kedua adik sepupunya itu.
"sakit bang.. Tante..". Pekik keduanya.
"aaakh...aaakh..."teriak Neesha saat Arjun menyenggol kakinya.
"kenapa?!". Tanya Arjun heran.
"saki..t baaang..". Jawab Neesha.
"yang mananya sakit?". Tanya Arjun penasaran.
Qanita yang telah berhasil membantu Neeha untuk berdiri akhirnya baru sempat melihat keadaan ponakannya yang satu lagi.
"coba kita buka dulu ini highheelsnya". Titah Qanita seraya menunduk untuk membuka highheels dari gadis yang berusia 23 tahun ini.
"aakh..sakit aunty". Pekik Neesha saat Qanita menyentuh pergelangan kakinya.
"ya ampun ini kening kok merah gini. Kenapa sih?" ujar qanita seraya memegang keningnya Nesha.
" Astafirullah.. Ini darah". Pekiknya panik.
"biar aku angkat ke atas sofa aja aunty". Ujar Arjun seraya menggendong tubuh sepupu nya itu ala bride style.
'La. Tolong panggilkan tante Alma sebentar ya. Biar beliau bisa memeriksa apa aja yang parah". Titah Qanita.
"ya Aunty". Sahut Lala.
Akhirnya Lala pun bergegas ke kamar family suit room lainnya dan segera mengetuk.pintu kamar di mana Dean dan Alma menginap di ruangan itu juga.
Sementara Alma sendiri yang kini sedang bervideo call dengan Midea harus menjeda obrolannya dan meninggalkan Dea sesaat dengan posisi video yang masih terhubung dengan ponselnya Midea hanya demi mem- bukakan pintu untuk Lala.
"ada apo Lala?". Tanya Alma.
"tante di panggil aunty ke kamarnya". Sahut Lala.
"sebentar yo". Sahut Alma seraya pamit ke dalam untuk memberitahukan pada Midea jika dirinya harus menutup komunikasi tersebut.
setelah memberitahukan pada Midea jika diri nya di panggil Qanita ke kamarnya maka wanita paruh baya itu pun mengikuti langkah lala yang berjalan dengan tergesa gesa di depannya.
"kenapo buru buru La?". Tanya Alma heran pada gelagatnya Lala.
"emergency tante". Sahut Lala yang sudah berada di depan pintu kamar Qanita dan langsung membuka pintu kamar tersebut untuk Alma dan dirinya sendiri.
Alma masuk ke dalam dan mendapati tim nya Qanita tengah berkumpul dan sedang mene nangkan Neesha yang sedang menahan kesakitan di pergelangan kakinya. sementara Arjun mencoba memberikan pertolongan pertamanya dengan mengolesi gel anti nyeri di pergelangan kakinya Nesha.
"kenapo ini uni?". Tanya Alma heran.
"entahlah Ma. Anak anak ini tadinya jatuh di situ". Jawabnya seraya menunjuk ke arah pintu.
"ya Allah uni. Bagaimano bisa seperti ini uni?". Pekiknya.
"coba ambo lihat lukanyo dulu yo" . ucap Alma yang menawarkan bantuan untuk melihat luka di keningnya Nesha.
lalu ia mencoba memeriksa luka kecil yang ada di keningnya Nesha akibat terbentur dan mengenai ujung besi dari tuas pintu tersebut.
ia pun memberikan pertolongan pertamanya pada gadis itu. Setelahnya ia mengechek kedua kakinya Nesha. Dan melihat kaki gadis itu yang mulai membengkak.
"uni". Panggil Alma pelan.
Ia melihat ke wajah cantik yang terlihat resah itu. Alma tau jika sahabatnya itu kini sedang memiliki masalah besar yang menyangkut kariernya besok.
Yok ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.