My D you are the first for me

My D you are the first for me
penolakan Midea



"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


seminggu kemudian...


minggu tenang yang seharusnya Midea jalani bersama putranya tiba tiba terusik kembali saat seorang pria yang dulu mengaku sebagai ayah kandungnya datang kembali menemui dirinya.


Jason sengaja menemui Dea untuk melihat keadaan putrinya itu sekarang pasca putri nya itu bercerai dari suaminya.


Midea terpaksa menerima Jason di kediaman nya lantaran pria itu datang ke apartemennya.


layaknya tamu biasa Midea pun menawarkan minum pada pria yang kini sedang menyapa putranya yang baru saja keluar dari ruang kerja Andra di mana sekarang ruangan tersebut di jadikan tempat bermain untuk Dean.


setelah sidang putusan cerainya selesai. Justin sengaja memesan seorang dekorator ruangan untuk membuat ruangan khusus bermain Dean. serta membelikan beberapa set permainan untuk putra mereka.


awalnya Midea menolaknya tapi berkat bujukan pria itu serta meminta pendapat Cindy dan Andra tentang ruangan kerja Andra yang akan di sulap Justin sebagai ruang bermain untuk anak mereka. akhirnya Dea pun menyetujuinya setelah mendapatkan ijin dari yang punya apartemen.


"silahkan". ucap Midea mempersilahkan Jason untuk minum.


"terimakasih nak". sahut Jason seraya menyeruput kopi buatan putri kandungnya itu.


Midea memperhatikan raut wajah pria paruh baya yang ada di hadapannya kini. raut wajah yang mulai terlihat keriput di sudut matanya. tapi tidak mengurangi kegagahan dari pria tersebut.


"apa maksud kedatangan bapak ke sini?". tanya Midea tiba tiba dengan nada datar.


Jason meletakkan cangkir kopinya kembali saat putrinya menanyakan maksud dari kedatangannya siang ini ke apartemen yang di tinggali putri dan cucunya. selain ingin menjenguk sang cucu Jason ingin melihat keadaan sang putri yang sudah lama tak ia jenguk tersebut.


meskipun ia tau jika putrinya hingga kini putri nya itu belum bisa menerima dirinya.


"Jasmine. selama dua hari ini kamu libur kan?".terka Jason yang tau jadwal libur akhir pekan dari perusahaan tempat putrinya itu bekerja.


"papa mau ngajak kamu ke Pdg". ujar Jason.


Midea mengernyitkan dahinya.


"papa mau mengajak kamu nyekar ke kuburan mama Jasmine". ungkap Jason.


Sebenarnya dalam hatinya ia pun ingin sekali ke kota itu. kota yang memberinya kenangan manis di mana putranya lahir. akan tetapi untuk pergi bersama dengan ayah kandung dari madunya itu rasanya "ahh...lebih baik tak usah sajalah". fikirnya.


toh emangnya pria ini siapanya Midea sih. datang datang mengaku sebagai ayah kandungnya meskipun sebelumnya telah menyelamatkan hidupnya di persidangan tempo lalu.


akan tetapi tetap saja tidak ada kesan yang berarti dalam hidupnya mengenai pria itu. Dea mau menerima pria ini di kediamannya hanya sebagai bentuk menghormati kepada yang lebih tua. selebihnya tidak.


bahkan sebagai orang tua kandungnya pun tidak. karena bagi seorang Midea Jason datang sebagai seorang figur ayah adalah sangat terlambat baginya. Midea merasa sudah bisa melindungi dirinya sendiri tanpa seorang laki laki mana pun di dunia ini.


kerasnya hidup yang Dea alami sudah bisa membuatnya dirinya kuat dan teguh selama ini. Midea tak butuh siapapun sebagai pelindung dirinya. baik Jason yang mengaku sebagai ayahnya atau pun Justin, mantan suaminya.


"aku ga bisa ikut pak. aku masih sibuk di sini". Dea menolak ajakan Jason.


"hanya satu hari saja Jasmine. setelah itu kita pulang lagi ke sini".pinta Jason dengan penuh harap.


yah, Jason memang mengharapkan jika putri nya hari ini mau di ajaknya untuk nyekar ke makam mamanya. setidaknya untuk satu harian mereka berdua bisa mengakrabkan diri nantinya.


tapi nyatanya hari ini putrinya itu menolak permintaan dirinya. pada hal permintaannya berhubungan dengan orang yang telah melahirkannya.


"demi mamamu nak. Almh mama pastilah sangat mengharapkan kita bersama sama mendoakan di atas makamnya". bujuk Jason.


Midea bergeming "untuk apa dan untuk siapa?"fikirnya. karena ia sendiri tidak merasa memiliki siapa pun di dunia ini selain Dean, putra yang telah ia lahirkan selama ini.


jika pun nama dari seorang nyonya Naminka adalah nama ibu kandung dari Jasminka tetap saja ia tidak merasa jika dirinya adalah Jasmine. semua kenangan masa lalu yang bernama Jasminka tak bisa dia ingat sama sekali. apa lagi kenangan masa kecil yang ia lalui sebagai Jasmine.


"maaf pak. tolong jangan paksa saya. jika pun saya ingin pergi ke kota itu bukan karena ingin nyekar ke sana. melainkan saya ingin bertemu dengan seseorang yang telah berbaik hati pada saya selama ini. itu saja". ungkap Midea.


"sekarang waktunya Dee untuk istirahat". Midea memperingatkan Jason jika waktu saat ini memasuki jam istirahat.


yang berarti secara tak langsung Midea mengusir Jason secara halus. Jason yang merasakan pengusiran tersebut pun hanya bisa pasrah beranjak dari duduknya dan berjalan lunglai ke arah pintu luar di ikuti Midea yang berjalan di belakangnya.


Jason berdiri sejenak sebelum melangkah keluar ia mengeluarkan selembar kertas yang bertuliskan kartu namanya dan juga tertera nomor ponselnya.


lalu ia membalikkan tubuhnya menghadap putrinya yang kini berdiri tepat di hadapannya.


"Jasmine. papa masih berharap kamu mau ikut sama papa malam ini. papa sudah memesan tiket untuk kita bertiga malam ini. papa masih berharap kamu mau ikut". ucap Jason penuh harap.


"hubungi papa ke nomor ini. papa tunggu kamu malam ini di terminal bus ya nak". ucap Jason penuh harap dengan tenggorokannya yang ttercekat.


"papa pamit dulu. semoga kalian berdua sehat terus". ucapnya kembali saat kakinya telah melangkah keluar dari apartemennya Midea.


"terimakasih atas doanya. semoga bapak juga sehat terus". ucap Midea seraya tersenyum tipis.


lalu ia menutup pintunya dengan perlahan sebagai masih menghormati Jason. Midea tercenung sesaat seraya menatap kartu nama yang di berikan oleh Jason barusan.


sementara Jason masih berdiri mematung menghadap pintu apartemennya Midea. Jason masih berharap pintu itu di buka kembali.


"Jasminka. apa sebegitu bencinya kamu sama papa, ayah kandung kamu nak. maaf kan papa sayang yang sangat terlambat menemukan kamu. tapi ijinkan papamu ini di beri kesempatan untuk melindungi dan membahagiakan kamu di usia senja papa nak". ucap Jason di hatinya seraya menunduk kan pandangannya dalam.


lalu pria paruh baya itu melangkah dengan gontai memasuki lift meninggalkan unit apartemen sang putri yang tinggal satu satu nya.


sedih. itulah yang di rasakan Jason saat mendapatkan penolakan dari putrinya itu. tetapi bagaimana pun ia masih berharap jika sang putri mau merubah fikirannya dan ikut bersama dengan dirinya nanti malam.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.