
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉
awalnya Satria dan Justin hanya mendengar obrolan mereka yang membahas mengenai harumnya minuman yang mereka pesan hingga akhirnya mereka mendengar dua nama yang mereka cari selama ini di sebutkan oleh salah satu dari sekelompok anak muda yang tengah menongkrong itu.
mereka berdua bergeming saat mendengar kan suara perempuan yang memang mereka yakini mengenal suara tersebut. yang saat ini sedang membicarakan tentang Dee.
"apa itu Sagita?". tanyanya pada Satria yang sedang mencoba mencari tau dengan cara mengintip dari balik celah tanaman hias sebagai sekat antara tempat duduk mereka dengan para anak muda tersebut.
"husssss".Satria meminta Justin untuk diam sembari meletakkan satu jari telunjuk ke bibir nya.
Satria mencoba memastikan suara yang ia dan Justin yakini jika itu adalah suara dari adik sepupunya yaitu Sagita yang sedang berlibur ke kota ini. dan benar saja ia melihat Sagita sedang bersenda gurau dengan dua mahasiswa nya. ia menarik dalam nafasnya dan membuangnya secara perlahan.
"ternyata mahasiswanya sendiri yang selama ini menyembunyikan keberadaan Midea darinya". gumamnya di hati.
Sejujurnya ia merasa kecewa dengan dua mahasiswanya itu, Arjun dan Rendy. mengapa harus mereka berdua yang menjadi tokoh utama dalam membantu menyembunyikan Midea. seharusnya mereka memberitahukan keberadaan dua D itu padanya.
"kenapa mereka menyembunyikan ini semua?
ia bertanya tanya di hatinya.
Satria kembali ke posisi duduknya semula.
"apa iya dia Sagita? ". tanya Justin penasaran.
"ya". jawab Satria seraya menganggukkan kepalanya pelan.
"****. sudah ku duga. brengsek mereka". maki Justin seraya mengepalkan tangannya.
"bang". tegur Satria agar memelankan volume suaranya.
seorang pelayan datang ke meja mereka dengan membawa pesanan mereka. Satria meminta abangnya untuk bersabar dan membujuknya untuk makan dan melupakan sejenak pikirannya tentang mantan istrinya itu.
beberapa menit berlalu. Justin dan Satria menunggu kepergian para anak muda itu dari kafe yang mereka tongkrongi saat ini, hingga akhirnya Justin dan Satria mengikuti mereka dengan becak motor di karenakan di jam segini mereka kesulitan untuk mencari taxi.
Justin terhenyak kaget saat melihat Sagita memasuki rumah dari kerabat nya Arjun.
"ada hubungan apa mereka berdua Satria? ". tanya Justin pada adik sepupunya itu.
"mungkin hanya sebatas menginap bang. undangan dari keluarganya Arjun terhadap teman temannya Arjun". sahut Satria yang sudah mengetahui bagaimana keluarganya Arjun menyambut baik teman temannya Arjun jika ada yang datang ke kota ini.
"cih. apa kamu yakin hanya sebatas ity? "..tanya Justin tak percaya dengan raut sinis menatap ke rumahnya qanita.
Satria menanggapinya dengan senyuman lalu menjawab pertanyaan dari Justin.
"biasanya keluarganya Arjun, khususnya tantenya Arjun, ibu qanita memang sering menawarkan untuk menginap di rumahnya jika ada temannya Arjun datang ke sini bang". ujar Satria menjelaskan saat ia teringat kala Retha menginap di rumahnya tante qanita.
Justin bergeming menatap dalam diam ke arah rumah yang bernuansa klasik tetapi sangat menarik. setelah mengetahui Sagita meginap di mana barulah Satria dan Justin kembali ke hotel.
"besok kita harus segera menyusul mereka agar kita bisa mengetahui di mana Dea dan Dee berada". titah Justin saat mereka tiba di lobi hotel.
"aku rasa ga perlu lagi bang".sahut Satria seiring langkah mereka mau memasuki lift.
Justin menghentikan tangannya saat ingin menekan tombol lift lalu menatap heran ke adik sepupunya itu.
"apa maksud kamu?". tanya Justin seraya memicingkan kedua netranya.
"karena aku udah taunya bang mereka ada di mana? ".ucap Satria yakin.
sebenarnya saat ia mengetahui tentang Arjun dan Rendy yang turut andil dalam merahasia kan keberadaan Dea. ia langsung berfikiran tentang tante Alma. di tambah lagi ibu qanita sang pemilik hotel di mana usaha Restoran yang bernama Sumatera yang di bangun bersama dengan tante Alma dan juga Dea saat wanita itu menyamar menjadi Jasmine, yang padahal memang dirinya sendiri di tiga tahun lalu.
"aku ga ngerti". ucap Justin yang masih menatap adik sepupunya itu.
"akan ku tunjukkan besok". sahut Satria seraya menekan sebuah angka di tombol lift yang akan membawa mereka ke lantai hotel di mana kamar mereka berada.
Justin terdiam dan mengikuti apa yang Satria katakan.
"sebenarnya apa yang kamu rencanakan besok? ". tanya Justin kembali yang masih di liputi rasa penasaran yang memenuhi hatinya.
"sabar bang. kita istirahat dulu malam ini. besok aku akan membawa abang ke suatu tempat. okey bang?". sahut Satria seraya menunjukkan senyum termanisnya untuk menenangkan abang sepupunya itu.
Justin memutar bola matanya malas saat adik Sepupunya menunjukkan raut wajah sok imut dengan senyum manisnya itu. akhirnya ia mengalah dan mengikuti apa yang di kata kan Satria barusan. itu berarti ia harus lebih sabar dalam menunggu hari esok untuk mengetahui rencananya Satria.
keesokan harinya..
"kita ga singgah ke tempat tantenya Alma dulu? ". tanya Sagita saat Arjun hanya melewati hotel di mana restorannya tante Alma berada.
"nanti ajalah. aku ingin mengajak kamu ke suatu tempat". sahut Arjun seraya melirik gadis dewasa itu sekilas.
"eh. kita ga ngajak si Dean. sepertinya seru kalau ada bocah imut itu deh?". tanya Sagita lagi.
Arjun menarik kedua bibirnya lalu menatap Gita dan berkata.
"bocah yang kamu katakan imut itu masih asyik bermain dengan teman teman yang seusianya di sekolahnya. haruskah kita culik dia sekarang?". jawab Arjun yang di akhiri dengan pertanyaan pada gadis cantik itu.
"oohhh... ya sudahlah. ga apa". sahut Gita seraya melebarkan senyumnya.
"Kira kira tempatnya jauh ga Jun? ". tanya Sagita kembali.
"hahaha...Git Git..". panggil Arjun dengan kekehan kecilnya.
sementara Sagita terbengong heran melihat Arjun yang tertawa kecil saat ini.
"kenapa sih? ". tanyanya.
"kok bawel amat sih Git. bukannya di nikmati aja ni perjalanan. nanti kamu bakalan tau sendiri kita kemana. okey. yang jelas kamu ga bakalan nyesal deh kalau udah nyampek sana". ujar Arjun menjelaskan pada gadis dewasa itu.
"hmmm... iya deh. aku ikuti aja kemana kamu pergi asal ga di macem macemin aja". sahut Gita.
"hah. macem macemin gimana maksudnya? ".tanya Arjun bingung.
"ya gitu".sahut Gita singkat.
"ya gitu gimana sih? ". tanya Arjun penasaran.
"udahlah Jun. kamu fokus aja nyetir". titah Gita singkat.
Arjun pun hanya bisa geleng geleng kepala mendengar perkataannya Sagita yang terakhir ia pun menuruti titah gadis itu. dengan kecepatan standar ia melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat yang pastinya akan membuat wanita itu berkesan dalam liburan nya kali ini.
sementara sebuah mobil mewah hasil transaksi rental kini bertengger di depan halaman parkiran hotel di mana kini dua pria dewasa nan tampan itu baru saja keluar dari lobi di mana mereka sedang menantikan mobil rental mereka yang akan di antar oleh seorang karyawan yang bekerja di bidang rental kendaraan.
"permisi pak. apa bapak bapak ini sedang menunggu sebuah mobil? ". tanya seorang pelayan hotel.
"iya". sahut Satria.
"mobilnya sudah datang pak. sekarang ada di luar".ucap pelayan hotel tersebut.
"terimakasih ya"..ucap Satria pada pegawai tersebut.
"ya pak sama sama". balas pegawai tersebut.
Justin dan Satria akhirnya keluar dari hotel tersebut menuju ke parkiran di mana seorang dua pria muda menyambut mereka.
mereka mempersilahkan Satria dan Justin setelah memberikan kunci mobilnya. dua pria muda itu kembali ke kantor setelah Justin dan Satria menandatangi perjanjian sewa menyewa mobil.
Satria menyetir mobil tersebut keluar dari area hotel yang mereka inapi saat ini. Satria melajukan mobilnya ke sebuah tempat yang sesuai rencananya hari ini
Lanjut ke next chapter ya readers
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
Terima kasih.