
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
Midea mengerjap ngerjap kan kedua netranya untuk mengkondisikan cahaya matahari yang masuk dari jendela kamar hotel yang sengaja di tingkap oleh kedua bocah yang mencoba membangunkan dirinya yang benar benar masih tertidur pulas di pagi ini.
"undaaaaa... angun dong bunda". panggil Dean untuk kedua kalinya saat melihat bunda nya itu menunjukkan reaksi akan panggilan nya yang pertama tadinya.
"bundaaa... bunda...udah pagi bunda.. bangun
dong bunda". panggil Keyra seraya mendekati ranjang di mana Midea masih membaringkan tubuhnya.
Midea tersenyum saat melihat dua bocah ada di hadapannya kini.
"mereka sudah menunggu awak sedari tadi". ucap Alma saat masuk ke kamarnya Dea.
"tumben terlambat bangun. apo awak capek banna yo. sampai sampai fardhu subuhnyo terlewati". tanya Alma heran.
"kenapa mama ga bangunin aku sih?". tanya Midea sembari bangun dari tidurnya dan duduk di pinggiran ranjang.
Alma spontan menatap sang putri angkatnya dan memberitahukan soal pintu kamar yang di kunci oleh Midea lewat matanya. Midea yang mengerti akan maksud dari tatapan mama angkatnya itu langsung tersenyum kecil dan berkata
"oiya. kamar di kunci. maaf ma".
"siapa yang bukain pintu?. kak Keyra ya?"terka Midea pada Gadis kecil itu yang memang sudah mengerti tentang cara menggunakan kunci pintu kamar hotel.
"iya bunda". sahut Keyra seraya mengangguk kan kepalanya.
"nah berhubung bunda kalian sudah bangun. ayok lekas mandi. sebentar lagi acara pengajiannyo akan segera di mulai. ayok mandi dulu". titah Alma seraya mengajak kedua bocah itu.
"Dee mau mandi sama unda aja nek". tolak Dean.
"keyra juga". timpal Keyra antusias.
"loh loh ini bocah pada kompakan. bunda kalian itu masih banyak urusan nyo. ayok sama nenek sajo lah biar cepat selesai nyo". ujar Alma pada kedua bocah itu.
"ga mau nenek??. Dee mau nya sama unda aja". protes Dean.
"iya keyla juga". timpal Keyra.
"udah ma. ga apa apa. biar nanti aku yang mandikan mereka berdua". ujar Midea.
"ehmmm... ini bocah kalau sudah ketemu sama bunda nyo. indak mau di lepaskan nyo barang semenit pun buat bundanyo bernafas"
omel Alma.
"hi.. hi.. hi.. bialin olang bunda suka pigi pigi nek. coba kalau bundanya tinggal di rumah Daddy pasti Keyla mandi sendiri seperti di rumah Daddy atau pun Ummi". celoteh Keyra dengan kekehannya yang polos.
sontak hal ini membuat kedua wanita beda generasi itu menatap ke arah bocah cantik itu dengan tatapan iba. mereka langsung mengerti akan sikap Keyra yang merindukan sosok ibu.
"iya kak. maaf ya. karena bunda juga banyak kerjaannya. jadi sering ninggalin kakak sama Daddy. itu karena kasian sama Daddynya kalau di tinggalin sama kakak juga". tukas Dea menjelaskan pada Keyra.
"ya udah sekarang kita mandi dulu ya?".ajak Dea pada Keyra seraya menuntun Keyra ke kamar mandi dan melepaskan piyama tidur pada bocah cantik itu.
hampir tiga puluh menit penuh drama dalam memandikan dua bocah tersebut. di mana satunya ingin berendam di bathup hangat dahulu menggunakan minyak esential khusus anak anak. sedangkan yang satunya ingin di bershower ria bak seperti mandi air hujan.
mungkin bagi Midea tak masalah jika dua bocah itu menikmati mandi mereka dengan berbagai gaya dan cara yang dua bocah itu suka. hanya saja untuk saat ini sudah lebih dari lima belas menit mereka bermain air di pagi ini. meskipun air yang di gunakan untuk anak anaknya adalah air yang hangat.
tetapi ini sudah terlalu lama mereka berada di dalam kamar mandi. dan waktu pun semakin siang jika di biarkan begitu saja.
"kak Keyra. Dee. udah cukup mandinya ya. nanti kita terlambat buat Berdoanya". titah Dea seraya mengingatkan akan waktu.
"bental bunda. kakak belum keramas lagi". bantah Keyra.
"iya sama Dee juga unda". Dean pun ikutan protes.
"ya udah sini bunda yang keramasin rambut nya kalian berdua". ucap Midea seraya memencet tombol dari botol shampo khusus anak anak.
midea memgkeramasi rambut para bocah secara acak. ia memulai dengan rambut Keyra yang panjang sebahu bocah itu. di karenakan rambut Keyra butuh pemijatan lebih lama dari pada kepalanya Dean yang berambut sedikit gondrong.
"enak bunda". sahut Keyra jujur.
"syukurlah. bunda pikir kakak kesakitan kalau bunda pijitin sedikit lebih lama kayak gini". ujar Midea sembari terus memijit kepalanya Keyra untuk beberapa menit.
"Dee dong unda??". kok kak Keyla teyus sih yang di pijitin". protes Dean yang merasa di cueki.
"ehmmm... adeknya ternyata cemburu juga sama kak Keyra" celetuk Dea berbisik di telinganya bocah cantik itu.
"hihihi..iya nda.. ".kekeh Keyra.
lalu Midea secara bergantian memijit kepala dari dua bocah kesayangannnya itu.
sementara di taman belakang hotel keluarga nya. Mona menanyakan keberadaan dua cucu nya yang belum muncul sedari tadi pada Justin.
"Tin. si bocah bocah mana Tin. kok belum turun juga udah jam segini".
"loh mereka belum di sini ma. aku pikir mereka udah di sini dari tadi karena aku lihat bu Alma udah di sini juga". jawab Justin.
"belum. mama belum lihat mereka dari tadi". sahut Mona.
"ya udah sebentar. biar aku susul mereka". ujar Justin.
Justin segera menemui Alma dan menanya kan keberadaan Midea dan anak anaknya.
"tadi ambo tinggal sebentar waktu mereka lagi di mandikan sama Jasmine. karena ambo pikir mungkin di sini butuh bantuan yah ambo turun duluan untuk melihat apo yang di rasa kurang". tukas Alma.
"ya udah ga apa apa bu. biar aku yang susul mereka sekarang". ujar Justin.
"iyo nak". sahut Alma seraya menatap punggung Justin yang menghilang di balik dinding gedung hotel mewah ini.
Justin kembali ke lantai di mana kamar nya Midea dan anak anak berada. ssuasana koridor lantai ruangan family suit ini tampak lengang. mungkin karena para tamu yang sebagian kembali pulang ke kotanya masing masing. atau ada juga yang masih bertahan di sini karena sebuah undangan di hari ini, seperti Qanita dan timnya.
Justin mengetuk pintu ruangan tersebut. tetapi tak ada satu pun dari ketiganya mem -bukakan pintu. ia mengamati sinyal yang ada di ruangan ini. hanya satu yang masih aktif itu pun bergerak di satu ruang saja.
"Midea".panggil Justin seraya mengetuk pintu.
lalu ia mencoba menelpon ke ponselnya Dea. tetapi percuma rasanya. sebab entah yang ke berapa kali ia menelpon ke ponselnya wanita itu tetap saja selalu operator yang menjawab nya.
Justin berinisiatif menghubungi bagian resepsionis agar mengantarkan kunci cadangan dari ruangan ini sekarang juga. Justin segera membukakan pintu tersebut untuk mengetahui apa yang terjadi dengan ketiganya.
"makasih". ucapnya pada karyawan hotel tersebut setelah membukakan pintu secara darurat menggunakan kunci cadangan.
sayup terdengar suara wanita dan anak anak tertawa di sebuah kamar. Justin membuka pintu kamar tersebut yang di duga merupakan sumber suara. dan benar dugaannya suara gelak tawa tersebut semakin jelas terdengar di kamar ini. tepatnya dari arah kamar mandi.
"Midea, Dee, Keyra". Justin memanggil ketiga nama yang memang sedang ia cari pagi ini.
"bunda... unda.. lagi.. dong... ". pekik kedua anak anaknya.
Justin begitu penasaran pada apa yang di lakukan Midea pada kedua anaknya sehingga mereka berdua bisa tertawa lepas seperti itu. ia pun berinisiatif membuka pintu kamar mandi yang sedikit terbuka itu. Dan...
"Hey...what are you doing... my D my kids.. stop it..please... "
**
*untuk next chapter
*Midea yang mencoba keluar dari jebakan seseorang. mampukah dia bertahan atau akan ada seseorang yang akan menolong dirinya. siapakah dia?. atau Midea sendiri lah yang menolong dirinya sendiri.
*akan ada badai yang mengubah kehidupan Midea dan Justin. apakah itu?
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.