My D you are the first for me

My D you are the first for me
teman lama berasa baru



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


Midea teringat pada seorang asisten koki yang sering dulunya ia jumpai saat dirinya di ajak Arjun untuk masuk ke dapur kafenya.


"boleh saya ketemu sama asisten kokinya? ". tanya Dea pada salah satu karyawan kafe.


"kakak mau ketemu bang Rafi? ". tanya laki laki tersebut.


"Raffi?". desis Midea seraya mengernyitkan dahinya.


karena seingatnya, asisten koki dari kafenya Arjun bukan bernama Raffi.


"kak". panggil karyawan tersebut saat melihat Dea seperti melamun.


"iya. bilang sama dia kalau teman nya Arjun ingin ketemu". sahut Dea.


"baik kak. tunggu sebentar ya?". sahut karyawan kafe tersebut.


tak lama kemudian..


muncullah seorang laki laki dari arah dapur mendekati ke arah meja Midea yang sedang membereskan sisa cemilan milik Dean.


"Jasmine??". panggil laki laki yang bernama Raffi itu pelan seraya memicingkan kedua matanya.


Midea menoleh dan menatap bingung pada pria yang ada di hadapannya kini.


"Raffi". ucap laki laki tersebut seraya menunjukkan dirinya sendiri.


sementara Raffi yang telah mengetahui kondisi Dea dari Arjun dan juga teman teman nya yang lain memaklumi jika suatu saat ia berhadapan dengan Teman lamanya itu.


Flashback...


tiga hari yang lalu....


seorang pria tampan turun dari taxi di depan cafenya Arjun dialah teuku Ahmad Raffi, salah satu sahabat Arjun selain Rendy dan Didit.


jika yang lain memilih melanjutkan kuliah mereka dalam pengambilan profesi maka Raffi lebih memilih masuk ke dunia militer sehingga pria itu jarang berkumpul dan berkomunikasi dengan teman temannya yang satu jurusan waktu di perkuliahan dulu.


hingga beberapa tahun bertugas di sana sini hingga ke luar negri, akhirnya barulah tahun dan bulan ini ia bisa menikmati cutinya dan berkunjung ke kota di mana ia habiskan lima tahun bersama dengan teman temannya menimba ilmu di salah satu universitas bergengsi di propinsi ini.


Raffi masuk dan membuat surprise pada Arjun yang sedang memberi arahan pada beberapa karyawan barunya. tentu saja hal ini membuat kehebohan di kafe resto tersebut.


Arjun terpaksa menghentikan kegiatannya sejenak dan menghampiri sahabat lamanya itu.


"ah kau Raffi tak bilang bilang mau datang. aku pikir kau lupa sama kawan kawan di sini". celetuk Arjun.


"ya tidaklah. mana mungkin aku begitu. tau kau kangen kali aku sama kalian. makanya begitu aku selesai jadi sukarelawan di luar negri buru buru aku kemari". ujar Raffi.


"eh mana kawan kita yang lain. kalau mereka dekat dekat sini panggilah. jumpa jumpa kita".


celoteh Raffi penuh harap.


"mereka jauh. ga tinggal di sini. cuma aku sama si Retha yang masih nempel di sini hahaha". kekeh Arjun.


"wah sayang kalilah pada hal pingin kali aku jumpa. emang mereka tinggal di mana semua sih? ". tanya Raffi penasaran.


"si Rendy ada di Pdg. si Merry di bawa lakiknya ke Itali. si Cindy ngawanin lakiknya di brstgi sekalian jadi petani kayak si Didit hihi".


kekeh Arjun.


"hah. si Cindy jadi petani. udah pulang anak itu?". tanya Raffi penasaran.


"udah. trus di kawinin sama kolega bapaknya yang sebenarnya itu perempuan memang sukaknya sama lakiknya sendiri makanya habis di jodohin dia nya lari". cerita Arjun.


"hahaha.. ada aja tu si Cindy. kenapa ga ngomong aja kalau dianya ga mau di jodohin ngapain mesti lari. bikin repot kita semua waktu itu nyari nyari dia lagi. ya ga? ". celetuk Raffi.


"emang". sahut Arjun.


banyak hal yang memang perbincangkan pada reuni kecil itu sehingga suasana semakin akrab saat kehadiran Retha dan Sagita yang akhirnya perbincangan mereka pun menuju ke arah Jasmine.


Raffi terhenyak kaget saat tiga orang yang di hadapannya menceritakan kisah hidup Jasmine yang sebenarnya. hingga gadis itu berubah nama menjadi seorang Midea Hasxander karena amnesia berat yang di alaminya di tambah selama sakit wanita itu mengkonsumsi obat anti depresi yang membuat ingatannya semakin melemah.


semakin banyak yang mereka ceritakan kisah hidup Jasmine semakin trenyuh hati bagi siapa pun yang mendengarkan kisah miris nan tragis ini.


"jadi sekarang dia di mana? ". tanya Raffi penasaran.


"di Aussie". sahut Retha.


"sama suaminya? ". tanya Raffi kembali.


"yah semoga mereka bahagia. terutama Jasminka". doa Raffi tulus pada temannya itu.


Dan kini ia tak percaya pada apa yang di lihatnya saat ini. teman lama yang baru empat hari yang lalu mereka bicarakan kini muncul di sini bersama dengan seorang bocah tampan nan menggemaskan bagi siapa saja yang melihatnya.


sementara Midea masih saja mematung menatap heran pada pria tampan yang ada di hadapannya saat ini.


"Raffi. saya asisten kokinya untuk saat ini". ucapnya sekali lagi seraya memperkenal kan dirinya kembali pada wanita beranak satu itu yang tak lain adalah memang teman kuliah yang satu jurusan dulunya.


"yang baru? ". tanya Dea penasaran.


Raffi tersenyum simpul da berkata "ya. yang baru". tapi untuk sementara saja". lanjutnya seraya tersenyum ramah.


"oo.. . aku Midea dan ini adalah anak aku Dean". sahut Dea seraya membelai rambut Dean.


"hay boy". sapa Raffi pada bocah tampan itu.


"hay too". sahut Dean seadanya.


Raffi pun hanya tersenyum simpul mendapat kan balasan sapaan seadanya dari bocah itu.


"aku dan Arjun adalah teman baik. biasanya kami berdua sering saling bantu. hanya saja belakangan ini aku tak berada di kota ini jadi aku baru sempat ke sini lagi". Dea mencoba menjelas kan tentang persahabatannya dengan Arjun pada Raffi.


"ya aku mengerti. Arjun sudah menceritakan semuanya padaku. ada yang bisa aku bantu?". ucap Raffi dan di akhiri dengan pertanyaan.


"boleh aku pakai dapurnya sebentar. ini anak ku ingin makan masakan rumahan. biasanya dia hanya mau makan jika Arjun yang memasakkannya untuknya. tetapi karena Arjunnya tak ada. jadi ia memintaku untuk memasak". jelas Dea panjang lebar.


Raffi tersenyum lalu ia menyapa kembali putra dari teman lamanya itu dengan ramah. sementara Dean hanya membalas sekedar nya lantaran ia belum pernah melihat Raffi sebelumnya di kafe ini atau pun dalam setiap perkumpulan teman teman bunda, ummi, abi, ayah dan papanya serta oomnya atau yang lainnya yang telah akrab dengannya.


"hehe.. putra kamu lucu banget Jasmine". kekeh Raffi saat mendapatkan balasan sapaan sekedarnya dari bocah yang berusia tiga tahun itu.


Dea tersenyum simpul.


"dia memang begitu untuk orang yang baru di kenalnya". sahut Dea.


"owwhh... ". sahut Raffi manggut manggut.


"unda...???..lapal.. ayok kita macak ke dapul nya papa". pinta Dean sedikit merengek.


"hey boy...are you hungry? ". lets go we cook together". ajak Raffi pada bocah bule itu.


Dean menatap Raffi heran lalu mengalihkan pandangannya ke arah Dea.


"kita masak sama om Raffi". ujar Dea yang seakan mengerti akan tatapan sang putra.


akhirnya Raffi mempersilahkan Dea dan Dean masuk ke dapur bersama untuk memasak sesuai yang mereka inginkan.


saat berada di dapur Raffi membiarkan teman lamanya itu memakai semua peralatan dapur yang di butuhkan. karena ia ingat ceritanya Arjun jika teman lamanya ini memang sering menghabiskan waktunya untuk membantu Arjun jika Arjun repot di kafe saat pengunjung sedang ramai ramainya.


yah seperti dirinya yang sudah tiga hari membantu Arjun saat melihat kawannya itu kerepotan sendiri karena salah satu asisten kokinya ada yang sakit.


sudah tiga hari pula ia menghabiskan masa cutinya di kafe ini demi si kawan yang masih kerepotan mengurus kafenya yang ada di brstgi lantaran koki utama di sana sedang cuti menikah di hari ini tepatnya.


Arjun sebagai boss yang memiliki rasa peduli pada anak buahnya memberikan sumbangan berupa catering discount Lima puluh persen untuk anak buahnya yang telah setia membantunya selama dari pertama buka dari cafe resto tersebut.


Alhasil ia sangat kerepotan khusus di hari ini. di mana acara akad dan sekaligus pesta di hari yang sama. jadilah dirinya di tinggal sendiri oleh Arjun saat ini. beruntung ia memiiki keahlian dan hobi yang sama dengan Arjun saat di kuliahan dulu. hanya saja ia jarang memasak dan lebih suka menikmati masakan Arjun.


saat jauh dari negri kelahirannya barulah ia mengasah bakat memasaknya karena merindukan masakan tersebut. seiring waktu berjalan ia pun semakin banyak belajar dari kerinduannya akan masakan negeri.


...***************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.