My D you are the first for me

My D you are the first for me
menahan amarah



"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


"bah. isssss.....bikin kesel kali lah!!". desis Midea kesal sembari merapatkan sederetan gigi gigi putihnya.


Rasa kesal dan amarahnya menjadi satu di tambah lagi rasa haus yang besar sehingga menyebabkan tenggorokannya saat ini menjadi kering. sebenarnya ia ingin sekali menghampiri Justin dan menyuruhnya pulang sekarang.


Akan tetapi ia lebih memilih ke dapur untuk minum. karena meredakan rasa hausnya lebih penting dari pada mengutamakan nafsu amarahnya pada pria yang sedang tertidur pulas di atas sofa ruang tv apartemennya.


Setelah meminum banyak air saat ini. Ia pun berniat kembali ke kamar seraya membawa satu botol air mineral ke dalam kamar untuk berjaga jaga jika ia haus lagi nantinya.


Midea melewati kembali sofa yang di tiduri Justin. Ia melihat Justin yang sedang tidur meringkuk dengan tangannya yang sedang bersedekap. Ia berlalu begitu saja ke kamar dan meletakkan botol mineral itu di atas nakas di samping ranjangnya agar mudah ia mengambilnya saat ia merasa haus lagi.


Midea merapikan bantalnya serta merapikan selimutnya Dean dan Keyra. Niat di hatinya ingin merebahkan kembali tubuhnya tetapi ia teringat pada Justin yang tidur meringkuk tanpa di balut selimut.


"isshh....puffff.". Desah Midea seraya menarik dan menghembus kembali nafasnya dengan kasar.


Lalu ia berjalanmasuk ke wardrobe untuk mengambil sebuah selimut. Dea pun kembali ke luar kamar menuju sofa di ruang tv di mana Justin masih tidur dengan gaya posisi yang sama seperti tadi.


Midea menatap mantan suaminya dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu yang entah apa itu. ia pun terlalu sulit untuk mengungkapkan. Apa lagi malam ini pria itu sudah mau berbaik hati merawatnya saat ia di posisi tengah kumat sakit di kepalanya.


Dea mendekati Justin sembari membuka lebar selimut tebal yang ia bawa dari kamar. Dea menyelimuti pria itu dengan perlahan hingga menutup tubuh Justin dengan sempurna agar pria itu mendapatkan rasa hangat dari selimut yang Dea bawakan untuk pria itu.


setelah di rasa beres menyelimuti pria yang menyebalkan itu akhirnya ia berniat kembali ke kamar untuk melanjutkan istirahatnya tetapi baru juga ia berniat untuk melangkah tiba tiba ada sesuatu yang menarik perhatian nya.


Sesuatu yang terang bercahaya di bawah sofa


Dea memperhatikan benda berupa ponsel yang jatuh mendekati kolong sofa. Ia melirik Justin sembari menggeleng gelengkan kepalanya heran atas tindakan Justin yang bermain ponsel hingga ketiduran seperti ini.


"ceroboh juga ternyata". Dumelnya pelan seraya melirik sinis pria yang sedang tidur mendengkur halus tersebut. Lalu Ia pun memungut ponsel yang masih terbuka seluruh aplikasinya dan berniat menutupnya sebelum meletakkan ponsel tersebut di atas meja yang terletak di depan sofa tersebut.


Dengan sentuhan jari jemarinya yang lentik, Satu persatu aplikasi yang terbuka dalam ponselnya Justin Dea tutup tanpa harus kepo dengan isi yang ada dalam setiap aplikasi tersebut. Hingga akhirnya ia terpaku pada satu aplikasi yang terakhir yang membuat darahnya berdesir seketika.


Midea membuka aplikasi yang membuat dahinya berkerut dengan rasa penasaran yang mendominasi hatinya saat ini.


"aplikasi ini". desisnya seraya menelan kasar salivanya.


Midea memperhatikan seluruh ruangan di dalam layar monitor ponselnya Justin. ia terhenyak kaget dengan Tangannya yang bergetar seraya menutup mulutnya agar tak menimbulkan suara yang bisa membuat bangun anaknya.


Bagaimana tidak, aplikasi yang ia lihat dalam ponsel Justin saat ini adalah sebuah aplikasi yang berhubungan dengan cctv yang terdapat pada ruangan ini. Di mana ia melihat dirinya sendiri ada di ponselnya Justin lengkap beserta dengan kegiatannya saat ini.


untuk memastikan kembali penglihatannya Midea mencoba dengan menggerak gerakkan tangannya ke atas. Dan semua terbukti jelas seperti dugaannya. Dea pun memperhatikan kembali di setiap sudut dari ruangan yang di mana ia berdiri saat ini.


Midea menggeserkan layar ponsel tersebut untuk melihat ruangan apa saja yang terhubung pada ponselnya Justin.


"dapur. teras. di depan pintu masuk?!". desisnya dengqn nafasnya yang mulai memburu.


"akh...sialan kamu Justin. Berani beraninya kamu mematai matai aku dengan cara licik seperti ini. Belum puas apa kamu menyuruh orang lain mengawasi aku selama ini. di tambah lagi kamu memasang cctv di apartennya orang lain. Hah!". dumelnya pelan


Midea mengatur nafasnya dengan menarik nya dalam untuk menahan rasa amarah di dalam hatinya atas perlakuan Justin saat ia teringat pada bossnya, Andra. Ia teringat jika ini adalah apartemennya Andra. Mungkin sebelum ia di bawa masuk dan di tawari untuk tinggal di sini bisa jadi cctv rahasia di apartemen ini memang sudah terpasang sebelumnya.


Jika begitu sedari awal Andra pasti melihat kegiatan dirinya di dalam apartemen ini di setiap harinya.


"atau jangan jangan Justin yang meminta pada temannya itu agar memberinya ijin untuk bisa meng acces cctv rahasia di apartemen ini. Agar Justin juga bisa ikut mengecheck kegiatan yang ada di setiap ruangan apartemen ini". Midea mulai berspekulasi terhadap pemikirannya sendiri.


"akh..sialan mereka. Ternyata ga ada yang bisa di percaya selain dirinya sendiri. Semua sama saja. orang orang di Kehl Bio Company ga ada yang bisa di percaya". Gerutunya di hati.


Dea kembali ke luar kamar kembali ke sofa di mana Justin masih dengan lelapnya tertidur di sana. Ia menatap ke wajah tampan yang pernah membuatnya tergila gila sembari menutup aplikasi di ponsel Justin yang membuat darahnya mendidih malam ini.


Tetapi sayangnya ia tidak bisa melampiaskan amarahnya pada Justin begitu saja malam ini.ia tunggu momen yang tepat untuk membalas apa yang Justin lakukan selama ini. Justin telah mencurangi kesepakatan yang telah di buat bersama dengannya tempo lalu.


"jika kamu bermain secara rahasia maka aku pun bisa Justin. Akan aku buktikan Justin". Gumamnya geram seraya mengepal ponsel pria itu.


Midea meletakkan secara perlahan ponsel tersebut. Jika ia bisa memilih ingin rasanya ia membanting keras ponsel tersebut ke Justin.


"sabar..sabar..Midea akan ada masanya buat melampiaskan semuanya ke pria brengsek itu kamu harus menyusun strategi untuk membalas kecurangan pria brengsek itu". bathinnya bergemuruh.


Midea kembali ke kamar untuk mengistirahat kan tubuhnya kembali agar besok ia bisa berfikir sebuah rencana untuk membalas pria itu.


Midea memperhatikan di setiap sudut kamar untuk mencari sebuah mini kamera yang terselip di antara ruang dinding kamar yang berwarna hitam putih tersebut.


Midea duduk di atas ranjang la merebahkan tubuhnya kembali. Ia sedang berfikir untuk pindah tempat tinggal yang nyaman untuk dirinya dan anaknya. sebuah rumah tanpa memiliki pengawasan apa pun.


...****************...


Hai Readers sayang ...follow akun ku ya di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka


.


Terima kasih.