
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
setelah ritual sarapan bersama pagi itu. sudah menjadi kebiasan wanita yang sebentar lagi akan memasuki dua puluh sembilan tahun itu mengutip piring bekas makannya dan juga mengutip piring bekas makan anaknya yang di atas meja makan.
lalu Dea membawanya ke washdish untuk mencuci langsung. sementara tiga orang tua dan juga Justin menatap kagum pada wanita yang terkadang terlihat mirip dengan ayah kandung nya, yang tak lain adalah besan mereka Jason Archidean.
lalu Astrid bangun dan membantu Midea untuk membereskan meja makan dan juga dapur yang masih berantakan karena sehabis memasak tadinya ia dan Mona belum sempat merapikan dapur yang bernuansa putih dan pink soft itu. mereka berdua bekerja dalam diam. Dea yang tak mengenal Astrid sedang kan Astrid yang masih segan untuk menyapa anak tirinya itu.
tujuannya membantu Midea saat ini adalah agar nantinya ia bisa berbasa basi pada putrinya Naminka itu. tetapi hampir lima belas menit berlalu Astrid belum bisa mengeluar kan sepatah kata pun untuk menyapa putri barunya itu.
saat Astrid sedang membersihkan meja racik di dapur tiba tiba ia terdiam terpaku menatap punggung Midea yang sedang asyik bergelut dengan piring piringnya.
"anak ini terlihat seperti Nadira". gumamnya di hati.
yah seketika ia teringat akan almh putri pertamanya yang bernama Nadira saat almh putri pertamanya itu sedang mencuci piring. Astrid memperhatikan cara Midea membersih kan piring piring tersebut yang lebih banyak menggunakan perasan lemon dan sedikit detergen khusus cuci piring dari pada detergen khusus untuk cuci piringnya.
ia teringat kadang dirinya suka mengomel pada almh putrinya yang bernama Nadira jika sudah menghabiskan hampir setengah kilo lemon hanya untuk satu kali kegiatannya dalam mencuci piring.
Astrid terus memperhatikan Midea yang bernama asli Jasminka tersebut.
"Jasminka Orchidea. Jason dan Naminka". gumam Astrid yang memikirkan kepanjangan dari nama putri tirinya itu.
sementara Orchidea adalah nama belakang dari putri putrinya. Astrid berfikir apakah Naminka sengaja meletakkan nama belakang yang sama pada putrinya itu. atau seketika ia teringat nama belakang kedua putrinya itu adalah pemberian dari Jason.
"mungkinkah Orchidea nama pemberian dari mereka berdua yang sama sama menyukai anggrek atau rencananya Jason yang menginginkan nama tersebut jika memiliki anak perempuan". Astrid bergelut dengan pemikirannya saat ini.
"tante..! ". panggil Dea saat ia membalikkan tubuhnya dan melihat Astrid yang sedang bergeming seperti memikirkan sesuatu.
"ahh iya.. Jasmine. ada apa? ".sahut Astrid yang tersadar dari lamunannya itu.
"aku udah siap. jadi aku mau liat anak anak dulu. permisi". ucap Midea seraya sedikit menganggukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
"i.. iya Jasmine". sahut Astrid seraya menatap kepergian putri tirinya dari hadapannya.
Midea pun pergi meninggalkan wanita paruh baya cantik itu sendirian. ia berniat menyusul Dean dan bermain bersama, jika pun ada Keyra ia akan mengajak bermain bersama. memang sudah lama ia tak bermain bersama bocah cantik itu semenjak dirinya di penjara.
dulu di saat ia belum mengetahui jika Keyra adalah putri Justin dan Namira. Dea, Dean dan Keyra sering menghabiskan waktu bersama ketika bocah cantik itu menginap di rumah Retha, istri dari adik sepupunya Justin.
sekarang saat ia mengetahui semua hal tentang Keyra tak sedikt pun niat di hatinya untuk membenci apa lagi menjauhi anak itu. mengingat dulu saat Keyra masih baby ia merasakan sentuhan yang membuat naluri keibuannya mengalir begitu saja pada bocah cantik itu.
apa lagi di tambah keinginan hatinya ingin memiliki baby sendiri. dan untunglah yang Maha Kuasa mendengar doa di hatinya sehingga lahir seorang bocah tampan yang menggemaskan yang ia beri nama Mykehl Deansyah.
suara gelak tawa terdengar di telinga Midea dari arah sebuah ruangan bermain yang pernah Dea susuri saat keluarga Ardiansyah tersebut belum tiba di sini. dan benar saja jika Dea menemukan dua bocah itu sedang bermain di sana dengan riangnya.
"hallo sayang...". panggil Dea mesra pada dua bocah yang ia rindukan kebersamaannya.
"unda...??? ". pekik keduanya girang...
kedua bocah tersebut menghampiri Midea dengan senang. Dea pun menyambutnya dengan pelukan hangat. lalu melepaskan mereka berdua setelah di rasa cukup puas memeluk kedua tubuh mungil itu.
"kakak sama Dee lagi main apa? ". tanya Dea berbasa basi pada kedua bocah itu.
yang sebenarnya ia sudah tau jika Dean lagi main robot robotan sedangkan Keyra lagi main masak masakan.
"ini aku main tobot tobotan. kak Keyla main macak macakan nanti tobot Dee yang mamam". sahut Dean polos.
"oh ya??? ". memangnya Kakak masak apa sih? ". tanya Dea penasaran pada bocah cantik itu.
"hmmm... aku masak bistik kesukaan Dee dan Daddy. bunda mau?". tawar Keyra.
"udah bunda. bentar ya. kakak ambilin dulu". sahut Keyra.
lalu bocah cantik itu mengambil sesuatu yang berbentuk daging yang terbuat dari bahan plastik. Keyra meletakkan mainan bistiknya ke dalam sebuah nampan dan membawanya ke hadapan Dea dan Dean.
"nih buat bunda trus yang satu lagi buat adek". ucap Keyra seraya menyuguhkan masing masing sepiring mainan bistiknya ke Dea dan Dean.
"terimakasih kakak Keyra". ucap Dea sumringah.
"makacih kak Keyla". ucap Dean.
"iya sama sama. ayo di makan bunda... adek juga". ucap Keyra.
lalu ketiganya pun larut dalam permainan yang mereka ciptakan. Dea, Dean dan Keyra terlihat bahagia di mata Astrid yang sedari tadi memperhatikan mereka bertiga dari balik pintu ruangan bermain tersebut. tanpa sadar ia pun juga ikut tersenyum melihat tawa bahagia dari cucunya itu.
awalnya Astrid hanya ingin mencari suaminya tetapi ia mendengar suara gelak tawa dari arah ruangan bermain di mana terlihat Dea, Dean dan Keyra yang sedang bermain bersama. Astrid mengagumi Dea yang bisa begitu akrab dengan Keyra.
"Namira.. anak kamu terlihat sangat bahagia bersama auntynya dan juga adiknya saat ini. semoga kamu tenang ya nak di alam sana. bunda selalu berdoa untuk kamu dan kakak juga anak anak kamu". Astrid berdoa di hati nya.
Astrid terus memperhatikan tingkah polah anak anak saat berada dekat dengan Midea. mereka bertiga terlihat bahagia tanpa sadar ia pun ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah anak anak karena Midea.
"bun". panggil Jason seraya mendekat ke arah Astrid.
Astrid menoleh ke arah suaminya itu dan tersenyum.
"lihat apa? ". tanya Jason pada Astrid.
"tuuh.. cucu cucu lagi main sama auntynya". sahut Astrid yang menunjukkan dengan bibirnya ke arah Dea, Dean dan Keyra.
Jason tersenyum dan berniat untuk nimbrung bersama cucu dan putrinya itu. tetapi segera di tahan Astrid.
"jangan di ganggu yah. nanti putri kamu kehilangan moodnya. sayang cucu cucu kita. biar aja dulu mereka bermain bersama sampai puas". saran Astrid pada suaminya itu.
Jason menoleh ke sang istri dan tersenyum.
"iya bunda. sekarang kita ngapain pun di sini. mending ke tempat lain aja yuk". ajak Jason sembari menarik pinggang sang istri untuk mengikutinya.
Astrid pun menyetujui dan mengikuti sang suami. pasutri itu membiarkan Dea, Dean serta Keyra bermain bersama.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.