My D you are the first for me

My D you are the first for me
Di balik diamnya Midea



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉 ya readers..


setelah menghabiskan wakt lebih dari satu jam lamanya di luar hotel. Keluarga Kehl tersebut pulang kembali ke hotel dengan menggunakan kendaraan dan pasangan mereka masing masing. begitu pun Midea yang sedari awal pergi dan pulang dengan Justin.


selama dalam perjalanan pulang Justin memperhatikan sikap Midea yang kebanyakan diam sedari mereka singgah di warung tenda di pinggiran jalan hingga saat ini.


sementara Midea sendiri memang memilih lebih banyak diam semenjak ia tau perasaan Justin yang masih sangat mencintai almarhumah istrinya itu. di tambah lagi ia harus di hadapkan kembali dengan sahabat nya Jasmine. lalu kembali kepikiran tentang tante Sonya dan komplotan nya dengan gadis gadis muda belia tersebut.


"apa yang akan di lakukan tante Sonya pada gadis gadis itu?" apakah ia akan mencari korban selanjutnya?". tanyanya di hati.


"Midea". panggilan Justin menyentakkan diri nya dari lamunannya.


Midea menoleh sekilas ke arah pria yang memanggil dirinya.


"kamu kenapa?. udah ngantuk ya?. soalnya dari tadi kamunya diam aja semenjak kita si singgah di warung tenda di pinggiran jalan tadi nya".tanya Justin.


"ga apa apa. aku cuma capek dan ngantuk. itu aja". sahut Dea datar meskipun ia menjawab dengan kebohongan.


Justin tersenyum menanggapi jawaban Dea lalu mengajaknya langsung pulang kembali ke hotel. dan Midea hanya mengangguk pelan lalu netranya kembali melihat ke arah luar jendela mobil.


mobil memasuki areal parkir hotel dan Midea langsung turun dari mobil tersebut berjalan memasuki lift di susul Justin di belakangnya.


Justin mengantar Midea hingga di depan kamarnya Midea di mana anak anaknya ada di sini malam ini.


"jangan lupa besok acara pengajian untuk anak anak kita di mulai jam 9 pagi ya". pesan justin pada Midea.


"ya". sahut Midea datar seraya membuka pintu ruang kamarnya.


"eh De".Panggil Justin seraya menahan lengan wanita itu untuk menunda sesaat langkahnya memasuki ruang kamarnya.


"happy birthday". ucapnya seraya tersenyum manis.


Midea pun tersenyum saat tau untuk siapa ucapan tersebut di tujukan, melainkan hanya untuk MyKehl Deansyah seorang, putra mereka berdua yang tercipta tanpa unsur kesengajaan tetapi di perjuangkan kelahiran nya dengan Cinta oleh Midea seorang.


"anak kita sudah empat tahun sekarang". ucap Justin mengingatkan umurnya Dean sekarang ini.


"iya". sahut Dea datar.


"De". panggil Justin kembali.


"thank you". ucapnya pada wanita berparas cantik dan manis namun sesekali terlihat eksotis dan terkadang imut sekali.


"what for?". tanya Dea tak mengerti.


"because you still want to survive and fight for Dee in the predicament I created.( karena kamu masih mau bertahan dan memperjuang kan Dee di dalam kesulitan yang aku cipta kan)". tukas Justin seraya menatap sendu pada wanita kuat itu.


Midea menanggap pernyataan Justin dengan senyuman lalu berkata


"I did it for myself Justin. (aku melakukan nya untuk diriku sendiri Justin) ".


"not for the sake of anyone or anything, including you what else is your family. so don't do anything and also seek attention from me for Dee's sake. If in the past I expected so much from you. but not anymore. (Aku melakukannya untuk diriku sendiri Justin. bukan demi siapapun atau apa pun termasuk kamu apa lagi keluarga kamu. jadi jangan lakukan apapun dan juga mencari perhatian dariku demi Dee. jika dulu aku berharap begitu banyak sama kamu. tetapi sekarang enggak lagi)". ucapnya mantap.


"aku ikhlas Midea".tukas Justin tegas.


Midea hanya bergeming menatap diam ke wajah pria yang dulu sempat membuatnya seperti orang gila dalam mencintainya.


"selamat malam Justin. aku duluan". ucapnya pada ayah dari putranya itu.


lalu wanita itu memasuki ruang family suitnya tanpa mengucapkan sepatah kata apapun lagi pada pria yang baru saja mengajaknya jalan jalan di tengah malam buta.


sementara Justin hanya menatap diam punggung Midea yang menghilang di balik pintu.


"harus dengan cara apa lagi De untuk meyakinkan kamu jika aku tulus melakukan apa pun demi kamu". ucapnya di hati.


lalu Justin beranjak dari sana setelah ia terpekur cukup lama di depan kamar Dea.


"syukurlah jika mereka ga terbangun". gumam nya di hati.


**


Satria mengelus punggung Retha saat melihat sikap Jasmine terhadap istrinya saat mereka berdua bertemu.


"ga apa apa dek. butuh waktu untuk bisa mengembalikan keadaan menjadi seperti dulu lagi". ujar Satria memberikan pengertian pada istrinya itu.


"ya bang adek tau. makanya adek ga maksa kan diri agar dia mau ngobrol sama adek tadinya". jawab Retha.


"yok bobo". ajak Satria pada istrinya itu setelah melihat Retha telah selesai berganti dengan piyama tidurnya.


***


Justin masih memperhatikan pergerakan sinyal yang di perkirakan adalah Midea


"kenapa dia belum tidur lagi ya. apa dia ga bisa tidur?". gumamnya di hati.


Justin mengetikkan pesan pada wanita itu dengan menanyakan pertanyaan pada umum nya


"De. sudah tidur apa belum?".


Justin menunggu balasan dari Midea dengan mematutkan netranya ke arah layar ponselnya ia berharap wanita itu membaca pesannya dan membalasnya.


lima belas menit terlewati tetapi tak ada tanda apa pun dari wanita itu untuk membaca pesannya bahkan membuka ponselnya saja tidak karena Justin melihat notifikasi terakhir saat wanita itu mengaktifkan chat ponselnya.


akhirnya ia menyerah dengan memilih tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya demi acara hajat untuk putranya nanti pagi


sementara Midea baru saja bisa terlelap tidur kembali setelah lima belas menit membolak balikkan tubuhnya karena merasa gelisah.


entah apa yang di rasuki dalam fikirannya saat ini. Midea begitu gelisah dalam hatinya. ia memandangi Dean begitu lama. entah mengapa perasaan tak enak terhadap putra nya itu muncul begitu saja.


Midea membaringkan tubuhnya tepat di samping antara kedua bocah yang menginap di kamarnya. ia mencodongkan tubuhnya ke arah sang putra seraya membelai rambut ikal kecoklatan nan lembut itu.


"Dee". Midea memanggil sang putra di hati nya.


"bunda sayang sama kamu. selamat ulang tahun ya sayang". ucapnya pelan sembari mencium kening, pipi dan ubun ubun sang putra yang sedang mengemut di kala tidur itu.


ia kembali menatap wajah imut nan tampan itu untuk melekat lebih erat dan tersimpan dalam di dalam hatinya. ia takut tidak bisa menyimpan lama di dalam memorinya yang terkadang bisa saja error secara tiba tiba.


pasca ia keluar dari perawatan rumah sakit yang terakhir kalinya. ia mulai merasakan halusinasi. karena dalam setiap mimpi yang muncul selalu saja ia bisa merasakan yang orang lain rasakan di dalam tubuhnya. sakit nya dan juga kenangannya.


sempat ia terlintas di benaknya akan peristiwa kecelakaan besar di suatu daerah yang menyebabkan beberapa orang terluka dan seseorang meninggal bahkan ia merasa jika dirinya adalah salah satu dari korban tersebut.


Midea tak berani memaksakan ingatannya sebab ia takut jika terus terusan melakukan nya lambat laun Dean akan menjadi takut pada dirinya. dan tentu saja ia tak mau itu terjadi.


"ya Allah bantu aku untuk memulihkan semua kenangan masa laluku secara perlahan meski pun kenangan tersebut ada yang menyakitkan ".ucapnya di hati dengan penuh pengharapan.


***


*untuk next chapter


*Midea yang mencoba keluar dari jebakan seseorang. mampukah dia bertahan atau akan ada seseorang yang akan menolong dirinya. siapakah dia?. atau Midea sendiri lah yang menolong dirinya sendiri.


*akan ada badai yang mengubah kehidupan Midea dan Justin. apakah itu?


tetap stay di sini ya reader..


Yok kita ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.