
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Minggu pagi di kota Brstgi.
suara dering ponsel yang baru saja full baterainya setelah di charger oleh Arjun semalaman. Arjun mengerjapkan matanya perlahan. rasa kantuk masih mendera nya setelah bekerja satu harian bahkan lanjut ke malam hari lagi. mungkin jika ia tidak rutin olahraga bisa jadi badannya remuk semua malam ini.
ponselnya kembali berdering untuk kedua kalinya. Arjun terpaksa bangun dan meraih ponselnya yang berada di atas nakas.
"hallo". sapanya malas.
"Arjun..hiks hiks.. hiks.. ". seorang wanita dari seberang sedang menangis sesengukan memanggil namanya.
Arjun terhenyak saat mendengar suara aunty yang paling dekat dengannya sedang menangis
"kya hwa aunty?". tanya Arjun penasaran dan prihatin.
"grandma Meety sudah meninggal..hiks.. hiks.. hiks.. ". ucap qanita yang masih menangis sesengukan.
"apa?!! ". pekik Arjun terperanjat kaget mendengar berita tersebut.
"grand..ma Meety??? "udah ga... a.. da.. lagi.. ".
ucap Arjun terbata bata.
"iya sweetu". sahut Qanita dari sebrang dengan terisak.
"kamu pulang sekarang ya??". titah qanita.
"iya aunty". sahut Arjun.
"mami gimana aunty? ". tanya Arjun penasaran soal maminya.
sebab selama ini maminya yang paling dekat rumahnya dengan grandma.
"mamimu sangat shock. kamu pulang sekarang ya? titah qanita.
"iya aunty". sahut Arjun.
lalu Arjun pun dengan sigap membereskan barang barangnya saat itu juga untuk segera pulang kembali ke Mdn. ia ingin melihat wajah grandmanya yang selalu mendukung nya selama ini untuk yang terakhir kalinya.
saat Arjun keluar dari kamarnya bersamaan dengan Sagita yang baru saja keluar dari kamar anak buahnya yang hendak kembali ke kamarnya lagi. Sagita terhenyak melihat Arjun yang sedang terburu buru itu.
"Arjun? ". pekik Sagita pelan.
Arjun melirik Sagita sekilas lalu memalingkan wajahnya ke arah lain. Sagita yang melihatnya pun merasa heran karena baru juga semalam mereka mengobrol bersama meskipun hanya mengobrol yang ringan ringan saja.
tetapi yang di lihatnya pagi ini Arjun meninggalkan kamarnya dengan buru buru.
"kamu mau check out terus? ga kecepatan? kan masih ada beberapa jam lagi. kamu pasti belum makan kan?. yuk bareng". ajak Sagita.
"ga bisa kak. aku harus pulang sekarang". sahut Arjun seraya melangkah pergi.
"tunggu. kamu ada masalah ya? ". tanya Sagita saat mencegah langkahnya Arjun.
"grandmaku meninggal pagi ini kak. jadi aku harus buru buru. supaya aku bisa melihat wajahnya untuk terakhir kalinya". ujar Arjun pelan dengan tenggorokan yang tercekat.
"oh.. maaf Jun. aku turut berduka". ucap Sagita tulus.
"makasih kak". balas Arjun.
"Arjun kamu pulang naik apa?. tanya Sagita yang tau jika Arjun tak membawa kendaraan pribadinya.
"aku naik travel aja kak". sahut Arjun.
lalu muncullah ide di otaknya Sagita. gadis dewasa itu menyuruh Arjun untuk menunggu sesaat. gadis dewasa itu pun masuk ke kamarnya dan tak lama kemudian Sagita keluar dengan membawa serta koper dan barang barangnya yang lain.
"sebentar ya". titah Sagita seraya masuk ke salah satu kamar anak buahnya.
Arjun pun memandang heran pada gadis dewasa itu atas tingkahnya pagi ini. tak lama kemudian Sagita keluar dan mengajaknya pergi dari sini.
Arjun pun mengikuti Sagita yang menuju ke parkiran di mana mobil pribadi wanita itu terparkir di sana. ia masih memandang heran pada kakak letingnya itu.
"ayok masuk Jun". ajak Sagita saat ia membuka pintu mobilnya dan memasukkan barang barang miliknya ke jok belakang dari mobilnya.
"kakak mau ngapain?". tanya Arjun heran.
"kita pulang sama sama sekalian aku antarin kamu ke tempat grandmanya kamu". ujar Sagita yang langsung mengambil posisi duduk di setir.
"ah.. iya kak.. ". sahut Arjun yang akhirnya bergegas masuk ke mobilnya wanita cantik itu.
Sagita pun langsung menancapkan gas mobilnya keluar dari halaman parkiran hotel menuju jalanan yang akan membawa mereka pulang kembali ke Mdn.
selama dalam perjalanan mereka lebih banyak diam. hanya sesekali Gita memancing adik letingnya itu berbicara dengan menanya kan seputar hubungannya dengan grandma nya itu. Arjun menceritakan kisah hubungan nya dengan sang grandma yang banyak membantu dirinya apa lagi dalam hal masak memasak selain maminya.
Sagita mendengar apa yang di ceritakan Arjun seraya terus berfokus pada jalanan yang mulai berliku. akhirnya mereka kembali terdiam saat Arjun tau jika jalanan tak lagi nyaman buat berkendara sambil mengobrol.
Arjun membiarkan gadis dewasa itu terus fokus menyetir demi keselamatan mereka berdua.
...----------------...
Minggu pagi di kota pdg...
Qanita memberitahukan pada sang suami bahwa ibunya sudah tak ada lagi. Salim pun segera memesankan tiket pesawat untuk dirinya agar bisa segera menyusul sang istri yang berada di kota Mdn semenjak istrinya mendapatkan kabar jika ibunya masuk rumah sakit karena mengalami kesulitan bernafas.
Salim memberitahukan pada salah satu karyawannya yang telah ia angkat sebagai manajer hotel agar selama tiga hari ke depan untuk menyetop acara apapun yang berlangsung di aula hotel mereka sebagai tanda penghormatan terakhir untuk ibu mertuanya.
lalu Salim menghubungi Danang mengenai kabar ibu mertuanya dan meminta Danang agar untuk tiga hari ini saja tidak membuka Restoran secara umum dan cukup melayani para tamu hotel saja.
akhirnya untuk sementara Danang menyetujui dan menyarankan dirinya untuk menemani pria paruh baya itu dan juga ikut menyusul ke kota di mana Alma dan qanita pergi bersama untuk menjenguk ibu kandung qanita yang sedang di rawat di rumah sakit.
akhirnya dua pria itu pun pergi menyusul sang istri untuk ikut berbelasungkawa atas musibah dan juga kesedihan yang mereka dapati dari berita pagi ini. karena bagaimana pun seorang Danang dan Alma telah menjalin pertemanan layaknya saudara yang seperti kerabat mereka meskipun berbeda keyakinan.
...----------------...
dering ponsel Justin berbunyi.Justin dengan malas mengambil ponsel tersebut karena di rasa masih mengantuk karena lelah memikir kan istri dan anaknya yang kini entah di mana
meskipun berita yang ia dapatkan jika Dea dan Dean ada di kota Pdg.
akan tetapi tetap saja ia belum tenang jika belum ketemu dengan mereka dan melihat mereka baik baik saja.
"yah hallo". sapa Justin yang mengetahui bahwa nomor tersebut adalah panggilan video call dari luar negri milik ponsel mama nya.
Justin meggeser ke atas layar ponselnya dan terlihat seorang bocah cantik yang terlihat mirip Namira jika sudah mengambek. Justin tertawa kecil saat melihat pemandangan wajah cemberut di hadapannya.
"ya kakak. ada apa sayang? ". udah bangun ya? ". tanya Justin basa basi yang memang sudah pastilah gadis kecil itu sudah bangun di jam segini di waktu benua itu.
"adek sama bunda mana? ". kenapa kakak belum boleh ngomong sama mereka? ". kenapa sih Daddy bohong terus? ".ujar Keyra yang terus mencercai dirinya dengan banyak pertanyaan seputar dua D yang kini entah di mana.
"iya nanti ya. kalau Daddy udah nyusul mereka ke rumah neneknya Dee. Daddy masih di Mdn ni. Daddy bakalan langsung menghubungi kakak kalau Daddy udah ketemu sama adek Dee dan bunda ya? ". sahut Justin mencoba membujuk putri kecil nya itu.
"ga mau. Daddy kelamaan. kakak nyusul ke Indonesia aja sama grandpa kalau gitu". ujar Keyra.
"iya boleh kakak nyusul Daddy kesini. tapi sabar dulu ya?". kakak tunggu Opa sama oma juga. biar pulang ke indonesianya sama sama ya? ". bujuk Justin yang mulai kewalahan menghadapi sikap Keyra yang hampir setiap waktu menanyakan adik dan bundanya.
hampir setengah jam pria tampan itu membujuk sang anak agar bersabar untuk sementara waktu sampai ia bisa menemukan dua D yang pergi mendadak tanpa sebab.
akhirnya dengan di bantu sang mertua dan mamanya akhirnya putri kecilnya pun mau mengalah dan menutup sambungan video call itu.
"pufff... ". keluh Justin yang merasa penat di kepalanya memikirkan masalah keluarganya.
dari kemarin hingga ia mendapatkan berita pagi ini sungguh membuat dirinya menjadi tegang urat lehernya.
"harusnya gue bangun pagi fress ini malah stress. nasib.. nasib... ada istri hobinya lari lari". keluh Justin seraya bangun dari ranjang nya dan memilih berendam di bathup yang hangat.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.