
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
Justin tiba di depan perusahaan keluarganya Andra. ia menunggu di parkiran dan berharap wanita itu keluar sendiri tanpa pengawalan Andra.
semenjak pertengkarannya dengan Andra. Justin mendapat laporan jika Midea sering pulang bersama ke Villanya Andra untuk menjemput Dean. meskipun nantinya mereka di antar kembali oleh supirnya Andra.
akan tetapi tetap saja Justin tidak menyukai hal tersebut. apa lagi setelah Andra terang terangan mengakui pada dirinya bahwa pria itu memiliki perasaan pada istrinya itu.
"cih. sahabat macam apa itu yang dengan sengaja menusuk dirinya dari belakang". pikir nya.
Justin melihat Arloji di tangannya yang telah menunjukkan waktu di jam empat sore. itu berarti tak lama lagi jadwal kerja Dea segera berakhir. dan pastinya ia akan keluar dari gedung tersebut sebentar lagi.
beberapa menit terlewati Justin masih menanti dengan sabar. dan benar saja Beberapa karyawan keluar dari gedung tersebut untuk pulang ke rumah mereka dan bercengkerama dengan keluarganya masing masing.
ia masih menanti seraya mengetuk ngetuk setir mobilnya dengan menggunakan jari telunjuknya. tak lama kemudian yang di harap kan muncul juga. Justin tersenyum senang saat melihat sosok yang di tunggu berjalan sendirian keluar dari gedung. itu berarti kesempatan dirinya mengajak Dea untuk naik ke mobilnya.
Justin segera keluar dari mobilnya untuk menghampiri wanita yang telah di nantinya sedari tadi. tetapi baru juga ia keluar dari mobilnya tiba tiba Andra datang memanggil istrinya dari belakang yang membuat seketika itu juga Midea menghentikan langkahnya serta menoleh ke belakang.
"aish... dia lagi dia lagi. hobi banget sih sama bini orang. dasar pebinor lu Andra. udah punya binik sendiri pun masih juga deketin istri sahabat lu sendiri. dasar rakus". gerutu Justin kesal.
Justin semakin kesal??. ya sudah pastilah. bagaimana ia tidak bisa kesal. karena ia merasa tersaingi oleh sahabatnya sendiri. yang nota bene bukanlah pria sembarangan. ia mengakui keunggulan Andra yang memiliki kharisma dalam hal mengambil simpati dari orang orang dan juga wanita.
mungkin jika ia memiliki saingannya orang lain sudah dari kemarin ia bertindak nekat menemui Midea dan membawanya keluar langsung dari kerjaannya. dan membayar seluruh penalti perusahaan dengan sikap arogannya.
tetapi kali ini ia tidak mau mengalah lagi untuk mengajak Midea pergi bersamanya. Justin segera menyusul Midea yang akan pulang bersama Andra.
"Midea". Justin memanggil Dea dengan lembut tetapi tatapannya sedikit nyalang ke arah Andra.
tetapi sayangnya Andra hanya melirik Justin sekilas saja dan tak menggubris tatapan sinis Justin yang di tujukan untuknya. asalkan ia bisa menjaga karyawannya itu dari serangan verbal maupun fisik Justin yang di takutkan akan terjadi nantinya.
sementara Midea menoleh ke arah Justin lalu melirik ke arah Andra seraya mengernyitkan dahinya. dalam penglihatannya ia sempat menangkap tatapan sinis Justin ke Andra, sahabatnya itu.
"mereka kenapa?". Midea bertanya dalam hati nya.
"De. bisa kita bicara sebentar?". tanya Justin lembut dengan tatapan penuh harap pada wanita itu.
Midea terdiam sejenak lalu menjawab dengan pertanyaan kembali pada pria yang menyebal kan itu.
"mau bicara apa?".
"sebentar aja. please.. ". jawab Justin dengan memohon.
Midea terdiam sesaat. sebab ia ragu untuk memberikan jawaban ya atau tidak seraya melihat ke Andra untuk menanyakan pendapat bossnya itu. sementara Andra yang mengerti akan tatapan Midea hanya bisa mengangguk pelan sebagai pengganti dari jawabannya untuk wanita itu.
"hubungi saya kalau udah siap". ucap Andra seraya berjalan kembali ke ruangan kantornya
"gue sendiri yang akan menjemput Dee dan yang akan mengantarnya pulang juga. lu pulang aja duluan. nanti gue ke villa lu buat jemput anak gue sekalian setelah urusan gue sama istri gue selesai". ujar Justin tiba tiba yang langsung menjelaskan rencananya hari ini saat melihat temannya itu kembali masuk ke gedung kantornya.
sontak perkataan Justin mengejutkan kedua nya. mereka pikir Justin hanya mengobrol sebentar saja di sini. setelah pria itu pergi Andra dan Dea bisa pulang bersama lagi sekalian menjemput Dean di Villa mereka.
nyatanya Justin memiliki rencana sendiri untuk sore ini. Justin masih berdiri di depan Dea dan menunggu jawaban dari wanita itu.
Midea melirik Andra sekilas lalu berpamitan pada bossnya itu dengan mengangguk pelan kepalanya menghampiri Justin yang sedang memperhatikan mereka berdua.
perasaan tak senang hadir kembali saat melihat bagaimana dekatnya Midea pada pria itu. sehingga untuk pergi dengannya saja harus meminta pendapat pada pria itu. meski pun pria itu adalah sahabatnya sendiri. apa ini yang di namakan perasaan cemburukah terhadap wanita yang dulunya ia abaikan?
Justin menarik kecil sudut bibirnya saat Dea berjalan melewati dirinya. ia melirik Andra sekilas yang sedang menatap kepergian Dea dan meninggalkan pria itu Sendirian di parkiran. Justin segera melangkah untuk menyusuri langkahnya Midea.
Justin segera membuka pintu mobilnya untuk Midea lalu menutupnya setelah Midea masuk. ia memutari mobilnya seraya melirik Andra yang masih mematung menatap mereka. ia tersenyum menyeringai tatkala berhasil membawa Midea pergi dari Andra.
sementara Andra sendiri hanya menatap sendu kepergian wanita yang pernah ada di hatinya itu. entah mengapa ada perasaan tak rela jika wanita yang ia coba lindungi selama ini pergi dengan pria lain meskipun itu adalah suamimya dan juga sahabatnya sendiri.
"apa ini yang di namakan perasaan cemburu kah terhadap wanita yang dulunya diam diam ia sukai dan ia pandangi meskipun dari kejauhan".
(baca cerita selengkapnya di novel pertama ku Jasminka/orchidea episode Rahasia hati ).
dering ponsel membuyarkan lamunan Andra.
Cindy menelpon dirinya hanya untuk di belikan buah jeruk saat Andra pulang ke rumah nanti. di karenakan perasaan mual masih terasa di tenggorokannya Cindy.
"jeruknya yang banyakan ya mas" pinta Cindy.
"iya nanti mas belikan. ya udah kamu rebahan dulu kalau masih mual. mas segera pulang sekarang ". ujar Andra.
"iya mas". sahut Cindy dari seberang ponsel nya.
Andra pun segera masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya ke toko buah buahan untuk membelikan istrinya itu jeruk. setelah insiden pertengkaran Justin dan dirinya serta di ikuti salah paham istrinya hingga berakhir dengan kengambekan Cindy.
Andra berusaha untuk menghindari yang bisa menyinggung atau menyakiti perasaan Cindy terlebih sekarang istrinya itu sedang hamil di tri semester pertama. sehingga ia harus menjelaskan dulu kepada Cindy sebelum istrinya itu mengalami perasaan perasaan yang membuat wanita hamil itu semakin baperan.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.