
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
suasana di sore itu mulai ramai saat taman belakang hotel di buka kembali untuk acara sore ini. kali ini para tamu yang mulai ber datangan dengan membawa anak dan cucu atau ponakan mereka masing masing sehingga taman ini banyak di penuhi oleh anak anak kecil.
mereka menantikan acara kejutan yang ter -dapat di pesta yang sering di buat bagi siapa pun yang ingin merayakan hari jadinya.
Midea langsung membereskan penampilan nya Dean saat bocah itu baru selesai di mandi kan olehnya.
"hmm.. ganteng banget anak bunda. gemess".
celetuk Midea.
"hehe.. iya dong. kan unda yang lahirin Dee". sahut Dean polos.
Midea tersenyum geli mendengar celotehan dari putranya itu. lalu berkata
"okey sekarang Dee.. harus..
"iya unda Dee tau. tunggu di lual kan?. tunggu bunda ciap pake baju duyu kan?". oke unda. Dee kelual deh cekayang". potong Dean yang tau akhir dari kalimat sang bunda.
"unda cepetan ya. jangan lama lama tapi. nanti kita di tungguin yang lain". pesan Dean.
"iya sayang". sahut Midea seraya tersenyum
lalu ia hanya menggeleng gelengkan kepala nya sembari memandangi Dean yang pergi menjauh meninggalkan dirinya di kamar.
sementara Justin yang baru saja menyelesai kan penampilannya di sore ini bergegas keluar dari kamar pribadinya untuk turun ke lantai di mana Midea dan Dean berada saat ini.
"Daddy". panggil Keyra saat bocah cantik itu baru saja keluar dari kamarnya Retha dan Satria.
"hei sayang. cantik banget anak Daddy". puji Justin saat memperhatikan penampilannya Keyra dengan balutan mini dress yang di pesannya sepaket dengan miliknya Midea.
"iya dong. ummi yang dandanin". sahut Keyra senang.
"bilang apa sama umminya?hmmm?". tanya Justin saat melihat Satria dan Retha yang datang mendekat.
"udah bilang Daddy. itu ga usah Daddy ingatin lagi. Keyla udah tau Daddy". sahut Keyra.
"ohhh..iya..iya deh Daddy percaya kalau kakak emang anak Daddy yang pinter". puji Justin pada putri cantiknya itu.
Satria dan Retha tersenyum lebar melihat kemesraan ayah dan anak itu.
"udah siap kak?". tanya Justin.
"udah dong Daddy". sahut Keyra antusias.
"lets go to the party( ayo pergi ke pesta)".ajak Justin seraya menggenggam tangan Keyra.
"let's go". sahut Keyra.
lalu ayah dan anak itu memasuki lift di iikuti oleh Satria yang menggenggam tangan istri cantiknya itu.
lift bergerak turun dan berhenti di lantainya family suit room.
"kalian turun aja duluan. abang mau jemput dua D dulu". titah Justin pada adik adiknya itu.
"iya bang". sahut Satria sembari menekan tombol lift kembali.
Keyra mengetuk pintu ruang tersebut dan memanggil adiknya.
"ehh cantiknyo". pekik Alma takjub saat ia membuka pintu dan mendapati Keyra di sana.
"bunda mana nek? ". tanya Keyra.
"bunda lagi di dandani sama nenek cantik di kamarnyo. apo kak Keyra mau ke sano?". tanya Alma.
"tapi indak usah sajo ya. mending kito nunggu bundanyo di bawah sajo sama adek Dee yo? ". tawar Alma saat melihat Justin yang mendekati mereka.
"boleh". sahut Keyra.
"sebentar yo ambo panggilkan Dee dahulu". ujar Alma seraya masuk ke dalam kamar pribadinya.
"Dee. ayok kita turun duluan. ada kak Keyra Samo Daddy itu di luar". ajak Alma pada Dean yang sedang asyik menonton di ponselnya Alma.
lalu Alma membawa kedua bocah itu keluar dari ruang family suit itu.
"De Jasmine??". tanya Justin pada Alma.
"lagi di dandani Samo Qanita. jadi saran ambo indak lah usah menunggunyo. pastilah lamo" jawab Alma.
"biarkan nanti si Jasmine barengan turunnyo sama Qanita dan juga anak anak yang lain nyo". titah Alma.
"baik Bu. tapi ibu duluan saja saya ada mau balik lagi ke kamar ada barang yang ketinggalan".dusta Justin.
sedikit tak percaya pada apa yang di ucapkan oleh Justin barusan. akhirnya Alma tetap mengajak kedua anaknya Justin untuk turun bersamanya.
sepeninggal nya Alma pria itu memilih menunggu wanita itu di depan pintu kamar miliknya Qanita. Justin menunggu Midea sembari memperhatikan sinyal dari salah satu perhiasan yang di gunakan oleh Midea saat ini. kali ini bukan hanya satu melainkan tiga yang terdeteksi di ponselnya Justin.
Justin tersenyum sendiri saat melihat tiga sinyal yang berada di ruang family suitenya milik Qanita.
suara tuas pintu dari kamarnya Qanita mengalihkan perhatiannya dari ponsel nya. Justin segera menghindar dari sekerumunan gadis gadis muda yang berprofesi sebagai model dari Qanita berjalan bergerombolan memasuki lift.
Justin memperhatikan satu persatu orang yang keluar dari ruang family suite tersebut. hingga akhirnya ia melihat wanita cantik yang telah di tunggu nya selama beberapa menit ini.
Justin tersenyum kecil saat wanita manis itu menggunakan barang barang yang di berikan nya untuk di pakainya di saat ini.
"cantik". satu kata itulah yang terucap di bibir nya Justin.
Justin bergegas menghampiri Midea dan segera mengambil lengan wanita itu lalu membawanya masuk ke sebuah lift yang kosong.
"Iss...bisa ga sih jadi orang jangan suka banget ngulik ngulik orang. aku laporin ke polisi baru tau rasa kamu". hardik Midea kesal saat dirinya terkurung kembali bersama Justin di ruang sempit ini.
"di sana sempit. mending kamu satu lift dengan aku. jadi bisa bebas mau ngapain aja ya ga?". ucap Justin dengan seribu alasan yang melintas di kepalanya.
"cih. alesan yang ga masuk di akal tau ga?". cibir Dea seraya melirik sinis pada pria yang ada di sampingnya ini.
"terserah deh. yang penting tujuan nya aku kan baik. supaya kamunya ga berdesak desakan sama mereka. hobi banget sih ngerumpi rame rame di lift. kayak kurang kerjaan aja". tukas Justin membalas cibiran wanita keras kepala itu.
"dasar caper". cibir Dea lebih pedas.
Justin hanya menarik kedua sudut bibirnya lebih lebar menanggapi cibiran pedas sang mantan istri.
"whatever. kamu pikir aku perduli. yang penting aku menang bisa selalu nyulik kamu kayak gini". jawab Justin cuek.
Midea menajamkan sorotan netra yang semakin menambah kemilau dua mutiara hitam yang terbingkai di sana. Justin di buat terpana akan kemilau indah yang di tampilkan dari kedua mutiara hitam tersebut.
Justin menatap takjub pada dua mutiara yang di miliki oleh mantan istrinya itu. pesona Midea yang selalu tersembunyi selama ini tiba tiba begitu jelas terpancar saat ini. hasrat Justin kembali muncul untuk mendekati wanita ini lebih dekat dan erat lagi.
sementara Midea yang mendapati tatapan seperti itu langsung merasa ketat ketir hati nya. tatapan Justin sama saat beberapa pria mesum yang mencoba mendekati nya saat ia menjadi model plus plus dulunya.
"ngapain kamu?!". Hardiknya ketus saat Justin semakin mengarah dekat padanya.
"menjauh ga?!". titah Midea.
Justin tak menanggapi apa yang di katakan Midea. baginya membuat Midea ketakutan seperti ini adalah sesuatu yang menyenang kan batinya. itu artinya wanita ini masih memiliki rasa takut terhadap dirinya jika ia melakukan sesuatu yang jauh dari kata kata romantis.
"Justin!!". panggil Dea dengan ketus sembari memundurkan dirinya ke belakang hingga mentok di dinding lift.
tentu saja hal ini tak di sia siakan oleh Justin ia mengurung tubuh wanita itu di antara dua tangan kekarnya yang bersender pada dinding lift.
kini mereka saling bersitatap dengan netra mereka yang sama sama mencari arti dari tatapannya masing masing di dalam netra pasangannya. baik Justin dan Midea sama sama bernafas dengan debaran jantung yang berdetak tak beraturan.
Justin tau seberapa detik lagi lift akan tiba di lantai dasar. hingga akhirnya ...
Nb
hingga akhirnya apa ya??
eng ing eng ...
Yok kita ke next chapter ya reader..
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.