My D you are the first for me

My D you are the first for me
mengikuti alur pemikiran Midea



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


Beberapa hari terlewati tanpa terasa hampir satu bulan Midea menghabiskan harinya di kota ini dengan menjalankan aktifitasnya yang dulu sebagai tukang masak di restoran yang di bangun bersama dengan Alma yang kini menjadi mama angkatnya.


Baik Alma dan Midea kini sama sama saling membutuhkan dan mendukung satu sama lain. bahkan kini hubungan mereka semakin erat.


Kini Dengan kegiatan lamanya, yakni memasak makanan khas Sumatera bersama Alma di Restoran membuat Dea merasa menemukan arti hidupnya. Kebahagiaannya yang dulu sebelum ia menuruti permintaan Alma untuk melanjutkan kuliahnya Jasmine kembali.


Bukan hanya Midea yang merasakan bahagia tetapi Dean juga ikut merasakan kebahagiaan tersebut, lantaran bocah tampan itu bisa sering sering bertemu dengan Rendy, pria yang di panggilnya ayah dan juga Arjun pria yang di panggilnya papa jika Arjun berkunjung ke pdg untuk menjenguk auntynya dan juga mengecheck perkembangan restorannya tante Alma.


Apa lagi saat Arjun tau jika Dea memilih untuk kembali menjalani hidupnya di kota kelahiran putranya. Maka ia pun ikut menjaga wanita itu dengan merahasiakan keberadaannya saat ini dari siapapun yang berhubungan dengan Daddynya Dee itu atau pun orang orang yang berhubungan dengan perusahaan Kehl Bio Company, Termasuk Retha atau pun Cindy.


Kecuali untuk seorang Sagita saja barulah Arjun memberitahukan pada gadis dewasa itu setelah berfikir dua kali. Itu pun karena ia Mengingat jasa baik Sagita yang telah banyak membantu Dea selama ini. Dengan memberinya persyaratan bahwa Sagita tidak akan membocorkan kepada siapapun tentang keberadaan Dea dan Dean selama ini.


Bagaimana pun Arjun selalu mewanti wanti kan Sagita di karenakan gadis dewasa cantik itu memiliki hubungan keluarga dengan Ardiansyah.


"kamu pikir aku seember itu apa?". protes Gita saat Arjun memberitahukan segala keadaan Dea dan Dean saat ia berkunjung ke sana dan meminta Sagita untuk merahasiakan ini semua.


"iya aku percaya kalau kamu bisa di percaya. Makanya aku ceritanya cuma sama kamu". Ujar Arjun jujur seraya mengedipkan sebelah matanya.


di perlakukan genit seperti itu gadis cantik itu hanya bisa memutar kedua bola matanya menanggapi tingkah adik letingnya yang terkadang bikin kesel sekaligus gemes dan terkadang bikin kagum sekaligus ngangenin.


Sementara dari balik meja kasir Qanita dan Alma saling berbincang di pagi menjelang siang itu. Mereka memperhatikan dua D yang kini keduanya dalam jangkauan mata mereka.yang mana satunya sedang santai menikmat biskuit dan susu coklatnya. Dan terkadang bocah kecil itu sesekali mencelupkan biskuit nya ke dalam susunya.


"hmmm....yummy...hmm...enak". Celotehan celotehan itulah yang sesekali muncul dari mulut kecilnya.


Sedangkan D yang satunya lagi tengah larut dalam kesibukannya meracik bumbu dan mengolah makanan makanan yang akan di sajikan siang ini. Alma dan qanita diam diam memperhatikan raut wajah Dea yang terlihat bahagia saat ini. Mengerjakan pekerjaannya dengan wajah sumringah apa lagi saat wanita itu mampu menyelesaikan sebuah resep baru dari seorang chef senior yang kini di angkat oleh Alma sebagai penanggung jawab dapur di bagian makanan inti.


Selebihnya ia masih mempercayakan pada seorang chef yang masih muda yang memiliki hobi memasak makanan manis. Dan kini pekerjaannya jauh lebih mudah saat putri angkatnya itu turun tangan dalam mengolah desert dan juga sebagai pencicip rasa.


"tampaknya dia begitu bahagia selama ini ya Alma". Qanita berkomentar seraya memperha tikan gerak gerik Midea dan juga raut wajah nya selama ini.


"iyo uni. Ambo sangat bersyukur sekali jika ia sudah merasakan kebahagiaannyo lagi sekarang". Sahut Alma yang juga ikut mem- perhatikan Midea dari tempat duduknya


"semoga saja terus begitu". Ujar Qanita.


"iyo uni". Sahut Alma yang tersenyum senang seraya menatap putri angkatnya yang kini sering ia panggil namanya De Jasmine.


Ada perasaan lega dan bahagia yang terselip di hatinya kala melihat senyum bahagia yang terpancar dari raut wajah wanita yang ia per -hatikan sedari tadi bersama dengan qanita di sini.


Mungkin itulah alasannya mengapa saat itu Jason dan Astrid mendatanginya saat mereka berkunjung ke pdg dan menceritakan segala keluh kesah mereka tentang Jasmine yang belum bisa menerima mereka sebagai orang tuanya.


Dan dari cerita Jasonlah jika Midea sudah bercerai dengan suaminya serta telah men-dapatkan hak asuh anaknya lagi, tetapi hal itu tidak membuat putrinya itu bahagia. Maka nya itu Jason meminta pada Jasmine untuk nyekar ke kuburan sang mamanya untuk mendoakan mamanya.


Akan tetapi bukan mendapatkan jawaban yang menyenangkan dari sang putri justru Jason langsung di tolak mentah mentah oleh putri kandungnya itu. Sehingga ia pergi menyekar ke kuburan Naminka dengan istri nya.


setelah mereka pulang dari pemakaman Jason dan sang istri menemuinya dan meminta dirinya untuk menghubungi putri mereka dan meminta wanita itu untuk pulang kembali ke sini. Karena menurut Jason jika putrinya itu butuh ketenangan hati untuk bisa kembali merengkuh kebahagiaan yang sulit ia dapati lagi selama ini.


Dan feeling seorang ayah Ternyata benar ada nya jika kebahagiaan dari Midea atau pun Jasmine adalah berada di rumahnya dan juga berada dekat dengan orang orang yang tulus mengasihi dan juga yang menyayanginya.


Alma masih ingat betul saat saat terakhir melihat raut wajah putri angkatnya itu yang nampak murung dan tertekan bathinnya meski pun pihak pengadilan telah memutus kan pada Midea jika wanita itu tidak bersalah dan di beri kebebasan sepenuhnya dari segala tuntutan hukum.


tapi hari ini dan juga hari hari sebelumnya Alma melihat kembali raut wajah ceria dari Jasminenya yang dulu. Lepas bebas tanpa merasa ada beban yang menghimpitnya.


"bagaimana dengan kuliahnya?". Tanya qanita tiba tiba.


Alma terhenyak kala qanita melontarkan pertanyaan seperti itu.


"uni". Tegur Alma.


"maaf. Aku hanya penasaran karena yang aku dengar dari Arjun saat itu Jasmine sedang mempersiapkan sidang skripsinya tetapi kembali di undurkan karena kasusnya saat itu. Aku hanya ingin tau apa kah masih ada harapan di tahun depan?". ujar Qanita.


Alma mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang di lontarkan qanita barusan.


" karena menurut cerita yang aku dengar dari salah satu anak temanku. Jika akan ada kebijakan baru untuk para mahasiswa yang mengalami sakit berkepanjangan atau pun musibah yang berlarut". tukas qanita.


"maksudnya gimano?. Ambo indak mengerti uni?". Tanya Alma penasaran.


"mungkin untuk kasusnya Jasmine itu bisa di toleransi sama pihak kampus. Jasmine kemungkinan masih memiliki kesempatan untuk menyelesaikan kuliahnya yang selalu tertunda selama ini Ma?". jelas qanita.


Alma tercenung sesaat lalu menatap ke arah jendela kaca dapur di mana ia bisa melihat putri angkatnya itu dari sini.


"ambo selalu mengharapkan ia bisa seperti teman temannyo yang lain. Berdiri di atas podium dengan memakai toga bersama para mahasiswa yang lainnyo uni. Sesuai harapan almarhumah Naminka. Tetapi ambo indak mau terlalu berharap lagi uni. Sebab ambo takut jika ambo memaksakan Jasmine lagi takutnyo bundanya Dee itu akan sakit karena kepikiran tentang apo yang ambo sampaikan pada anak itu". Ujar Alma jujur.


"atau anak itu tidak akan merasa nyaman apo lagi bahagia karena meraso di bebani hutang budi karena ia masih menganggap dirinyo saat ini sebagai Midea bukan Jasmine uni??". ungkap Alma menceritakan yang sebenarnya.


"hah?". benarkah seperti itu Ma?". Pekik Qanita tak percaya pada apa yang di dengar nya barusan.


"iyo uni. Makanya ambo dan suami, Rendy dan juga Arjun memanggilnyo dengan nama De atau Mi. Jika pun uda Danang pernah silap dengan memanggilnya Jasmine cepat cepat uda menambahkan De di belakangnyo". Jelas Alma.


"hah??. sebegitu parahnya kah?". ucap qanita dengan mulutnya yang sedikit terbuka.


Alma pun mengangguk anggukkan kepalanya


sebagai tanggapan dari pertanyaan wanita yang lebih tua setahun darinya.


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.