My D you are the first for me

My D you are the first for me
pesan yang terlambat 2



# Hai my readers I am coming back. selamat menikmati episode kali ini ya readers yang cuakep dan caem.


"udah ga usah lama lama baca pesan yang terlambatnya. masih ada pesan yang lain yang belum kau buka Jun". celetuk Ravi yang tau jika sahabatnya itu masih berfokus pada fotonya Dean yang ia kirimkan seminggu yang lalu.


beberapa detik berlalu hingga semua pesan yang terlambat di baca olehnya pun telah tuntas di baca Arjun hingga ia tau bahwa ada beberapa kali panggilan tak terjawab dari Cindy di hari minggu lalu serta membuka pesan dari Cindy.


"udah selesai bung?". udah kau baca semua nya ?" tanya Ravi saat Arjun meletakkan ponselnya di atas meja.


"mmm...". gumam Arjun.


"benar benar pesan yang terlewatkan". gumam Arjun kembali di hatinya.


"kau tau tak? ". selang beberapa jam si jasmine pergi. dosen kita yang bernama pak Satria datang ke kafe bersama abang sepupu nya". ujar Ravi tiba tiba.


"oiya??". pekik Arjun.


"ya lah". sahut Ravi.


"sepertinya mereka ada masalah". lanjut Ravi.


"masa sih? ".tanya Arjun tak percaya.


karena menurut ceritanya Retha jika bunda nya Dee itu sudah hidup bahagia dan berdamai dengan ayah biologisnya Dee.


"ya sepertinya..???". sahut Ravi menerka nerka atas pernyataannya sendiri.


lalu Ravi menceritakan bagaimana gusarnya seorang pria yang bernama Justin yang tak lain adalah abang sepupu dari pak Satria yang mencoba menyusul istri dan anaknya setelah Ravi memberitahukan jika mereka berdua baru dua jam yang lalu berada di sini dan akan berangkat ke bandara menuju Pdg.


Arjun menyimak cerita dari sahabatnya itu tentang wanita yang kini telah akrab dengan sebutan Midea baginya semenjak Sagita memanggilnya Midea selama menjadi klien nya Gita.


"apakah wanita itu buat masalah lagi atau bundanya Dee itu sudah terlalu sakit hati pada suaminya dan juga ayah kandungnya". bathin Arjun.


...---------------...


ting.


sebuah pesan dari Arjun masuk ke ponselnya Cindy yang memberitahukan jika Arjun meminta maaf karena lambat membaca dan merespons pesan dari Cindy lantaran Arjun harus buru buru pulang karena grandmanya meninggal seminggu yang lalu.


Cindy


"aku turut berduka ya Jun ".


Arjun


"terimakasih ya Cin". gimana kabarmu?. ga jadi berkunjung ke kafe minggu lalu jadi kamu dan suami menghabiskan weekend di mana?


Cindy


"ke perkebunannya Didit Jun lalu ke Mall.. hehehe.. ".


Arjun


"ohh.. pasti happy ending story lah ya cerita weekendnya minggu lalu".


Cindy


"yoi Jun".


sementara Andra yang melihat sang istri senyum senyum sendiri saat menatap layar hp langsung berdehem seraya membawa dua piring mie tumis aceh buatannya dengan bumbu ala youtubenya.


"ehemmm... yang asyik chatingan dengan siapa bikin panas aja". celetuk Andra yang sedang meniup piring mie nya.


sedangkan Cindy melirik sang suami seraya tersenyum geli dan tentu saja hatinya berbunga bunga mendapatkan nyinyiran dari suami yang ia perjuangkan itu.


"ini loh sayang". ucap Cindy seraya menunjuk kan layar monitor ponselnya.


"chatingan sama si Arjun?. loh kok baru di balas sama tu anak". ujar Andra heran.


"grandmanya meninggal seminggu yang lalu mas." sahut Cindy seraya turun dari sofanya untuk meraih piring mie yang ada di atas meja.


"ohh... jadi sampe seminggu tahlilannya gitu? ". tanya Andra kepo.


sebab ia tak mengerti upacara orang hindu jika ada kerabat yang meninggal.


"ihh... ga tahlilan mas. itu untuk orang kita yang muslim mas". bantah Cindy.


"loh jadi apa dong. kalau ada yang mati di keluarga mereka. sebutannya apa? ". tanya Andra yang memang tak mengerti.


"masa berkabung mas". sahut Cindy.


"oh... ". balas Andra singkat lalu kembali mengunyah mie tumis kental nan pedas hasil karyanya.


"is the best. udah bisa nih mas buka usaha mie aceh hehehe... piyoh... piyoh... piyoh... ". puji Cindy dengan kekehan seraya memberi dua jempol tangan untuk suaminya itu.


Andra tersenyum lebar dan kembali pasutri tersebut menikmati makanan khusus ujung barat pulau sumatera itu.


"ngomong ngomong Arjun ada nanya ga kalau kita ke perkebunannya si Didit dengan siapa aja? ". kepo Andra.


"yang dia pikir kita cuma pergi berdua aja mas".sahut Cindy.


"loh kok ga bilang kalau ada Dee juga. kan tujuannya bocah itu datang kesini kan mau ketemu si Arjun". ucap Andra bernada sedikit protes.


"loh tapi kata mas jangan heboh kalau mereka berdua ada di sini. yah aku nya ga ngomong juga sama Arjun. lagian si Jasmine udah pesan kalau dia mau menenangkan diri dulu di sini tanpa ada satu pun yang di Mdn tau kalau dia di sini". jelas Cindy.


"oh ya??.. jadi dia Udah ceritain permasalahan nya dia ke kamu? ". tanya Andra penasaran.


Cindy menggeleng kuat "ga mas. dia ga nyeritain apa pun ke aku. dia cuma butuh sendiri tanpa ada Retha dan yang lainnnya. gitu aja ngomongnya mas".


Andra menarik dalam dan pelan nafasnya seraya memikirkan tentang Jasmine yang kini telah menjadi salah satu karyawannya meski pun hanya mampu ia tolong sebatas bekerja di kantin perusahaan.


...----------------...


Setelah berusaha mencari keberadaan Midea dan putranya kembali Justin di hadapkan pada rasa kecewa. sudah lebih dari seminggu berlalu semenjak Midea kabur dari rumahnya yang di Aussie. bahkan kabar Midea ada di mana saat ini pun masih juga belum bisa di temukan olehnya. hal ini semakun membuat gusar dirinya.


"sudah ada perkembangan Alan? ". tanya Justin saat Alan baru saja datang untuk menyerahkan berkas kantor pusat.


"maaf pak". Alan menunduk dalam wajahnya dan merasa bersalah lantaran lambat dalam penanganan kasus istri majikannya.


"ya sudah. tetap lakukan tugas kamu seperti biasa dan tetap cari keberadaan mereka". titah Justin seraya menandatangi berkas.


sepeninggalnya Alan Justin harus di hadap kan pada kebawelan sang mama dan juga Keyra yang hampir tiap malam menelponnya dan selalu menanyakan hal yang sama yaitu


"kenapa terlambat pulang dan kenapa sampai sekarang adik dan bundanya yang sampai sekarang belum juga pulang ke rumah".


bahkan Keyra juga mengancam akan mencari sendiri adik dan bundanya itu. ia harus selalu memutar otak untuk membujuk Keyra agar gadis kecil itu mau mengerti. dan tetap menanti bersama oma dan grandmanya di


"gak mau. keyra mau ketemu bunda sama adek Daddy???!. ii... hh". sahut Keyra kesal seraya memasang muka cemberutnya.


"iya pokoknya Daddy usahain Daddy cepat pulang sama adek dan juga bunda ya?? ". bujuk Justin berusaha lebih sabar menghadapi sang putri yang sedang ngambekan itu.


setelah beberapa menit penuh drama dengan putrinya akhirnya ia lepas juga berkat bantuan sang mertua yang masih setia menemani putrinya di Aussie.


"puff... melelahkan sekali rasanya". keluh Justin seraya menangkup kedua telapak tangannya ke wajahnya.


rasa sesak menyeruak tatkala teringat dua D yang entah di mana. Justin berusaha mengingat ingat kesalahan yang ia buat setelah istrinya itu keluar dari rumah sakit.


selama Midea di rawat di rumah sakit Melbourne. Justin dengan setia mendampingi Midea hingga wanita itu safarkan diri dari komanya. dan selama itu pula Justin berusaha untuk menjadi suami yang baik untuk Dea.


"maafkan aku Dea. jika selama aku menjadi suamimu dulu aku tak pernah berlaku baik padamu". ucapnya pelan.


Justin kembali ke apartemennya yang biasa ia singgahi jika ia singgah di Mdn. ia masuk ke kamar pribadinya melepaskan semua atribut kantor yang membuatnya gerah. Justin memilih merilekskan tubuhnya sejenak di bathup hangatnya.


ia mengenang sesuatu yang indah tentang wanita itu. hanya satu malam indah yang ia punya bersama wanita yang telah memberikannya seorang putra yang tampan nan menggemaskan secara diam diam.


Justin akui semuanya memang benar bahwa tak ada kenangan manis yang ia rajut bersama dengan wanita itu kecuali rasa sakit yang telah ia berikan selama ini untuk wanita itu.


wanita yang sebenarnya adalah seorang gadis yang ia cari cari selama ini. i


"Jasmine. Midea. seandainya aku mengetahui lebih awal itu adalah kamu. mungkin cerita kita akan lain. I am sorry. I am so sorry". ucapnya menyesali perbuatan bejatnya yang dulu.


jika saja ada keajaiban atau pun sebuah tanda tanda pesan meskipun terlambat bagi seorang Midea tetapi ia berharap ada sebuah keajaiban untuk dirinya melakukan sesuatu yang berkesan dalam bagi seorang Jasmine meskipun ia tidak tau watak asli yang sebenar nya dari seorang Jasminka Orchidea.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.