
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
selama proses masak memasak di dapur kafenya Arjun Ravi sesekali melirik ke arah Midea. wanita cantik dan manis itu terlihat ceria di mata Ravi. ia seperti melihat Jasmine yang dulu. Jasmine yang memiliki semangat yang tinggi meskipun memiliki keterbatasan.
bahkan sekarang pun aura yang di tampil kan oleh wanita itu masih terlihat sama seperti dahulu meskipun kini teman lamanya itu memiliki kekurangan yang lain setelah ia mendapatkan suaranya kembali.
Ravi menghentikan lamunannya saat aroma harum dari arang yang di bakar oleh Dea untuk ayam bakarnya. wanita itu sangat cekatan dalam urusan dapur. meskipun baru kali ini ia melihat teman lamanya itu memasak. Dan hanya beberapa menit saja makanan yang di minta oleh Dean pun selesai.
"ta.. da ayam bakar kesukaan anak bunda yang ganteng sedunia udah siap". celetuk Dea seraya meletakkan sebuah piring ceper besar yang berisikan beberapa potong ayam yang telah di bakar oleh Dea yang menggunakan arang.
"hmmm...halumnya macakan unda...". celoteh Dean.
celotehan Dean sontak membuat orang orang yang kebetulan berada di dapur saat itu jadi terkekeh geli mendengar celotehan dari bocah tampan nan menggemaskan itu, termasuk Raffi yang sesekali mencuri pandang ke arah Dean.
"wuih kayaknya enak tuh". celetuk Raffi tiba tiba.
Dea tersenyum lalu mengajak temannya Arjun yang baru ia kenal itu untuk bergabung bersamanya.
"yuk Ravi. sini gabung". ajak Dea.
sementara Dean menatap bundanya dan Ravi.
"om boleh cobain ga? ". tanya Ravi saat bocah tampan itu menatap dirinya.
Dean menganggukkan kepalanya. Ravi tersenyum lalu mengambil posisi duduk di meja makan sudut dapur di mana biasanya Arjun dan anak buahnya duduk menikmati makanan saat jam istirahat.
...----------------...
saat Alan mengetahui kabar jika penumpang pesawat atas nama Midea Hasxander dan Mykehl Deansyah telah take off menuju kota Mdn. Alan pun dengan segera memerintah kan anak buahnya yang berada di kota Mdn untuk segera bergerak dan mencari sang nyonya dan anaknya ke daerah Sumatra sekarang.
sementara dirinya harus menjemput sang majikannya yang sebentar lagi akan tiba di bandara.
Alan menantikan kedatangan bossnya dari lima belas menit yang lalu saat di kabarkan jika bossnya itu akan tiba siang ini. dari kejauhan Alan melihat Justin memasuki wilayah kedatangan luar negri dan mendekati dirinya segera saat pria bule itu melihat Alan.
"selamat datang kembali pak". sambut Alan seraya mengambil koper kecil dari bossnya itu.
"terima kasih Alan". sahut Justin.
mereka berdua berjalan ke parkiran di mana sebuah mobil mewah yang memang sering di pakai Alan menjalankan aktifitasnya sehari hari.
"sudah kamu temukan Midea? ". tanya Justin kepada asistennya itu saat mobil melaju keluar dari kawasan bandara.
"saya sudah memerintahkan mereka untuk mencari hingga ke Sumatra pak". sahut Alan.
"maksud kamu? ". mereka tidak ada di apartemen rahasianya Midea? ".tanya Justin dengan hati terhenyak kaget.
"tidak pak. nyonya tidak ke sana sama sekali"
jawab Alan.
"apa?!! ". mereka tidak ada di sana? ". tanya Justin kembali.
"ya pak". sahut Alan.
"kita kembali ke bandara sekarang". titah Justin.
"maaf pak untuk apa ke Bandara jika hanya ingin mengejar ibu. bukankah lebih cepat bapak naik Heli aja ke sananya. karena saya sudah mempersiapkan semuanya pak". ujar Alan.
"baik. terimakasih Alan". sahut Justin kagum pada asistennya itu.
...----------------...
Setelah di rasa kenyang dan puas, Ravi pun memberikan hidangan penutup berbahan dasar buah buahan yang memiliki kadar gula yang rendah. buah buahan yang ia potong dadu tersebut pun ia sirami dengan sirup dan susu murni di sebuah mangkuk gelas. lalu ia berikan kepada ibu dan anak itu.
"cobalah. aku baru belajar membuatnya hari ini. mungkin kamu bisa menilainya dan juga mengkritiknya atas apa apa yang kurang". ucap Ravi.
Dea dan Dean pun mencoba mencicipi hidangan penutup yang di buat oleh kenalan baru mereka itu. rasa manis yang bercampur antara sirup dan susu murni di tambah dengan serutan es di atasnya menambah nikmat dan segar di cuaca yang mulai panas dan terik ini.
"mmmm.. enak om". celoteh Dean yang mengunyah potongan apel yang bercampur kuah tersebut.
"ini seperti sop buah Vi tapi berasa es teler kalau orang sini bilang". komentar Dea saat selesai mengunyah potongan sawo.
"hehe.. iya mungkin. sop buah rasa es teler". kekeh Ravi yang meyakini jika makanan yang di buatnya masih dari kata jauh sempurna.
Ravi tersenyum kecut seraya menggaruk garukkan tengkuk lehernya yang tak gatal.
"memangnya kalau ada Arjun apa dia bakalan protes ya. jika untuk menu dessert nya ada penambahan selain es krim gitu? ". tanya Ravi polos.
soalnya ia memang tidak tau soal konsep administrasi Restoran. ia hanya tau masak yang enak untuk orang lain jika di minta. dan itu sering ia lakukan saat di mess tentara.
Dea menarik sudut bibirnya seraya mengernyitkan dahinya.
"tergantung yang punya Restoran. kalau yang punya usaha maunya menjual menu desert hasil buatannya saja mungkin punya kamu ga masuk daftar".ujar Dea.
"oohh.. tapi aku ga ngarep kok. aku kan cuma sebentar di sini. tapi untuk ngasih saran ke si Arjun boleh lah ya? ". tanya Ravi dengan kekehan.
"ga masalah kayaknya. kan cuma nyaranin. ga ada yang di rugiin juga". sahut Dea tersenyum.
"hehe iya juga sih". kekeh Ravi.
siang itu Dea harus berpamitan pada Ravi karena ia berencana melanjutkan perjalanan mereka kembali ke kota di mana putranya di lahirkan.
"aku antar ke bandara ya? ".tawar Ravi.
"ga usah Vi. kamunya kan di amanahkan untuk menjaga kafenya Arjun kan?. ga usah repot repotlah. sedari kemarin aku dan Dee melakukan perjalanan berdua aja dan insya Allah ga kenapa napa kok. ya kan Dee? ". ujar Dea yang di akhiri pertanyaan pada putranya mengenai perjalanan mereka berdua.
"iya. unda dan Dee ga kenapa napa kok. jadi om nya ga ucah lepot lepot. kan ada Dee. Dee kan anak kuat jadi bica jagain unda". sahut Dean antusias dengan kepolosannya.
"wuih.. . jago banget kamu jawabnya. anak siapa sih??". celetuk Ravi senang sekaligus bangga melihat kepintaran bocah yang berusia tiga tahun itu.
"iya dong. kan anak unda... ". sahut Dean polos.
"hahaha.. iya deh.. om setuju. kamu emang pinter kayak bunda kamu". celetuk Ravi memuji senang pada bocah tampan milik teman lama yang berasa baru itu.
akhirnya Ravi mengantar mereka hingga Dea dan Dean masuk ke taxi menuju bandara setelah mereka di bekali cemilan untuk perjalanan mereka.
"hati hati ya. oh ya hubungi no aku segera kalau kamu udah punya handphone". pesan Ravi seraya memberikan secarik kertas pada Dea.
memang sebelumnya ia meminta nomor ponselnya Dea tetapi wanita itu tak memiliki handphone sama sekali.
di hati kecilnya Ravi ingin sekali berbicara banyak pada teman lamanya itu dan ingin mengetahui banyak hal tentang hari yang di laluinya selama enam tahun belakangan atau pasca kecelakaan yang menimpa wanita malang itu. tetapi ia urungkan mengingat hal itu bukanlah porsinya seseorang untuk menceritakan pada orang yang menurut wanita itu baru saja di kenalnya hari ini.
"Insya Allah Vi". sahut Dea seraya menerima secarik kertas yang berisikan nomor ponsel pria yang berdarah aceh itu.
akhirnya Ravi hanya melambaikan tangannya saat taxi mulai melaju pelan meninggalkan dirinya sendiri. sementara Dean membalas lambaian tangan pria yang mulai dekat pada nya hingga taxi menikung ke arah jalan lain yang menuju bandara barulah bocah itu menghentikan kegiatannya dan kembali duduk bersandar pada bundanya.
"kita ke tempat nenek atau ke tempat teman nya unda yang lain unda? ". tanya Dean penasaran akan lanjutan perjalanan mereka.
"iya kita langsung ke tempat nenek". sahut Dea seraya tersenyum sumringah mendengar pertanyaan dari putra yang tampan dan pintar nya.
"oke unda". sahut Dean seraya menaikkan kedua kakinya di atas jok.
Dea hanya menarik sudut bibirnya seraya membelai rambut Dean saat menatap tingkah sang putra yang mungkin sudah di hinggapi rasa lelah dan bosan pada putranya itu.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.