My D you are the first for me

My D you are the first for me
kenangannya Justin



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


Satria membelokkan mobilnya ke sebuah hotel yang Justin juga mengetahui hotel ini. hotel yang memiliki restoran yang terkenal dengan masakan khas sumateranya.


"ngapain kita ke sini Satria?". tanya Justin heran sembari melirik antara Satria dan hotel yang terpampang di hadapannya.


Satria bergeming seraya memarkirkan mobil nya dengan benar. lalu mengajak abang sepupunya itu untuk turun.


"yuk bang turun". titahnya. sementara bokong nya masih betah berada di atas jok kemudi nya.


"apa kamu udah lapar lagi?". tanya Justin seraya melirik jam tangannya yang memang sudah memasuki jam makan siang.


Satria tak menjawab. sebab fikirannya masih berfokus pada sebuah paper bag yang terletak di belakangnya.


"kamu ngapain sih? "tanyanya lagi pada adik sepupunya itu yang masih duduk di balik stir dengan tangan yang kini sedang menggapai sebuah paper bag yang terletak di sudut jok belakang.


Satria menggeleng pelan lalu ia mengeluar kan kacamata hitam dan topi dari sebuah paperbag yang sebelumnya Satria pesankan secara online pada sebuah toko online terdekat dari hotel yang mereka inapi.


"pakai ini bang". titah Satria.


"hei dek. untuk apa pakai beginian sih?". tanya nya heran.


"pakai aja bang. ini demi keamanan bersama. okey? ". ujar Satria.


lalu Satria meminta Justin untuk keluar dari mobilnya setelah kacamata dan topi pet yang berwarna hitam di gunakan pada fungsi dari tubuh mereka masing masing.


Satria dan Justin memasuki restoran di mana para tamu hotel yang menginap di hotel ini mulai berdatangan untuk menyantap menu siangnya. bahkan ada juga orang luar hotel seperti mereka berdua yang datang kesini hanya untuk mencicipi rasa lezat kuliner di sini.


Satria mengajak Justin untuk mengikutinya dengan mengambil posisi duduk yang agak berjauhan dari keramaian. sementara Justin sendiri sudah berinisiatif untuk mengajak Satria pada sebuah tempat duduk yang meng- hadap ke belakang taman dengan panorama hutan di belakang restoran ini.


"kok abang tau ada tempat duduk di belakang restoran ini?". tanya Satria.


"kamu lupa ya?.kalau dulu abang juga pernah ke kota ini. terus singgah ke restoran ini buat nyusul Keyra dan mertuanya abang yang saat itu si Keyra juga ikut kakek dan neneknya ke sini karena ada acara hajatan saudara dari bunda nya Astrid". jawab Justin.


"apa iya bang?". kapan ya?. kok aku ga ingat? ". tanya Satria ragu sembari memutar ulang memorinya.


"belum pun tua dek..waktu abang berkunjung ke rumah sakit umum daerah kota ini untuk bertemu direkturnya langsung buat mem -bahas produk obat luka bakar kita yang kamu kamu rubah formulanya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. masa gitu aja lupa sih? ". tukas Justin menjelaskan panjang lebar.


"oiya ya. waktu kak Namira masih ada ya. dan almarhumah lagi hamil makanya ga bisa di bawa ke Sumatra ya bang". ujar Satria yang kini mengingat kilas balik masa lalu rumah tangga Justin dan Namira.


Justin tersenyum simpul menatap Satria sekilas lalu berkata


"ya memang. seandainya dia belum hamil dulu mungkin udah ku ajak almarhum waktu itu ke sini. tapi takdir berkata lain dek". ujar Justin lirih karena mengingat singkat nya rumah tangga yang mereka jalani saat itu.


"maaf ya bang. gara gara aku. abang jadinya harus teringat almarhum lagi". ujar Satria yang menyesali perbuatannya barusan seraya tersenyum simpul.


"its ok dek. ga apa apa. mengingat kenangan ber sama orang yang telah mendahului kita sesekali itu juga perlu, sekaligus kita juga mendoakan untuk mereka".sahut Justin.


"ya sih bang. abang ada benarnya juga".ujar Satria seraya tersenyum simpul.


mereka terdiam sejenak saat ada seorang pelayan menyodorkan buku menu.


"apa kita harus memesan juga dek?. apa kamu udah laper lagi?". tanya Justin saat Satria menerima buku menu tersebut.


"udah masuk jam makan siang bang. kita makan dulu aja ya. nantilah baru kita lanjut kan misi kita". ujar Satria seraya tersenyum lebar.


"ya udah terserah kamunya ajalah". sahut Justin datar.


"nah abang mau makan apa ni? ". tanya Satria.


"memangnya kamu pesan apa. samain aja. yang penting ada gulai ikannya ya".ujar Justin yang ingin mencoba memakan masakan bersantan kembali dari restoran ini.


"oke". sahut Satria.


lalu Satria mengucapkan beberapa menu dari masing masing daerah sesuai seleranya. setelah di rasa cukup akhirnya pelayan itu pun pamit untuk mempersiapkan menu yang di pesan Satria.


tak butuh waktu lama mereka menungggu untuk pesanan makan siang mereka berdua hingga akhirnya satu orang pelayan restoran yang tadi kembali dengan membawa satu orang temannya dengan beberapa nampan dengan juga beberapa piring serta mangkok kuah ikan yang di buat bersantan yang secepat mungkin mereka tata dengan rapi di atas meja makan yang berukuran standar untuk sebuah meja makan restoran pada umumnya.


setelah pelayan itu pergi netra Satria terus memperhatikan Justin yang tengah asyik memperhatikan makanan yang tergolong banyak tersebut yang mungkin jika di habis kan sendiri tidak akan mungkin bisa.


"abang liat apa?. apa ada yang aneh bang? ".tanya Satria.


"abang jadi teringat sama seorang ibu pemilik restoran ini yang dulunya suka ngasi abang makanan gratis tiap kali abang datang ke sini untuk makan".ungkap Justin.


"oiya? ".pekik Satria pelan seraya melirik. ke arah makanan yang berjejer rapi.


"iya. abang jadi teringat sama beliau dek. malah tiap kali abang turun dari kamar hotel abang selalu di tawari makan sama ibu itu. dan itu pun kebanyakan abang di kasih gratis sama beliau. dan bukan itu aja dek. bahkan si Keyra di kasih setoples cemilan buatan dari anak ibu itu". ungkap Justin menjelaskan sepenggal kisah kenangannya.


"waktu itu Keyra umur berapa ya bang?". tanya Satria.


"belum pun setahun. tapi perjalanan anak itu udah lumayan jauhlah saat Keyra pergi sama kakek dan nenek nya. hehehe". jawab Justin dengan kekehan kecilnya.


Satria pun ikut tersenyum mendengar kisah nya Justin. tetapi ada satu hal yang menjadi pertanyaannya tentang kisah abang sepupu nya itu. soal pertemuannya dengan pemilik restoran ini.


"siapa yang di maksudkan bang Justin ya? ". apakah tante Alma?. jika memang benar apa


kah saat itu tante Alma memberitahukan jika Jasmine anaknya?". tanyanya di hati.


"jika memang tante Alma memperkenalkan Jasmine sebagai anaknya berarti bang Justin dan bundanya Dee itu sudah pernah ketemu dong". Satria membathin dan ia mulai ber -spekulasi terhadap kejadian tiga tahun lalu.


kini segala pertanyaan memenuhi ruang di otaknya. ia memperhatikan Justin yang kini menikmati jus buahnya.


"kita makan dulu yuk". ajak Justin yang mem- buyarkan lamunannya seketika.


Satria menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan atas ajakan Justin. kedua pria tampan itu pun mulai mengisi piring makan nya dengan lauk pauk yang beraneka ragam dari masakan yang terbaik di sumatera.


"rasa nikmatnya masih sama".ungkap Justin. yang masih melekat rasa gulai ikan ini di ingatannya.


tiba tiba muncul keinginanya untuk bertemu dengan pemilik restoran ini. meskipun hanya sekedar bersay hello atau pun berbasa basi untuk mengetahui kabar dari pemilik restoran tersebut.


Lanjut ke next chapter ya readers


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


Ig Hazhilka


youtubenya Hazhilka279


Terima kasih.