My D you are the first for me

My D you are the first for me
sakitnya Midea 2



"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.


"astafirullah Midea". Ucapnya pelan seraya menatap iba pada Midea yang sedang menahan rasa sakit di kepalanya.


Justin membiarkan satu paket obat tersebut dan mengalihkan pandangannya pada sebuah botol minyak kayu putih milik Dean. Justin mendekati Midea yang sedang menarik narik rambutnya untuk meredakan rasa sakitnya.


"aku olesi ini ya?". Ucap Justin lembut seraya mengolesi minyak tersebut ke kening dan juga ubun ubunnya Midea.


lalu ia memijit mijitnya lembut kepala dan kening dari seorang Midea. Sementara Midea sendiri hanya bisa terdiam pasrah mendapat kan perlakuan manis Justin untuk ke sekian kalinya.


Ia sudah mulai merasa sedikit reda di kepala nya bahkan kini ia sudah mulai merasa mengantuk, mungkin karena efek obat yang di minum sebelumnya sudah mulai bekerja sekarang.


"udah mulai enakan De?".tanya Justin saat melihat Dea yang mulai tenang.


"hmm...". gumam Midea yang memang mulsi merasa nyaman dengan pijatan lembut Justin di kepalanya.


hingga akhirnya Dea merasakan matanya mulai berat dan akhirnya ia pun memejamkan matanya secara perlahan dan tubuhnya pun mulai terkulai lemah di depan Justin yang masih sabar memijit kepala wanita yang kini berstatuskan mantan baginya.


Justin segera menangkup tubuh ramping itu ke dalam dekapannya. ia segera membawa Dea naik ke ranjang yang biasa Dea dan Dean tiduri setiap harinya. Justin menyelimuti Dea agar wanita itu tidur dalam keadaan nyaman meskipun ia dalam keadaan sakit.


Dengkuran halus terdengar di telinganya Justin saat ia melangkah keluar dari kamar tersebut. Ia menatap Midea lalu mendekat ke wajah wanita manis itu. Satu kecupan lembut mendarat di dahi yang mulai berkeringat itu.


"tidur yang nyenyak De. biar urusan anak anak aku yang bereskan". Gumamnya pelan.


lalu Justin melangkah keluar meninggalkan kamar tersebut. Ia mencari anak anak di ruang bermain. ia tersenyum kala melihat Dean yang mulai ogah ogahan bermain dengan kakaknya lantaran karena bocah tampan itu belum mendapatkan susu botolan Jatahnya dia dimalam ini.


"Dee..kenapa sayang. Kok wajahnya kayak orang males gitu?". Tanya Justin seraya menghampiri putranya.


"Dee..ngantuk. KakTapi Dee mau cucu". jawab Dean dengan gaya bermalaas malasan.


"ya udah kita buat susunya ya.?". Ajak Justin pada bocah itu.


Dean pun hanya menanggapinya dengan anggukan. Lalu Justin mengajak kedua anak nya ke dapur.


"ayok kita ke dapur. Kakak ikut?".


"enggak". Jawab Keyra yang masih fokus pada mainannya.


Lalu Justin membawa Dean ke dapur dan menuruti permintaannya di sana. Justin merasa bahagia malam ini bisa mendapatkan kesempatan seperti ini lagi Setelah cukup lama ia tidak bisa melihat wajah Dean yang bad mood jika sudah mulai mengantuk.


Justin tersenyum puas saat botol susu itu di terima Dean dengan riang.


"gimana rasanya nak. Sama enaknya ga dengan yang bunda buat?". Justin bertanya pada Dean untuk memastikan rasa susu buatannya.


bocah tampan itu hanya mengacungkan ibu jarinya sebagai ganti atas jawabannya. Justin membawa Dean ke kamar di mana Dea masih tidur dengan tenang.


"unda udah bobo".celotehnya saat Dean melihat sang bunda yang tertidur lelap.


"iya bunda udah tidur. Dee pelan pelan naik ke atas kasurnya ya. Nanti bunda bangun lagi". Pesan Justin pada Dean.


"oke". Sahut Dean.


Lalu Justin membimbingnya untuk naik ke atas tempat tidur dengan perlahan agar Dea tak terganggu. Justin menemani Dean di sana sembari sesekali melirik Midea yang larut dalam mimpinya.


Dalam hitungan menit kemudian Dean telah menghabiskan satu botol susunya di tambah bonus dengan tertidurnya sang bocah. Ia menyelimuti putranya sekaligus membenar kan letak selimutnya Dea. Tak lupa ia menyentuh lembut kening Dea hanya untuk memastikan kondisi dari mantan istrinya itu.


"alhamdulillah".Ucapnya di hati saat ia meraba


kening Dea yang kini dalam kondisi yang normal.


Bukan Justin tak mempercayai kesehatan Dea pada seorang Dokter umum. Hanya saja setau Justin yang telah ia baca dari rekam medisnya Midea selama ini. bahwa wanita itu sudah terlalu banyak mengalami suatu kondisi yang tentu nya wanita itu tidak boleh meminum obat sembarangan sekalipun itu adalah obat yang di resepkan dokter tentunya.


setelah selesai mengabadikan obat obat tersebut, Justin menyimpannya kembali dengan rapi. lalu ia keluar dari kamar tersebut dan mencari anak gadis kecilnya yang masih bermain di ruang bermain.


Justin menelpon sebuah agen delivery agar mengantar barang pesanannnya yang sebelumnya ia pesan via online berupa baju santai rumahan untuk dirinya dan Keyra agar mengantarnya ke apartemen sekarang.


Setelah beres ia pun bergegas menemui Keyra yang kini sudah merebahkan dirinya di lantai dari ruangan tersebut dengan tangan yang masih memegang boneka sementara kakinya masih bergerak bebas ke sana kemari.


"Keyra". Justin memanggilnya lembut sembari duduk menghadap sang putri yang masih memperhatikan boneka beruang kutub itu.


"Daddy. Adek Dee nya mana?". Tanya Keyra sembari mengangkat kepalanya lalu mengambil posisi duduk menghadap Daddy nya.


"udah bobo". Sahut Justin pelan.


"ihh..kok bobo sih. ga seru dong". Gerutu Keyra kesal.


"udah ngantuk berat adeknya kak. Mungkin dia capek karena tadi kan nemenin bunda berobat ke Dokter". UjarJustin memberi pengertian pada bocah yang sesaat lagi akan memasuki usia lima tahun itu.


"bunda sakitnya sakit demam ya Daddy?". terka Keyra yang setau dia hanya itu sakit yang biasa orang orang rasakan.


"iya nak. Makanya kakak doain bundanya semoga cepat sembuh". pesan Justin pada putri cantiknya itu.


"kak. Malam ini kita berdua bobo sini aja ya. Sekalian kita berdua jagain bunda. Kakak mau ga?". Bujuk Justin pada Keyra.


"iya mau. Tapi Keyra ga punya baju ganti". Ujar Keyra jujur.


"iya Daddy tau. Itu udah Daddy atur sayang.sabar ya. bentar lagi kurirnya datang yang antarin baju kita". Sahut Justin.


tak lama kemudian suara bel berbunyi. Justin membuka pintu dan mengambil paket baju yang ia pesan tadinya. Kurir tersebut mengucapkan terimakasih setelah Justin membayar semuanya lalu pamit pergi.


Akhirnya ayah dan anak itu mengganti baju formal mereka dengan baju santai rumahan.


"Daddy. Kita tidur di kamar mana malam ini?". Tanya Keyra bingung saat melihat tak ada kamar tidur yang lain di apartemen tersebut.


"aish....si Andra ngasih tempat tinggal pada nanggung. Udah tau si Dea punya anak dua ngasih tempat tinggal yang kamarnya cuma satu". Dumel Justin di hatinya.


"Daddy". Keyra memanggilnya kembali saat Daddynya hanya terdiam menatap bingung pada setiap sudut ruangan apartemen tersebut.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.