
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. I am coming back. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.
Satria tertegun mendapati tubuh Justin yang tergeletak di atas ranjang dengan wajahnya yang pucat pasi.
"bang". Panggilnya pelan seraya menghampiri nya.
Satria mencoba menyentuh dahi abangnya untuk mengetahui kondisi abangnya.
"astafirullah bang Justin. Panas kali bang". Pekik Satria.
Lalu ia segera keluar dari kamar Justin untuk mencari sebuah obat kompres khusus dewasa di rak obat obatan yang terdapat di ruangan kantor tersebut.
Sementara di telinga Justin sendiri sayup sayup terdengar samar suara Satria yang histeris memanggil namanya. Ia mencoba membuka kelopak matanya perlahan di karenakan kepalanya yang terasa berat sehingga netra hanya bisa terbuka sedikit.
"Satria". Panggil Justin lemah dengan menahan rasa berat di kepalanya.
"Satria". Panggilnya kembali saat adik sepupu nya itu baru saja tiba kembali membawakan sesuatu di tangannya.
Justin mencoba bangun dari tidurnya seraya menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya yang di mulai dari kepalanya yang kini sedang ber -denyut hebat hingga dengan tubuhnya yang terasa pegal dan panas luar biasa.
"eeh..bang. jangan bang. Abang ga boleh bangun dulu. Biar ku kompres dulu ya bang. Panas kali badan abang". Cegah Satria seraya menahan dada Justin untuk terus rebahan.
Justin menuruti perkataan Satria dengan tetap membaringkan tubuhnya di atas ranjang ini. Lalu ia membiarkan adik sepupunya itu menempelkan kompresan khusus orang dewasa di dahinya.
"abang minum obat dulu ya?". Ini aman untuk lambung abang meskipun abang belum makan". Ujar Satria yang menyodorkan sebutir pct di tangannya dan juga segelas air.
Justin membuka sedikit mulutnya lalu me-minum segelas air beserta obat pereda panas yang di suguhkan oleh adik sepupunya itu.
"aku pesankan makanan dulu untuk abang ya?". Abang istirahat dulu sebentar". Ujar Satria seraya mengetikkan sebuah pesan pada Retha.
Ia memberitahukan keadaan Justin yang sebenarnya dan meminta pada Retha untuk membujuk Keyra untuk bersabar.
"abang usahain bawa pulang bang Justin ke rumah setelah panasnya turun". tulisnya ke
Retha yang langsung di baca oleh Retha saat itu juga.
"iya bang. Apa perlu adek minta tolong sama bang Reza buat bopong bang Justin pulang ke rumah?". Tawar Retha dalam balasan pesannya.
"ga usah. Nanti abang minta tolong sama satpam di sini aja. Udah dulu ya abang mau pesan makanan dulu buat bang Justin". Tulisnya kembali.
"iya bang". Balas Retha secepatnya.
Setelahnya Satria menelpon Arjun untuk segera di buatkan sebuah makanan hangat berupa sop dan juga semangkok bubur dan juga tak lupa minuman hangat untuk memper lancar aliran darahnya. Tanpa banyak tanya yang langsung di oke kan oleh mahasiswa nya itu.
Sekaligus Satria menambahkan makanan lain kesukaan istrinya untuk di kirimkan ke rumah nya sekarang.
setelah melewati proses puluhan menit kemudian makanan yang di buat khusus oleh Arjun pun tiba. makanan di antar langsung ke kantor pribadinya Justin dengan di kawal salah satu dari sekuriti yang bertugas jaga malam ini.
"terima kasih pak". Ucap kurir tersebut pamit setelah menerima tip dari Satria.
"sama sama?". ucap Satria setelah makanan yang di minta di sajikan dengan tepat oleh kurir tersebut.
akhirnya Satria membawa sup ayam tersebut dan membantu Justin untuk menyenderkan tubuhnya ke headboard ranjang. Ia secara perlahan menyuapi abang sepupunya itu dengan sup dan juga bubur agar Justin bisa mendapatkan asupan gizi yang baik dalam masa sakitnya.
sementara Justin hanya mampu mengunyah sedikit dari wortel dan juga kentang yang ter -dapat dalam sup tersebut. Di saat seperti ini ia teringat pada Midea yang sakit beberapa hari lalu sebelum mereka bertengkar hebat karena Justin yang memaksa Midea untuk menerima telpon dari Jason, papa kandung dari wanita itu.
seketika ia teringat saat meninggalkan Dea sendirian di rumah keluarganya dulu. Di mana Midea pulang sendiri ke apartemen miliknya. dan ia semakin mengabaikan Midea pasca ketahuannya jika wanita itu berbohong soal kehamilannya.
semenjak itu Justin semakin tak perduli pada Midea yang ia tau dari cerita bi Muna jika Dea sempat pingsan dalam kondisi kening yang berdarah akibat ulahnya sendiri menghantam lemari jati yang ada di ruangan keluarga.
(baca cerita selengkapnya di novel pertama ku Jasminka/Orchidea ya. Episode ketahuan )
Dan Justin semakin tak perduli pada Midea setelahnya. Kini ia memikirkan semua itu seiring timbul pertanyaan di benaknya akan kondisi Dea saat itu.
"Apa kah dia mengalami kondisi demam pasca luka di keningnya?". Lalu siapa yang merawatnya saat itu?". apakah ia juga yang merawat dirinya sendiri saat itu?". Apakah seperti ini rasanya ketika kita sakit tidak ada siapapun di samping kita bahkan saat kita mengharapkan seseorang itu hadir dan men -dampingi kita malah dia yang tak hadir.
"apakah seperti ini yang di rasakan Midea saat itu?". Justin menundukkan pandangan nya memikirkan kondisi Midea yang sungguh sangat di kasihani. Dalam hati kecilnya ia menyesali perbuatannya yang tak ada secuil pun rasa iba terhadap perempuan yang terlihat jahat di luar tetapi justru dialah korban yang sebenarnya.
Korban dari ke egoisan dari orang tuanya, dirinya, lingkungannya dan juga orang orang yang memanfaatkan penyakit yang di derita nya yaitu amnesianya yang hingga kini tak ada tanda tanda jika Dea mengingat sesuatu akan masa lalunya.
"udah dek. Cukup". Justin berucap pelan seraya menahan lengan Satria agar berhenti menyuapinya.
Sebenarnya Ia tidak memiliki selera makan sedikitpun. Ia mau menerima suapan dari Satria lantaran menghargai usaha adiknya saja yang sudah mau memberinya perhatian di saat seperti ini.
"minum banyak ya bang". Titah Satria saat memberinya segelas air putih hangat.
"makasih dek". Ucapnya seraya tersenyum tipis.
Kini rasa nyeri di kepalanya perlahan mulai berkurang seiring bulir keringat yang mulai membasahi dahi dan lehernya Justin karena efek obat penurun panas dan nyeri tadi yang di berikan Satria padanya.
Justin berusaha bangun dari duduknya dan berniat untuk pulang menemani Keyra yang sering di tinggal sendirian olehnya.
"mau kemana bang?". Tanya Satria yang berusaha membantu abangnya untuk berdiri.
"abang mau pulang. Kasihan Keyra. Pasti dia bolak balik meminta sama kalian untuk meng- hubungi abang kan?. Makanya kamu nyusul kemari". ujar Justin yang bisa langsung menebak. karena sedari tadi ia tak melihat ponselnya.
Satria menanggapinya dengan senyuman dan tetap membantu Justin untuk menyeimbang kan tubuhnya agar stabil dalam melangkah.
"Keyra udah sama Retha bang. Mungkin ini udah tidur. Karena sebelum aku nyusul kesini aku meminta Keyra agar tidur duluan dan jangan menunggu Daddy karena Daddy masih sibuk meeting".dusta Satria untuk menenang kan Justin agar abangnya itu janga terlalu banyak mikir.
Satria yakin jika sakitnya Justin karena efek terlalu lelah dalam bekerja dan juga terlalu stress mikirin masalah keluarganya.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.