My D you are the first for me

My D you are the first for me
awal bermulanya joki payung



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉.


"apa???!". Tanya ketiganya serentak saat si tukang sate melontarkan satu kalimat yang membuat mereka semakin penasaran.


"soal awal mulanya terjadinya joki payung di halte ini". Ujar si tukang sate.


"maksud abang?". tanya Andra penasaran.


"dulu waktu lagi hujan hujan deras kek gini bang. Banyak yang berteduh di halte ini sambilan nunggu bis termasuk anak anak mahasiswa di sini". Ujar si tukang sate sembari menunjukkan ke arah kampus yang ada di belakang mereka.


"tapi waktu itu ada yang ga biasa bang. karna waktu lagi hujan hujan deras kek gini tiba tiba ada seorang cewek yang lagi bawa payung. Mungkin dia Masih sekolah waktu itu. Tiba tiba dia narik pelanggannya untuk pertama kalinya di halte ini". Ujar si tukang sate.


"hah. Narik pelanggan?".maksudnya open BO gitu?". Tanya Andra memastikan.


Karena ia kurang yakin atas apa yang ada di dalam pikirkannya saat ini. Rasanya terlalu belia jika perempuan yang di maksud menjadi seorang wanita yang memuaskan hasrat para lelaki.


Sementara Indra dan Justin hanya menyimak atas apa yang di ceritakan si tukang sate tersebut. Mereka berdua sih tidak heran jika di usia segitu sudah ada yang menjadi wanita nakal demi tuntutan gaya hidup. sehingga anak gadis jaman sekarang lebih rela mengorbankan kegadisannya demi sebuah materi yang pada hal semuanya tiada arti di bandingkan mereka telah merusak masa depannya sendiri.


"ya tak begitulah bang. Bukan kek gitu maksudnya". Bantah si tukang sate.


"ini menurut cerita yang aku dengar ya bang. Waktu itu, si cewek baru pulang sekolah kek nya. terus ada lakik bulek yang minta di antarin ke kafe seberang sana. karena cuma dia yang bawa payung saat itu. si cewek memang ga ngomong apa apa sih. tapi si bulek keknya maksa buat di antarin ke sana. Yang akhirnya si cewek manut aja. Ngikutin si bule yang bawa payungnya dia". ujar si tukang sate kembali menjelaskan.


si tukang sate menghela nafasnya sesaat sembari melihat wajah ketiga dari pembeli pertamanya hari ini.


"terus sampe sana itu cewek di kasih duit sama si bule. yang jumlahnya lumayanlah bang buat makan tiga hari untuk anak kost kostan waktu jaman itu. di tambah lagi, itu bule juga baik udah mau ngasih kopi dari kafe seberang sana untuk itu cewek yang mulai kedinginan gara gara ngantarin itu laki ke sana dalam hujan lebat kayak tadi itu bang". Tukasnya jelas.


Sementara Andra, Indra dan juga Justin mulai tercenung memikirkan kisah perempuan yang di ceritakan oleh si tukang sate.


"terus kelanjutannya gimana bang?". Tanya Indra penasaran.


"yah gimana ya. Ya gitu. Awalnya ga ada kejadian apa apa sih di halte ini. sampek habis di kerubungin bunga duka cita gara gara nya ada anak mahasiswi yang katanya meninggal karena kecelakaan pesawat yang di tumpangi nya" tutur si tukang sate yang berkata jujur.


"mereka naruh bunga di sini sebagai bentuk penghormatan yang terakhir untuk mahasiswi yang meninggal itu. lantaran katanya itu mahasiswi sering nongkrong di sini nungguin bis kota kalau dia mau pulang kuliah bang". tukas si tukang sate menjelaskan.


Andra terdiam seraya menundukkan pandangannya menghadap ke lantai halte yang basah karena air hujan. pikirannya saat ini tengah menerawang jauh mengingat nama yang sempat di selipkan di halte ini sebagai bentuk penghormatan yang terakhir pada gadis itu. Andra tau siapa yang di maksudkan oleh tukang sate yang sedang bercerita panjang lebar yang ada di hadapannya kini.


sementara Indra sendiri hanya bisa terdiam seraya mengernyitkan dahinya mengingat perasaan dejavu yang ia alami saat sebelum sampai di halte ini. Sedangkan Justin masih memilih menunggu kelanjutan kisah senja dari seorang tukang sate yang di beli nya sore ini.


"tapi setahun setelah berita duka itu berlalu ada lagi cerita seorang anak muda yang bawa payung dan menawarkan payungnya untuk di jadikan sebagai pengais rezeki di saat hujan deras seperti ini bang. Yah semenjak itulah mulai berdatangan anak anak remaja yang seperti abang lihat tadi mulai menggantung kan nafkahnya di sini". Tutur si tukang sate menutup cerita.


Justin tercenung sesaat lalu bertanya pada pria yang membawa cerita tersebut. "apakah mereka bertahun tahun bekerja seperti itu?". Tanya Justin yang merasa iba akan kisah para remaja sekarag.


"yah seiring berganti tahun berganti pula generasinya bang. Jadi mereka ga melakukan itu di sepanjang hidup mereka. Mungkin dari mereka sudah ada yang tumbuh besar dan mulai berfikir dewasa untuk mencari nafkah atau pun pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka". Jelas si tukang sate.


Justin pun mengangguk anggukkan kepala nya seraya tersenyum lega. Setidaknya bocah SD atau pun bocah bocah yang ia temui hari ini tidak sampai seumur hidupnya menjadi seorang joki payung yang beresiko tinggi seperti ini. Karena selain badai hujan dan juga bahaya mobil yang melintas tiba tiba saat mereka lalai dalam menyebrang jalan sendirian.


seketika ia teringat tentang kopinya yang di ambil paksa oleh Justin untuk di berikan kepada seorang gadis yang di sebutkan Justin hanyalah seorang joki payung. yah ia ingat sekarang jika dulunya Justin pernah memberikan sebuah hot cup coffe miliknya yang baru saja di sajikan di atas meja.


tukang sate itu tercenung seraya menunduk kan pandangannya sesaat. lalu ia menatap Indra dan tersenyum sembari menggelengkan kepalanya pelan sebagai ganti jawaban atas pertanyaan dari pria itu.


Andra, Indra dan Juga Justin terdiam sesaat setelah mendengar kisah awal mula tercipta nya para joki payung. mereka semua takjub pada sebuah kisah sederhana dari kebaikan seorang gadis yang mau menolong seorang pria yang tak di kenal dalam hujan deras seperti yang mereka rasakan tadi.


cerita berakhir seiring hujan yang mereda di akhiri rintik rintik kecil di senja yang mulai memasuki waktu maghrib itu. Dan seiring itu pula para pembeli mulai berdatangan untuk membeli sate dari pria yang berbagi cerita ke mereka bertiga.


Justin membayar lebih atas harga sate yang di makannya. Dan ia pun tak lupa mengucap kan terima kasih atas cerita yang menarik di sore ini.


"terimakasih ya buat ceritanya sore ini. Semoga dagangannya laris habis dan rezeki nya lancar terus". Ucapnya tulus pada pria itu.


"iya bang. Makasih ya. Semoga hidup abang berkah dan bahagia. Aamiin ..". Ucapnya tulus saat menerima sejumlah uang yang melebihi dari porsi yang mereka makan tadinya.


Lalu tiga sekawan itu pamit pada pria yang mulai sibuk melayani pembelinya. Mereka kembali menyebrang jalanan kembali ke kafe yang tadi. Masing masing dari mereka memiliki kesan mendalam pada cerita yang di sampaikan oleh si tukang sate yang tadi.


"ini seperti dejavu bagi gue". Ucap Indra tiba tiba.


Andra dan Justin yang berada di depannya tiba tiba berhenti melangkah dan menoleh ke belakang di mana Indra juga ikut berhenti melangkah mengikuti mereka.


mendengar ucapan Indra barusan membuat Andra memutar bola matanya malas karena ia harus mendengar kembali pernyataan dari Indra. Sedangkan Justin menatap heran akan maksud pernyataan Indra barusan.


"apa maksud lo ndra?". Tanya Justin seraya memicingkan kedua netranya.


...****************...


Hai readers jika ingin tau kisah mereka yang sebelumnya baca di novel pertamaku ya. Di Jasminka/Orchidea dan She is My Dea ( mengejar istri gila ). Tinggalkan jejakmu ya di sana. Sukriya 😉.


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


Terima kasih.