
# wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
"memangnya kakak di suruh bunda begitu? ". tanya Justin kepada putrinya itu.
"kakak di mintai tolong sama bunda Daddy". sahut Keyra di iringi gelengan kepalanya.
"mana Daddy bajunya bunda? ". tanya Keyra seraya melihat ke arah di sekeliling kamar Daddynya.
lalu bocah empat tahun itu menuju wardrobe di mana terdapat koleksi fashion milik Justin.
Justin bergeming sesaat lalu ia berkata pada putrinya
"kak, bilang sama bunda mandinya di kamar mandi ini aja ya". ujar Justin.
" di sini? ". tanya Keyra kurang yakin.
"iya. bilang gitu sama bunda". titah Justin.
"oke". sahut Keyra polos seraya keluar dari kamar nya Justin.
sepeninggalnya Keyra Justin tersenyum smirk membayangkan rencananya yang akan berhasil.
Keyra pun kembali ke kamarnya dan menemui Dea. Dea yang melihat Keyra kembali dengan tangan kosong pun bertanya pada gadis kecil itu.
"mana baju bunda sayang? ". tanya Dea
"kata Daddy. bunda di suruh mandi di kamar nya Daddy aja". sahut Keyra polos.
"hah. Daddy ngomong gitu? ".tanya Dea sedikit kaget.
ia pikir dirinya bisa semudah itu mendapatkan pakaian gantinya pagi ini tanpa harus bersusah payah menemui dan meminta pada pria yang menyebalkan baginya kini.
"iya. bunda di suruh mandi di sana. kan baju bunda juga di sana". sahut Keyra polos.
Dea menghela nafasnya sesaat.lalu tersenyum pada bocah cantik itu.
"ya udah nanti bunda ke sana". sahut Dea seraya melihat putranya yang masih tertidur pulas.
"adek Dee masih bobo ya bunda? ". tanya Keyra seraya mengintip ke arah tempat tidur.
"iya kak. kita keluar yuk. kakak temani bunda ya ke kamar Daddy?". pinta Dea.
"oke bunda". sahut Keyra antusias.
lalu keduanya pun keluar kamar menuju kamar Justin. sesampainya di depan pintu kamar bocah cantik itu langsung mengetuk pintu dan membukanya.
"Daddy...? ". panggil Keyra saat bocah cantik itu tidak melihat Justin di kamarnya.
sementara Dea langsung menuju wardrobe di mana ia meyakini jika pakaiannya di simpan Justin di sana. sementara Keyra yang mendengar suara air di kamar mandi langsung memanggil Daddynya yang kini sedang berada di bawah guyuran shower hangat.
sementara Justin yang mendengar samar suara putrinya menarik sudut bibirnya.ia segera menyudahi ritual mandinya pagi ini dan segera membuka pintu kamar mand untuk menjumpai putrinya itu.
"Daddy. are you finish? ". tanya Keyra saat melihat sang Daddy yang hanya berbalut handuk sepinggang.
"husss". sahut Justin seraya meletakkan satu jari telunjuknya ke bibirnya.
"mana bunda? ". tanya Justin setengah berbisik.
"bunda....ke situ kayaknya deh ". sahut Keyra yang ragu akan jawabannya dengan jari kecilnya yang menunjuk ke arah wardrobe.
Justin menoleh sesaat dan tersenyum simpul. lalu ia meminta pada putrinya untuk keluar kamar sekarang.
"tapi kata bunda kakak di suruh temenin bunda kok". protes Keyra polos seraya naik ke ranjang.
"iya. tapi sekarang bunda harus mandi dulu. nanti kakak bisa temenin bunda lagi kok". jelas Justin memberi pengertian pada bocah yang berusia empat tahun itu.
"mmmm.... ". sahut Keyra yang masih ragu.
"nanti sore kita jalan jalan sama adek dan bunda deh". bujuk Justin.
"really??". pekik Keyra antusias.
"hussss...Daddy bilang pelan pelan suaranya". protes Justin seraya melirik ke arah wardrobe.
"oke Daddy". sahut Keyra.
"kakak keluar dulu ya sekarang. jumpai oma gih. suruh masak kek, apa kek, atau liat adek Dee dulu sana gih".bujuk Justin berharap bocah cantik itu mengerti.
"iya deh". sahut Keyra patuh saat Daddynya menyebutkan nama adiknya itu.
mendengar jawaban sang putri Justin tersenyum puas dan dengan segera mengantarkan putrinya itu ke arah pintu hingga bocah cantik itu telah berada di luar kamar.
Justin pun segera menutup pintu kamar seraya mengedipkan sebelah matanya kepada putrinya yang sedang memandang heran akan tingkah sang Daddy.
"Daddy kenapa ya??.he is so stranger!! ". gumam Keyra yang masih menatap pintu kamar Daddynya yang tertutup itu.
"Keyra". panggil Mona saat wanita paruh baya itu ingin ke kamar cucu cucunya.
"kakak lagi ngapain di depan pintu kamarnya Daddy? ". tanya Mona heran.
"mmm... kakak baru aja keluar kok dari kamarnya Daddy". sahut Keyra polos.
"ohh.. Daddy udah bangun ya? ". tanya Mona pada cucu pertamanya itu.
"udah". sahut Keyra.
"adek Deenya udah bangun belum? ". tanya Mona kembali.
"oh iya. tadi kakak kan di suruh Daddy liat adek". pekik Keyra pelan.
"yuk oma". ajak Keyra.
lalu bocah cantik itu pun pergi meninggalkan Mona yang terbengong di depan pintu kamar putranya.
sementara Justin yang telah berhasil membujuk Keyra keluar kamar langsung mengunci pintu dan menghampiri Midea yang sedang asyik mencari sesuatu di wardrobe nya hingga Justin memergoki Midea sedang terpaku pada sebuah isi lemari yang sengaja Justin persiapkan untuk istrinya itu saat keluar dari rumah sakit nantinya.
Justin tersenyum menyeringai dan berbisik di telinga Midea.
"that is yours".
Sontak membuat jantung Dea berdetak kencang tatkala suara pria yang ingin ia hindari terdengar dekat di telinganya. belum lagi harum tubuh dari suami paksanya itu yang membuat dirinya memejamkan mata sesaat mengharumi wangi yang ia suka dulunya.
Dea bergeming sesaat untuk menetralisir keadaan jantungnya. ia mengambil satu longdress santai dan menutup pintu lemari tersebut. Midea menghindari Justin dengan melangkah ke depan dari pada harus mundur ke belakang yang menyebabkan ia berada di pelukan Justin pastinya.
Justin yang mengetahui jika Dea menghindar darinya hanya mengekori pergerakan Midea yang keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah pintu kamar yang sengaja Justin kunci dan ia copoti anak kuncinya.
ia hanya menatap Dea yang kebingungan untuk keluar dari kamarnya. sementara Dea tau jika ini akal akalan Justin untuk menahan dirinya di sini. ia melirik Justin yang ber telanjang dada sedang bersidekap seraya menyenderkan satu bahunya di dinding itu seraya menatap dirinya. Midea merasa jika suami paksanya itu mempermain kan dirinya dengan sengaja mengunci pintu kamarnya
"bukain pintunya! ".ketus Dea dengan wajah datar
"kamu mandi dulu ya".sahut Justin.
"ga. aku mandi di kamar anak anak aja". sahut Dea datar.
ia sengaja tak melihat Justin karena ia tak ingin tergoda dengan tampilan Justin yang sexy. ia memang mengakui jika pria yang ada bersama dirinya sekarang adalah pria yang membuat hidupnya berwarna meskipun hanya sesaat. karena selebihnya hanya warna hitam yang di berikan pria itu padanya.
"kamu mandi di sini aja. kamar mandi anak untuk anak anak. silahkan". titah Justin lembut seraya membuka pintu kamar mandi untuk Dea.
Midea tersenyum sinis lalu kembali menatap pintu yang terkunci.
"Midea". panggil Justin
tetapi Dea tak perduli
"Jasmine".kali ini Justin memanggil Dea dengan nama aslinya
"ayok. kita udah di tunggu anak anak lho". bujuk Justin.
"ayok Dea???". bujuk Justin.
"ga. aku minta kamu bukain pintunya sekarang!". ketus Dea.
"mandi dulu???". sahut Justin menahan sabar.
"ga. aku ga mau. bukak pintunya Justin! ". titah Dea lantang.
"Midea Jasmine. apa susahnya sih nurut sama suami. kalau kamu udah mandi. ya ntar aku buka pintunya. oke??! ". bujuk Justin seraya memasang senyum manisnya pada wanita yang mengubah hidupnya.
"puff.. menjengkelkan!!!". keluh Dea.
akhirnya Dea terpaksa mengalah menuruti permintaan suami paksanya itu.
"kalau kamu udah mandi. kamu boleh keluar dari kamar ini kok sayang".ucap Justin saat Dea mendekat ke arah kamar mandi.
Midea hanya tersenyum sinis melirik Justin dengan ujung matanya. sedangkan Justin hanya bisa membalas dengan senyuman atas perlakuan sinis yang di terimanya pagi ini. kali ini ia harus bisa menaklukkan wanita keras kepala itu. terserah mau gimana cara nya yang jelas pagi ini ia telah mengemukakan satu alasan agar Midea berada di kamar ini untuk pagi ini.
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel keempatku ini dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya.
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.