My D you are the first for me

My D you are the first for me
Hasrat yang tertunda



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...


saat mereka memasuki taman hotel di mana Seluruh anak anak yatim dan juga Ibu ibu pe -ngajian berkumpul. semua mata memandang ke arah mereka dengan penuh takjub.


"keluarga yang sempurna. si emaknya cakep bapaknya ganteng di tambah lagi anak anak nya.. ihhh... gemesin... ". celetuk salah satu dari ibu pengajian tersebut.


Justin mengajak putranya itu untuk duduk bersama di bagian para pria dan bapak bapak dan juga anak lelaki mereka. sedangkan Mona mengajak Midea dan Keyra untuk ber gabung di antara ibu ibu yang lain.


Doa di munajatkan bersama sama yang di pimpin oleh seorang kyai untuk keselamatan keluarga ini terutama untuk anak anak mereka dan di spesialkan untuk seorang Mykehl Deansyah. masih pewaris tunggal dari kelauarga kehl Ardiansyah.


setelah doa di munajatkan dan juga men dengarkan ceramah yang bermanfaat serta memotivasi kehidupan khususnya yang berumah tangga. saat penceramah memberi kan nasehat nasehatnya untuk para jamaah nya. ada sepasang insan manusia yang diam diam saling melirik lalu menatap dan mem -buang pandangan saat masing masing mereka hampir ketauan memandangi yang di pandang.


hingga akhirnya mereka saling bersitatap satu sama lain dalam jarak beberapa meter saja. berseberangan antara pria dan wanita.


mereka adalah Justin dan Midea yang di takdirkan hadir di pengajian ini demi anak anak mereka.


Justin menarik kecil sudut bibirnya saat melihat wajah Midea yang merona saat mereka gagal untuk melakukan ciuman tadi pagi di karenakan drama dua bocah.


bukannya mendengarkan ceramah yang sedang bergantung. pria ini justru sedang membayangkan bagaimana kisah selanjutnya seandainya ciuman mesra itu terjadi. apakah akan berakhir di situ saja atau akan berlanjut ke arah yang lebih dalam dan panas.


"pufff... ahh.. sialan... baru juga membayang kan ini junior ga bisa di ajak kompromi". dumelnya di hati saat membayangkan akan hasrat prianya yang tertunda tadi pagi.


sementara Midea sendiri mencoba memaling kan wajahnya dari tatapan Justin yang lain terhadap dirinya. rasa malu mendominasi hatinya saat teringat tingkahnya yang tak bisa menahan hasrat kewanitaannya tadi pagi sehingga tanpa sadar ia bersikap seperti pasrah akan di sentuh oleh pria yang telah berstatus mantan baginya.


nyatanya apa yang di inginkan oleh tubuhnya tidak lah pernah terjadi seperti apa yang di harapkannya. Justin keburu menggerutu kesal saat bersamaan ketukan dan nada dering ponsel miliknya berbunyi. sehingga mereka terpaksa keluar dari suasana mesra yang bisa membawa mereka ke suasana yang lebih intim lagi kemungkinannya.


tetapi beruntung juga dirinya setidaknya tak lagi terjerumus pada sesuatu yang di larang agama yang pernah ia pelajari selama ini saat mama angkatnya selalu mengikutkannya dalam pengajian rutinnya di kota pdg.


tanpa mereka berdua tau ada beberapa pasang mata yang memperhatikan tingkah mereka berdua dengan seksama. tetapi ia mendiamkan saja dan ber harap ada benih benih cinta yang mulai tumbuh kembali di antara keduanya. sehingga pasangan yang berstatus mantan itu bisa rujuk kembali dan bahagia selamanya.


beberapa menit terlewati hingga akhirnya pengajian ini pun selesai dengan di bacakan doa penutup. lalu bershalawat kepada baginda rasullullah Muhammad "Shallallahu `alaihi Wa Sallam."


Midea tersenyum menatap sang putra yang sedang di pangku oleh Justin sedang melantunkan shalawat dengan lancar dan fasih. begitu pun Justin yang bangga akan kepintaran sang putra yang selain hafal pada surah alfatihah dan juga surah surah pendek lainnya.


akhirnya acara di pagi hari telah selesai di laksanakan dengan khidmat. seluruh anggota keluarga Kehl Ardiansyah membagikan bingkisan dan santunan untuk anak anak yatim yang telah di sediakan sebelumnya setelah mereka di jamu makan oleh pihak restoran yang di atur sebelumnya.


untuk ibu ibu pengajian yang hadir keluarga Kehl Ardiansyah juga memberikan pelayanan terbaik pada prasmanan mereka. dan juga tak lupa memberikan hadiah souvenir ulang tahun atas nama Mykehl Deansyah.


"aduh jeng makasih banyak loh ya buat bingkisan cantiknya. semoga tambah sukses ya. dan juga salam untuk cucunya . aduuuhhh gemesin banget deh". ucap salah satu ibu pengajian yang juga salah satu teman arisan nya Mona.


"iya mbak yu. thank you atas doanya loh mbak


eh nanti sore datang lagi kan?". tanya Mona pada wanita yang di panggil mbak yu itu.


"wah double date dong jeng". celetuk mbak yu.


"yeah kan lain. ini mah pengajian. kalau nanti sore party party nya sama wong cilik. bawa cucu nya buat ngeramein ya mbak yu". ujar Mona seraya mengantarkan si mbak yu berjalan ke luar taman.


"iya. awalnya mau di buat di rooftop tapi kebanyakan anak anaknya ga jadi deh. ngeri ihhh". sahut Mona bergidik ngeri.


"iya juga si Jeng. apa lagi anak anak. yah tau sendirilah lasaknya kayak apa". timpal si mbak yu.


"ya udah Jeng saya pulang dulu ya. sekali lagi makasih loh buat bingkisan cantiknya ini". ucap si mbak yu yang kesenangan mendapat kan hadiah satu set peralatan makan berupa piring makan cantik, mangkok dan gelas dengan warna senada yang berbahan keramik itu.


"ahh biasa aja loh mbak yu". sahut Mona merendah.


"jangan lupa datang lagi nanti sore ya. ingatin teman teman arisan kita yang lainnya ya mbak yu". pesan Mona


"iya jeng. insya Allah". sahut si mbak yu seraya berpamitan dan pergi meninggalkan Mona di pintu taman.


"kayaknya bakalan rame ibu ibu hebringnya ini dari pada anak anaknya". celetuk Justin yang tak sengaja mencuri dengar percakapan Mona dan si mbak yu.


"cuma temen arisan mama Justin sekalian mama juga ngundang cucu cucunya untuk di bawa ke sini. biar rame. biar Dee banyak temennya. biar Dee ga kayak kamu. kuper". cibir Mona sembari berjalan memasuki taman hotel kembali.


"loh loh ma. kok bawa bawa aku sih. ga fair loh ma". bantah Justin yang tak terima penghakiman sang mama.


"lah. buktinya. teman kamu yang cuma dua orang itu aja kan?". mana yang lainnya?. kalo pun ada ya cuma mr. Alex itu doang sebagai pelengkap penderitaan kalian bertiga. di tambah lagi tu adik sepupu kamu Satria yang suka ngasih wejangan ke kamunya agar jangan begini dan jangan begitu selain si Indra.". omel Mona kembali kali ini lebih panjang dari sebelumnya.


"isss.. si mama ini. bisa ga sih jangan omelin aku terus. aku malu ma". bantah Justin.


"iya mama diem. ngomong ngoming si Andra sama si Indra kemana?. kok mereka pada belum datang. udah habis acara juga". omel Mona yang tak melihat duo Dra itu sedari pagi.


"Indra ntar siangan habis beresin kerjaan. paling agak sorean mereka ke sininya. si Andra kan mesti kelonin bininya dulu yang lagi hamil. kalau ga. ya gitu deh. bakalan nahan hasrat setahun".sahut Justin.


"hehe..ngatain diri sendiri ya?". cibir Mona dengan kekehan sembari berlalu dari putra nya yang rada sengkreh efek ga pernah berhubungan dengan wanita manapun lagi pasca di tinggal mati Namira dan pasca perceraiannya dengan Midea.


"mama?? ". pekik Justin kesal karena ucapan si mama yang menohok dirinya.


"makanya kawin lagi sana. atau deketin lagi tu si bundanya Dee. kali aja hatinya bisa luluh lagi. soalnya sedari tadi kalian ngelirik lirik terus sih. lalu saling memandang lamaaaaa banget. seolah olah di sini tu cuma kalian berdua". ungkap Mona jujur.


"hah.. apa ma??? ". ma.. ma.. liatin a.. ku sama Mi.. dea?? ". tanya Justin terbata bata.


the next chapter....


*Midea yang mencoba keluar dari jebakan seseorang. mampukah dia bertahan atau akan ada seseorang yang akan menolong dirinya. siapakah dia?. atau Midea sendiri lah yang menolong dirinya sendiri.


*akan ada badai yang mengubah kehidupan Midea dan Justin. apakah itu?


Tetap stay di sini ya readers...


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.