
"Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
" isss....". Dengus Midea kesal seraya berlalu dari situ dengan tatapan sinisnya terhadap Justin.
Akan tetapi Justin tak perduli pada sikap Dea yang galak padanya. ia justru merasa bisa memenangkan hati Dean semenjak tadi malam. Justin tersenyum senang.
"come on kids let's take a bath now".( ayok anak anak kita mandi sekarang)". Ajak Justin yang langsung ngeloyor ke kamar mandi sembari membawa dua bocah dalam gendongannya.
Beberapa menit kemudian...
Justin telah selesai menuntaskan tugasnya sebagai ayah pagi ini. Dean dan Keyra telah selesai di mandikan dan juga berpakaian rapi.
"sekarang jumpai bunda ya. Daddy mau mandi dulu". Titah Justin pada kedua anak nya.
"oke Daddy". sahut keduanya.
Akhirya Keyra mengajak adiknya untuk keluar dari kamar dan menjumpai Midea yang baru saja selesai menata piring dan sendok di atas meja makan. Lalu Dean dan Keyra serentak memanggil Dea.
"bunda.....".
Dea menoleh ke arah dua bocah yang kini sudah tampil dengan rapi. Ia mengajak kedua anak itu untuk duduk bersamanya di meja makan ini. Lalu menyodorkan dua mugq gelas yang berisi susu murni ke hadapan dua bocah tersebut.
"nih minum dulu ya susunya udah bunda panasin barusan". Titah Dea dengan senyum.
"makasih bunda". Ucap Keyra senang.
"Daddy mana?". Tanya Midea saat ia tidak melihat Justin sama sekali.
"Daddy lagi mandi nda". Sahut Keyra yang sesekali menyeruput susunya.
"hah. Mandi??". desis Midea pelan.
"Justin mandi di mana?". Sedangkan kamar mandi yang berada di ruang laundry saat ini sedang kosong". Midea membathin.
"kalian tunggu di sini dulu ya?". Titah Dea pada kedua anak itu.
kedua bocah itu hanya mengangguk.
Dea segera melangkah memasuki kamarnya dan benar saja seperti dugaannya jika pria itu sudah terlalu lancang memasuki kamarnya.
Midea berdiri di depan pintu kamar mandi seraya berfikir "apa yang harus aku lakukan jika pintu ini ku ketuk trus pria itu keluar".
"cih". Dea berdecih kesal saat kehilangan akal untuk menghadapi tingkah Justin yang kian menjadi.
"memang sangat menyebalkan Di saat tempat tinggal sendiri di kuasai oleh mantan suami. Rasanya seolah olah dirinyalah yang sedang menjadi tamu di apartemen ini". gerutunya kesal di hati seraya membalikkan tubuhnya membelakangi pintu.
Ceklek.tuas pintu kamar mandi terdengar di buka dari dalam. Justin yang baru saja keluar Midea membalikkan tubuhnya menghadap kamar mandi untuk memarahi pria itu yang telah lancang masuk ke kamarnya dan memakai kamar mandinya tanpa seijin dari nya.
dan betapa ia terhenyak kaget saat melihat Justin keluar dengan tubuh hanya di balut handuk saja.Dea dengan segera membalikkan tubuhnya kembali membelakangi pria yang paling menyebalkan itu dengan nafasnya yang memburu di karenakan menahan kesal. Dan mungkin sudah mulai ke tahap marah.
"hai De. Boleh minta tolong ga?". Tanya Justin santai seraya menyenderkan tubuhnya ke sisi pintu kamar mandi
Ia tersenyum menyeringai saat berhasil membuat wanita dingin itu kelabakan karena kepergok melihat tubuh sixpacknya yang dulu nya pastilah wanita itu kagumi. Jika tidak mana mungkin dulunya wanita itu tergila gila padanya hingga bolak balik dirinya harus jatuh ke pelukan wanita itu karena efek bius
terangsangsang Ia berdiri santai di pintu kamar mandi seraya menatap jahil pada Midea dengan kedua tangannya yang bersidekap.
Midea terdiam sejenak saat mendengar kata kata Justin barusan. Ia menarik kecil sebelah bibirnya.
"apa??!!". sahutnya ketus.
"pakaianku ada di ruang tv. Bisa tolong ambil kan?. Pinta Justin penuh harap agar Dea mau berbalik menghadap dirinya.
Justin ingin membuktikan apa yang di kata kan Indra soal menggoda konsentrasi wanita yang sedang mode cuek atau pun dingin pada kita. Ia hanya ingin melihat rona merah di pipi nya Dea yang berkulit kuning langsat itu neski pun hanya terlihat sedikit saja.
"ya" sahut Midea datar sembari melangkah meninggalkan Justin sendirian di kamar yang sedang menatap bengong pada Dea yang tak sekali pun menoleh dirinya.
Justin menjauhi kamar mandi dan berdiri di depan kaca seraya memperhatikan wajah tampannya serta tubuhnya yang termasuk kategori ideal di mata para wanita.
Dea melihat sebuah paper bag yang terletak di samping sofa. Ia mengambil paper bag tersebut lalu memikirkan cara bagaimana agar paper bag tersebut bisa sampai ke tangan mantan suaminya tanpa harus dirinya yang menyerahkan langsung padanya.
"unda...". Panggil Dean seraya menghampiri sang bunda yang sedang bergelut dengan pemikirannya yang di sebabkan oleh Daddy nya.
Dea tersenyum menyeringai saat tau apa yang harus di lakukan untuk menghadapi pria brengsek bin mesum tersebut.
"Dee. tolongin bunda ya sekarang?". Pinta Dea pada bocah tampan itu.
"iya unda". Sahut Dean.
"tolong Dee kasih ke Daddy ya".titah Midea seraya menyerahkan paper bag tersebut ke pada Dean.
"iya unda". Sahut Dean seraya mengambil paper bag tersebut dari tangan Midea.
"pinter. Makasih sayang. Cepat balik ya. habis ini kita sarapan sama sama. Kasih tau sama Daddy juga suruh cepetan pake bajunya. Bilang kalau kita semua udah pada laper. Kalau Daddy kelamaan kita semua makan duluan". Pesan Midea untuk Justin melalui putra mereka.
"iya unda".sahut Dean patuh.
"udah unda. Ada lagi ga pecennya untuk Daddy?". Tanya Dean penasaran.
"ga ada". Sahut Dea terperangah pada pertanyaan kritis putranya barusan.
"oke unda. Dee ke kamal duyu ya". Ucap Dean sembari berlalu membawa paper bag ke dalam kamar.
Setelah bocah itu menghilang di balik dinding ruangan tersebut. Ia memutuskan untuk menemani Keyra yang masih berada di meja makan.
Sementara Dean langsung masuk ke kamar dan menyerahkan paper bag tersebut ke pada Justin. Dan berkata "Daddy ini dari bunda".
Justin pun menerima paper tersebut dengan hati yang sulit ia ungkapkan saat rencananya untuk Midea tidak berhasil. Justin kembali mendapatkan kekecewaaan untuk ke sekian kalinya.
"bunda mana?". Tanya Justin pada bocah itu.
"tuuu...di luar. Kata unda Daddy jangan lama lama pake bajunya. Kalau lama lama bunda sama Dee dan juga kak Keyla mamam duluan ". Sahut Dean seraya menyampaikan pesan dari bundanya ke pria dewasa yang ada di hadapannya kini.
Justin hanya bisa menggaruk garukkan tengkuknya yang tak gatal mendengar ucapan Dean barusan yang membuatnya kalah telak hari ini. Ia fikir atas apa yang ia lakukan pada Midea semalam bisa membuat wanita itu luluh dan mau membuka hatinya kembali untuk dirinya.
Atau atas apa yang ia Niat kan tadinya bisa membuat wanita itu bisa kembali jatuh ke pelukannya pagi ini. Setidaknya ia bisa mendapatkan hadiah dari Midea berupa bisa menimbulkan hasrat pada wanita itu kembali.
Tak perduli jika nantinya berhasil pada suatu hubungan terlarang. Yang penting ia bisa mengikat wanita itu kembali. Jika bisa pun untuk selamanya.
Jika dirinya memendam hasrat begitu lama pada suatu hubungan *** maka ia yakin Dea pun memiliki hasrat yang sama pada dirinya mengingat atas hasil penyelidikannya selama ini. sudah bertahun Midea tidak pernah lagi di sentuh oleh seorang pria. Yang ia tau pria terakhir adalah dirinya.
"Daddy. cepetan ya. Jangan lama lama nanti unda ga mau nunggu Daddy lagi. Daddy makan sendiri aja". Ucap Dean saat melihat Justin hanya terdiam.
"i..ya nak". Sahut Justin seraya menghela nafasnya saat melihat buah hatinya pergi meninggalkannya sendirian di kamar itu.
...****************...
Hallo readers ...Mohon dukungannya kembali ya?? di novel ini. Dengan memberikan support berupa like, vote, komen, rate
Hai Readers sayang ...follow akun ku ya di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka
.
Terima kasih.
Masih di pagi hari...