My D you are the first for me

My D you are the first for me
Ajudannya Dean



Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..


Hari keberangkatan Qanita dan rombongan timnya pun tiba. Midea dan Alma hanya bisa mengantarkan Qanita ke bandara. Sedangkan Arjun sendiri akan menyusul tantenya itu setelah ia menyelesaikan pekerjaan bulanan nya pada sebuah perusahaan BUMN tempat ia bekerja sebagai penanggung jawab.


"hati hati yo uni. Semoga sukses acara nyo".


ucap Alma saat Qanita dan rombongannya hendak bersiap memasuki badan pesawat.


"iya. Makasih ya Ma". Sahut Qanita.


Lalu Qanita pun meninggalkan Alma dan Dea yang masih setia menunggu dirinya hingga ia masuk ke pesawat.


**


Arfan mengakhiri rapatnya terkait proyek pengadaan fasilitas untuk momen penting yang sedang berlanjut di Hotel mewahnya saat ini. Ia mentitahkan pada setiap manager nya dan juga kepala staff pelaksana agar tetap siaga dan menjaga serta mengutama kan kenyamanan para tamu hotel.


sementara Di kediaman Ardiansyah..


Mona sedang membicarakan rencana untuk merayakan ulang tahunnya Dean di rumah ini


"papa sama mama sudah bicarakan rencana kami pada Satria. Dan dia sudah ngomong juga sama Rendy. cuma kata Rendy. Sebaik nya kamu juga minta tolong sama Arjun". ucap Mona.


"kenapa gitu ma?". Tanya Justin terhenyak kaget.


"karena rencananya Arjun dan neneknya Dee akan mengajak Dee ke Jkt untuk memberikan dukungan kepada tantenya yang sedang ikut serta dalam fashion show yang sedang di selenggarakan di sini Tin". Ungkap Mona dengan netranya yang memancarkan rasa senang.


"oh ya??". Pekik Justin yang juga ikutan senang.


"iya??". Sahut Mona seraya tersenyum lebar.


"kira kira kapan rencananya Arjun berangkat ke sini?". Tanya Justin antusias.


"itu yang mama belum tau. Tapi nanti mama coba tanyakan sama si Retha lagi ya?". Jawab Mona.


"iya deh ma". Sahut Justin seraya tersenyum.


***


Alma sedang mengemas barang barang yang mau di bawanya untuk menyusul Qanita ke Jkt. Sementara Midea sendiri dengan berat hati memasukkan barang barang milik Dean ke dalam kopernya sang putra yang akan bepergian dengan neneknya.


sebenarnya ia begitu keberatan melepaskan putranyaaa itu pergi di mana keluarga dari opanya ada di sana. Dea khawatir jika Justin melihat Dean, otomatis mantan suaminya itu pastilah membawa Dean.


Apa lagi sebentar sebentar lagi putranya itu berulang tahun dalam minggu ini. Ia takutnya bocah itu enggan pulang cepat di karenakan larut dalam menghabiskan waktu jalan jalan nya bersama orang orang yang dekat pada nya. Terlebih ada Arjun di sana.


akan tetapi menahan Dean terus di sini tanpa pernah di bawa jalan jalan keluar kota oleh siapapun akan membuat Dean mengalami kejenuhan dalam hidupnya karena hanya berkutat pada rumah, sekolah dan Restoran saja.


bahkan dirinya sebagai bundanya pun belum memiliki waktu untuk mengajak anak itu menikmati masa liburan di luar kota bersama dirinya. Apa lagi melihat girangnya wajah Dean saat di ajak Arjun dan mama angkatnya untuk ikut bersama mereka untuk melihat dan mendukung penampilan nenek cantiknya.


ibu mana yang tega membiarkan keceriaan di wajah polos itu hilang secara tiba tiba hanya di karenakan lebih mementingkan rasa egois nya ketimbang perasaan buah hatinya. Yah akhirnya Dea harus mengalah demi rasa senang sang putra yang mungkin jarang jarang ia dapatkan bersama pria yang ia panggil papa.


Dea memeriksa ulang koper tersebut agar tidak ada satu pun barang pribadi milik Dean yang bisa saja ketinggalan.


"De Jasmine". Panggil Alma saat melihat putri angkatnya itu.


"sudah siap?"tanya Alma seraya melihat ke koper sedang milik cucunya itu.


Dea menganggukkan kepalanya pelan seraya menutup koper milik putranya itu.


"awak tak mau ikut?". Tanya Alma.


"ga usahlah ma. Aku di sini aja buat ngurus restoran". tolak Dea secara tak langsung.


"sebenarnyo tante Qanita itu mau nyo awak juga ikut mendukungnyo secara langsung. ia berharap sama kito semuanyo yang ado di sini". Ucap Alma penuh harap jika putrinya itu juga ikut bersama dirinya.


"kalau semuanya pergi siapa yang ngurus restoran ma?". Ujar Dea.


"kan ado yang lainnyo. nanti papa yang akan menghandle sementara restorannyo di bantu samo Rendy. Mereka sudah sepakat begitu". Tukas Alma.


Midea hanya menanggapinya dengan senyum tipisnya.


"gimano.mau indak?". Tanya Alma kembali.


Midea menggeleng pelan.


"ya sudahlah kalau awak indak mau jugo ikut mama ke sana". Ucap Alma pasrah menerima keputusan putri angkatnya itu.


"hehe..iya ma.iya". Sahut Dea dengan kekehan kecilnya.


mendapatkan jawaban seperti itu akhirnya Alma memutuskan branjak dari sana dan tak memaksakan lagi akan kehendaknya. Meski pun ia sangat ingin sekali bepergian dengan putrinya itu.


Keesokan paginya..


Midea hanya bisa mengantar kan Alma dan Dean sampai di teras rumah untuk menunggu sebuah taxi yang di pesankan Dea via ponsel nya. Wanita muda itu memberikan petuah pada buah hatinya.


"Dee sampai sana jangan nakal ya?. Nurut apa kata nenek. jangan keluyuran kemana mana ya?". Titah Dea menasehati Dean.


"iya unda".sahut Dean polos.


"jangan lama lama di sana. Karena sekolah nya Dee cuma di kasih ijin tiga hari lho. Apa lagi Dee mau ulang tahun kan?". Masa ulang tahunnya mau terlewati begitu aja sama bunda dan teman teman. Ga nyesel??". Ujar Dea.


"iya unda.. Dee nanti cepat puyang kok. Biar bica uyang tahun sama unda". Sahut Dean


"anak pinter". Puji Dea untuk putranya itu.


Tak lama kemudian taxi yang di pesan pun tiba di depan rumah mereka. Supir taxi turun untuk segera menaikkan koper koper milik Alma dan Dean


"Dee pigi duyu ya unda??". Pamit Dean pada sang bunda seraya menyalami tangan sang bunda.


"iya hati hati ya. Ingat pesan bunda ya sayang"


sahut Dea membalas salamnya Dean.


"iya unda". Sahut bocah itu patuh.


"mama pergi dulu ya sayang". Pamit Alma pada Dea.


"ya ma. Hati hati ya?". Ucap Midea pada ibu angkatnya.


Dea menunggu kedua orang yang ia sayangi Hingga naik ke taxi yang akan mengantarkan mereka berdua ke bandara.


"kasih kabar ya ma kalau udah ketemu sama Arjun di sana". Pesan Dea pada Alma.


"iyo nanti secepatnyo ambo kasih kabar kalau sudah tibo di sana yo". ucap Alma.


Akhirnya taxi melaju saat Alma menyudahi percakapannya dengan Midea dan meminta pada sang supir taxi untuk jalan.


setelah di tinggal oleh Alma dan Dean. Midea memilih menghabiskan waktu nya di restoran untuk mempersiapkan menu yang akan di tampilkan seperti biasanya.


beberapa jam kemudian..


"awak kenapo indak ikut mama sama Dean ke Jakarta. Kan seru kalau kalian ramai ramai mendukung tantemu itu". tanya Danang saat melihat putri angkatnya itu memberikannya kudapan ringan untuknya.


"kalau semuanya pergi siapa yang di sini pa??


Dea balik bertanya papa angkatnya.


"ya ambolah sama ajudannya cucu ambo yang sebentar lagi datang kesini buat makan siangnyo he..he..he..". Kekeh Danang dengan candaannya.


"pa..pa..??!". Pekil Dea tak percaya pada apa yang di becandainnya.


"kalau sempat di dengar Rendy bisa bisa dia tersinggung loh pa". Protes Dean dengan raut syok ringannya.


"ha..ha..ha..kan memang kenyataannya begitu kawan awak yang satu itu. Kemana mana sama si bocah. hari ini karena itu bocah sama ajudan kedua makanya ajudan pertama bebas tugas he..he.he". Kekeh Danang kembali seiring tawa kecilnya yang menggelitik hati nya.


"pa...??!". Pekik Midea kembali yang juga tak dapat menahan tawa kecilnya saat mengingat Dean yang selalu di kawal Rendy atau pun Arjun di mana pun mereka berada.


NB to Next chapter:


Arjun begitu panik saat Usaha Qanita hampir mengalami kegagalan. Arjun dan Qanita mencoba mencari solusi untuk masalahnya. Apa yang akan mereka lakukan???


The next chapter


Abang Justin yang tanpa sengaja bertemu dengan Midea kembali. Apakah ia akan menghindari Midea?. Demi janjinya pada wanita itu dan juga putranya. Atau ia nekat menyapa Midea seolah tak pernah terjadi apa apa pada hubungan mereka?


Yok ke next chapter ya reader..


****************


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.