
Hai readers. selamat membaca kembali ya???
Justin memutar otaknya untuk mencari cara agar ulang tahunnya Keyra bisa bersama dengan adeknya itu kali ini. meskipun nanti nya saat Dean berulang tahun ia berniat akan membuatkan acara untuk putranya itu.
Satria datang dengan memberikan sebuah berkas dari pabrik untuk pengesahan produk baru yang akan di data ulang untuk tebusan market luar negri. tentu saja langkah pertama mereka adalah memasarkan ke toko milik perusahaan mereka dulu yang ada di benua Australia lalu ke eropa di mana klien bisnis mereka banyak terdapat di sana.
"teken bang. jangan lupa hubungi aku balik kalau udah siap".titah Satria sembari meletak kan berkas tersebut di atas meja kerjanya Justin.
karena tak ingin mengganggu pekerjaan dari abang sepupunya itu, Satria pun langsung berinisiatif pergi.
"Satria". panggil Justin saat melihat adiknya itu hendak beranjak pergi.
"ya bang"..jawab Satria.
"mengenai ulang tahunnya Keyra abang punya ide". ujar Justin.
"ide apaan bang?". tanya Satria.
"tapi abang butuh bantuan istri kamu untuk membujuk Rendy soal Dee". cetus Justin.
"hah?". maksudnya Rendy yang akan mem -bawa Dee ke sini?".tanya Satria memasti kan spekulasinya terhadap rencananya Justin.
"ya".sahut Justin mantap.
Satria menghela nafasnya sesaat.
"Bang..bang.. manalah mau dianya bang. antara pdg sama mdn itu jauh juga bang". protes Satria.
"kan ga mungkin si Deenya kita culik pas di jam sekolahnya. makan waktu di jalan bang. belum lagi nanti Deenya yang kecapekan. takutnya itu anak sakit lagi. jadi kerjaan si bundanya lagi kan gara gara kita?".tukas Satria menjelas kan pada abang sepupunya yang terkadang pendek akal di karenakan ambisinya yang ter-lewat besar.
"ga sayang bang sama anak sendiri?". tanya Satria kembali.
Justin bergeming mencerna kata katanya Satria.
"lalu gimana caranya supaya Dee bisa hadir di acara ulang tahun kakaknya?". tanya Justin meminta pendapatnya Satria.
mereka terdiam cukup lama hingga akhirnya Satria membuka suaranya.
"kenapa kita ga rayakan ulang tahunnya Keyra di pdg. kan abang punya rumah yang abang sewa beberapa hari sebelumnya". saran Satria yang seketika memunculkan idenya.
"maksudnya. kita semua berkumpul di rumah itu semua. mau langsung ketahuan sama bundanya Dee. cari mati itu namanya Satria ???". protes Justin.
"ya elahh ngapain satu kampung di bawa ke sana bang. yah cukup keluarga inti ajalah yang ke sana. abang, Keyra, bu'de, pa'de dan aku sama Retha kalau di ijinin sih". jawab Satria yang lambat laun memelankan suara nya saat menyebutkan nama dirinya dan istri nya.
"langsung di tolak mentah mentah idenya kamu sama bu'de. tau sendirilah bu'de kamu gimana orangnya". protes Justin.
"kan nyaranin. dari situ ntar kita bisa minta tolong sama Rendy untuk di bawa ke rumah kontrakan abang". balas Satria.
"jadi dengan begitu itu bocah bakalan aman aman aja. karena bundanya pikir jika Dee sedang di bawa jalan jalan sama Rendy". lanjutnya.
Justin masih terdiam tanpa memberikan jawaban apa pun sebab ia sendiri masih ragu.
"jadi bang kami pun mau minta tolong sama si Rendy untuk membahas soal si Dee nanti nya pun mudah dan cukup masuk akal bagi dia. ini ga. anak orang dia bawa jauh jauh yah ga mungkin lah bang". tukas Satria menjelas kan lebih detail rencananya.
"gimana bang?".tanya Satria saat melihat abangnya masih saja bergeming.
"hah??. loh kok aku sih bang. ya itu kan mama abang. masa aku yang ngomong". protes Satria seraya mengikuti langkah Justin di belakangnya.
"iyalah. mana tau mama bisa luluh sama omongan kamu". balas Justin seraya berjalan cuek memasuki lift.
Satria menggaruk garuk kan lehernya yang tak gatal seraya memikirkan ucapan Justin. menghadapi bu'de nya memang agak sedikit ribet di bandingkan mamanya yang sering mengiyakan saja pendapat atau permintaan dirinya.
***
malamnya...
saat Satria sedang menceritakan idenya, diam diam ia mengamati raut wajah bu'de nya yang mulai berubah masam seperti keberatan dan mungkin pun memang keberatan. di tambah bu'denya itu mengomentari rencananya ini.
"kenapa bisa begitu Satria. bu'de kan udah liat liat dekor yang cantik untuk Keyra dan juga baju nya anak anak udah bu'de pesan khusus di butik langganannya bu'de'. dan itu udah cocok banget dengan tema ulang tahunnya Keyra. kalau ga percaya tanya aja sama si Retha. ya kan Tha?". ujar Mona seraya menatap Retha yang sedang bermain dengan Keyra.
"i.. iya bu'de". sahut Retha kikuk saat ia mulai menyetujui rencana suaminya yang telah di ceritakan sebelum datang ke sini.
"itu bisa kita bawa ke sana semuanya bu'de. kita rayakan ulang tahunnya Keyra secara meriah setelah Keyra merayakan ulang tahun nya bersama Dee". jelas Satria.
Mona bergeming sembari memikirkan kata kata nya Satria. saat melihat reaksi Mona seperti itu Justin mengkodekan pada Satria agar terus menjelaskan rencananya seperti yang di ceritakan adiknya itu pada dirinya.
setelah cukup lama Satria mengoceh untuk memberi pengertian pada bu'denya itu. akhirnya.
"ya udah lah bu'de setuju. yang penting kita bisa merayakan ulang tahunnya Keyra sama Dee". ucap Mona seraya menganggukkan kepalanya.
***
keberangkatan keluarga Kehl menuju kota pdg pun tiba. seperti biasa Justin memesan mobil rental pada agen langganannya untuk menjemputnya di bandara.
Justin membawa masuk seluruh anggota keluarga ke rumah kontrakannya.
"lumayan besar juga rumahnya Tin". celetuk Mona saat memperhatikan seluruh ruangan tersebut.
Justin menunjukkan kamar kamar mana saja yang boleh di tempati kecuali kamar yang bisa melihat kegiatan dari dua D nya itu dari sini meski pun harus menggunakan teropong agar bisa melihat dua D itu lebih jelas lagi.
saat Justin ingin memesan delivery untuk seluruh anggota keluarganya. tiba tiba Mona datang menghampiri putranya yang sedang menekan tombol touchpadnya.
"ehh Justin. mau pesan makanan ya?". sini biar mama aja yang pesenin". ujar Mona seraya mengeluarkan ponselnya.
"emang mama mau pesan di mana?". tanya Justin.
"restorannya si Jasmine hehehe... ". kekeh Mona.
"ya elah mama. aku juga mau pesennya di situ maaa". cetus Justin.
"ohh ya udah. tanya sama bunda Astrid ya menunya yang mana aja yang mantap". titah Mona seraya menunjuk ke arah Astrid yang sedang bersama Keyra.
"iya". sahut Justin.
Yok ke next chapter ya reader..
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.