My D you are the first for me

My D you are the first for me
mencari pekerjaan



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


setelah menghabiskan makan siang mereka. keadaan menjadi hening. Dea dan Cindy hanya terpaku seraya melihat program televisi yang di peruntukkan seusia Dean. mereka larut akan pemikiran masing masing. di mana Cindy sedang memutar otak untuk bisa mengetahui kehidupan pribadi Midea secara mendetail.


sedangkan Midea sendiri memikirkan cara untuk membalas budi baik Cindy dan suami nya serta ia ingin mengetahui apakah Cindy telah memberitahukan keberadaan dirinya pada Retha.


masing masing memiliki hasrat kepo yang luar biasa terhadap masing masing lawan bicara yang ada di hadapannya ini.


"apa aku saja yang harus memulai pertanyaan di hatiku ini kepadanya?". tanya Cindy dan Dea bersamaan di dalam hatinya masing masing.


"mmm... oke. baiklah mungkin aku saja yang harus memulainya". ucap di hati kedua wanita itu masing masing.


"Cindy. Min". panggil kedua wanita itu secara bersamaan.


Dea dan Cindy terhenyak sesaat kemudian mereka sama sama tersenyum seraya berkata


"kamu duluan". ucap mereka kembali secara bersamaan.


"hahahaha.... "mereka pun tertawa bersama.


"kamu duluan Cin". Dea mempersilahkan Cindy untuk berbicara duluan.


"kamu aja Mi". sahut Cindy yang juga mempersilahkan Dea untuk memulai duluan.


"kamu aja Cin. mungkin kamu lebih penting dari pada aku". tolak Dea yang masih sulit membicarakan masalahnya.


"ga. aku ga penting banget kok. cuma nanya habis ini kita mau ngapain?". dusta Cindy.


sebenarnya ia ingin memancing Midea untuk menceritakan permasalahan hidupnya.


"mmm... masak lagi mungkin". jawab Midea seraya tersenyum simpul.


"oh.. ya udah. boleh deh. hehe". kekeh Cindy.


mereka kembali terdiam sesaat. Cindy masih menunggu dan berharap akan pengakuan Midea saat ini.


sementara Midea sendiri ingin menanyakan langsung pada Cindy tetapi masih meragu. hanya saja rasa keingintahuannya lebih besar untuk saat ini. akhirnya ia mencoba untuk memberanikan diri menanyakan langsung pada temannya Retha itu.


"Cin". panggil Dea pelan.


"ya Mi".sahut Cindy seraya menatap Dea yang terlihat bingung.


"kenapa?. kamu mau nanya sesuatu?". Cindy


mencecarnya dengan pertanyaan.


"mmm..mengenai keberadaan ku di sini kamu udah ngasih tau Retha?".tanya Midea dengan hati hati.


"belum". sahut Cindy seraya menggelengkan kepalanya.


tatapan heran Midea membuat Cindy melanjutkan kembali kata katanya.


"suamiku melarangku".ujarnya jujur.


"mas Andra sudah cerita semuanya tentang bagaimana kondisinya kamu saat di temukan olehnya di pinggir jalanan di depan kafenya Arjun". lanjutnya.


"ada apa sebenarnya Mi? ". tanya Cindy semakin penasaran.


"kenapa aku tak boleh memberitahukan pada Retha jika kamu ada di sini?".tanya Cindy.


"ada apa sebenarnya Mi? ". tanya Cindy kembali.


"aku tidak mau saja mereka semua tau jika aku berada di sini". jawab Dea.


"boleh aku tau kenapa?.apa kamu sengaja menghindari mereka karena kasus kamu yang kemarin? ". tanya Cindy seraya menatap Dea.


Dea menatap Cindy lalu membuang pandangannya ke arah lain. berat rasanya untuk menceritakan kepada seseorang tentang masalah hidupnya saat ini.


"Mi".panggil Cindy.


Dea menggeleng pelan seraya tersenyum.


"aku hanya ingin menenangkan diri untuk sementara waktu". sahut Dea.


Cindy hanya bisa tersenyum. ternyata yang di katakan Arjun dulunya memang benar adanya bahwa mencari tau tentang kehidupan pribadi dari temannya mereka itu tidaklah semudah di bayangkan Cindy. akhirnya mereka pun sama sama kembali terdiam.


sementara fikiran Midea masih berkecamuk ia sebenarnya sangat membutuhkan sebuah pekerjaan yang menopang hidup dan anaknya


di tambah ia harus membayar semua kebaikan Cindy padanya selama dua hari ini meskipun wanita itu tak memintanya.


akan tetapi Midea juga tetap tak mau terus terusan menjadi parasit di hidup pasutri itu yang setiap harinya di bawakan ini itu dan juga di beri ini itu untuk anaknya.


Midea harus bisa menghasilkan uang sendiri mulai saat ini. jangan sampai ia terus terusan membebani orang lain. meskipun Cindy dan suaminya merasa tak keberatan, tetapi biarlah hari ini menjadi satu satunya yang terakhir dari seorang Midea meminta tolong pada pasutri itu untuk yang terakhir kalinya.


"aku butuh pekerjaan". ungkap Dea tiba tiba.


Cindy menatap Dea tak percaya pada apa yang di ungkapnya barusan.


"maaf. maksudmu Mi?? ". Cindy meminta Dea memperjelas kalimatnya.


"aku butuh pekerjaan Cin!". ucap Dea lebih jelas.


Midea menggeleng pelan.


"aku butuh uang."ungkap Dea.


"kenapa harus bekerja Mi jika kamu di sini hanya untuk menenangkan diri. aku dan suamiku bisa kok menanggung hidup ku selama kamu di sini? ". ujar Cindy.


"apakah uang yang di berikan mas Andra untuk jajannya Dee masih kurang ya?". udah Mi kamu ga usah khawatir gitu. aku akan tambahkan lagi uang jajannya Dee". ujar Cindy seraya mengambil dan membuka dompetnya.


Midea langsung menahan tangan Cindy seraya menggeleng pelan.


"cukup Cindy. ini bukan hanya soal uang. tapi harga diri aku. jika kamu ingin berbuat baik padaku maka cukup berikan aku sebuah pekerjaan dan itu lebih dari Cin". ungkap Dea jujur.


"apa yang bisa kamu kerjakan Mi? ". apakah kamu akan memasak?. aku belum punya usaha Restoran Mi". sahut Cindy.


jujur ia merasa khawatir karena ia sendiri pun tidak tau merekomendasikan pekerjaan apa yang pantas untuk temannya itu. mengingat nama seorang Jasmine atau pun wanita yang ada di hadapannya ini belum menuntaskan kuliah nya. sehingga untuk mengajukan untuk pekerjaan di perusahaan milik keluarga suaminya pun Cindy sendiri masih ragu.


"entahlah apa saja Cin. yang jelas itu halal dan aku bisa menghidupi anakku". sahut Midea.


"nanti aku coba bicarakan sama suamiku ya?"


sahut Cindy.


Midea tersenyum simpul. sementara Cindy memutar otak mengenai jabatan yang pantas untuk Dea di perusahaan keluarga suaminya itu.


"ga usah merepotkan suamimu lagi Cin. kerja di mana pun aku akan dengan senang hati akan menerimanya". ucap Dea penuh harap.


"baiklah Mi. nanti aku coba bantu ya? ". sahut Cindy.


beberapa menit kemudian...


saat Cindy menemani Dea yang sedang memasak. diam diam ia coba menghubungi Didit lewat chat pribadinya dan menceritakan jika bundanya Dee itu sedang mencari pekerjaan.


Didit


"apa dia mau jadi petani kayak kau dulu Cin? ".


Cindy


"ihh janganlah kek gitu kali kau kasih kerja. sayang dia juga. dia kan punya anak. nanti anaknya kek mana. sama siapa? "


Didit


"jadi kerja apa? ". aku pun bingung jawabnya"


Cindy


"ada kawan kau yang punya kafe. biar dua jadi koki aja di sana. dia pintar masak. dulu waktu di Mdn kata si Arjun dan Retha sering bantuin si Arjun di kafe"


Didit


"kenapa ga kau tanya si Arjun saja. kan dia ada kafe di sini".


Cindy


"kau tau itu anak hapenya ga aktif aktif dari kemarin. pening aku. entah kemana itu anak"


Didit


"eh mak. kenapa tak kau coba di kantin kantor nya lakik kau aja. di sana kan bisa kau atur pekerjaan untuknya dia"


Cindy


"oiya ya betul juga kau ini. nanti aku cobalah ngomong sama kepala kantinnya. thank you ya"


Didit


"oke Cin"


Cindy pun tersenyum simpul setelah membaca dan mengakhiri chatingan terakhirnya. kini ia tau harus kemana besok paginya untuk menolong Midea.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.


.