
#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Lalu Justin keluar dari ruangan tersebut berniat ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya. ia pun teringat pada paperbag yang belum ia turunkan dari mobilnya. ia pun segera ke garasi dan mengambil beberapa paperbag milik Midea yang ia hadiahi untuk istrinya itu yang ada di jok belakang.
Justin kembali ke kamar dengan menenteng paperbag milik Midea. dan ia pun tak lupa melihat putrinya dan mengecup lembut pipi chubbynya yang lembut itu.
"Daddy sayang kamu sayang". ucap Justin di telinga sang anak.
lalu ia pun pergi dari situ menuju ke kamarnya
sesampainya di kamar ia berniat menyimpan kotak perhiasan yang ia belikan untuk wanita yang membuat hidupnya repot selama ini.
Justin mencari kotak perhiasan yang ia beli bersama Dea di paperbag yang berlabel toko perhiasan terkemuka di kota itu.
"loh kok ga ada". pikirnya.
Justin mencari kotak perhiasan tersebut antara satu paperbag ke paperbag lainnya. bahkan ia menuangkan semua isi paperbag tersebut ke atas ranjangnya. seketika dahinya mengernyit heran dan curiga saat ia melihat isi paperbag yang hanya berisi mantel kotor milik Midea dan juga dua set pakaian dan tas yang di belinya tadi sore.
"aneh. bukannya pakaian yang aku belikan untuk Dea ada banyak jumlahnya dan kalau ga salah.....". Justin terpaksa menghentikan kata katanya.
kini ia teringat jika tiga paperbag yang berisi beberapa set baju branded yang ia serahkan pada Midea saat wanita itu ingin ke toilet. Justin menyadari jika dari tiga paperbag yang di bawa Dea hanya satu yang di bawanya kembali.
"oh...ya Allah Midea... kamu...??? pekik Justin kesal.
lalu ia mencari kotak perhiasan di antara tumpukan baju yang ia tuangkan hingga akhir nya ia menemukan sesuatu yang keras di balik kantong mantel milik Midea yang kotor.
ia meraba dan mengambil sesuatu yang keras tersebut dari balik kantong mantel Midea.
betapa ia terhenyak saat mendapatkan kotak perhiasan yang ia cari sedari tadi di dalam kantong mantel milik Midea yang di pakai tadi sore.
"astafirullah Midea....". pekik Justin kembali.
"pantas saja saat itu dia bersikeras ingin buka di toilet mantelnya ternyata.... ". gumam Justin seraya menarik dalam nafasnya dan membuangnya kasar.
Justin tersenyum sinis dan mulai tertawa kecil karena geli membayangkan kelakuan istri nakalnya itu. Justin akui memang Midea begitu banyak akal untuk bisa lolos dari setiap masalah yang menghampirinya. itu memang sering ia buktikan setiap kali wanita itu terjebak dalam situasi yang menyulitkan nya.
"aishhh.... Midea....Jasmine...bagaimana cara nya agar kamu bisa bertahan di sampingku dan menjadi istri yang penurut??? ". gumam Justin di hatinya.
lalu ia membereskan baju Midea yang tadinya sengaja ia serakan di atas ranjangnya serta menyimpannya di lemari milik istrinya itu.
...----------------...
setelah mendapatkan titah dari Justin dengan segera Alan menghubungi anak buahnya untuk menjaga bandara. Alan memperkirakan kedatangan pesawat terakhir dari luar negri akan tiba di jam kerja terakhir dari kegiatan bandara tersebut.
Alan menghubungi seorang pilot untuk bersiaga di rooftop kantor pusat KBC. karena apabila sang nyonya bisa kabur juga dari pengawasan mereka di bandara Jkt, maka ia akan mengejar sang nyonya ke Sumatra di mana di perkirakan oleh bossnya jika nyonya Midea akan lari ke Sumatra.
Alan akui memang sungguh melelahkan saat berhubungan dengan sang nyonya dari sebelum mereka menikah sampai sekarang pun tetap saja seorang nyonya yang bernama Midea Hasxander membuat geger satu dunia jika sudah berulah.
tetapi Alan memaklumi hal tersebut mengingat sang nyonya tidak mengingat siapa dirinya yang asli. menurut ilmu psikolog yang pernah ia baca "seseorang bisa berubah seratus delapan puluh derajat saat seseorang itu mengalami trauma dan melupakan siapa dirinya yang sebenarnya".
hal itulah yang kini sedang terjadi pada sang nyonya. identitas asli dari Midea Hasxander adalah Jasminka Orchidea yang memiliki hubungan darah dengan almh nyonya Namira.
beberapa jam telah terlewati Alan segera menyusul ke bandara di mana ia menempat kan anak buahnya di sana. Alan membaca jalur penerbangan masuk dari Australia ke Indonesia di mana pesawat yang di tumpangi sang nyonya akan tiba beberapa menit lagi.
suasana di sekitar bandara sudah mulai lengang. yang itu artinya kegiatan di tempat ini akan segera berakhir untuk hari ini.
sementara dari dalam pesawat yang di tumpangi Midea dan anaknya seorang co pilot memberitahukan bahwa pesawat akan mendarat sebentar lagi di bandara indonesia.
para penumpang yang tadinya terlelap tidur reflek terbangun karena hentakan roda pesawat yang mengenai landasan di bandara kota yang terkenal padat penduduknya itu.
Midea dan Dean segera menggendong sang putra saat seorang pramugari memberitahu kan jika saat ini adalah waktu yang tepat untuk turun dari pesawat.
saat ia keluar dari badan pesawat menuju pintu masuk bandara. dari kejauhan ia melihat seseorang yang berpakaian preman seperti anak buahnya Alan. dan ia pun lebih yakin lagi saat melihat sosok Alan ada di sana.
dengan langkah cepat Midea berjalan ke sisi ruang yang tak terlihat oleh mereka sama sekali. Midea memasuki ruang janitor ia mengunci dirinya sesaat di sana dan memikirkan cara agar bisa keluar dari gedung ini tanpa ketahuan oleh anak buahnya Justin.
Dean menggeliat bangun dan membuka mata nya perlahan. ia memperhatikan ruangan sekitar yang begitu sempit yang tampak di mata nya saat ini.
"unda... ".ia memanggil sang bunda untuk menanyakan soal kebingungannya sekarang ini.
"Dee.. udah bangun? ". tanya Dea saat melihat wajah polos anaknya yang baru terjaga dari tidurnya.
"udah unda..".sahut Dean seraya mengangguk kan kepalanya.
Midea tersenyum lalu mengecup pipi gembul itu dengan hati yang gemas.
"kok kita ada di sini unda...? ". tanya Dean penasaran.
"husss... ada orang jahat di luar yang mau tangkap kita. jadi kita sembunyi dulu". sahut Dean.
"olang jahat... kita lawan aja unda.. Dee kan kuat kayak ailon men". sahut Dean antusias.
"husss.... yang ini ga bisa kita lawan berdua. kita ga bisa pakai ini tetapi harus pakai ini". sahut Dea seraya mengepalkan tangannya dan menunjukkan ke Dean lalu mengacung kan satu jari telunjuknya dan mengarahkan di keningnya.
Dea ingin mengajarkan pada putranya itu agar bertindak lebih menggunakan otaknya dari pada fisiknya saat menghadapi suatu masalah.
"jadi kita halus bagaimana unda..? ". tanya Dean bingung.
Midea tersenyum melihat wajah polos sang putra. di saat inilah ia membutuhkan dukungan semangat dari seseorang yang ia cintai di saat ia mulai buntu.
"Dee... bantu bunda ya kali ini. Dee janji jangan berisik apa pun yang terjadi nanti. okey? ". Dea memberi pengertian pada putra nya itu.
"oke.. unda.. ". sahut Dean mantap.
"sekarang Dee berdiri dulu dan menghadap ke situ dulu ya? ". titah Dea lembut seraya menurunkan putranya dan menghadapkan ke dinding ruang sempit tersebut.
"iya..unda". sahut Dean.
akhirnya ia mengganti baju mahalnya dengan baju seragam cleaning service setelah mengambil seluruh uang yang berada di mantel mahalnya dan memasukkannya ke dalam sebuah tas berukuran sedang yang berisikan pasport dan surat berharga lainnya.
"Dee sembunyi di sini dulu ya sayang. jangan berisik sampai kita bisa keluar dari sini baru Dee bunda keluarin. okey? ".ucap Dea seraya menggendong Dean dan memberi pengertian pada bocah tampan itu kembali.
"iya unda.. ".sahut Dean.
lalu Dea memasukkan sang putra ke sebuah tong janitor beserta tas yang berisi uang hasil penjualan baju brandednya.
"bismillahirahmanirahim". ucap Dea menghadap pintu ruang janitor tersebut.
...***************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.