
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
Justin sengaja mengunci pintu kamarnya untuk memberikan efek takut pada wanita keras kepala yang ada di hadapannya ini. Ia perlahan mendekati Midea, wanita yang telah membuat dunianya jungkir balik selama ini.
Sementara Midea mulai di hinggapi rasa takut saat melihat senyum Justin yang menyeringai licik dengan netranya yang menyorot tajam padanya. persis seperti malam itu. malam di mana Justin menunjukkan kemarahannya atas apa yang terjadi pada perusahaannya karena ulah nya.
(baca cerita selengkapnya di novel pertama ku Jasminka/orchidea eps Akhir. jangan lupa tinggalkan jejak di sana).
midea menggeleng pelan seraya menelisik ke netra Justin yang bersikap dingin padanya. seiring Justin yang berjalan mendekatinya ia pun mengambil langkah mundur hingga mentok ke suatu tembok di antara ranjang dan lemari.
Justin semakin menyeringai puas saat melihat mangsa cantiknya terjebak di antara keduanya. itu berarti dia semakin mudah untuk mengerjai wanita nakal ini.
sedangkan Midea yang masih berusaha untuk lepas dari apa yang Justin pikirkan saat ini. ia pun tak kehabisan akal, dengan netra nya ia menelisik dari setiap sudut ruangan yang bisa ia jelajahi untuk bisa lolos dari sini.
lalu dengan segera ia bergerak ke arah samping menaiki ranjang secara tiba tiba dan langsung masuk ke kamar mandi serta mengunci dirinya di sana.
hal ini tentu saja membuat Justin terhenyak kaget saat tubuh ramping itu dengan secepat kilat melarikan diri darinya serta masuk ke kamar mandi. Justin segera menyusul untuk meminta pada wanita itu membukakan pintu nya segera.
"Midea. buka pintunya!"teriak Justin seraya menggedor gedor pintu kamar mandi.
"Midea. Midea..ayo buka pintunya". teriaknya lebih keras lagi.
sementara dari dalam kamar mandi. Midea memilih tak perduli pada apa yang di lakukan Justin terhadap pintu kamar mandi hotelnya. ia lebih memilih duduk di tepi bathup seraya memainkan ponselnya.
Justin mendengus kesal saat tak di gubris oleh Midea. ia keluar dari kamarnya menuju kamar anaknya. ia melihat Dean dan Keyra yang masih aktif dalam memainkan game yang ada di ponsel miliknya.
"Daddy". panggil Keyra saat melihat Daddynya masuk kamar tanpa sang bunda.
"bunda mana Daddy?". tanya Keyra.
lalu terlintaslah di pikirannya Justin untuk meminta bantuan pada kedua anaknya.
"bunda di kamar mandi. kalian suruh cepetan gih. bilang acaranya nenek cantik bentar lagi mau di mulai. soalnya bunda di kamar mandi udah lama banget". ucap Justin pada Keyra yang tak lain bertujuan untuk membuat wanita itu keluar dari persembunyiannya.
"oke Daddy". sahut Keyra seraya turun dari ranjangnya.
"ayok dek. kita panggil bunda suruh cepetan". ajak Keyra pada adiknya itu.
tanpa menunggu lama bocah tampan itu pun ikutan turun dan mengikuti sang kakak untuk meminta pada bundanya agar segera bergegas kembali ke acaranya nenek cantik.
Justin pun tersenyum senang seraya mengikuti dua bocah itu untuk menjalankan misinya dalam mengelabui Midea agar keluar dari zona amannya. ia berdiri di pintu kamar seraya memperhatikan kedua bocah miliknya dalam aksi memanggil sang bunda yang masih betah di kamar mandi sejak mereka main kejar kejaran.
"bunda.... unda.... ". panggil keduanya seraya menggedor gedor pintu kamar mandi.
"iya sebentar sayang".sahut Midea dari kamar mandi.
sementara Justin tersenyum kecil saat mendengar suara sahutan Midea seiring bunyi tuas pintu yang terbuka.
Midea mendapati dua bocah kakak beradik itu ada di depan pintu kamar mandi sedang menunggu dirinya.
"unda kok lama kayi cih. unda cakit peyut ya? "tanya Dean polos.
"ehmm... iya". sahut Midea kikuk.
"minum obat aja dulu bunda. tunggu ya Keyra minta sama Daddy obatnya untuk bunda". ujar Keyra yang berniat memanggil Justin.
akan tetapi ia urungkan lantaran ia melihat Daddynya telah berdiri di pintu kamar.
"eh.. itu Daddynya udah ada disitu". celetuk Keyra seraya menunjuk ke arah Justin.
"Daddy.. bundanya sakit perut ni Daddy". ucap Keyra pada Justin yang sedang menatap Dea.
"oh ya??. suruh bundanya berbaring di situ biar Daddy ambilkan obat untuk bundanya". ujar Justin seraya berjalan menghampiri ke ranjangnya.
"ayok bunda. istirahat di situ biar Daddy kasih obatnya untuk bunda". ajak Keyra seraya menarik lengannya Midea agar duduk di atas ranjang.
Justin yang tau jika Midea hanya beralasan saja pada anak anaknya hanya mengambilkan segelas air mineral dan memberikannya pada Dea.
"nih minum. pasti di dalam sana kehausan kan?".cibir Justin seraya menunggu Dea meminum airnya.
Midea memilih diam dan meminum segelas air yang di berikan Justin padanya. memang ia merasa haus setelah perdebatannya dengan Justin tadinya. ia meminum air tersebut hingga habis dan menyerahkannya kembali pada Justin.
"hehe... haus berat ya keliatannya". cibir Justin lagi seraya berlalu dari Dea untuk meletakkan gelas itu kembali ke mini kitchen nya.
"bunda udah enakan perutnya?". tanya Keyra perhatian.
"udah sayang. makasih ya buat perhatiannya ". sahut Midea seraya tersenyum.
"bunda jangan sakit sakit dulu ya. ulang tahunnya adek Dee nanti gimana?". masa kayak ulang tahunnya Keyra juga. bunda ga ada". ucap gadis kecil itu tiba tiba yang seketika membuat hatinya trenyuh.
"maaf sayang waktu itu bunda melewatkan ulang tahunnya kakak". jawab Dea merasa tak enak hati pada gadis kecil itu seraya mem -belai rambut panjang sebahu gadis kecil itu.
"iya bunda. Keyra ngerti kok karena bunda kan masih sakit". jawab Keyra polos seperti apa yang di katakan Daddynya sebelumnya tentang alasan tak bisa menghadirkan sang bunda di hari ulang tahunnya tempo lalu.
"bunda masih cakit?". tanya Dean secara tiba tiba.
"ga lagi sayang". sahut Dea pada putranya.
"kalau gitu kita ke tempat nenek lagi yuk. Dee bocen di cini". ajak Dean pada bundanya.
"oh ya udah. kita balik sekarang ke tempat nenek". jawab Dea.
"kakak ikut ga?". tanya Dea pada Keyra.
"ikut dong. Keyra juga bosen dari tadi di suruh sama Daddy terus". celetuk Keyra.
tanpa di sadari, celetukan gadis itu tiba tiba membuat Midea mencium sesuatu atas apa yang terjadi saat dua bocah menggedor gedor pintu kamar mandinya.
'tunggu. emang Keyra di suruh apa aja sama Daddy tadinya?". tanya Dea curiga.
"di suruh panggilin bunda di kamar mandi". jawab Keyra polos.
"cuma itu. memangnya tadi Daddy gimana ngomongbya sama kakak?? ".tanya Midea kepo dengan niat menginterogasi Keyra secara tak langsung.
"kata Daddy. bunda di kamar mandi udah lama banget. jadi Daddy nyuruh kami buat panggilin bunda supaya bunda cepetan keluar dari sana. eh ga taunya bunda memang lagi sakit perutnya. berarti Daddy aja ga sabaran ya kan bun?". jawab Keyra polos.
"iya. kamu benar sayang. emang Daddy kamu aja tu yang ga sabaran". cibir Dea kesal saat mengetahui jika Justin menggunakan anak anaknya untuk membantu pria itu dalam mengacaukan hidupnya.
"memang dasar lakik brengsek. pantesan aja aku merasa ada sesuatu yang mencurigakan semenjak kedua bocah ini hadir di atas catwalk hingga menggedor pintu kamar mandi. ternyata ini akal akalan si Justin buat mengacaukan hidupku. awas aja ya kamu Justin. aku akan buat perhitungan sama kamu". gumam Midea kesal di hatinya.
lalu ia mengajak kedua bocah itu kembali ke ruang family suit untuk bertemu dengan Qanita dan bergabung dengan timnya kembali
Midea dan anak anak keluar dari ruang kamar president suit tersebut tanpa memberitahu kan Justin yang sedang menerima telpon di balkon dari ruang tersebut.
Justin yang menyadari jika ia di tinggal sendirian di ruang tersebut buru buru menyusul Keyra dan dua nya yang berjalan memasuki lift. tapi sayangnya ia hanya terlambat beberapa saja dan lift tertutup dengan tatapan Midea yang menyorot tajam padanya.
"akh.. sial". gerutu Justin karena gagal satu lift dengan keluarga intinya.
Tetap stay terus ya readers..
Yok kita ke next chapter ya reader..
****************
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉."