My D you are the first for me

My D you are the first for me
candaan di pagi hari



Hai readers. selamat membaca kembali ya???


Justin kembali ke rumah barunya yang berada di kota Mdn. dan ia terhenyak kaget karena mendapati mama papanya tengah menunggu dirinya di depan teras rumah.


"ma, pa. kapan datangnya? kenapa ga kasih kabar kalau udah di sini?". tanya Justin seraya masuk ke dalam pelukan sang mama saat wanita paruh baya itu merentangkan kedua tangannya lebar lebar.


"kemarin nak". sahut Mona seraya menepuk nepuk pundak sang putra.


"kamu pasti capek. ayo masuk dulu". titah Arfan seraya mengelus elus punggung kedua orang yang di cintainya.


"iya ma. pa".sahut Justin seraya tersenyum.


Mona dan Justin pun melepaskan pelukannya dan memilih masuk ke dalam rumah. ia memperhatikan keadaan rumahnya yang tampak lengang di karenakan tak ada suara tawa riang dari putrinya yang cerewet.


"mana Keyra ma". tanya Justin pada sang mama.


"udah tidur. kamu mending istirahat aja dulu ya. besok pagi kan masih bisa ketemu". saran Mona.


"iya ma". sahut Justin.


lalu pria itu naik ke lantai dua di mana kamar nya dan juga kamar anak anaknya berada. Justin masuk ke kamarnya Keyra untuk melihat putri satu satunya yang kini sudah terbawa oleh mimpinya.


Justin mengelus pelan rambut lembut milik putrinya itu seraya tersenyum simpul.


"maafin Daddy ya nak. selama beberapa hari ini Daddy ninggalin kamu".ucap Justin pelan.


Justin mengecup lembut pipinya Keyra sebelum ia ke kamar pribadinya. Justin melirik ke arah ranjang yang sudah di ganti sepreinya kali ini.


sementara di ruang makan pasutri paruh baya sedang membicarakan nasib malang anaknya yang tak pernah berhasil dalam percintaan. jika pun pernah berhasil hingga sampai ke pernikahan hanya sebentar saja. pernikahan bahagia dari putranya itu hanyalah seumur jagung saja.


hal ini sangat berbeda dengan pernikahan mereka berdua yang hingga kini masih terasa nyaman dan aman aman saja tanpa adanya badai apa pun. jika pun ada masalah mereka berdua masih bisa mengatasinya selama ini.


"sayang ya pa lihat Justin begitu".Mona berucap sendu.


"doa kan aja ma. biar nantinya si Justin bisa berbahagia kembali meskipun ga bersama si Jasmine atau pun Dee". sahut Arfan.


"iya sih pa. hmm... jadi kepikiran sama Dee. kangen mama jadinya sama cucu yang satu itu". celoteh Mona.


"nanti kita coba tanyain Justin gimana cara ketemu sama si Deenya tanpa ketahuan sama Jasmine dan keluarganya".sahut Arfan seraya menenangkan sang istri.


"iya pa". balas Mona.


mereka berdua pun sama sama tersenyum seraya menyeruput kopinya.


paginya...


"Daddy...Daddy... Daddy.. ".


panggilan Keyra menyentakkan Justin dari mimpi mimpinya. ia mengkondisikan netra nya terhadap cahaya sinar matahari yang masuk melalui jendela kamar pribadinya yang di singkap oleh putri kecilnya.


"Daddy... wake up Daddy.. ". panggil Keyra seraya mendekati tempat tidurnya Justin dan menggoyangkan tubuh kekar milik Daddynya itu.


"kak Keyra..". gumam Justin saat bisa melihat wajah gemes putrinya.


"iya Daddy. ayok bangun. ini udah siang Daddy. tu mataharinya udah muncul". ucap Keyra mengingatkan sang Daddy.


"iya sayang". sahut Justin saat pria itu duduk di pinggiran ranjangnya.


"sini kak". panggilnya kepada sang putri seraya menarik tubuh mungil itu ke pelukan nya.


"iihhh... Daddy bau deh. mandi dulu sana". tolak Keyra saat Daddynya ingin mencium pipi nya.


"hmm... iya sebentar. tapi Daddy cium kakak dululah". pinta Justin.


"ihh ga mau Daddy.. Daddy mandi dulu baru boleh cium cium keyra".tolak Keyra.


"ohh.. jadi gitu sekarang ya.. yang udah mau gede. yang mau ulang tahun udah berani nolak Daddy ya kalau Daddy minta cium. hah? kakak udah mulai pelit ya sekarang". ucap Justin seraya menggelitik leher sang putri.


"hahahahah... Daddy geli Daddy.. Hahaha...". protes Keyra sembari tertawa terbahak bahak.


"hahaha... iya.. iya.. Daddy.. ampun deh.. ampun.. iya deh keyra kasih. hahaha... kasih pipinya satu aja ya Daddy". ucap Keyra yang masih terkekeh menahan geli akibat ulah sang Daddy.


Justin memberhentikan candaannya terhadap putrinya saat putrinya itu menyerah. cup. satu ciuman mendarat di pipi chubby milik sang putri membuatnya ingin mengulang sekali lagi ciuman gemasnya pada sang putri.


tetapi baru juga ia ingin mendaratkan ciuman nya di pipi Keyra yang satunya. tiba tiba suara Mona menggelegar memanggil sang cucu dari bawah tangga.


"keyraaaaaa...... "


"hmmm.. si mama ada ajalah. baru juga mau cium anaknya udah manggil manggil aja". dumel Justin.


"hihihi... udah ya Daddy Keyra di panggil oma tu. Daddy cepetan mandinya ya". celoteh Keyra sambil berlalu.


"eh tunggu kak. Daddy kan belum cium pipi kakak yang satu lagi". ujar Justin.


"nanti aja. Daddy mandi aja dulu sana. Daddy bau". celetuk Keyra sambil lalu.


Justin hanya bisa tersenyum geli menatap langkah kecil sang putri yang usil. setelah Keyra menghilang di balik pintu, Justin pun segera melangkah ke kamar mandi dan bersiap siap ke kantor lagi pagi ini setelah ia libur lebih dari tiga hari.


setelah ia merapikan diri, ia pun segera turun ke bawah dan menghampiri keluarganya yang telah menantikannya pagi ini di meja makan.


setelahnya Arfan menanyakan kepada Justin bagaimana untuk berkomunikasi dengan Dean.


"ya udah nanti papa, mama dan juga kak Keyra nyusul ke kantor aja ya?". nanti aku hubungi Dee dari sana". jawab Justin.


"ohh.. ga bisa video call nya sendiri sendiri gitu ya dari ponsel masing masing? ". tanya Mona.


"ga ma. Dee jam segitu masih jadwal sekolah. dan cuma di jam segitu aku bisa huhungi dia". jawab Justin.


"ohh.. jadi kamu hubungi dia melalui pihak sekolahnya?". tanya Mona penasaran.


"ga pake telepati alias ilmu bathin tingkat dewa". canda Justin lalu meminum susunya.


"ihh.. ini anak orang tua nanya serius juga malah di becandain". omel Mona seraya menepuk lengan Justin kuat sehingga gelas susu yang ada di tangannya bergetar dan sedikit tumpah ke atas meja.


"ouchh mama. tumpah ni kan". pekik Justin.


"tu tisu basah. entar juga kering. yang beresin pun mama juga. siapa suruh becandain mama mulu". omel Mona panjang lebar.


"iss.. mama ni". sungut Justin.


sementara Arfan dan Keyra tertawa cekikikan melihat tingkah anak dan ibu yang tak pernah habis habisnya berdebat jika sudah di pertemukan seperti ini.


"ya iya lah ma. harusnya mama ga perlu nanyak lagi soal itu. cuma itu jalan satu satu nya bisa berkomunikasi dengan Dee". jawab Justin.


"oohhh... ya sudah. nanti jam sembilanan mama ke kantor kamu. kak Keyra mau ikut ga?. biar oma sama opa nanti yang pamitin sama gurunya sebentar?". tawar Mona ke. Keyra.


"ya mau lah oma. soalnya kakak juga jarang di ajak Daddy buat video call an sama dek Dee". jawab Keyra antusias.


"oke sayang. kakak tunggu aja ya. nah sekarang kakak sekolah dulu. tuh ummi Retha sama abi Satria kesayangannya udah datang buat jemputin kamu tu". ujar Mona saat melihat bayangan mobilnya Satria masuk ke halaman rumah.


"oke deh oma. kakak pergi dulu. mmuach". sahut Keyra seraya mencium pipinya Mona yang masih ketat itu.


lalu ciumannya beralih ke Arfan setelah ia melakukan salam. lalu bocah cantik itu menghampiri Daddy nya.


"Keyra pergi sekolah dulu Daddy". pamitnya pada Justin seraya mengulurkan tangan mungilnya untuk salaman.


Justin bukannya memberi salam tetapi ia malah menarik tubuh putrinya ke dalam dekapannya dan....


"Justiiiiiin"


Yok ke next chapter ya reader..


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.