
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???. semoga enjoy 😉
Seminggu kemudian...
Sagita tersenyum saat Arjun menunjukkan dua buah tiket yang telah di pesannya siang ini untuk keberangkatan mereka besok siang ke kota pdg.
"jadi juga ni ceritanya?". Ujar Sagita saat gadis dewasa itu singgah ke kafenya Arjun saat jam kantornya break sesaat.
"hmm...Ya. Aku udah ambil cuti untuk tiga hari ke depan". Sahut Arjun.
"oke. Jadi nanti pulang ini aku harus siap siap ". Ucap Sagita.
"oiya. Ngomong ngimong aku harus membeli hadiah apa ya untuk Dee.?". Tanya Sagita pada Arjun.
"mainan, baju atau apa ya Jun?". Tanya Gita seraya memikirkan hadiah atau pun oleh oleh yang pantas untuk Dee.
"hehehe....ga usah membebani diri dengan barang bawaan Git. Yang ada bikin repot aja. Emangnya di sana ga ada mall apa. Kenapa harus bawa dari sini ". kekeh Arjun.
"ga ah. Aku tak merasa di repotin kok. Dia kan ponakan aku juga selain Keyra". bantah Gita keberatan jika merasa di repotkan akan oleh oleh untuk Dee.
Arjun tersenyum menanggapi pernyataan Sagita barusan.
"aku tau Git. Tapi Dee itu bukan seseorang yang materialistis. Dia cuma butuh seseorang yang bisa membuatnya senang dan tertawa dan juga baik sama bundanya". Ungkap Arjun.
"jadi. siapapun harus bisa mengambil hatinya Dee dong dan juga bundanya". Ujar Sagita.
"yah gitu lah. Aku rasa semuanya normal kan. Bukannya setiap insan di dunia ini ingin semua orang berlaku baik pada kita". Sahut Arjun.
"iya sih. Memang sudah menjadi hukum alam apa yang di tanam itu yang kita tuai". balas Sagita.
"ntar kalau udah nyampe sana kita ajak Dee ke suatu tempat yang membuat dia antusias untuk membeli sesuatu deh". sahut Arjun.
"okey". Sahut Gita santai seraya menyeruput milk shakenya.
"mau aku buatin apa siang ini?". Tanya Arjun pada Sagita saat wanita itu telah menghabis kan cemilannya.
"kebab aja deh. aku masih kenyang soalnya". Sahut Sagita.
"oke. Tunggu sebentar ya?". Ucap Arjun lalu meninggalkan gadis dewasa itu kembali ke dapur saat wanita itu menganggukkan kepala nya.
sementara tak jauh dari tempat mereka duduk ada seseorang yang mengintai mereka untuk mengetahui informasi tentang seseorang yang di cari oleh majikannya selama ini.
Pria yang itu adalah salah satu anak buahnya Satria yang di percayakan oleh Justin untuk sebuah tugas dalam mengintai Arjun dan Sagita. Hal ini untuk menghindari kecurigaan oleh Sagita yang nota bene juga memiliki beberapa teman yang di percayakan Sagita untuk memberitahukan perihal jika ada sesuatu yang mencurigakan atau pun stalker yang di kirim seseorang untuk mengawasi atau mengintai dirinya. Ini di karenakan hubungan baik yang terjalin di antara Sagita dan juga para elit inteijen.
"sepertinya mereka akan berangkat besok pak". Tulisnya pada sebuah pesan yang akan ia kirimkan pada Justin.
"pastikan kamu tau ke kemana mereka akan berangkat besok. lakukan sesuatu untuk mendapatkan informasi secepat mungkin". Titah Justin dalam pesannya.
"baik pak. akan saya usahakan secepatnya memberikan informasi ke kota mana tujuan mereka pergi". Tulisnya kembali.
Sementara dari balik kursi kebesarannya Justin menarik nafasnya dalam dalam untuk meraup oxigen ke paru parunya yang mulai terhimpit rasa sesak karena mendapatkan berita jika Dea dan Dean ada di sebuah kota yang hanya Arjun dan Sagita yang tau.
"Sagita. Berani sekali kamu menyembunyikan mereka dari saudara sepupumu sendiri". gumam Justin geram.
Keesokan harinya..
Sagita tersenyum saat melihat Arjun telah berdiri di depan pintu demi menjemputnya di siang ini. Keberangkatan mereka di jadwalkan satu jam lagi menggunakan pesawat komersil
"udah siap?". Tanya Arjun saat melihat gadis dewasa itu keluar dari rumah dengan sebuah koper di tangan dan tas slempang kecil yang di gunakan untuk menyimpan handphone dan dompet.
Mereka bedua memasuki mobilnya Arjun menuju ke bandara. Tanpa mereka tau jika seorang utusan Justin mengikuti mereka dari belakang mobilnya. Sesampainya di bandara Arjun memarkirkan mobilnya di parkiran inap dari bandara tersebut.
Mereka berdua melenggang masuk dan melaporkan tiket menuju ke sebuah kota di mana auntynya Arjun tinggal saat ini.
"ni ga apa ni kalau aku nginapnya di rumah nya Aunty kamu Jun?". Tanya Sagita ragu.
Sebab ia lebih nyaman tinggal di hotel dari pada harus menginap di tempat orang. Tetapi karena auntynya Arjun memintanya untuk menginap di rumahnya, Sagita pun meng iya kan saja tanpa berfikir fikir dulu lantaran ia pernah mendengar jika dulunya Retha juga pernah menginap di rumah Auntynya Arjun. Jadi ia pikir tak masalah karena Retha telah bersuami.
Akan tetapi ia baru menyadari jika statusnya saat ini adalah masih lajang murni tanpa status hubungan apapun dan dengan pria manapun termasuk Arjun yang selama ini adalah pria yang memiliki hubungan dekat dengannya saat ini. Mereka berdua tanpa sengaja menjadi akrab satu sama lain setelah kasus sidang bandingnya Midea.
Bahkan kini tanpa sadar Arjun memanggilnya nama saja tanpa embel embel kakak atau mbak lagi.
"ya kan cuma nanya". Sahut Gita ragu.
"ga. Ga papa. Kan udah di ceritainkan sama Auntynya aku kalau dulu Retha juga di ajak menginap di rumahnya aunty buat nemenin beliau. Udah deh ga usah di pikirin. Ntar kalau kamu mau nginap di rumahnya tante Alma dan Dea juga boleh kok. Yang penting habis mendarat ntar kita singgah dulu ke rumahnya aunty. Setelah itu terserah kamunya mau kemana".tukas Arjun mwnjelaskan panjang lebar.
"mm..iya deh". Sahut Gita.
beberapa menit kemudian..
Pengumuman masa boarding untuk jadwal keberangkatan pesawat ke kota tujuan nya Arjun dan Sagita pun akhirnya tiba. Dua sejoli tanpa status itu pun akhirnya masuk ke sebuah ruangan di mana akan di lakukan tahap pemeriksaan terakhir sebelum mereka memasuki badan pesawat.
Sementara dari kejauhan seorang utusan Justin memberitahukan mengenai info yang ia dapatkan hari ini tentang kota yang di tuju oleh kedua orang itu.
Dari kursi kebesarannya Justin tersenyum smirk saat telah berhasil mengetahui jejak nya Dea dan Dean. Berkat saran dan bantuan dari Satria sebelumnya.Maka tanpa di ketahui oleh Sagita dan Arjun. Justin pun menyuruh seseorang untuk menyusul dan mengikuti mereka berdua untuk mencari informasi keberadaan putranya dan juga mantan istri nya itu.
Justin pun mengirimkan pesan pada adik sepupunya itu mengenai info yang di dapat nya hari ini.
"Satria. Mereka ada di kota pdg sekarang. Arjun dan sagita sedang on the way ke sana. Pesawat mereka sudah berangkat barusan saja. Sekarang abang mau menyusul mereka sekarang". Tulisnya dalam pesan tersebut.
"aku ikut bang buat nemenin abang. Aku kasih tau Retha dulu ya". Balas Satria.
"ya. Abang tunggu. abang pesankan tiketnya sekarang". Tulisnya kembali.
"oke bang". balas Satria.
Akhirnya chatingan itu berakhir singkat dengan keduanya menutup aplikasi chatingan nya masing masing.di mana Justin menyuruh Alan untuk melanjutkan pekerjaannya hari ini.
"saya akan pergi dengan Satria. Kamu tolong urus pekerjaan saya dengan baik". Titahnya pada Alan sembari berlalu dari hadapan Alan yang baru beberapa menit lalu tiba dari kantor pusat
"baik pak". Sahut Alan yang seketika itu juga menatap heran pada pria yang menjadi bossnya itu.
"emmm....baru juga nyampek udah mau pergi aja si boss. Trus ninggalin kerjaan banyak lagi ".keluhnya saat menatap setumpuk berkas yang harus ia rekap dalam bentuk laporan data.
sementara Justin melajukan mobilnya pulang ke rumah untuk mempersiapkan keperluan pribadinya yang akan di bawanya saat ini. Justin.
Beberapa jam kemudian dua pria tampan itu telah tiba di bandara dan melaporkan tiket yang telah di pesan sebelumnya dalam sebuah aplikasi online. Setelah melewati masa boarding yang cukup panjang di karenakan ada kendala dalam jadwal keberangkatan dari pihak bandara, akhirnya dua saudara sepupuan itu pun memasuki badan pesawat dan terbang ke sebuah kota di mana dua D yang mereka cari selama ini berada.
"bang". Panggil Satria.
"ya". Sahut Justin.
"jika abang ketemu mereka. Abang mau ngapain?". Tanya Satria saat mereka sedang bersantai di ruang business class.
"paling mereka berdua aku culik dan aku sekap di dalam sebuah rumah yang besar dan di penuhi beberapa bodyguard terlatih supaya D gede ga bisa kabur lagi membawa D kecil.". Sahut Justin santai.
"haha..abang bercanda kan?". Tanya Satria yang tak yakin jika Justin akan melakukan yang demikian.
Justin menatap adik sepupunya itu dengan sorot netra yang tajam.
"aku serius!"
.Lanjut ke next chapter ya readers
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
Terima kasih.