My D you are the first for me

My D you are the first for me
Justin yang meminta penjelasan dari Midea



#Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉


Midea sedang asyik membentuk nastarnya dan mengisi banyak dengan selai nenas, strawberry, blueberry dan juga ia mencoba dengan isi selai kurma.


"banyak kali kakak isi macam macam selai selainya kak. aku testimoni ya kak?".celoteh salah satu cleaning sevice perusahaan yang bekerja paruh waktu lantaran masih kuliah.


"boleh. sebentar ya? ". ucap Midea.


lalu ia mengeluarkan satu loyang besar dari nastar yang telah di panggangnya dengan tingkat kepanasan yang di atur agar kematangan dari nastar tersebut sempurna.


"nih. cobain aja". tawar Dea pada gadis yang berusia dua puluh tahunan itu.


"makasih kak". balas Office girl tersebut seraya mengunyah satu nastar yang berisikan blueberry.


"mmm.. uenak tenan kak eee.. ". celoteh Office Girl tersebut dengan jujur.


Midea tersenyum saat melihat mimik dari wajah gadis yang terlihat polos itu. seketika ia teringat tentang dirinya sendiri. ia sempat berfikir di usianya saat seumuran dengan gadis yang ada di hadapannya ini. saat itu dirinya sedang apa?. berkarya apa?. dan pernahkah ia menuliskan tentang impiannya dan juga cita citanya. atau apa yang di tulis oleh Jasmine dalam sebuah buku diary yang pernah ia baca saat pertama kali ia menginjak kan kakinya di rumahnya Jasmine. Rumah miliknya sendiri. adalah impian dan juga cita citanya juga selama ini.


Midea membuang nafasnya kasar saat ia tidak mampu untuk mengingat semua hal tentang dirinya di saat usianya di dua puluh tahunan. Midea masih terus menatap gadis polos yang sedang mengunyah nastar milik nya.


"kenapa melamun kak?". tanya office girl tersebut.


Midea tersenyum dan menggeleng pelan lalu Ia melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda. menghabiskan sisa adonan untuk di jadikan cemilan buat seorang nyonya dari pemilik perusahaan ini.


saat ia larut dalam pekerjaannya tanpa di ketahui oleh Midea jika Justin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi hanya untuk menemui dirinya. kini mobil Justin berbelok ke arah parkiran perusahaan milik keluarganya Andra.


Justin pun segera turun dan mencari Midea di sebuah kantin dari perusahaan tersebut. Dadanya bergemuruh ingin segera menanya kan apa maksud dari isi surat yang di gugat oleh wanita yang membuat hidupnya jadi tak beraturan selama ini.


berbekal pada sebuah informasi dari sekuriti kantor Justin segera berjalan menyusuri koridor menuju kantin yang luas di mana ada begitu banyak stand stand yang menyediakan makan siang untuk pekerja lapangan yang berada di belakang kantor ini.


Justin menyelusuri dan memperhatikan di setiap stand hingga akhirnya ia menemukan wanita yang di carinya sedang mempersiap kan kopi dan cemilannya untuk para pekerja yang sekitar satu jam lagi akan memasuki istirahat siangnya sejenak.


Justin mendekati stand tersebut dan melihat Midea yang sedang di temani oleh seorang OG.


"Midea". panggil Justin.


Midea yang masih asyik dengan pekerjaannya seketika menghentikan pekerjaannya dan mencari ke sumber suara yang ia kenali. dan ia melihat Justin berdiri di depan stand milik nya.


"Justin".desisnya pelan seraya menatap pada wajah pria itu yang terlihat gusar.


"Midea. bisa kita bicara sebentar?". tanya Justin seraya terus menatap wanita itu.


Dea melihat di sekelilingnya untuk memeriksa kan sisa pekerjaannya lalu ia meminta tolong pada Ofiice girl tersebut untuk menjaga stand nya sebentar saat ia tak ada.


"kamu di sini dulu ya sebentar. saya ada perlu sebentar". ujar Dea.


"iya kak". sahut Office Girl tersebut.


Midea pun mengajak Justin ke suatu tempat yang sepi dari lalu lalangnya orang orang di perusahaan ini.


"ada apa? ". tanya Midea saat ia merasakan tempat itu cukup sepi.


Justin mengeluarkan selembar kertas bekas remasannya dan menunjukkan pada Midea.


"apa maksudnya ini De? ". tanya Justin menahan sabar.


Midea melirik surat itu sekilas.


"bukankah semua sudah jelas apa yang tertera di situ?".tanya Midea balik yang langsung mengerti kemana arah pembicaraan Justin.


"aku ingin mendengar penjelasan langsung dari kamu sendiri". ujar Justin yang masih bersabar.


"penjelasan apa lagi Justin?".bukankah seharus nya hal ini tidak membuat kamu terkejut lagi. lagian saat sidang pertamanya kamu pun tidak berniat untuk menghadirinya kan? ". cibir Dea menatap santai.


Justin menatap gusar pada Midea. dan bertanya pada wanita yang terlihat santai di wajahnya.


"kenapa?". kenapa harus seperti ini. kenapa kamu terlalu cepat mengambil keputusan seperti ini De?".


"Dan maksud kamu apa De. aku baru tau tentang surat ini tadi pagi?". ungkap Justin.


"alesan kamu itu tidak masuk akal tau ga?! ". surat itu langsung di kirim ke alamat kantor kamu dan langsung asisten kamu sendiri yang menerimanya. itu yang aku dengar dari Lupita asistennya Sagita saat gadis itu ke sana".jelas Midea yang mendengar langsung penjelasan dari Sagita saat itu.


"Sagita". desisnya menggeram di hatinya.


lagi lagi saudara dari papanya itu ikut campur dalam rumah tangganya.


"kamu mau mencari alasan apa lagi Justin? ". tanya Midea yang mulai gerah karena mendengar alasan dari pria itu


"aku ga mencari alasan Dee. aku beneran ga tau tentang surat pertama. jika saja aku tau aku pasti akan langsung menyuruh kamu untuk menghentikan semua ini. lagian kita bukan anak anak lagi yang hampir bertengkar setiap hari di saat kita berjumpa apa lagi... ini??! ". ungkap Justin seraya menunjukkan kepalan tangannya yang berisi surat panggilan kedua ke pengadilan agama.


"Dan aku beneran ga nyangka kalau kamu bakalan senekat ini untuk mengakhiri ini semua tanpa kamu berfikir panjang apa efek nya ke depan buat mereka?? ". lanjut Justin seraya menatap wanita yang bersikap acuh padanya.


Midea memutar bola matanya mendengar pernyataan Justin seraya tersenyum


"tidak akan berefek apa pun pada mereka Justin. toh selama ini mereka berdua juga baik baik saja kan?! ". ungkap Midea yang mulai jengah berdebat.


"Midea aku mohon. jangan ngomong itu lagi". pinta Justin yang masih berusaha sabar menghadapi wanita keras kepala yang ada di hadapannya kini.


Midea membuang pandangannya ke arah lain.


"kenapa Midea?. kenapa kita ga mencoba untuk memulai kembali dari awal demi Dee. demi anak anak??!. yang mereka butuhkan adalah keluarga yang utuh. mereka butuh kita berdua". bujuk Justin.


"bukankah aku udah berusaha selama ini untuk menjadi suami yang baik buat kamu. kenapa kita ga mencobanya kembali De??!". Justin berusaha membujuk istrinya kembali.


Midea menggeleng pelan seraya menatap ke netra biru itu. Midea memang melihat jika pria yang ada di hadapannya ini berkata jujur. akan tetapi ingatannya kembali saat pria ini menawarkan perjanjian hitam di atas putih yang mengakibatkan ia harus kehilangan hak asuh putranya dan tidak bisa bertemu dengan putranya selama beberapa bulan.


kembali ia menggelengkan kepalanya. dan kali ini gelengannya semakin kuat seraya berkata.


"ga. aku ga akan mundur dari apa yang sudah menjadi keputusan aku Justin. aku akan tetap di keputusan aku".ucap Dea pelan tetapi terdengar lantang di telinga pria itu.


pupil netra Justin semakin melebar saat mendengar pernyataan Midea barusan.


"Midea!". pekik Justin pelan.


"jangan egois kamu!". hardik Justin.


"aku ga egois Justin!". bantah Dea


"semuanya sudah aku fikirkan baik baik. dan ini adalah keputusan yang terbaik. memang sedari awal kita udah salah. makanya lebih baik kita sudahi semua kesalahan ini". ujar Midea yang dadanya mulai bergemuruh karena Justin menuduhnya egois.


"kesalahan itu bisa di perbaiki Midea. asalkan kita saling mengalah dan kamu tidak pernah lari dari masalah seperti yang kamu lakukan selama ini. dikit dikit kabur dikit dikit kabur. mending kamu kabur sendirian tanpa membawa dan membahayakan Dee. serta menyakiti hatinya Keyra. darah daging aku!!". pekik Justin pelan tetapi terdengar menusuk begitu di hati seorang Midea.


"apa!?darah daging kamu?! tanya Dea memastikan pendengarannya dengan darah yang berdesir hebat.


"ya!!.anak aku darah daging aku. pewaris Kehl Ardiansyah".tantang Justin yang juga mulai terpancing amarah.


tanpa mereka tau jika ada dua pasutri yang mendengar perdebatan mereka dari arah arah yang berbeda. di mana satu sama lain tidak mengetahui jika masing masing pasangan nya sedang menguping perdebatan suami istri yang telah lama bersiteru itu.


...**************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.