
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.
Justin kembali ke kota Mdn dengan perasaan kecewa lantaran ia gagal mendapatkan keberadaan istri dan putranya. bahkan setelah ia menunggu telpon dari Rendy pun. pria muda itu tak juga menelponnya. hingga ia harus kembali lagi ke instalasi farmasi rumah sakit tempat Rendy bekerja untuk menanya kan keberadaannya.
seorang pegawai terkait memberitahukan padanya jika Rendy mengambil cuti selama dua hari dan baru kembali bekerja dua hari lagi. itu berarti Justin harus bertahan di sini selama dua hari.
Justin meraup kasar wajahnya lalu membenamkannya di kedua telapak tangan nya. Rindu. itu yang ia rasakan saat ini pada dua D itu. terlebih pada putranya yang menggemaskan.
"Dee.. di mana kamu sayang". gumamnya dengan tenggorokannya yang tercekat.
suara pesan masuk membuatnya teralihkan pada nomor mamanya yang memberitahukan jika ia dan Keyra akan menyusul Justin pulang ke Indonesia. tetapi Justin sedikit keberatan jika mereka semua menyusul Justin ke sini.
Justin
"ma mendingan mama pending dulu deh pulang ke Indonesianya".
Mona
"kamu itu aneh deh. anaknya pingin pulang kok malah kamu larang larang. dia kangen sama kamu dan juga sama adek dan juga bundanya".
Justin
"tapi ma aku belum menemukan mereka sama sekali. kalau Keyranya tanya tanya terus soal mereka. aku harus jawab apa ma??".
Mona
"si Keyra udah kesel banget di sini. apa lagi ga ada teman temannya. anak tetangga sebelah lagi liburan musim panas ke bali. lha mama punya saudara, punya rumah masa ga kamu bolehin pulang.
Justin
"iya ma. hanya saja aku pusing sama Keyra kalau nanya nanya soal Dea dan Dee. apa lagi sampai sekarang aku ga tau mereka ada di mana. gimana ga pusing coba?"
Mona
"aduh Tin. ya kamu kerahin semua dong anak buah kamu untuk mencari mereka. heran deh mama sama kamu. masa kita harus nunggu tahunan lagi buat ketemu sama mereka lagi".
glek.
Justin menelan kasar salivanya. seketika ia teringat tentang Midea yang beberapa tahun lalu dari pengawasannya saat wanita itu di rawat di rumah sakit jiwa.
kapan ia bertemu Midea lagi?. saat wanita itu telah melahirkan Dean dan putranya itu sudah berumur lebih dari dua tahu.
Justin
"akan aku usahakan yang terbaik ma. untuk menemukan mereka".
Justin pun menutup chatingan pribadi ponselnya dengan sang mama dan langsung menghubungi Alan agar menyewa seorang detektif untuk mencari keberadaan Midea dan Anaknya.
"terserah bagaimana caranya agar mereka di temukan segera". titah Justin pada asisten nya itu.
"baik pak". sahut Alan.
...----------------...
aktifitas baru di hari pertama dari dua D itu selesai dan berakhir lancar. Midea dengan segera berjalan menuju gerbang di mana Cindy dan Dean datang menjemputnya sesuai janjinya pada Dean dan Dea. jika selama Andra tak ada maka yang menjadi supir mereka adalah dirinya sebagai bentuk aktifitas baru untuk membuang rasa jenuhnya berada di rumah sendirian.
"gimana hari pertamanya? ". tanya Cindy basa basi begitu Dea masuk ke mobil.
"yah Alhamdulilah lah. cukup lancar". sahut Dea.
"karyawannya banyak kan? ". pasti rata rata mereka banyak makannya". celetuk Cindy.
ia teringat saat mengikuti pembagian nasi bungkus yang di beli dadakan lantaran saat awal awal menikah dengan Andra perusahaan tersebut belum memiliki kantin khusus karyawan sehingga setiap menjelang istirahat Andra harus di repotkan memesan nasi bungkus dadakan di warung nasi terdekat.
tentu saja hal tersebut sangat tidak efektif sangat membuang waktu dan tenaga. bahkan Andra merasa di repotkan pada saat ada tamu dari luar yang ingin membeli hasil perkebunan mereka untuk olahan obat herbal lainnya selain ia harus mencukupi untuk produksi pabrik jamu olahan ayahnya.
sehingga akhirnya tercetus di otak nya Andra untuk membangun sebuah kantin di mana ia akan merekrut koki terbaik untuk mengolah makanan yang akan di bagikan kepada para karyawannya.
"ga semua kok. cuma beberapa yang memang jumbo makannya lantaran porsi tubuhnya yang melebihi rata rata mungkin. atau ad juga yang kurus tetapi memang doyan makan". sahut Dea yang sempat memperhatikan ada beberapa karyawan yang mengambil porsi makan siang mereka melebihi standar.
"Dee.. bosan ya? "..tanya Dea yang melihat wajah tampan itu yang terlihat bad mood.
"enggak unda. cuma Dee bocen pulangnya lama kali". ujar Dean.
"loh kan jam pulangnya kan sama seperti waktu Dee sekolah dulu saat di Mdn". ujar Dea yang mengingatkan jadwal sekolahnya Dean yang dulu saat masih tinggal di Mdn.
"iya sih tapi tante Cindy lama kali jemputnya"
keluh Dean.
"ihhh.... maaf deh... tante telat jemput tadi tante tu harus antri ke spbu dulu sayang. kalau ga nanti mobilnya mogok. kita ga bisa pulang". jelas Cindy.
"Dee..". tegur Dea lembut.
"besok tante janji ga bakalan telat lagi deh jemputnya. Dee jangan bete bete terus ya". bujuk Cindy.
"Dee tadi perasaan bunda waktu di rumahnya tante Cindy bunda liat udah ga kenapa napa lagi. kok sekarang ngambekan". tegur Dea saat teringat dua buah foto yang di kirim Cindy melalui ponsel yang di berikan Cindy padanya.
"ga ah olang Dee tadi di rumahnya tante Cindy Deenya bobo kok". bantah Dean.
Dea melirik Cindy dan menanyakan soal foto tersebut.
"hahaha oh itu. itu di kirim dari ponselnya mas Andra. supaya akunya kirim balik ke kamu". jelas Cindy.
"maksudnya?". tanya Dea tak mengerti.
"kamu ingat ga waktu kita pulang dari berkebun di tempatnya si Didit?". tanya Cindy.
"ya". sahut Dea singkat.
"ya udah kita kan ke pusat perbelanjaan kan. yang aku sama kamu lagi shopingannya di toko baju. mas Andra sama Dean kan saat itu lagi berdua entah kemana. yah mungkin mas Andra iseng aja buat ngambilin fotonya si Dee pas lagi momen lucu lucunya gitu. jadi mas Andra lagi gemes sama si Dee Mi". jelas Cindy panjang lebar.
"ohh... habisnya kamu ga kasih tau foto yang tadi itu di ambilnya kapan dan di mana. jadinya aku pikir itu di rumahnya kamu Cin". ujar Dea memberikan alasannya.
"hehe iya juga sih. sorry deh". kekeh Cindy.
"its oke Cin. di maklumi mungkin ke asyikan chatingan lain sama suami jadi ga fokus sama foto itu lagi ". celetuk Dea bernada canda.
"kamu ya Mi bisa juga bercanda". sahut Cindy seraya tersenyum lebar.
"lama Dee bobonya di rumah kamu Cin? ". tanya Dea.
"hmm... lumayanlah untuk seorang anak yang sebaya dia. biasanya anak seusianya sudah mulai berkurang frekuensi tidurnya. mereka lebih senang main dari pada di suruh istirahat siang". ujar Cindy.
"syukurlah. aku pikir dia sulit beradaptasi pada lingkungan baru. ternyata Alhamdulilah dia cepat akrab sama kamu". ujar Dea seraya menatap Cindy.
Cindy tersenyum dan melirik Dea sesaat lalu kembali fokus menyetir.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.
.