My D you are the first for me

My D you are the first for me
sapaan Jason, kecuekan Dea



Wellcome back my readers yang super duper caem dan cuakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.


saat Justin sedang asyik menemani anak anaknya bermain. Midea masih berkutat di dapur dan di hadapkan pada selai strawberry dan coklat yang sedang ia olesi di atas roti yang akan ia bakar di atas teflon nantinya.


sementara air panas siap untuk di seduhkan pada coklat bubuk yang telah ia sediakan pada masing masing tiga mug gelas yang telah ia siapkan di atas nampan.


harum mentega yang di cairkan di atas teflon panas membuat hidung siapa saja yang melewati dapur akan tercium aroma lezatnya termasuk Jason yang berniat mengambil air minum untuk dirinya dan Astrid.


ia melihat putrinya sedang asyik membuat sesuatu makanan ringan di sana.


"Jasmine". panggil Jason pada putrinya tersebut.


Dea sempat menghentikan kegiatannya sesaat tetapi karena yang memanggil suara Jason terlebih dengan sebutan Jasmine maka ia tak menggubris panggilan tersebut.


semenjak dirinya mendengar percakapan ibu dan anak itu. Dea mulai membenci nama itu.mereka memangil dirinya dengan sebutan Jasmine seolah olah mereka semua tak ingin mengenal seseorang yang bernama Midea Hasxander. seorang perempuan ****** yang memaksa masuk untuk merusak kehidupan keluarga mereka.


Dea lebih memilih fokus pada masakannya, meskipun Jason memanggilnya dengan sebutan Jasmine berkali kali. hingga Jason memanggil namanya dengan sebutan Dea barulah ia menoleh.


Jason tersenyum saat putrinya menoleh pada nya. ia menghampiri Dea yang kembali fokus pada misinya.


"kamu lagi ngapain?". tanya Jason basa basi yang sebenarnya ia sudah tau apa yang di lakukan oleh putrinya itu.


Dea hanya bergeming seraya menatap Jason sekilas lalu netranya kembali pada roti bakar yang sedang ia beri toping keju di atasnya.


"sepertinya enak. untuk anak anak ya?. pasti mereka suka". celoteh Jason basa basi.


Jason berharap putrinya itu mau berbicara padanya kali ini. meskipun yang mereka bahas soal anak anak. tetapi Jason terlalu banyak berharap. Jasminka, putrinya memiliki sifat keturunan dari mamanya, Naminka.


Jika ia marah pada seseorang apa lagi jika seseorang tersebut adalah seseorang yang menyakiti hatinya maka Naminka lebih memilih diam dari pada harus meluapkan amarahnya yang mungkin bisa meledakkan satu kota.


yah mungkin sikap diam putrinya inilah cara menghadapi dirinya yang sudah pasti menyimpan amarah di hati putrinya tersebut.


terbukti putrinya ini tidak mau di panggil Jasmine meskipun ia telah memanggil nama tersebut berkali kali. tetapi putrinya langsung menoleh saat di panggil dengan sebutan Dea.


"apakah kamu sebenci itu dengan nama yang mamamu berikan sayang. dimana terdapat nama mama dan papa di dalam namamu sehingga kamu tidak mau menoleh sedikit pun saat papa memanggil nama asli kamu Jasmine". gumam Jason di hatinya.


Dea selesai dengan roti bakarnya yang terakhir. ia menyisakan beberapa helai roti bakarnya di suatu piring datar yang lain lalu mendorong ke arah Jason.


"untuk papa?". tanya Jason penasaran saat Dea mendorong piring yang berisi makanan buatan putrinya tersebut ke arah dirinya seraya tersenyum.


Dea tak menyahut lalu membawa nampan miliknya yang berisi sepiring roti bakar dengan masing masing toping yang berbeda di dalamnya dan juga tiga mug gelas coklat yang akan ia suguhkan untuk anak anaknya dan juga dirinya sendiri. hari ini ia melakukan quality timenya bersama dua bocah manis itu setelah sekian lama berpisah.


Dea meninggalkan Jason sendirian di dapur dengan sepiring roti bakar yang ia suguhkan untuk orang tua yang mengaku ayah kandung nya. tetapi bagi Dea hal itu yang ia lakukan sebagai ungkapan terimakasih karena telah membantunya di persidangan tempo lalu.


sementara Jason menatap punggung sang putri yang menghilang di balik pintu dapur dan melirik sepiring roti bakar untuk dirinya.


Jason tersenyum simpul lalu membawa piring tersebut beserta air minum untuk dirinya dan sang istri yang menunggunya di kamar yang sedang menikmati berita di saluran tv channel internasional di saluran jaringan internet.


"thank you Jasmine". ucapnya pelan saat melihat sepiring roti bakar yang berada di atas nampan yang ia bawa.


Jason membawa nampan tersebut ke dalam kamar di mana sang istri menunggunya. Astrid yang melihat sang suami membawa sesuatu di piring datar mengernyitkan dahi nya sembari bertanya.


"itu apa yah? ". tanya Astrid penasaran.


"nih. dari Jasmine". sahut Jason seraya meletakkan nampan tersebut di atas meja di mana Astrid duduk santai di atas sebuah sofa


"hah. Jasmine??". pekik Astrid penasaran.


"iya. tadi ayah lihat dia lagi buat ini pas waktu ayah mau ambil minum di dapur". sahut Jason.


"ayah berarti sempat ngobrol dong sama Jasmine?". tanya Astrid penasaran.


"yah cuma nyapa gitu aja berhubung pastinya dia masak untuk anak anak". sahut Jason.


"ga ngomong. tapi dia cuma ngasih ini". sahut Jason jujur seraya mengambil sepotong roti yang bertabur ceres di atasnya dan langsung mengunyahnya dalam sekali gigitan.


Astrid mengernyitkan dahinya melihat tingkah suaminya itu.


"ihh si Ayah kok malah makan sih". ujar Astrid sedikit ngambek.


"tes dulu. enak kok. nih cobain". sahut Jason seraya menyuapkan sisa rotinya di bagian lain yang belum di gigit Jason sama sekali ke mulut sang istri.


Astrid pun menyambutnya dengan sekali gigitan.


"gimana?. enak? ". tanya Jason pada istrinya itu.


"iya enak. jadi hubungan ayah sama Jasmine udah mulai mencair lah ya". Astrid berkomentar setelah menelan kunyahan roti bakar tersebut.


"ga juga sih. Jasminenya masih cuek sama ayah. malah di panggil panggil Jasmine dia ga mau noleh. ehh begitu kita panggil Dea dianya langsung noleh. kayak ga suka gitu kalau ayah manggilin dia dengan nama asli nya". ujar Jason menjelaskan situasi saat di dapur bersama putrinya itu.


"hah. masa iya begitu yah. tadi waktu sama bunda di dapur kayaknya dia ga masalahlah saat


;abunda sebut nama Jasmine". sahut Astrid heran.


Jason mengangkat kedua bahunya.


"mungkin karena ayah kali. jadi dianya belum terima. makanya ayah di cuekin gitu". sahut Jason.


"mudah mudahan ke depan si Jasmine bisa membuka hatinya untuk kita ya yah". ucap Astrid.


"Aaamiin bunda.. mudah mudahan sih begitu. dia bisa menerima kita berdua.". ucap Jason mengaminkan doa sang istri.


akhirnya pasutri paruh baya itu pun kembali menikmati roti bakar buatan putri mereka dengan santai begitupun dengan Dea dan anak anak. hanya Justin yang hanya bisa menelan kasar salivanya saat melihat keasyikan ketiganya dalam menikmati cemilan tersebut tanpa salah satu dari mereka mau menawari nya sedikit pun.


Justin melihat Midea yang cuek pada dirinya hari ini. hingga akhirnya Dea melirik Justin dan menyodorkan piring yang berisi roti bakar tersebut serta satu mug coklat panas milik nya untuk pria yang sedang merekam momen kebersamaan dirinya dan anak anak.


"sini ponselnya aku yang rekam kamu sama anak anak". pinta Dea


Justin menarik sudut bibirnya senang. ia merasa jika Dea telah mulai sedikit membuka hatinya. meskipun wanita cantik dan manis itu awalnya mencueki dirinya tetapi Justin yakin jika seorang Midea memiliki hati tak tegaan sama orang yang di cintai yaitu pasti lah dirinya saat ini.


dan tentu saja Justin dengan senang hati memenuhi permintaan Dea yang mengambil momen penting bersama anak anaknya.


Authornya:


" Ke GE ER an kau bang Justin 😤". pada hal dek Midea ada udang di balik rempeyek 😈😂


...****************...


Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ke empatku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉


Dan jangan lupa follow akun ku di


Noveltoon Hazhilka 279


facebook Hazhilka


#Hazhilka


ig Hazhilka279


.


Terima kasih.