
Wellcome back my readers yang super duper caem dan cakep. Selamat menikmati episode kali ini ya???.semoga enjoy... 😉.
sepanjang perjalanan kembali ke apartemen Midea dan Justin hanya diam membisu. jika pun mereka berbicara hanya di saat menanggapi ocehan Dean yang melihat keluar jendela di mana terkadang ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Dean akan berceloteh dengan lucunya seraya menanya kan pada Midea.
di saat seperti inilah Justin baru merasakan kembali nikmatnya akan berkeluarga seutuh nya. ia tersenyum di dalam hatinya seraya terus menyetir hingga ia membelokkan mobil nya memasuki parkiran apartemennya Andra.
Justin segera keluar untuk membuka pintu mobil untuk Dea dan Dean yang ada di jok belakang mobilnya. mereka bertiga masuk ke lift menaiki lantai teratas dari apartemen tersebut.
"Dee.. pelan pelan jalannya nak". pesan Justin saat bocah tersebut keluar secara tiba tiba saat pintu lift terbuka.
Justin dan Midea segera keluar dari lift tersebut menyusul Dean yang berjalan pulang ke unit apartemen yang ia tinggali saat ini.
"sini keykadnya unda. Dee bica kok bukain pintunya". celetuk Dean yang meminta keycard yang berada di dalam tasnya Midea.
Midea pun mengeluarkan keycard yang di pinta putranya dan menyerahkan pada Dean.
Justin memperhatikan keterampilan tangan mungil itu dalam membuka kode kunci yang di gunakan Midea selama ini.
klik. pintu apartemen terbuka.
"yeh... bica kan? ". ucap Dean kegirangan karena merasa telah berhasil mengembankan misi.
saat Midea masuk ke apartemen dan membalikkan tubuhnya menghadap Justin yang masih mematung di depan pintu dengan niat ingin menutup kembali pintu apartemen tersebut.
tiba tiba Justin bertanya pada Midea.
"May I?". tanyanya penuh harap
Midea berfikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya pelan. ia fikir tak apalah pria ini di sini sebentar hingga Dean tertidur nantinya. hitung hitung besok tak akan ada drama seperti ini lagi. karena bagaimanapun mereka telah membuat kesepakatan bersama mengenai hak asuh anak.
baik Justin dan Midea telah berjanji akan bekerjasama dalam mengasuh buah hati mereka. Midea pun tidak akan menghalangi Justin untuk bertemu Dean. dan Justin pun tidak akan mengingkari janjinya untuk memenuhi persyaratan dari Dea.
malam ini mereka lalui dengan saling memaafkan demi Dean yang terlihat ceria karena melihat kedua orang tuanya akur hingga..
keesokan harinya.....
Justin dan Midea di hadapkan pada dewan hakim untuk mendengarkan putusan hakim dari pengadilan agama tersebut. baik Justin dan Midea sama sama mendengar dan menerima hasil putusan hakim sebagai berikut.
MENGADILI
"Mengabulkan gugatan Penggugat"
"Menjatuhkan talak satu ba'in shugro Tergugat Justin Kehl Ardiansyah terhadap Penggugat, Midea Hasxander.
"Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Penggugat nafkah iddah sejumlah yang harus dibayarkan sesaat sebelum Tergugat mengambil Akta Cerainya;
"Menetapkan Hak Asuh Anak Penggugat dan Tergugat yang bernama: MyKehl Deansyah
"Memerintahkan kepada Penggugat dan Ter
gugat untuk melaporkan putusan perceraian ini paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah putusan ini memperolah kekuatan hukum tetap kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota agar Pejabat Pencatat Sipil mencoret perkawinan tersebut dalam register yang disediakan untuk itu dan mencatat perceraian tersebut dalam daftar yang sedang berjalan serta menerbitkan Akta Cerainya"
kini suami istri yang saat ini berada di ruang sidang dari pengadilan agama tersebut telah sah di mata hukum dan agama menyandang status Cerai. yang artinya mereka berdua berada di jalan dan kehidupan masing masing mulai hari ini.
Midea merasa haru dan bahagia mendengar putusan dari hakim tersebut. kini Midea bisa bernafas lega karena putusan hakim berpihak ke padanya dan juga hak asuh anak semata wayangnya pun kini berpindah ke tangannya. meskipun Justin juga berhak atas Dean dan bisa menemui kapanpun sesuai tuntutan Justin sebelumnya. yang penting di mata hukum saat ini Midealah yang menang dan berhak atas hak asuh putranya itu.
sementara Justin mengepal erat tangannya seraya menatap ke depan hakim. jika kini wajahnya menunjukkan reaksi yang datar tetapi tidak hatinya. sungguh hasil keputusan hakim hari ini membuat hatinya ngilu. ia berpaling menatap sendu ke arah Midea yang sedang bernafas lega.
jika wajah yang sebelumnya ia lihat seperti menyimpan beban kini seperti menghilang begitu saja. Justin beranjak dari duduknya setelah Dea. bersalaman dengan para hakim. Justin pun mengikuti apa yang di lakukan oleh mantan istrinya itu.
lalu mereka berdua bersalaman seraya tersenyum. jika Midea tersenyum lega. maka Justin tersenyum lesu. meskipun semalam Justin telah menyetujui kesepakatan yang mereka buat. akan tetapi entah mengapa tetap saja Justin merasa nelangsa kehilangan seseorang yang telah menjadi bagian dari hidupnya terlepas orang itu pernah membuat nya kesal dirinya.
Midea berpamitan pada Justin untuk segera pulang kembali ke Brstgi karena perusahaan hanya memberinya waktu satu hari untuk ijin menghadiri persidangan ini.
"aku pulang ya?". pamit Midea baik baik.
"aku antar". Jawab Justin tiba tiba seraya mengeluarkan kunci mobilnya.
"ga usah repot repot Tin. aku bisa pulang sendiri kok". tolak Dea secara halus dengan senyumnya.
"its oke. aku senggang hari ini. sekalian aku mau jenguk Dee. bolehkan?". ujar Justin sembari berjalan menuju parkiran lalu ia membukakan pintu mobil untuk mantan istri yang sebenarnya sudah ada di hatinya sejak dulu.
Midea menatap punggung Justin dan akhir nya terpaksa mengikuti pria itu lalu masuk ke mobil sport mewah yang ia tumpangi selama ini lantaran pria itu telah menunggunya.
Justin melajukan mobilnya kembali lagi ke kota di mana Dean dan Dea tinggali saat ini. meskipun baru juga semalam ia berkendara sendiri ke sana tetapi demi Dua D itu ia tak perduli seberapa meletihkannya ia menyetir
yang penting ia bisa bertemu dan bermain bersama dengan putranya itu.
ia berfikir jika siang ini waktu senggang yang ia miliki saat ini adalah hak putranya maka akan ia berikan. karena setelahnya mantan istrinya itu akan mengatur jadwal pertemuan yang sesuai dengan jadwal kegiatan belajar Dee dan juga jadwal kegiatan dengan Dea.
selama dalam perjalanan mencoba membuka komunikasi dengan Midea. terutama rencana Midea ke depannya setelah ini. tetapi dasar wanita berhati dingin tetap saja wanita itu menanggapinya dengan gelengan kepala.
...**************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like, vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉 please.....
Dan jangan lupa follow akun ku di
Noveltoon Hazhilka 279
facebook Hazhilka
#Hazhilka
ig Hazhilka279
.
Terima kasih.