
Hai readers I am coming back. Selamat membaca kembali..semoga happy...
sangat kecewa. mungkin dua kata itulah yang bisa mewakili perasaan hatinya saat ini. cukup lama ia duduk menyendiri di sana dalam perasaan hampa. hingga akhirnya ia putuskan untuk turun ke lantai di mana kamar nya berada.
lift bergerak perlahan turun hingga berhenti di satu tingkat di bawah lantai di mana kamar nya Justin berada. seorang pria paruh baya masuk dengan angkuhnya tanpa memberikan senyum sedikit pun padanya.
ia berdiri di samping Midea tanpa menoleh sedikit pun pada wanita itu. Midea sedikit bergeser dari tempatnya berdiri agar tercipta jarak di antara dirinya dengan pria itu.
tetapi pria tersebut hanya melirik sekilas pada apa yang di lakukan wanita itu di sampingnya. ia hanya tersenyum miring saat jarak dirinya dengan wanita itu agak berjauhan.
"cih. Munafik". desisnya pelan.
lalu pria itu menyeringai sinis dan...
"apa kabar Midea Hasxander. sudah lama kita tak bertemu?". pria itu menyapa Midea dengan nada yang tak biasa pada umumnya.
**
Justin mengamati satu set dress kids dan jas bernuansa silver itu untuk keluarga intinya yaitu dirinya dan juga kedua anaknya. lalu pandangannya beralih ke sebuah long dress yang lengkap dengan hijabnya bernada sama dengan dressnya Keyra. gaun itu ia pilihkan untuk Midea. ia tersenyum kecil saat mem -bayangkan wanita itu menggunakan long dress tersebut.
"pasti dia terlihat lebih cantik dan anggun dengan gaun ini". gumamnya saat mem -bayangkan Midea dengan long dress yang ada di hadapannya ini.
Justin meminta pada pemilik butik untuk segera mempackingkan satu set pakaian untuk keluarga tersebut. setelah membayar sesuai harga pria itu segera kembali ke hotel di mana Midea dan anak anaknya berada.
jika bukan karena Midea pastilah hari ini ia sudah memboyong anak anaknya ke rumah induk dan berkumpul dengan keluarganya. tapi nyatanya demi wanita itu ia harus rela mengalah agar bisa melaksanakan niatnya dalam memberikan pesta ulang tahun untuk putranya itu.
sesampainya di hotel Justin langsung ke lantai di mana kamar Midea berada. ia tersenyum saat melihat anak anaknya berlari dan menyambutnya dengan sumringah ketika Alma membukakan pintu untuknya.
"Daddy.. ".panggil keduanya seraya mendekati Justin dan memeluknya.
pria itu di persilahkan masuk untuk bisa bercengkerama dengan kedua anaknya.
"De Jasmine mana bu?"tanya Justin saat ia tak melihat mantan istrinya itu.
"tadi keluar sebentar katanya". jawab Alma.
Justin secara diam diam melacak keberadaan Midea melalui ponselnya seraya berniat untuk menghubungi wanita itu. ia mengernyitkan dahinya saat mendapatkan sinyal dari gps yang terpasang di set perhiasannya Midea yang memberitahukan bahwa benda yang di cari ada di ruangan ini.
"bu. benarkah De Jasminenya pergi?". tanya Justin memastikan kembali.
"iyo nak. ada apo?". tanya Alma penasaran.
"ehmm... tidak. ya sudah saya pamit dulu dan ini nanti tolong kasihkan ke Midea ya bu. dan ini untuk ibu pakai besok ". ucap Justin seraya menyerahkan empat paperbag ke Alma.
"Alhamdulilah terima kasih banyak nak Justin. tapi sebenarnyo indak usah repot repotlah. ambo pakai apo sajo indak masalah. sudah tua". ujarnya pada Justin.
"ga apa bu. ini adalah mewakili bentuk dari ucapan terima kasih saya pada ibu karena sudah menjaga Midea dan Dee dengan baik. walau pun saya tau kebaikannya ibu tidak bisa di ukur dengan apa pun. akan tetapi tetap saya ingin ibu memakai ini di acara besok ya bu". ucap Justin tulus.
"iyo nak. terima kasih banyak untuk hadiah nyo". ucap Alma.
"sama sama bu". balas Justin.
akhirnya pria itu keluar dari ruangannya Alma dan langsung mencari tau keberadaannya Midea. ia mulai menanyakan keberadaan Dea melalui orang orang nya Qanita dan juga Arjun melalui adik sepupnya itu.
akan tetapi hasilnya masih sama. Dea tidak bisa di temukan oleh siapapun bahkan ponselnya saja tidak aktif sama sekali.
"wait. dia naik lift yang ke lantai berapa?. tolong di perjelas". titah Justin saat melihat midea dalam rekaman cctv hotel.
"lantai tertinggi sepertinya pak". jawab operator tersebut.
"oke terima kasih". ucapnya pada staff operator tersebut seraya tersenyum.
akhirnya Justin tau di mana Midea kini. ia segera masuk ke dalam lift untuk menyusul Midea yang berada di lantai teratas di mana kamar pribadi miliknya berada.
"mau ngapain dia ke atas sana ya? apa mau ketemu sama aku?". gumamnya seraya tersenyum di hati.
Justin merasa begitu percaya diri jika wanita keras kepala itu mencari dirinya. sebab ada urusan apa memangnya Midea ke lantai atas jika bukan untuk bertemu dengan dirinya.
**
Jantung Midea semakin berdetak kencang. perasaan takut mulai menjalari dirinya. ia terpaku menatap ke lantai bawah tanpa mau menoleh ke arah sumber suara dari seorang pria yang jelas jelas ada di sampingnya.
ia meremas rok prisketnya untuk membantu nya menghadapi rasa takut yang kini men -dominasi dirinya. ia tau akan maksud dari pria itu yang memanggil nama dirinya lengkap seperti itu. yang artinya itu adalah sebuah peringatan untuk dirinya jika ia adalah seorang Midea Hasxander, seorang model yang bisa di ajak berkencan oleh siapa pun.
itu artinya akan ada sesuatu yang tak meng enakkan akan terjadi pada dirinya.
"tidak. tidak. kamu tidak boleh takut lagi sekarang. pria ini tidak ada apa apanya. kamu bisa mengatasi satu orang seperti ini".gumamnya di hati.
"new style. tacky but I like it. this is my cell number. call me when you are ready with them".( gaya baru. kampungan sih tetapi aku suka. ini nomor ponselku. hubungi aku setelah kamu selesai dengan mereka)". ucap pria itu seraya menyelipkan kartu namanya di celah lipatan lengan kemejanya Midea.
"I am waiting for you Midea. same as before" (aku menunggumu Midea. sama seperti sebelumnya)". ucap pria itu seraya berbisik di telinganya Midea.
lift berhenti di lantai ruang family room suit. saat pintu lift terbuka Dea pun buru buru melangkahkan kakinya keluar dari sana. tetapi baru juga ia menggerakkan kakinya. pria itu menahan lengan Dea dan menghimpit nya di dinding lift sehingga pintu lift kembali tertutup.
Midea berusaha memberontak agar pria itu tak semena mena terhadap dirinya. lift kini bergerak turun ke lantai yang tidak tau ke lantai berapa.
"lepas". titah Midea pada pria kurang ajar itu.
"tidak semudah itu sayang. setelah kau banyak menipu aku dengan trik licikmu". ucap pria itu seraya mendekati bibirnya untuk menjelajahi wajahnya Midea dengan nafsu dan amarah yang terpendam selama ia melihat Midea di sini.
pria itu ingin Midea mengambil haknya atas apa yang sudah di bayarnya beberapa tahun lalu saat Midea masih berada di bawah naungan Xander agency.
"lepasin brengsek". maki Midea seraya terus menahan wajah pria itu agar tak mendekati wajahnya.
tetapi tenaga pria paruh baya yang tetap menjaga kebugaran tubuhnya selama ini tetap stabil meskipun Midea telah mengerah kan seluruh tenaganya untuk menghindari perbuatan bejat yang akan di lakukan pada nya nanti.
tetapi bukan Midea namanya jika ia tak punya solusi atas setiap permasalahan yang menyangkut dengan fisiknya. ia pun terpaksa menggunakan alternatif darurat para wanita pada umumnya yaitu dengan cukup sekali tendangan saja pada bagian tengah dari tubuh pria itu sudah membuat pria itu diam tak bergerak sama sekali. di karenakan ia harus menahan sakit pada alat vitalnya yang berdenyut nyeri saat ini.
Midea segera menahan tombol stop pada lift tersebut dan segera keluar dari sana saat pintu lift terbuka. Midea tersenyum miring pada pria brengsek yang masih berada di dalam lift sedang menahan sakit.
next chapter..
ancaman terhadap Midea tak berhenti begitu saja ya guys.
Lanjut ke next chapter ya readers. stay cool here ya Readers
...****************...
Hai readers...mohon dukungannya kembali untuk novel ku ini ya?? dengan memberi like,pp vote, poin, fav, dan share link nya ya readers 😉.